Serba Serbi
Potensi Tanaman Indonesia sebagai Sumber Bahan Biokosmetik
KlikBogor – Sumber daya hayati flora menyediakan beragam senyawa untuk berbagai keperluan. Selain sebagai bahan pangan, tanaman telah lama dipakai dalam pemenuhan kebutuhan akan pengobatan, pewarna alami, perasa, pengawet, wewangian, dan kosmetik.
Demikian hal tersebut dikatakan Guru Besar Tetap Fakultas Pertanian IPB University, Prof Ani Kurniawati saat konferensi pers pra orasi ilmiah yang digelar virtual, Kamis, 23 Oktober 2025.
Ia melanjutkan biokosmetik sebagai salah satu bentuk kosmetik alami, mengutamakan khasiat, keamanan, dan keberlanjutan dalam formulasi serta penggunaannya. Aktivitas senyawa seperti antioksidan, antiinflamasi, antibakteri, antiaging, dan pencerah kulit merupakan aktivitas yang dimanfaatkan sebagai agen kosmetik.
Beberapa jenis tanaman, seperti melati, kenanga, kulit manggis, jintan hitam “habbatussauda”, umbi bengkuang, nilam, jahe, dan kunyit adalah contoh tanaman yang berpotensi sebagai bahan kosmetik yang telah dilakukan kajian agronomi dalam penyediaan bahan bakunya.
“Jenis-jenis tanaman lain masih perlu dikembangkan sesuai kebutuhan industri,” kata Prof Ani.
Menurutnya, dalam hal pemanfaatannya sebagai bahan kosmetik, Indonesia mempunyai potensi yang besar. Dukungan ini diperkuat karena adanya tradisi penggunaan tanaman sebagai kosmetik di berbagi daerah dan etnis serta kekayaan sumber daya alam yang tinggi.
“Penggunaan bahan alami dipandang sebagai alternatif yang lebih aman dan sehat untuk perawatan kulit jangka panjang,” kata Prof Ani.
Peluang pengembangan kosmetik berbahan tanaman juga didukung oleh pasar. Kosmetik berbasis bahan alam mengalami pertumbuhan pasar yang pesat secara global. Pasarnya diperkirakan akan mencapai lebih dari USD 54,5 miliar pada 2027 (Grand View Research 2024).
“Faktor yang pendorong pasar ini adalah meningkatnya preferensi konsumen terhadap bahan-bahan alami untuk berbagai keperluan kehidupan, termasuk penggunaannya dalam kosmetik alami,” katanya.
“Pemanfaatan dalam bidang ini berpotensi dikembangkan dan diharapkan akan meningkatkan ragam produk hilir dari tanaman,” imbuhnya.
Prof Ani menekankan permasalahan dalam penyediaan bahan baku tanaman untuk biokosmetik adalah variabilitas kadar senyawa bioaktif dan kontinuitas pasokan.
Hal ini diakibatkan karena sebagian besar bahan tanaman masih dipanen dari alam, variabiltas kandungan senyawa bioaktif terjadi antar jenis atau aksesi tanaman dan fase pertumbuhan tanaman, sebagian tanaman yang telah dibudidayakan belum menggunakan budidaya standar berbasis biomassa dan bioaktif.
Selain itu, sambungnya, kontinuitas pasokan juga menjadi kendala karena adanya kompetisi dalam penggunaan lahan dengan komoditas lain.
Untuk itu, perspektif agronomi menjadi landasan dalam menghasilkan bahan baku tanaman sebagai sumber bahan dalam industri kosmetik berbasis bahan alam.
Optimalisasi faktor lingkungan tumbuh, potensi genetik, fenologi pertumbuhan, dan teknologi budidaya akan mengurangi variabilitas kandungan senyawa bioaktif dan memaksimalkan biomassa.
Pemanfaatan lahan di bawah naungan tanaman lain dapat menjadi alternatif yang menjamin ketersediaan bahan baku tanaman.
“Kami melakukan penelitian terhadap beberapa komoditas yang potensial sebagai bahan baku kosmetik dari perspektif agronomi,” kata Prof Ani.
Dijelaskan, pola akumulasi senyawa bioaktif menunjukkan variasi yang signifikan antar spesies, organ tanaman, fase pertumbuhan, dan antar jenis senyawa bioaktif. Beberapa jenis melati mempunyai kemampuan produksi biomassa dan kadar minyak atsiri yang berbeda.
Kadar senyawa bioaktif xanthon dan α-mangostin pada kulit manggis relatif stabil dari mulai umur 1-4 bulan setelah antesis, dengan aktivitas scavenging yang menurun dengan semakin tua umur buah.
Biji jintan hitam ‘habbatussauda” mengandung senyawa bioaktif berupa timokuinon yang berpotensi sebagai bahan kosmetik. Akumulasi keduanya tertinggi berturut-turut dicapai pada umur 43 HSA (hari setelah antesis).
Pola akumulasi fenol dan aktivitas antioksidan pada umbi bengkuang menurun dengan semakin tua umur umbi yang berbanding terbalik dengan akumulasi biomassa dan pati.
Sedangkan kadar total fenol pada aksesi bengkuang Kebumen dan Bogor tertinggi terjadi pada umbi umur 3 bulan sebesar 7,21 mg GAE/g dan 6,61 mg GAE/g .
Adapun waktu panen bunga kenanga yang tepat untuk minyak atsiri adalah fase pembungaan akhir dengan nilai rendemen sebesar 0,6% untuk aksesi Kediri dan fase 50% berbunga penuh sebesar 0,92% untuk aksesi Cipanas.
Umur panen buah vanili 9 bulan setelah antesis menghasilkan kualitas yang terbaik. Jahe dan kunyit potensial dikembangkan di bawah naungan tanaman kelapa sawit, keduanya mempunyai tolerasi yang baik terhadap kondisi intensitas cahaya rendah.
“Pada kondisi ternaungi kadar oleoresin jahe merah dan kunyit meningkat, meski produksi menurun,” kata Prof Ani.
Lebih jauh Prof Ani mengatakan untuk menjamin pasokan bahan baku tanaman dengan kualitas yang sesuai standar industri, maka kerja sama dalam bentuk kemitraan antara industri, peneliti, dan petani sangat diperlukan.
“Dengan kerjasama ini, selain untuk memastikan penyediaan bahan baku tanaman juga memperkuat rantai nilai suatu jenis tanaman,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas
KlikBogor – Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Melalui urban farming, ikan dan sayuran bahkan dapat dibudidayakan bersamaan dengan sarana sederhana di lingkungan rumah.
Hal tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melalui program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)”.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan yang praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Ketua tim program, Doni Sahat Tua Manalu mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan teknologi sederhana, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan praktik urban farming secara mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pengalaman bersama antara tim, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga. Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” ujarnya dikutip Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kelurahan Mulyaharja diikuti masyarakat dan perwakilan komunitas setempat. Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara baru dalam menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Muslim.
Baca juga: Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026
Dalam pelatihan, anggota tim Roza Yusfiandayani menjelaskan, budikdamber menggunakan ember sebagai wadah pemeliharaan ikan, sementara kangkung ditanam dalam netpot yang ditempatkan di bagian atas ember. Peralatan yang digunakan antara lain ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, dan pakan ikan.
“Dalam budikdamber, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana ikan dipelihara, tetapi juga bagaimana sistemnya dijaga agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, peserta perlu memahami tahapan persiapan, pemeliharaan, pemberian pakan, dan pengelolaan air,” terangnya.
Secara lengkap, anggota tim terdiri dari Roza Yusfiandayani, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta mahasiswa IPB University.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan, termasuk pemberian pakan, kondisi air, kepadatan ikan, serta pertumbuhan tanaman. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan budikdamber sangat bergantung pada perawatan rutin.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif urban farming untuk pemanfaatan lahan terbatas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mulyaharja.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026
KlikBogor – Tim Kelurahan Tanah Baru keluar sebagai kampiun turnamen sepak bola Camat Cup Kecamatan Bogor Utara 2026. Gelar juara diraih setelah menaklukkan tim Kelurahan Cimahpar lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, Kelurahan Cimahpar pada Rabu, 9 September 2026 malam.
Sementara tim Kelurahan Ciparigi menempati posisi ketiga, sedangkan tim Kelurahan Bantarjati berada di posisi keempat. Gelar top skor diraih pemain dari tim Kelurahan Cimahpar.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, bersyukur ajang tahunan yang sempat vakum selama dua tahun tersebut dapat kembali digelar dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari warga.
“Alhamdulillah, setelah sempat dilaksanakan pada 2023 lalu vakum pada 2024 dan 2025, tahun 2026 ini bisa kami laksanakan kembali. Antusiasme dari para ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna, hingga pengurus koperasi sangat luar biasa. Permainan berjalan ketat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Riki.
Baca juga: Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
Laga final turnamen sepak bola tahunan di Kecamatan Bogor Utara ini mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Utara.
Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah, Endah Purwanti, Syarif Hidayat Sastra dan Juhana tampak hadir dan menonton langsung aksi para ketua RT, RW, Ketua LPM, Karang Taruna dan aparatur kelurahan.
Perwakilan DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Utara, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah menyatakan sangat mendukung gelaran sepak bola Camat Cup Kecamatan Bogor Utara. Zakiyah sapaan akrabnya berharap ajang silaturahmi antar aparatur wilayah ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten.
Baca juga: RT RW, Karang Taruna hingga Lurah Berlaga di Camat Cup Bogor Utara
Diketahui, pada gelaran tahun ini, euforia partai final kian semarak dengan adanya tambahan hadiah dari Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin berupa seekor domba dengan bobot diperkirakan lebih dari 100 kilogram untuk juara satu, selain membawa pulang piala bergilir, piala tetap dengan uang pembinaan sebesar Rp3 juta.
Sementara itu, tim Kelurahan Cimahpar sebagai juara kedua mendapatkan piala tetap dengan uang pembinaan sebesar Rp2 juta serta seekor domba.
(ckl/hrs)
Berita
Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sri Radya Karaton Sumedang Larang Rd. H. Ikik Lukman Soemadisoerya di Area Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Rabu, 9 September 2026.
Dedie Rachim adalah kepala daerah pertama yang menerima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang atas perannya dalam mendukung pelestarian budaya, khususnya melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya.
Penganugerahan ini juga berkaitan dengan dukungan Dedie Rachim saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor pada pelaksanaan perdana Kirab Binokasih pada 2024.
Dalam penyematan penghargaan tersebut, Sri Radya Karaton Sumedang Larang menyampaikan bahwa Dedie Rachim dinilai turut memperkuat hubungan budaya antara Kota Bogor dan Sumedang.
Salah satunya adalah melalui pembangunan Museum Pajajaran di Kota Bogor yang nantinya memiliki keterkaitan sejarah dengan Sumedang Larang, termasuk koleksi replika Mahkota Binokasih.
Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah
Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Karaton Sumedang Larang.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat Kota Bogor yang terus menjaga dan menghargai budaya Sunda.
“Yang pertama tentu saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Keraton Sumedang Larang, dalam hal ini khusus kepada Radya Agung Sri Radya Keraton Sumedang Larang atas penghargaan yang ditujukan kepada masyarakat Kota Bogor terutama dalam rangka menjaga tradisi budaya,” ujar Dedie Rachim.
Ia mengatakan, hubungan antara Kota Bogor dan Sumedang memiliki ikatan sejarah yang panjang. Karena itu, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat silaturahmi dan kerja sama dalam menjaga warisan budaya Sunda.
“Jadi penghargaan ini bukan semata-mata penghargaan kepada pribadi, tetapi bagaimana masyarakat Bogor begitu menghargai budaya Sunda dan adanya hubungan yang khusus berdasarkan sejarah yang panjang antara Bogor dengan Sumedang,” katanya.
Baca juga: IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Dedie Rachim berharap hubungan baik antara Kota Bogor dan Sumedang dapat terus terjalin dan semakin kuat ke depannya.
Terlebih, pembangunan Museum Pajajaran menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mengenalkan sejarah serta budaya Sunda kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, tentu saya mengucapkan terima kasih sekali lagi dan mudah-mudahan akan memperkuat tali silaturahmi antara Sumedang dengan Kota Bogor,” katanya.
“Ke depan kita tentu tadi sudah banyak sekali dibicarakan, kita akan membangun Museum Pajajaran dimana ada kaitan dengan Sumedang, karena masa akhir Kerajaan Pakuan Pajajaran itu kemudian diteruskan oleh Keraton Sumedang Larang, sehingga tradisi budaya Sunda itu dapat terpelihara sampai dengan hari ini,” pungkas Dedie Rachim.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
