Serba Serbi
Lagi Diet Konsumsi Vitamin, Bolehkah? Ini Penjelasan Dokter IPB
KlikBogor – Banyak orang yang sedang diet ragu mengonsumsi vitamin, takut nafsu makan meningkat, sehingga berat badan bertambah. Namun, benarkah demikian?
Menanggapi hal ini, dosen Fakultas Kedokteran IPB University, dr Samuel Stemi, MBiomed, AIFO-K, Dipl AAAM, menegaskan bahwa tidak ada bukti kuat bahwa konsumsi vitamin dalam dosis normal dapat menyebabkan peningkatan berat badan.
“Vitamin tidak memiliki kalori. Vitamin adalah mikronutrien yang tidak menyumbang energi, tetapi berperan penting dalam metabolisme tubuh,” jelas dr Samuel dikutip Kamis, 7 Agustus 2025.
Walakin perlu diingat, ada beberapa suplemen multivitamin yang mengandung pemanis atau gula, sehingga bisa ada tambahan kalori dari bahan tambahan tersebut.
Umumnya, pelaku diet memilih olahraga lari sebagai opsi untuk mempercepat penurunan berat badan. Namun, dr Samuel mengingatkan bahwa pilihan olahraga harus disesuaikan dengan kondisi tubuh.
“Jika berat badan sangat berlebih, olahraga seperti lari justru dapat meningkatkan risiko cedera, terutama di bagian lutut dan pergelangan kaki,” katanya.
Selama diet, asupan lemak dan protein hewani juga sering dikurangi. Kondisi tersebut berpotensi mengganggu penyerapan vitamin A, D, E, dan K. Kekurangan mikronutrien seperti zat besi, magnesium, zink, dan yodium juga bisa terjadi. Karena itu, pemantauan dan suplementasi selektif sangat dianjurkan.
dr Samuel merekomendasikan beberapa suplemen selama diet dan catatan kecil yang perlu diingat, yakni vitamin D: membantu penyerapan kalsium, menjaga kekuatan tulang, dan mendukung sistem imun.
“Ini menjadi penting dalam program penurunan berat badan, karena tentunya akan disarankan untuk meningkatkan aktivitas fisik,” katanya.
Kemudian Zinc: memperkuat imun, mempercepat penyembuhan luka, serta memperbaiki fungsi pengecapan.
“Ada beberapa sumber yang menyebutkan, dengan suplementasi zinc, makan akan terasa lebih enak dan nikmat, karena zinc mampu memperbaiki fungsi pengecapan pada papil-papil lidah,” terangnya.
Vitamin B kompleks, terutama B1, B6, B9, dan B12, memiliki fungsi neurotropik yang vital yaitu mendukung pertumbuhan, perbaikan sel-sel tubuh, dan mengoptimalkan fungsi sistem saraf, mengurangi kesemutan.
“Meski demikian, literatur memperlihatkan bahwa konsumsi vitamin B dalam dosis berlebihan, seperti B1, B2, B6, B12, dan niasin, dapat memicu sintesis lemak, resistensi insulin, dan rasa lapar pasca-aktivitas fisik. Hal ini dapat berkontribusi pada peningkatan lemak tubuh bila tidak dikontrol dengan baik,” paparnya.
Terakhir, Omega-3 (EPA dan DHA): berfungsi sebagai antiinflamasi alami, tetapi, omega-3 juga terbukti memiliki efek positif terhadap nafsu makan.
Baca juga: Amankah Singkong Rebus Dikonsumsi Bersama Kopi?
Pada beberapa orang, khususnya yang mengalami peradangan atau kondisi medis tertentu, omega-3 dapat membantu meningkatkan nafsu makan dengan cara memperbaiki sinyal hormonal di otak dan mengurangi stres oksidatif yang mengganggu regulasi makan.
Namun, ia menjelaskan, efek ini tidak selalu sama pada setiap orang. Pada individu sehat, omega-3 cenderung tidak menyebabkan peningkatan nafsu makan yang signifikan, dan bahkan pada beberapa kasus bisa membantu mengontrol berat badan karena meningkatkan sensitivitas insulin dan metabolisme lemak.
Pada prinsipnya, selama diet, pastikan keragaman makanan tetap terjaga, agar tubuh tetap mendapatkan suplai mikronutrien yang memadai.
Jika memang dibutuhkan, dapat mengonsumsi vitamin, tetapi perlu diingat bahwa suplementasi zinc mampu membuat proses makan menjadi lebih nikmat, vitamin B berlebih justru dapat meningkatkan akumulasi lemak tubuh dan omega 3 dapat meningkatkan nafsu makan.
“Jika program diet didasari tekad yang kuat dan pemahaman yang benar, adanya efek tersebut tentu dapat tetap dikontrol dan tidak akan menyebabkan peningkatan berat badan,” simpulnya.
dr Samuel juga menyoroti pentingnya pendekatan nutrisi berbasis genetik atau nutrigenomik, bahwa setiap orang memiliki kebutuhan vitamin yang berbeda tergantung pada profil genetiknya.
“Pendekatan ini memungkinkan diet yang lebih personal dan efektif,” katanya. Namun, ia mengakui bahwa pemeriksaan nutrigenomik masih tergolong mahal.
Sebagai langkah praktis, ia menyarankan masyarakat untuk melakukan sejumlah hal. Antara lain dengan melakukan pemeriksaan status nutrisi, mengikuti rekomendasi dosis vitamin, menghindari overdosis vitamin tanpa indikasi medis, memprioritaskan asupan dari makanan utuh, dan memantau respons tubuh terhadap suplemen.
“Berkonsultasi dengan dokter, terutama saat menjalani diet ketat atau aktivitas olahraga intensif,” tambahnya.
(ary/hrs)
Serba Serbi
Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor
KlikBogor – Setelah sukses merakit lebih dari 30 varietas cabai unggul, peneliti IPB University Prof Muhamad Syukur kembali memperkenalkan terobosan baru di bidang pangan sehat.
Kali ini, ia resmi mendaftarkan dua varietas unggul tanaman okra (bamia) lokal untuk mendapatkan Hak Perlindungan Varietas Tanaman (PVT) ke Kementerian Republik Indonesia.
Kedua varietas tersebut diberi nama Yalanda IPB dan Nabila IPB. Prof Syukur menjelaskan bahwa penamaan kedua varietas memiliki arti sendiri.
“Nabila yang memiliki karakteristik warna polong hijau berasal dari bahasa Arab yang berarti mulia, terhormat, dan berbudi luhur. Sementara, Yalanda berasal dari Yolanda artinya bunga violet, warna ungu,” kata pakar pemuliaan tanaman ini dikutip Jumat, 24 Juli 2026.
Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal
Prof Syukur menjelaskan, varietas Yalanda IPB dan Nabila IPB adalah varietas pertama okra bersari bebas yang dilepas di Indonesia.
Karena dirakit langsung di dalam negeri, kedua varietas lokal ini memiliki daya adaptasi yang jauh lebih baik terhadap cuaca tropis basah serta ancaman hama lokal di Indonesia.
Tidak hanya adaptif, Prof Syukur menambahkan bahwa produktivitas hasil panennya pun tercatat jauh lebih tinggi.
“Umur berbunganya sangat cepat, yakni hanya 28 hingga 36 hari setelah tanam. Kemudian pada umur 33 sampai 44 hari setelah tanam, okra sudah bisa langsung dipanen,” ujarnya.
Namun, ia memberikan catatan penting bagi para petani dalam memanen sayuran ini. Menurutnya, pemanenan sebaiknya dilakukan 3 hingga 5 hari setelah bunga muncul. Keterlambatan panen dapat menyebabkan tekstur polong okra menjadi keras dan kualitasnya menurun.
“Setelah bunga keluar, dalam kurun waktu 3 hingga 5 hari harus sudah dipanen. Jika terlambat, tekstur polong okra akan menjadi keras dan menurunkan kualitasnya,” katanya.
Baca juga: Kecamatan Bogor Selatan Siapkan Sahabat Bosel, Inovasi Digital untuk Pelayanan Publik
Dari sisi kesehatan, kedua varietas okra ini mempertahankan reputasinya sebagai superfood. Baik Yalanda IPB maupun Nabila IPB, keduanya memiliki profil kapasitas antioksidan yang sangat baik serta terbukti efektif untuk membantu mengontrol kadar gula darah (diabetes) dan kolesterol.
Meskipun saat ini pangsa pasar konsumsi okra di dalam negeri belum terlalu luas, Prof Syukur optimistis popularitas tanaman ini akan terus meroket seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan gaya hidup sehat.
Bagi petani, komoditas ini menawarkan potensi margin keuntungan yang sangat menjanjikan dibandingkan sayuran konvensional lainnya.
Selain karena perawatan pohonnya yang relatif tidak serumit komoditas lain, okra memiliki peluang ekspor yang sangat terbuka lebar.
“Pasarnya memang belum terlalu luas di Indonesia saat ini, tapi seiring berjalannya waktu, okra akan semakin dikenal luas. Peluang ekonominya sangat besar, apalagi jika bisa memasok kebutuhan ekspor ke Jepang. Saat ini, para petani di Jawa Timur sudah berhasil melakukan ekspor tersebut,” pungkasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Slow Jogging Direkomendasikan jadi Olahraga Efektif dan Aman untuk Semua Usia
KlikBogor – Tren slow jogging kian diminati sebagai alternatif olahraga yang sederhana dan ramah bagi berbagai kelompok usia. Dosen Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Putri Utami, MBiomed, menjelaskan bahwa secara ilmiah slow jogging memiliki manfaat kesehatan yang sangat menjanjikan, terutama dalam meningkatkan kebugaran, kesehatan jantung, serta metabolisme tubuh tanpa memberikan beban fisik yang berlebihan.
Menurut Putri, slow jogging dilakukan pada kecepatan santai atau niko-niko pace, yakni intensitas sekitar 50 persen dari kapasitas aerobik maksimal dengan detak jantung berkisar 110–140 denyut per menit. Kondisi ini memungkinkan tubuh bekerja pada zona yang optimal untuk meningkatkan fungsi kardiovaskular dan metabolisme.
“Pada intensitas tersebut, tubuh lebih banyak memanfaatkan lemak sebagai sumber energi dibandingkan glikogen otot. Selain membantu mengurangi lemak tubuh, latihan ini juga merangsang pembentukan mitokondria dan pembuluh darah kapiler baru yang utama untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam jangka panjang,” ujar Putri dikutip Rabu, 22 Juli 2026.
Meskipun pembakaran kalori per menit lebih rendah dibandingkan jogging konvensional, manfaat adaptasi fisiologis yang dihasilkan dalam jangka panjang sangat mendekati. Oleh karena itu, Putri menyebut jika slow jogging dapat menjadi pilihan olahraga yang efektif tanpa harus memaksakan tubuh bekerja pada intensitas tinggi.
“Slow jogging merupakan pintu masuk yang ideal bagi masyarakat yang selama ini jarang berolahraga,” kata Putri.
Baca juga: 5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
Selama ini, banyak orang gagal mempertahankan kebiasaan berolahraga karena langsung memilih aktivitas dengan intensitas tinggi. Hal ini berisiko menyebabkan cedera maupun kelelahan berlebihan.
“Teknik slow jogging menggunakan pendaratan pada bagian tengah kaki (midfoot strike), bukan tumit. Cara ini membantu mengurangi beban kejut pada lutut dan pinggul sehingga risiko cedera menjadi lebih rendah,” jelasnya.
Ia menambahkan, berbagai penelitian juga menunjukkan tingkat kepatuhan latihan slow jogging sangat tinggi, bahkan pada kelompok lanjut usia.
Selain meningkatkan kapasitas kebugaran, olahraga ini terbukti mampu memperbaiki fungsi gerak sehingga cocok diterapkan bagi individu yang sebelumnya memiliki gaya hidup kurang aktif.
Baca juga: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB
Menurut Putri, keberhasilan sebuah olahraga tidak hanya ditentukan oleh intensitasnya, melainkan oleh konsistensi seseorang dalam melakukannya.
Aktivitas fisik dengan intensitas ringan hingga sedang cenderung lebih mudah dipertahankan karena tidak menimbulkan nyeri otot berlebihan setelah latihan.
“Olahraga terbaik bukanlah yang paling berat, tetapi yang paling konsisten dilakukan. Saat tubuh tidak mengalami rasa pegal yang mengganggu aktivitas sehari-hari, motivasi untuk kembali berolahraga akan jauh lebih tinggi,” tuturnya.
Selain manfaat fisik, ia mengatakan slow jogging juga memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental. Aktivitas ritmis dengan intensitas ringan mampu merangsang pelepasan hormon endorfin, serotonin, dan dopamin yang berperan meningkatkan suasana hati tanpa memicu lonjakan hormon stres secara berlebihan.
Putri menilai pendekatan ini sangat relevan diterapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kebugaran masyarakat. Menurutnya, intervensi kesehatan yang efektif adalah aktivitas yang mudah dilakukan, aman, dan memiliki risiko cedera yang rendah sehingga dapat diikuti oleh lebih banyak orang.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Ribuan Warga Bogor Tumpah Ruah Nobar Spanyol Vs Argentina
KlikBogor – Ribuan warga tumpah ruah di Plaza Balai Kota Bogor, pada Senin, 20 Juli 2026 dini hari. Mereka bereuforia menyaksikan pertandingan pamungkas Piala Dunia 2026 antara Spanyol melawan Argentina.
Nonton bareng (nobar) ini digelar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama berbagai unsur lainnya, seperti DPRD Kota Bogor, Kadin Kota Bogor, Komunitas Black Cat, PWI Kota Bogor, KONI Kota Bogor, KNPI Kota Bogor, dan lainnya.
Nobar juga dihadiri Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, yang turut mengenakan baju Argentina. Ia didampingi Ketua dan Anggota DPRD Kota Bogor, Kepala Kantor Pertanahan Kota Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda), serta tamu undangan lainnya.
“Ini salah satu bentuk dukungan Kota Bogor terhadap event-event besar, nasional maupun dunia,” kata Jenal Mutaqin dalam sambutannya.
Baca juga: Perumda Tirta Pakuan Antisipasi Kemarau dan Siap Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak
Ia juga berharap, di masa yang akan datang, Indonesia dapat ikut serta dalam kompetisi sepak bola tingkat dunia tersebut. Sehingga euforia seperti ini akan semakin meriah.
“Tentu kita sangat bangga kalau Indonesia sepakbolanya lebih meningkat lagi,” katanya.
Pertandingan 2 x 45 menit pun dimulai. Jenal bersama unsur lainnya membaur dengan masyarakat menikmati pertandingan yang berlangsung cukup ketat. Skor kacamata bertahan hingga akhir laga.
Baca juga: Harganas 2026, Pemkot Bogor Edukasi Warga Lewat Aksi Bebersih Ciliwung
Kepecahan warga mulai terjadi saat Spanyol berhasil mencetak satu gol pada menit tambahan (extra time), yang membuat Spanyol menjadi juara dunia dalam ajang FIFA World Cup 2026.
“Tetap jaga kondusivitas Kota Bogor. Dan jangan lupa untuk tetap menjaga kebersihan,” terang Jenal.
Acara nobar semakin semarak dengan dibagikan ratusan doorprize. Tak lupa, warga juga diajak untuk berbelanja ke stan UMKM yang hadir meramaikan nobar.
Usai nobar berlangsung, tim dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor dibantu masyarakat dan pegawai di lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bogor langsung melakukan aksi bersih-bersih di seluruh bagian Kompleks Balai Kota Bogor.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi9 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
