Connect with us

Serba Serbi

Amankah Singkong Rebus Dikonsumsi Bersama Kopi?

Published

on

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Reisi Nurdiani. Dok. IPB University.

KlikBogor – Kombinasi konsumsi singkong rebus dengan kopi sebagai camilan sering ditemui dalam kebiasaan masyarakat Indonesia. Namun, apakah keduanya aman dikonsumsi secara bersamaan?

Dosen Departemen Gizi Masyarakat, Fakultas Ekologi Manusia (Fema) IPB University, Reisi Nurdiani, memberikan penjelasan ilmiah terkait topik ini. Menurutnya, secara umum, konsumsi singkong rebus dengan kopi tergolong aman bagi sebagian besar orang sehat selama dikonsumsi dalam jumlah wajar.

“Singkong rebus adalah sumber karbohidrat kompleks yang memberi energi bertahap serta mengandung serat dan beberapa mineral. Sementara, kopi memiliki kandungan kafein yang memiliki efek stimulan ringan dan bisa membantu meningkatkan kewaspadaan,” ujar Reisi dikutip Sabtu, 26 Juli 2025.

Namun, lanjutnya, kombinasi ini tetap menyisakan beberapa catatan penting, terutama terkait keamanan konsumsi, pencernaan, dan penyerapan zat gizi.

Ia mengatakan bahwa pemrosesan singkong yang tepat sangat krusial. Sebab, singkong mengandung linamarin (glikosida sianogenik), senyawa antigizi yang dapat berubah menjadi sianida.

“Jika dimasak dan diolah dengan benar, senyawa antigizi tersebut dapat hilang dan singkong menjadi aman untuk dikonsumsi,” tambahnya.

Dari sisi kandungan gizinya, 100 gram singkong rebus mengandung sekitar 153 kkal energi; 36,4 gram karbohidrat; 1,3 gram serat; serta sejumlah kecil vitamin C dan vitamin B.

Di sisi lain, kopi tanpa tambahan gula dan susu hampir tidak mengandung kalori, tetapi mengandung kafein dan polifenol seperti asam klorogenat yang bersifat antioksidan.

Reisi menjelaskan bahwa tidak terdapat bukti ilmiah yang menunjukkan kombinasi singkong dan kopi dapat menyebabkan reaksi toksik. Namun, ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu potensi gangguan penyerapan zat besi dan efek terhadap pencernaan.

“Kandungan polifenol dan kafein dalam kopi dapat menghambat penyerapan zat besi non-heme jika dikonsumsi bersamaan dengan makanan yang mengandung zat besi,” jelasnya.

Selain itu, singkong yang tinggi pati dan serat, bila dikombinasikan dengan kopi yang bersifat merangsang saluran cerna, dapat menyebabkan rasa penuh atau kembung, terutama pada orang dengan sensitivitas lambung.

“Jadi, bagi orang sehat, kombinasi ini aman jika dikonsumsi sesekali dalam jumlah sedang,” imbuhnya.

Namun, Reisi mengatakan hal tersebut tidak disarankan bagi individu yang sedang mengandalkan asupan zat besi non-heme atau yang memiliki gangguan lambung seperti Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).

Terkait pengaruh kafein terhadap metabolisme, Reisi menjelaskan bahwa kafein dapat meningkatkan pelepasan hormon epinefrin (adrenalin), yang dapat menurunkan sensitivitas insulin sementara. Hal ini dapat menyebabkan kadar gula darah naik sedikit lebih tinggi atau turun lebih lambat.

Meski begitu, efek ini dinilai relatif ringan bagi orang sehat yang tidak memiliki sensitivitas terhadap kafein. “Jika dikonsumsi dalam jumlah wajar, misalnya 1–2 cangkir kopi per hari tanpa gula berlebih, efeknya pada metabolisme cenderung tidak signifikan,” ucapnya.

Untuk diet yang lebih seimbang, konsumsi singkong rebus dan kopi sebaiknya juga disertai dengan sumber protein atau sayuran. “Hindari juga menambahkan gula berlebihan dalam kopi saat dikonsumsi bersama makanan tinggi karbohidrat seperti singkong,” ujarnya.

Waktu Terbaik Seruput Kopi

Sebagai saran praktis, Reisi merekomendasikan waktu terbaik untuk menikmati kopi. Ia mengatakan, “Akan lebih baik jika kopi diminum 30–60 menit setelah makan untuk meminimalkan gangguan penyerapan zat gizi.”

Selain itu, mengombinasikan singkong dengan sumber protein hewani atau nabati akan membantu memenuhi kebutuhan gizi harian secara lebih seimbang.

“Hindari minum kopi setelah pukul 14.00–15.00 bagi yang sensitif terhadap kafein. Untuk yang memiliki masalah lambung, minum kopi setelah makan juga lebih dianjurkan daripada saat perut kosong,” tuturnya.

(ary/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Lagi Diet Konsumsi Vitamin, Bolehkah? Ini Penjelasan Dokter IPB

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Ratusan Tenaga Kesehatan Disiagakan untuk Dukung Porprov Jabar

Published

on

By

Ratusan Tenaga Kesehatan Disiagakan untuk Dukung Porprov Jabar

KlikBogor – Bidang Kesehatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat mencatat sebanyak 36 atlet menerima penanganan kesehatan di venue pertandingan pada 7 November 2026.

Penanganan dilakukan oleh tim medis di venue dan posko kesehatan sesuai prosedur untuk memastikan cedera maupun keluhan kesehatan atlet dapat ditangani secara cepat dan terkoordinasi.

Atlet yang mengalami cedera berat telah dirujuk ke rumah sakit mitra untuk mendapatkan penanganan lanjutan. Kesiapan tenaga kesehatan, obat-obatan, alat kesehatan, dan ambulans juga terus dijaga selama pelaksanaan pertandingan.

Pelayanan kesehatan pada 7 November 2026 disediakan di empat lokasi pertandingan, yakni Stadion Pajajaran (panahan), Indoor A GOR Pajajaran (pencak silat), Indoor B GOR Pajajaran (judo), dan GOR Vokasi IPB (shorinji kempo).

Pelayanan juga tersedia di Posko Kesehatan Pajajaran, dan Subposko GOR Vokasi IPB. Sementara itu, berdasarkan data kumulatif sejak 2 hingga 6 November 2026, total penanganan kesehatan di venue pertandingan mencapai 74 orang.

Tim medis yang bertugas melibatkan Puskesmas Pasir Mulya, Tegal Gundil, Sempur, dan Bogor Tengah, serta rumah sakit mitra, yakni Mayapada, Azra, Mulia, dan Melania. Posko Kesehatan Pajajaran juga didukung oleh PSC 119.

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor akan terus memastikan kesiapan tenaga kesehatan, logistik, dan ambulans di seluruh venue, termasuk untuk pertandingan di luar kota, yakni cabang olahraga aerosport-gantole di Kabupaten Majalengka.

Evaluasi harian, penguatan koordinasi rujukan, serta pemantauan risiko cedera, dehidrasi, dan kesehatan lingkungan juga terus dilakukan.

Secara keseluruhan, Dinkes Kota Bogor telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan terpadu untuk menyukseskan Porprov XV Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung pada 2–19 November 2026.

Dukungan tersebut disiapkan bagi atlet, ofisial, panitia, dan masyarakat selama pertandingan. Pelayanan meliputi penyediaan tenaga medis, fasilitas kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, penanganan kegawatdaruratan, pengawasan kesehatan lingkungan, serta surveilans penyakit.

“Dukungan pelayanan kesehatan mencakup 28 cabang olahraga/disiplin di 14 venue pertandingan pada enam kabupaten/kota penyelenggara,” ujar Kadinkes Kota Bogor, Erna Nuraena dalam keterangannya.

Baca juga: Judo Sumbang 9 Emas, Sekda Denny Mulyadi Apresiasi Perjuangan Atlet 

Koordinasi pelayanan kesehatan dilakukan lintas wilayah untuk memastikan kesiapan tenaga medis, ambulans, dan fasilitas rujukan sesuai kebutuhan pertandingan.

Dinkes Kota Bogor menyiapkan 474 personel pendukung kesehatan yang terdiri atas tenaga medis fasilitas kesehatan, pendamping kontingen, dan Tim Pelaksana Dinas Kesehatan.

Rinciannya meliputi 146 dokter, 143 perawat, 102 pengemudi ambulans, 18 personel pendamping kontingen (10 dokter dan 8 pengemudi), serta 65 personel Tim Porprov Dinas Kesehatan yang mencakup koordinasi, administrasi, logistik, kesehatan lingkungan, surveilans, dan dukungan operasional.

Selama penyelenggaraan pertandingan, disiapkan 378 penugasan tim medis yang terdiri atas satu dokter, satu perawat, dan satu pengemudi ambulans. Penugasan dilakukan secara bergilir berdasarkan jadwal dan kebutuhan pelayanan di masing-masing venue.

Pelayanan kesehatan Porprov XV Jawa Barat 2026 didukung jejaring 62 fasilitas kesehatan di Kota Bogor dan wilayah penyelenggara lainnya.

“Jejaring tersebut mencakup PSC 119 sebagai unsur pelayanan kegawatdaruratan, 25 Puskesmas di Kota Bogor, 22 rumah sakit di Kota Bogor, 2 klinik di Kota Bogor, serta 12 fasilitas kesehatan pendukung di luar Kota Bogor. Jejaring ini mendukung pelayanan medis lapangan, penanganan kegawatdaruratan, dan sistem rujukan selama pertandingan,” ungkap Erna.

Jejaring rujukan mencakup 23 rumah sakit, terdiri atas 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor dan 11 rumah sakit rujukan di luar Kota Bogor.

Sebanyak 12 rumah sakit rujukan di Kota Bogor bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk mendukung penanganan cedera atau kecelakaan selama kegiatan olahraga.

Rumah sakit tersebut antara lain RS Bogor Senior Hospital (BSH), RS Melania, RS PMI, RS Islam, RS Azra, RS Vania, RSUD Kota Bogor, RS Siloam, RS Hermina, RS Mulia, RS Ummi, dan RS Mayapada.

Selain itu, sebanyak 22 rumah sakit di Kota Bogor juga disiagakan untuk memberikan pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD).

Penanganan cedera olahraga atlet diprioritaskan melalui rumah sakit mitra BPJS Ketenagakerjaan dengan koordinasi Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).

Pelayanan medis menggunakan sistem dua lapis. Lapis pertama melibatkan tim medis Puskesmas dan PSC 119 yang bersiaga langsung di area pertandingan (field of play) untuk memberikan pertolongan pertama, stabilisasi pasien, dan penanganan awal kegawatdaruratan.

Lapis kedua melibatkan tim rumah sakit yang mendukung penanganan lanjutan melalui pos kesehatan terpadu, antara lain di GOR Pajajaran dan Green Forest.

Kesiapan peralatan meliputi 18 unit Automated External Defibrillator (AED), 36 Emergency Kit, Long Spine Board untuk evakuasi cedera tulang belakang, serta sistem komunikasi dan rujukan kegawatdaruratan melalui SPGDT.

“Persiapan pelayanan kesehatan mencakup koordinasi lintas wilayah dengan lima kabupaten/kota penyelenggara, penetapan Tim Pelaksana Pelayanan Kesehatan dan pembagian tugas, koordinasi dengan rumah sakit untuk kesiapan IGD dan sistem rujukan, pelatihan tim kesehatan untuk penanganan kegawatdaruratan dan cedera olahraga, penyiapan obat-obatan, bahan medis habis pakai, dan peralatan kegawatdaruratan, serta pengecekan kesiapan venue, lokasi pelayanan medis, akses ambulans, jalur evakuasi, dan kesehatan lingkungan,” ujarnya.

Baca juga: HA IPB Luncurkan LEAP, Siapkan 100 Alumni Muda Jadi Pemimpin Masa Depan 

Tanggal 15 November 2026 diproyeksikan menjadi salah satu hari dengan kebutuhan dukungan medis tertinggi di Kota Bogor. Pada hari tersebut, 10 cabang olahraga dijadwalkan berlangsung secara bersamaan.

Sebanyak 19 ambulans beserta tim medis disiapkan untuk bersiaga secara serentak, disertai penguatan koordinasi pelayanan kesehatan dan sistem rujukan.

Selain pelayanan medis, Dinkes Kota Bogor memperkuat upaya promotif dan preventif melalui pengawasan kesehatan lingkungan serta keamanan pangan.

Langkah yang dilakukan meliputi penerbitan edaran kewaspadaan keamanan pangan, penyampaian informasi mengenai katering dan jasa boga bersertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), pemeriksaan kualitas air bersih dan kelayakan toilet atau kamar mandi, pengawasan pengelolaan sampah, serta pengendalian vektor penyakit di lingkungan venue pertandingan.

“Pengawasan ditujukan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan serta mencegah kejadian luar biasa keracunan pangan,” ujarnya.

Sistem kewaspadaan dini penyakit juga diperkuat sebelum, selama, dan setelah penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026. Upaya tersebut meliputi pemantauan penyakit menular, terutama ISPA dan diare, kewaspadaan terhadap dehidrasi dan kelelahan ekstrem pada atlet, penguatan Sistem Kewaspadaan Dini dan Respons (SKDR), serta kesiagaan Tim Gerak Cepat untuk merespons potensi kejadian luar biasa atau peningkatan kasus penyakit.

Dinkes Kota Bogor mengajak atlet, ofisial, panitia, penonton, dan masyarakat untuk mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 yang aman, sehat, bersih, dan tertib.

Masyarakat diimbau untuk tidak merokok di seluruh lokasi pertandingan, karena seluruh venue merupakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR). Selain itu, masyarakat diminta menjaga kebersihan venue dan membuang sampah pada tempatnya, mengonsumsi makanan dan minuman yang aman serta memenuhi persyaratan kesehatan, dan memenuhi kebutuhan cairan tubuh untuk mencegah dehidrasi, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.

Masyarakat juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, mematuhi ketentuan keselamatan dan ketertiban serta arahan petugas, dan segera menghubungi petugas kesehatan atau panitia apabila membutuhkan pertolongan medis.

Erna menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan dukungan pelayanan kesehatan melalui kesiapan tenaga medis, fasilitas kesehatan, ambulans, rumah sakit rujukan, sistem penanganan kegawatdaruratan, serta penguatan upaya promotif dan preventif.

“Dinas Kesehatan Kota Bogor siap mendukung penyelenggaraan Porprov XV Jawa Barat 2026 dengan pelayanan kesehatan yang terintegrasi, responsif, dan berorientasi pada keselamatan peserta serta masyarakat,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Judo Sumbang 9 Emas, Sekda Denny Mulyadi Apresiasi Perjuangan Atlet 

Published

on

By

Judo Sumbang 9 Emas, Sekda Denny Mulyadi Apresiasi Perjuangan Atlet 
Sekda Kota Bogor Denny Mulyadi mengalungkan medali emas kepada atlet judo Kota Bogor. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Cabang olahraga (cabor) judo terus menunjukkan taringnya dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Melalui perjuangan dan semangatnya para atlet di atas matras, judo Kota Bogor berhasil menambah empat medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.

Dengan tambahan tersebut, hingga Sabtu, 7 November 2026, cabor judo telah menyumbangkan total sembilan medali emas untuk kontingen Kota Bogor. Capaian ini semakin mendekatkan judo pada target yang ditetapkan yakni 10 medali emas .

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengapresiasi penampilan dan perjuangan para atlet judo yang telah memberikan hasil membanggakan bagi Kota Hujan.

Baca juga: HA IPB Luncurkan LEAP, Siapkan 100 Alumni Muda Jadi Pemimpin Masa Depan

Menurutnya, penampilan atlet-atlet judo Kota Bogor sangat luar biasa. Ia melihat sejumlah atlet memiliki potensi besar hingga mampu bersaing dengan atlet dari kota maupun kabupaten lain di Jawa Barat.

“Alhamdulillah, dari cabor judo hari ini mendapatkan empat emas, satu perak, dan tiga perunggu. Penampilan atlet judo Kota Bogor sangat luar biasa. Saya melihat atlet-atlet yang cukup potensial dan bisa bersaing dengan lawan-lawan dari kota dan kabupaten lain,” ujar Denny di Indoor B GOR Pajajaran.

Ia juga menyaksikan langsung bagaimana sejumlah atlet mampu menyelesaikan pertandingan dalam waktu relatif singkat dan keluar sebagai pemenang.

Hal tersebut menjadi gambaran dari kesiapan, kemampuan, serta kerja keras yang telah ditempa melalui latihan.

Baca juga: Anggar Kota Bogor Menangkan 4 Laga Perdana di Porprov Jabar

Denny berharap, dengan masih tersisanya pertandingan, judo Kota Bogor dapat terus menambah pundi-pundi medali emas dan melampaui target yang telah ditetapkan.

“Masih ada tiga kelas yang dipertandingkan besok. Mudah-mudahan dengan sisa pertandingan besok (Minggu) dan Senin, perolehan medali emas bisa melebihi target. Kami mohon doa dari seluruh masyarakat Kota Bogor agar cabor judo bisa lebih optimal dalam meraih target medali emas,” ungkapnya.

Sebagai bentuk apresiasi atas perjuangan para atlet, Denny menyampaikan bahwa atlet yang berhasil meraih medali emas, perak, maupun perunggu akan mendapatkan bonus sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Denny juga berharap capaian ini menjadi tambahan energi bagi seluruh atlet untuk terus berjuang hingga pertandingan terakhir.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Anggar Kota Bogor Menangkan 4 Laga Perdana di Porprov Jabar

Published

on

By

Anggar Kota Bogor Menangkan 4 Laga Perdana di Porprov Jabar
Atlet cabor anggar tengah bertanding dalam Porprov XV Jawa Barat 2026. Foto/Istimewa

‎KlikBogor – Kontingen Cabang Olahraga (Cabor) Anggar Kota Bogor optimistis mampu memenuhi target tujuh medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026 yang digelar di Hotel Green Forest, Kota Bogor. Optimisme tersebut didukung persiapan panjang serta hasil positif yang diraih pada pertandingan hari pertama.
‎
‎Manajer Kontingen Anggar Kota Bogor, Suparman mengatakan, timnya mengawali kompetisi dengan hasil menggembirakan. Dari empat pertandingan yang telah dijalani pada hari pertama, seluruhnya berhasil dimenangkan atlet Kota Bogor.
‎
‎”Alhamdulillah, hari pertama kita sudah menjalani empat pertandingan dan semuanya berhasil kita menangkan. Dua pertandingan dari nomor putra dan dua lainnya dari nomor putri,” ujar Suparman kepada awak media, Sabtu, 7 November 2026.
‎
‎Menurutnya, hasil tersebut menjadi modal positif bagi para atlet untuk menghadapi pertandingan selanjutnya. Meski demikian, ia mengakui rasa gugup menjadi hal yang wajar dirasakan atlet ketika memulai kompetisi.
‎
‎Untuk menjaga kondisi dan kesiapan atlet, pihaknya juga telah berkoordinasi dengan tim medis Kota Bogor sejak sehari sebelum pertandingan. Pemeriksaan kesehatan dilakukan guna memastikan seluruh atlet berada dalam kondisi prima.
‎
‎”Kami berterima kasih kepada tim medis Kota Bogor yang sudah memberikan dukungan sejak H-1 hingga pertandingan hari ini. Kesehatan atlet menjadi perhatian utama kami,” katanya.
‎
Baca juga: PPP Kota Bogor Target Kembalikan Lima Kursi DPRD

Ia mengatakan, persiapan kontingen anggar Kota Bogor telah dilakukan melalui sejumlah tahapan. Diantaranya mengikuti West Java Challenge, menjalani try out atau uji tanding ke Malaysia, hingga rangkaian pemusatan latihan atau training camp.
‎
‎Seluruh rangkaian tersebut menjadi bagian dari upaya mematangkan kemampuan teknik, fisik, serta mental bertanding para atlet sebelum turun di Porprov Jabar.
‎
‎”Kemarin kita sudah mulai melakukan pendinginan dan hari ini seluruh atlet sudah siap bertanding. Ini juga sesuai arahan Ketua Umum IKASI, Haji Subhan. Target kita adalah tujuh medali emas,” katanya.
‎
‎Pada Porprov kali ini, kontingen anggar Kota Bogor menurunkan sebanyak 14 atlet. Suparman mengakui persaingan yang dihadapi tidak mudah karena sejumlah daerah diperkuat atlet berpengalaman, termasuk atlet yang pernah mengikuti kejuaraan nasional.
‎
‎Namun, kondisi tersebut tidak menyurutkan optimisme timnya. Ia menilai kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting untuk menghadapi persaingan di arena pertandingan.
‎
‎”Banyak lawan yang bagus dan memiliki pengalaman, termasuk mantan atlet kejurnas. Tetapi yang terpenting sekarang bagaimana mental bertanding kita. Alhamdulillah, mental anak-anak sudah bagus dan semuanya siap,” ungkapnya.
‎
‎Baca juga: Judo Kota Bogor Kembali Dulang 4 Emas di Porprov Jabar 2026

Pihaknya berharap seluruh atlet dapat menyelesaikan pertandingan tanpa mengalami cedera. Selain pemeriksaan kesehatan, tim juga memperhatikan kebutuhan vitamin, pemanasan sebelum bertanding, serta waktu istirahat atlet.
‎
‎”Kekhawatiran kita hanya cedera. Karena itu, kondisi kesehatan teman-teman benar-benar kita jaga. Kita juga sudah meminta dukungan vitamin dari tim medis dan alhamdulillah sudah diberikan,” tuturnya.
‎
‎Suparman juga mengapresiasi fasilitas pertandingan dan akomodasi yang disediakan panitia. Menurutnya, venue yang digunakan untuk pertandingan anggar serta fasilitas hotel cukup mendukung kenyamanan atlet selama mengikuti kompetisi.
‎
‎Dengan persiapan dan hasil awal yang telah diraih, kontingen anggar Kota Bogor berharap dapat terus menjaga konsistensi hingga seluruh rangkaian pertandingan berakhir pada 12 November 2026.
‎
‎”Kita tetap optimistis meraih tujuh medali emas. Mudah-mudahan seluruh atlet diberikan kesehatan, terhindar dari cedera, dan bisa memberikan hasil terbaik untuk Kota Bogor,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer