Connect with us

Berita

Bogor Diminta Siapkan PSEL Aglomerasi di Kayumanis

Published

on

Bogor Diminta Siapkan PSEL Aglomerasi di Kayumanis
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menyambut arahan pemerintah pusat terkait percepatan pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) sebagai upaya penanganan darurat sampah secara nasional.

Arahan tersebut disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, dalam rapat koordinasi terbatas percepatan PSEL yang berlangsung di Jakarta, pada Selasa, 31 Maret 2026.

Dalam rapat tersebut, pemerintah pusat mendorong percepatan pembangunan PSEL, khususnya bagi daerah yang telah siap, baik secara mandiri maupun dalam skema aglomerasi, serta bekerja sama dengan Danantara.

Selain itu, pemerintah pusat juga menegaskan penerapan sanksi bagi daerah yang masih mengoperasikan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS) dengan sistem open dumping.

Menindaklanjuti hal tersebut, PSEL Bogor Raya saat ini disiapkan untuk segera dibangun di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Galuga, Kabupaten Bogor, yang kini telah memasuki tahap akhir administrasi dan teknis.

Di samping itu, Menko Pangan juga meminta agar segera disiapkan PSEL aglomerasi di wilayah Kayumanis. Langkah ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian penanganan persampahan di wilayah Bogor dan sekitarnya, dengan memanfaatkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 110 Tahun 2025 sebagai payung hukum pengelolaan sampah menjadi energi listrik.

Dukungan penuh terhadap percepatan pembangunan PSEL juga disampaikan Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang turut hadir dalam rapat koordinasi tersebut bersama Menteri Dalam Negeri, Menteri Lingkungan Hidup, Wakil Menteri Sekretaris Negara, Wakil Menteri Dalam Negeri, Kepala BRIN, serta para gubernur, bupati, dan wali kota.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyambut baik arahan tersebut dan menyatakan kesiapan untuk segera berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor serta kepala daerah lainnya di wilayah aglomerasi Bogor Raya.

“Tentunya, saya menyambut baik arahan Menko Pangan terkait percepatan fasilitas PSEL. Ini akan segera kami koordinasikan bersama Bupati Bogor dan kepala daerah di wilayah aglomerasi Bogor Raya,” ujar Dedie Rachim.

Saat ini, timbulan sampah secara nasional mencapai sekitar 14 juta ton per tahun dan belum tertangani secara signifikan melalui metode pengolahan modern. Bahkan, jika 33 kota/kabupaten di Indonesia telah mengelola sampah melalui PSEL, capaian penanganannya baru sekitar 22 persen.

(ckl/hrs)

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: DPR Apresiasi Inovasi Perikanan, Soroti Kekurangan Penyuluh

  2. Pingback: Temui Wali Kota Bogor, Kadin Jawa Barat Bahas Investasi PSEL hingga Mukota

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Suasana Haru Warnai Pelepasan Calon Haji Kota Bogor ke Tanah Suci

Published

on

By

Suasana Haru Warnai Pelepasan Calon Haji Kota Bogor ke Tanah Suci
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat menyalami salah satu calon jemaah haji yang berangkat ke Tanah Suci di Masjid Raya Bogor, Selasa, 19 Mei 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Suasana haru mewarnai pelepasan ratusan calon jemaah haji asal Kota Bogor yang tergabung dalam kelompok terbang (kloter) 27 di Masjid Raya Bogor.

Berdasarkan data resmi penyelenggaraan ibadah haji, calon jemaah haji asal Kota Bogor tahun ini berjumlah 787 orang yang terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 10 dan kloter 27 Jawa Barat.

Kloter 10 telah diberangkatkan pada Sabtu, 2 Mei 2026 lalu. Sementara itu, pada Selasa, 19 Mei 2026, kloter 27 sebagai kloter terakhir dari Kota Bogor diberangkatkan menuju embarkasi.

Baca juga: 444 Calon Haji Kloter 10 Asal Kota Bogor Berangkat ke Tanah Suci

Para jemaah dilepas Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, didampingi Ketua DPRD Kota Bogor, perwakilan Kantor Kementerian Haji dan Umrah, Kantor Kementerian Agama, serta unsur lainnya di Kota Bogor.

“Kloter kedua dengan jumlah 328 jemaah terdiri atas 150 laki-laki dan 178 perempuan, termasuk tiga jemaah lanjut usia (lansia). Bersama para petugas dan pendamping, total rombongan yang diberangkatkan sebanyak 346 orang,” ujar Jenal.

Ia berpesan agar para jemaah senantiasa menjaga kesehatan masing-masing. Terlebih, beberapa jemaah lansia sudah menggunakan kursi roda.

“Kepada para jemaah, yang terpenting adalah mendengarkan instruksi dari panitia. Para jemaah agar senantiasa memperhatikan hal-hal yang menjadi imbauan dan arahan panitia,” imbuhnya.

Jenal mengaku terharu berada di tengah para calon tamu Allah. Ia juga meminta doa agar dirinya dan warga Kota Bogor lainnya diberikan kesempatan yang sama untuk menunaikan ibadah haji.

Baca juga: Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai

Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil menyampaikan pesan mengenai makna mendalam dari ibadah haji. Menurutnya, momentum keberangkatan ini menjadi refleksi penting di tengah keduniawian.

​”Momen seperti ini selalu mengingatkan saya bahwa di balik kesibukan duniawi kita, ada hal-hal yang jauh lebih besar, yaitu perjalanan spiritual yang menjadi impian seumur hidup bagi jutaan Muslim di seluruh dunia,” ujar Adityawarman.

​Ia juga mendoakan agar seluruh jemaah diberikan kesehatan, kelancaran, keselamatan, serta kemudahan dalam melaksanakan seluruh rukun dan wajib haji di Tanah Suci.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Bogor, Indra Karmawan, menjelaskan bahwa selama 40 hari para jemaah akan melaksanakan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

“Pesan kami, gunakan kesempatan yang sebaik-baiknya ini karena bapak dan ibu merupakan tamu-tamu Allah. Luruskan niat dan manfaatkan waktu sebaik mungkin, karena ibadah haji hanyalah untuk Allah,” tuturnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai

Published

on

By

Lapak Capil Permudah Urusan Dokumen Warga Sukadamai
Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan saat meninjau langsung program Lapak Capil di kantor Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 18 Mei 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor menggulirkan program Lapak Capil di Kelurahan Sukadamai, Kecamatan Tanah Sareal pada Selasa, 19 Mei 2026. Kegiatan ini sebagai bentuk jemput bola dan mempermudah masyarakat mengurus akta pencatatan sipil di kantor kelurahan.

Kepala Disdukcapil Kota Bogor, Ganjar Gunawan menjelaskan, kegiatan rutin dua kali seminggu bernama inovasi Lapak Capil ini sebagai langkah jemput bola untuk pembuatan akta pencatatan sipil. Kali ini jadwal pelayanan di Kelurahan Sukadamai.

“Alhamdulillah, kegiatan Lapak Capil ini sudah kami mulai sejak Januari 2024, yang berarti sudah berjalan lebih dari dua tahun hingga saat ini. Sudah puluhan ribu dokumen kependudukan yang kami cetak melalui layanan jemput bola ini. Untuk pelayanan reguler, masyarakat biasanya harus datang langsung ke kantor dinas, kecamatan atau Mal Pelayanan Publik (MPP),” ungkap Ganjar kepada wartawan.

Melalui Lapak Capil, pihaknya datang mendekatkan diri ke masyarakat langsung di kelurahan. Semuanya cukup diselesaikan pada hari ini juga di kantor kelurahan, sesuai tujuan utamanya adalah untuk memudahkan, mendekatkan dan menghemat biaya transportasi masyarakat.

“Kami pastikan dokumen bisa diselesaikan saat itu juga. Kali ini pelayanan difokuskan pada bidang pencatatan sipil, termasuk perekaman KTP dan penggantian foto. Untuk pencetakan fisik KTP akan kami bantu arahkan ke kecamatan, karena tidak semua peralatan cetak bisa kami bawa ke lokasi. Proses perekaman dan ganti fotonya sudah bisa dilakukan sepenuhnya di sini,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, terkait efisiensi layanan, sejak 2023 Disdukcapil telah bekerja sama dengan Gojek untuk menyinergikan layanan online. Layanan Disdukcapil kini tersedia melalui aplikasi ‘Pakuan Prima’, sehingga masyarakat dapat mengakses aplikasi tersebut untuk mengajukan permohonan dokumen kependudukan baik penggantian KTP, KK, maupun akta kelahiran.

Ia menambahkan, semua kepengurusan tersebut dapat diproses secara online dan hasil cetak dari layanan ini nantinya dapat diambil sendiri melalui fasilitas drive-thru yang ada di kantor Disdukcapil.

“Namun, berkat kerja sama dengan Gojek, kami memberikan opsi kemudahan tambahan. Jika masyarakat tidak sempat mengambil langsung ke dinas, dokumen bisa diantarkan ke rumah menggunakan layanan GoSend. Konsekuensinya tentu berbayar sesuai dengan jarak tempuh yang ditetapkan oleh kebijakan tarif Gojek. Dalam aplikasi Pakuan Prima, sudah otomatis tersedia pilihan untuk mengambil dokumen sendiri atau diantar melalui layanan Gojek,” jelasnya.

Ditempat yang sama, Lurah Sukadamai, Muhari mengapresiasi program Lapak Capil dan membuat warga Kelurahan Sukadamai sangat antusias. Walaupun informasinya baru diterima kemarin sore, warga sudah siap sedia untuk mengikuti kegiatan ini. Kegiatan luar biasa seperti ini harus terus dilanjutkan hingga menyentuh pelosok kelurahan.

“Pelayanan kependudukan ini sangat menyentuh warga kami yang membutuhkan, khususnya bagi keluarga prasejahtera, apalagi wilayah kami berbatasan langsung dengan kabupaten. Sehingga di wilayah kami, sebagian besar dokumen kependudukan ini sangat diperlukan masyarakat untuk mengurus Bantuan Sosial (Bansos) serta fasilitas kesehatan,” tuturnya.

Muhari menerangkan, sebagai gambaran, ada sekitar 1.400 penerima bansos di wilayah Sukadamai serta perekaman untuk pemilih pemula beberapa waktu lalu juga dihadiri sekitar 1.200 orang.

“Jadi, kegiatan yang menyentuh langsung warga kurang mampu ini sangatlah tepat sasaran. Alhamdulillah, warga Kelurahan Sukadamai merasa sangat terbantu dengan hadirnya kegiatan Lapak Capil ini,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki

Published

on

By

2 Jalur Alternatif ke Cipaku-Pamoyanan Bogor Selatan Diperbaiki
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat meninjau jalur alternatif tepatnya Jalan Sirnagalih yang menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 18 Mei 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meninjau dua jalur alternatif menuju Jalan Saleh Danasasmita, Kecamatan Bogor Selatan. Keduanya, yakni jalur undak Lawang Gintung tembus Cipaku dan Jalan Sirnagalih menghubungkan BNR-Ranggamekar menuju Pamoyanan.

Di lokasi pertama, Jenal yang didampingi Kepala Dinas PUPR melihat langsung kondisi jalan yang dinilai curam dan sempit. Ditambah kondisi jalan yang licin, pengendara harus ekstra hati-hati.

“Namun, minimal sementara sampai selesai jalan trase baru, jalur ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. Insyaallah besok (19/5/2026) diaspal oleh Dinas PUPR menggunakan anggaran pemeliharaan,” ujarnya, Senin, 18 Mei 2026.

Di wilayah Ranggamekar, Jenal juga melihat kondisi jalan yang selalu tergenang saat hujan deras, sehingga menyebabkan jalan rusak parah.

Hal tersebut disebabkan tidak ada aliran drainase yang menunjang jalan. Dinas PUPR diminta melakukan pengaspalan sementara agar masyarakat bisa melintas dengan aman.

Untuk perencanaan ke depan, elevasi jalan tersebut akan disesuaikan. “Ada pemilik kontrakan di depan jalan tersebut yang membangun drainase, hanya lebih tinggi dari jalan sehingga air tidak masuk. Nanti akan coba kita panggil,” imbuhnya.

Ia mengingatkan bahwa sejak awal terjadinya longsor di Jalan Saleh Danasasmita, aparatur wilayah bergerak cepat mencari jalur-jalur alternatif. Namun, karena intensitas pengguna jalan yang cukup padat, jalur-jalur alternatif tersebut juga membutuhkan pemeliharaan.

Oleh karena itu, Jenal meminta aparat wilayah terus responsif melihat dan mendengar aspirasi warga.

“Saya meminta langsung camat dan lurah membuka telinga. Jika ada aduan masyarakat terkait jalan berlubang dan jalan yang perlu diperbaiki, segera laporkan kepada pimpinan atau dinas teknis,” ungkapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer