Berita
Hadiri Jumat Sehat PWI Kota Bogor, Menteri LH Ajak Warga Hidup Sehat-Jaga Lingkungan
KlikBogor – Jumat Sehat PWI Kota Bogor digelar di Alun-Alun Kota Bogor. Kegiatan kali ini terasa istimewa dihadiri oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq.
Turut hadir unsur Forkopimda Kota Bogor di antaranya Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil, Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi beserta jajaran serta elemen masyarakat lainnya termasuk pelajar di Kota Bogor.
Menteri LH Hanif Faisol menyampaikan bahwa senam sehat wartawan yang dilakukan oleh PWI Kota Bogor luar biasa. Karena senam merupakan olahraga yang digandrungi oleh masyarakat, dan hal ini terbukti dengan banyaknya warga hadir untuk ikut senam bersama.
“Saya dengar PWI Kota Bogor selalu melaksanakan senam sehat setiap hari Jumat secara rutin. Dan sebetulnya, ini sudah teragendakan sejak lama, tetapi baru kali ini saya bisa ke sini, dan ternyata memang luar biasa sambutannya, semua menyatu dikemas dalam olahraga senam, saya sangat mengapresiasi kegiatan ini,” ungkapnya, Jumat, 17 Oktober 2025.
Hanif pun berpesan agar olahraga senam ini untuk terus dilakukan secara rutin jangan sampai terhenti. Karena dengan senam dapat membuat badan semakin sehat.
“Ya, jadi saya mengajak kepada semua, kepada pak Wakil Wali Kota, teman-teman wartawan untuk terus berolahraga,” pesannya.
Selain senam sehat, di kegiatan ini juga Menteri LH melakukan aksi bersih-bersih di area Alun-Alun. Ia mengatakan aksi ini sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang memerintahkan paling tidak satu minggu melakukan dua kali kegiatan bersih-bersih.
Kota Bogor sendiri memiliki dua sungai besar yaitu Ciliwung dan Cisadane. Untuk itu, Hanif meminta kepada Pemerintah Kota Bogor untuk menjaga kebersihan lingkungannya di sungai tersebut.
“Di Kota Bogor ini timbulan sampah 700 ton per hari, di mana 500 ton di kelola oleh pemerintah dan 200 tonnya lagi masih tersebar di jalan dan di sungai. Jadi saya berharap betul untuk kerjasamanya jaga lingkungan kita, jaga kebersihannya. Karena kalau dua sungai ini penuh dengan sampah maka akan terdampak kepada daerah yang ada di hilirnya yaitu Jakarta dan sekitarnya,” katanya.
Dalam kunjungannya, Hanif beserta rombongan juga menyambangi dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta SDN Polisi 2, SMPN 1, dan SMAN 1 untuk melihat langsung para pelajar menyantap menu makan bergizi gratis (MBG).
Sementara itu, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyampaikan kegiatan senam yang rutin dilaksanakan setiap Jumat pagi, hari ini dihadiri oleh Menteri LH. Tentunya ini sebuah kebanggan dan apresiasi, bahwa program senam sehat yang digagas PWI Kota Bogor sudah menjadi trend gaya hidup sehat masyarakat.
“Ini kegiatan rutin kami di PWI Kota Bogor setiap hari Jumat, dan tadi terlihat sendiri bahwa senam sehat sangat digandrungi, baik oleh para pejabat dan unsur elemen masyarakat lainnya. Termasuk tadi ada 500 pelajar yang ikut senam. Melalui program senam sehat ini, kami mengajak dan ikut mengkampanyekan gaya hidup sehat dengan terus berolahraga,” pungkasnya.
(rls/hrs)
Berita
Pesantren Pertanian Darul Fallah Siapkan Milad ke 66 dan Temu Nasional Alumni
KlikBogor – Pengurus Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah bersama Pengurus Pimpinan Pusat Ikatan Alumni Darul Fallah (IAD) menggelar rapat konsolidasi persiapan kepanitiaan Milad ke-66 Pesantren Pertanian Darul Fallah dan Temu Nasional Alumni Darul Fallah.
Rapat yang berlangsung pada Jumat, 26 Juni 2026 dihadiri oleh Ketua Yayasan Pesantren Pertanian Darul Fallah, Naufal Mahfudz, Ketua Umum Ikatan Alumni Darul Fallah (IAD) Jainudin beserta jajaran Pengurus Yayasan dan Pengurus Pimpinan Pusat IAD.
Kegiatan konsolidasi ini membahas kesiapan pelaksanaan agenda besar keluarga besar Darul Fallah, termasuk kepanitiaan, rangkaian acara, serta penguatan sinergi antara pesantren dan alumni.
Sekjen Ikatan Alumni Darul Fallah, Subhan Murtadla menyampaikan bahwa Milad ke-66 Pesantren Pertanian Darul Fallah dan Temu Nasional Alumni Darul Fallah akan dilaksanakan pada Sabtu, 18 September 2026, di Pesantren Pertanian Darul Fallah, Ciampea, Kabupaten Bogor.
Baca juga: JPO Paledang Bakal Diganti Pelican Crossing untuk Menyeberang Jalan
Dalam agenda tersebut, panitia akan menghadirkan sejumlah tokoh nasional, termasuk Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, serta tokoh-tokoh lainnya.
Kegiatan kali ini mengusung tema ‘Dari Pesantren untuk Negeri: Berkolaborasi Membangun Pertanian Maju, Mandiri, dan Modern Menuju Indonesia Berdaulat Pangan’.
Subhan lanjut menjelaskan, tema tersebut menggambarkan semangat besar Darul Fallah dalam memperkuat kontribusi pesantren terhadap pembangunan pertanian nasional.
“Ada empat nilai utama yang terkandung dalam tema kegiatan ini. Pertama, pesantren sebagai sumber nilai, pendidikan, pembentukan karakter, dan kaderisasi generasi penerus bangsa,” kata Subhan dalam keterangannya dikutip Sabtu, 27 Juni 2026.
Baca juga: Benarkah Tawon Bisa Mengenali Wajah Manusia? Ini Kata Pakar IPB
Kedua, Alumni sebagai kekuatan jejaring dan kontribusi nyata dalam berbagai bidang kehidupan. Ketiga, kolaborasi sebagai wujud sinergi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.
Terakhir atau keempat, pertanian maju, mandiri, dan modern, selaras dengan agenda pembangunan pangan nasional menuju Indonesia yang berdaulat pangan.
Melalui momentum Milad ke-66 dan Temu Nasional Alumni ini, keluarga besar Pesantren Pertanian Darul Fallah berharap dapat memperkuat ukhuwah, memperluas jejaring pengabdian, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi kemajuan pertanian dan kemandirian pangan Indonesia.
(rls/hrs)
Berita
JPO Paledang Bakal Diganti Pelican Crossing untuk Menyeberang Jalan
Klikbogor – Pembongkaran jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang yang berlokasi di simpang Jalan Kapten Muslihat–Jalan Paledang–Jalan Mayor Oking, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, mulai dikerjakan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meninjau langsung proses pembongkaran tersebut pada Jumat, 26 Juni 2026 malam.
Dedie Rachim turut didampingi jajaran dari Dinas Perhubungan (Dishub), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), serta Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) Kota Bogor.
Baca juga: JPO Paledang Dibongkar, Ini Pengalihan Lalu Lintasnya
JPO Paledang secara konstruksi telah mengalami kerusakan serius dan dinilai membahayakan, sehingga pembongkaran harus segera dilakukan.
“Kondisinya sudah korosi, harus dibongkar. Selain itu juga selama ini mungkin kita tidak sadari masyarakat yang nyeberang ke sini ternyata membutuhkan usaha. Ibu-ibu, orang tua, anak-anak kesulitan karena sangat tinggi,” ujar Dedie Rachim di lokasi peninjauan.
Ia mengatakan, pembongkaran JPO ini menjadi momentum penting bagi Kota Bogor untuk terus berbenah menjadi kota yang ramah terhadap pejalan kaki.
Ke depan, fasilitas penyeberangan di Jalan Kapten Muslihat akan dialihkan ke permukaan jalan, sehingga para pengguna kendaraan wajib memberikan prioritas kepada masyarakat yang menyeberang.
“Jadi, ini bagian dari upaya kita menjadikan Kota Bogor sebagai kota yang ramah terhadap pejalan kaki. Nanti sudah tidak ada lagi JPO, akan ada pelican crossing atau zebra cross yang menjadi fasilitas utama bagi masyarakat untuk menyeberang,” katanya.
Baca juga: Tim “Pangeran Biru” PWI Kota Bogor Sabet Juara Mini Soccer Bupati Bogor Cup 2026
Melalui skema baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga ingin membangun budaya berkendara yang lebih menghormati hak pejalan kaki.
“Kita membiasakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk mengerem ketika ada orang yang menyeberang. Jadi, di situ ada nilai solidaritas kemanusiaan,” ucap Dedie Rachim.
Target pengerjaan proyek yang dilaksanakan oleh PT Prisma Mitra dengan nilai kontrak Rp329 juta ditargetkan selesai dalam waktu satu bulan. Namun, pembongkaran struktur utama ditargetkan rampung lebih cepat.
“Ini akan kita coba percepat. Yang penting konstruksi utamanya malam ini sudah kita mulai digarap. Sling penopangnya itu mungkin bisa kita putus dulu supaya girder-nya yang di tengah ini bisa diturunkan dulu,” katanya.
Untuk mengantisipasi kemacetan serta menjaga keselamatan pengguna jalan, Pemkot Bogor akan diberlakukan rekayasa arus lalu lintas secara situasional dan kondisional.
Baca juga: Benarkah Gula Buah Bisa Picu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB University
Pengaturan lalu lintas tersebut dijadwalkan berlangsung setiap tengah malam, mulai pukul 23.00 WIB hingga 04.00 WIB, guna meminimalisasi dampak terhadap mobilitas masyarakat.
(rls/hrs)
Berita
JPO Paledang Dibongkar, Ini Pengalihan Lalu Lintasnya
KlikBogor – Jembatan penyeberangan orang (JPO) Paledang di Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, segera dibongkar.
Pembongkaran JPO Paledang yang melintang di atas Jalan Kapten Muslihat tersebut mulai dilaksanakan pada Jumat, 26 Juni 2026 esok.
“Pembongkaran dilaksanakan mulai esok (26/6/2026) jam 12 malam sampai jam 4 pagi,” kata Kepala Bidang Angkutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Dody Wahyudin, Kamis, 25 Juni 2026.
Dody menambahkan, saat pekerjaan pembongkaran akan dilakukan penutupan jalan sementara pada Jalan Paledang, Jalan Mayor Oking, dan Jalan Kapten Muslihat atau Jalan Raya Dramaga.
Baca juga: Gebyar PKBM Kota Bogor, Ribuan Siswa Terima Ijazah Paket A hingga C
Sesuai jadwal, waktu pelaksanaan penutupan jalan selama tujuh hari dari 26 sampai 2 Juli 2026. Namun, pihaknya akan memaksimalkan pekerjaan pembongkaran itu rampung dalam waktu tiga malam.
“Penutupan jalan maksimal empat malam, tapi dimaksimalkan kalau bisa tiga malam saja. Makanya peralatan dan tenaga kerja dimaksimalkan, untuk meminimalisir dampak lalu linta,” katanya.

Adapun selama penutupan jalan berlangsung akan dilakukan pengalihan lalu lintas kendaraan. Lalu lintas dari Jalan Kapten Muslihat arah Jalan Veteran ke Jalan Jenderal Sudirman, Jalan RE. Martadinata, Jalan Merdeka atau melalui Jalan Sarif Bustaman (Empang).
Baca juga: JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan
Lalu lintas dari Jalan Otto Iskandardinata (Otista) atau Jalan Ir. H. Juanda ke arah Jalan Paledang dan Jalan Kapten Muslihat dialihkan ke Jalan Raden Saleh Sarif Bustaman (Empang).
Sementara lalu lintas dari arah Jalan Veteran ke arah Jalan Kapten Muslihat dialihkan ke Jalan Perintis Kemerdekaan, Jalan Mawar, Jalan Merdeka.
JPO Paledang resmi ditutup pada Rabu, 20 Agustus 2025. Penutupan dilakukan setelah hasil penelitian kelayakan konstruksi oleh Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) RI dengan Nomor: BM 0503-DO/689 menyatakan bahwa kondisi JPO tersebut sudah tidak layak digunakan.
Berdasarkan laman LPSE Kota Bogor, pembongkaran JPO Paledang dibiayai APBD 2026 dengan nilai pagu Rp342 juta.
(hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi8 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita12 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
