Connect with us

Serba Serbi

NutriSari Ajak UMKM Tumbuh Bersama Lewat Kreasi Minuman Kekinian

Published

on

NutriSari mengajak para pedagang dan mitra UMKM untuk tumbuh bersama melalui sejumlah inisiatif dalam acara Grow with NutriSari. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Sebagai brand lokal Indonesia yang telah hadir selama lebih dari 45 tahun, NutriSari, serangkaian produk minuman serbuk dengan sari buah yang menyegarkan, berkualitas, dan tinggi vitamin, terus berkomitmen mendukung pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia.

Melalui acara bertajuk Grow with NutriSari, NutriSari mengajak para pedagang dan mitra UMKM untuk tumbuh bersama melalui sejumlah inisiatif yang digelar hari ini, yakni sesi Tea Mixology Feast dengan inspirasi kreasi menu minuman kekinian menggunakan NutriSari, hingga peluncuran program apresiasi para mitra UMKM berupa hadiah umroh pada program tukar sachet.

Stephanie Wonoadi selaku Brand Manager NutriSari, mengatakan, pihaknya sangat antusias menghadirkan program Grow with NutriSari sebagai wujud dukungan terhadap UMKM di Indonesia.

“Sebagai brand yang sangat dekat bagi masyarakat Indonesia, NutriSari tidak pernah berhenti berinovasi, termasuk dalam membuat program yang bermanfaat bagi para pedagang dan pelaku UMKM sebagai mitra yang tumbuh bersama kami,” ujar Stephanie dalam keterangannya, Rabu, 26 Februari 2025.

Selain memberikan inspirasi dalam menciptakan kreasi minuman, pihaknya juga ingin memberikan kesempatan bagi para mitra dalam meraih impian melalui program tukar sachet berhadiah umroh.

Apalagi menyambut bulan Ramadan, pihaknya ingin mengajak mitra memanfaatkan kesempatan ini untuk dapat menyajikan NutriSari, sebagai salah satu opsi minuman berbuka yang tidak hanya menyegarkan, namun juga memiliki kandungan gizi.

“Selain rasa yang enak, NutriSari juga dapat membantu penuhi kebutuhan vitamin C harian dan tinggi vitamin D yang bermanfaat untuk imunitas tubuh, serta mengandung berbagai vitamin dan mineral lainnya,” jelas Stephanie.

Dalam sesi Tea Mixology Feast, NutriSari memperkenalkan berbagai cara kreatif dalam mengolah produknya menjadi minuman kekinian, salah satunya dengan mengkombinasikan varian produk NutriSari dengan teh untuk menciptakan rasa unik yang digemari konsumen.

Selain itu, NutriSari saat ini juga memiliki beragam varian teh, yakni Nutrisari Lemon Tea, Lychee Tea, Orange Tea, dan Apple Tea, yang dapat menjadi pilihan produk bagi para pedagang dan UMKM sebagai bahan baku es teh kekinian.

Inisiatif ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi para mitra untuk mengembangkan menu minuman yang menarik dan bernilai jual tinggi.

Tak hanya memberikan inspirasi usaha, NutriSari juga meluncurkan Program Tukar Sachet Berhadiah Umroh, sebagai bentuk apresiasi bagi para pedagang dan mitra UMKM yang aktif menjual produk NutriSari.

Dalam program ini, setiap sachet NutriSari yang terjual dapat dikumpulkan sebagai bukti penjualan, dan mitra dengan jumlah sachet terbanyak berkesempatan memenangkan hadiah perjalanan umroh. Adapun periode program berlangsung mulai bulan ini hingga 30 Juni 2025.

Stephanie menambahkan, “Kami berharap program ini tidak hanya memberikan keuntungan finansial, namun juga menjadi peluang bagi para mitra untuk mendapatkan pengalaman spiritual yang bermakna. Dapat untungnya, dapat juga berkahnya!”

Ia menyatakan bahwa NutriSari terus berkomitmen untuk mendukung para pedagang dan mitra UMKM dalam meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha mereka. Dengan berbagai inovasi dan program kolaboratif, pihaknya percaya dapat menjadi mitra pertumbuhan yang terpercaya bagi para pelaku usaha di seluruh Indonesia.

”Acara Grow with NutriSari berlangsung serentak di lebih dari 20 kota di Indonesia dan digelar di NutriHub, community space Nutrifood yang menjadi wadah inspirasi dan kolaborasi bagi para pelaku usaha. Dengan adanya acara ini, semoga NutriSari dapat semakin memperkuat ekosistem bisnis UMKM dan membantu mereka berkembang lebih besar,” tutup Stephanie.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Drone Layaknya Lebah, Inovasi Baru IPB untuk Indoor Farming

Published

on

By

Drone Layaknya Lebah, Inovasi Baru IPB untuk Indoor Farming
Peneliti IPB University mengembangkan swarm drone untuk pemantauan indoor farming. Dok. IPB University.

KlikBogor – Teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) membuka peluang besar dalam era pertanian presisi. Dua dosen Program Studi Ilmu Komputer, Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Karlisa Priandana dan Medria Kusuma Dewi Hardhienata, menjawab tantangan tersebut dengan mengembangkan teknologi swarm drone.

Pengembangan teknologi swarm drone untuk indoor farming ini menjadi inovasi baru dalam mendukung pertanian cerdas yang lebih efisien dan presisi.

Swarm drone ini awalnya kami kembangkan untuk membantu pelaksanaan pemantauan atau surveillance untuk indoor farmingSwarm drone dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang mampu bekerja secara koordinatif layaknya segerombolan lebah,” urai Karlisa Priandana dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Ia menjelaskan, indoor farming merupakan teknik budi daya yang tidak lagi bergantung pada kondisi cuaca dan iklim. Sebab, seluruh faktor pertanian seperti suhu, cahaya, dan kelembapan, dapat dikendalikan. Kondisi tersebut membutuhkan pemantauan tanaman secara berkelanjutan.

Selama ini, pemantauan biasanya mengandalkan kamera atau sensor statis. Namun, perangkat tersebut berpotensi mengalami kerusakan.

Swarm drone digunakan untuk meng-cover atau menjadi backup ketika sensor statis mengalami gangguan sehingga pemantauan tetap berjalan,” imbuhnya.

Karlisa mengungkapkan, setiap drone dilengkapi kamera multispektral dan sensor lingkungan yang terintegrasi dengan sistem internet of things (IoT), sehingga mampu mengumpulkan data kondisi tanaman secara menyeluruh.

Analisis Real-Time Berbasis AI

Medria Kusuma Dewi Hardhienata menambahkan bahwa seluruh data lapangan dikirimkan secara real-time ke komputer pusat untuk dianalisis menggunakan model AI.

“Hasil analisis ini membantu petani atau operator mengambil keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas dan kualitas tanaman dapat meningkat,” ujarnya.

Drone mengambil citra berbagai jenis tanaman yang kemudian dianalisis menggunakan algoritma cerdas untuk mengidentifikasi jenis tanaman secara otomatis.

Sistem komunikasi berbasis AI juga memungkinkan drone saling berinteraksi, mengatur formasi, serta menyesuaikan posisi tanpa bertabrakan, bahkan di ruang indoor farming yang sempit.

Ke depan, teknologi swarm drone diharapkan tidak hanya meningkatkan efisiensi pertanian modern, tetapi juga mendukung praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani melalui pemanfaatan teknologi berbasis data.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University

Published

on

By

Petani, Peternak, dan Nelayan Kini Bisa Tanya Pakar IPB University
Seorang petani tengah menunjukkan Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani. Dok. IPB University.

KlikBogor – Guna mendukung sektor pertanian dan perikanan nasional, IPB University menggulirkan program Layanan Daring Tani dan Nelayan “IPB Digitani”.

Platform ini menjadi salah satu inovasi digital yang menghadirkan solusi konsultasi, pendampingan, serta akses informasi teknologi dan pasar bagi petani, peternak, dan nelayan di berbagai daerah.

Terdapat 93 pakar IPB University yang tergabung dalam Dewan Pakar. Kehadiran para pakar ini memungkinkan pengguna memperoleh jawaban ilmiah dan solutif atas berbagai persoalan di bidang pertanian, peternakan, perikanan, hingga kesehatan hewan.

Hingga 2025, penerima manfaat tersebar di 34 provinsi, 367 kabupaten/kota, dan 3.883 desa di seluruh Indonesia. Tercatat ribuan artikel dan ratusan layanan konsultasi yang telah dimanfaatkan lebih dari 15 ribu pengguna.

Melalui fitur seperti tanya pakar, konsultasi, artikel populer, dan forum tani, platform ini menjadi ruang interaksi dua arah antara akademisi dan masyarakat.

IPB University memanfaatkan teknologi digital untuk mempercepat transfer pengetahuan dan inovasi dari kampus kepada pelaku utama sektor pangan dan perikanan.

“Transformasi digital di sektor pertanian merupakan keniscayaan. Kehadiran platform ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan daya saing petani serta nelayan melalui akses informasi yang cepat, akurat, dan terpercaya,” kata Kepala Lembaga Pengembangan Agromaritim dan Akselerasi Innopreneurship IPB University, Handian Purwawangsa dalam keterangannya dikutip Selasa, 3 Maret 2026.

Ia menambahkan, dengan jangkauan yang terus meluas dan dukungan pakar multidisiplin, Layanan Daring Tani dan Nelayan IPB Digitani menjadi wujud nyata komitmen IPB University dalam membangun ekosistem pertanian dan perikanan yang berbasis inovasi, inklusif, dan berkelanjutan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat

Published

on

By

Tips Memilih Telur dan Cara Menyimpan-Mengolah yang Tepat
Telur ayam. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Telur merupakan sumber protein hewani bergizi tinggi yang mudah didapat dan terjangkau oleh berbagai kalangan masyarakat.

Meski harganya relatif terjangkau, data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan belanja rumah tangga untuk rokok masih lebih besar dibandingkan telur.

Padahal, menurut Profesor Ilmu Gizi IPB University Prof Rizal M Damanik, konsumsi dua butir telur per hari dapat menjadi investasi sederhana dengan dampak besar bagi pertumbuhan anak.

Selain nilai gizinya, masyarakat juga perlu memahami cara memilih dan menyimpan telur dengan benar agar kualitasnya tetap terjaga.

Ciri Telur Segar dan Berkualitas

Guru Besar Fakultas Peternakan IPB University, Prof Niken Ulupi, membagikan panduan praktis mengenali telur berkualitas dari ciri fisiknya.

“Telur yang oval sempurna, terasa berat saat dipegang, dan cangkangnya kuat menandakan telur tersebut baik dan segar,” ujarnya dikutip Senin, 2 Maret 2026.

Meskipun tampilan luar tidak menentukan kandungan gizi telur, tetapi hal itu dapat menjadi indikator kesegaran.

“Yang terlihat dari luar itu tidak mencerminkan nilai gizi dari telurnya. Tapi kalau kualitasnya bagus, telur fresh, saat dipecahkan putih telurnya akan kental,” jelasnya.

Telur dengan ujung terlalu runcing atau cangkang kasar sebaiknya dihindari karena dapat menandakan gangguan kesehatan pada induk ayam.

Selain itu, telur yang bersih secara alami menunjukkan manajemen peternakan yang baik. “Kalau terlalu kotor, bisa jadi tempat menempelnya bakteri,” tambahnya.

Prof Niken juga meluruskan anggapan bahwa warna cangkang menentukan kualitas gizi. Menurutnya, perbedaan warna putih atau cokelat hanya dipengaruhi pigmen alami ayam.

“Nilai gizi telur itu sudah ditentukan secara genetik. Selama telur terbentuk sempurna, artinya kandungan gizinya sudah cukup,” ujarnya.

Kulkas atau Suhu Ruang? 

Penyimpanan telur turut memengaruhi kualitas dan keamanan konsumsi. Prof Niken menyarankan telur disimpan di dalam kulkas agar dapat bertahan hingga satu bulan tanpa penurunan mutu yang signifikan.

“Pada suhu dingin, patogen akan ‘tidur’, sehingga perkembangan bakteri berhenti,” jelasnya.

Jika disimpan pada suhu ruang, telur sebaiknya tidak lebih dari tiga minggu dan dijauhkan dari sumber panas maupun bahan beraroma tajam karena telur mudah menyerap bau.

Ia juga mengingatkan agar telur dimasak hingga matang sempurna untuk mengurangi risiko bakteri seperti Salmonella atau E coli.

“Kalau tubuh kita sedang sehat, paparan bakteri bisa diatasi. Tapi kalau imunitas sedang turun, risikonya meningkat,” katanya.

Dengan memilih, menyimpan, dan mengolah telur secara tepat, masyarakat dapat memperoleh manfaat gizi optimal dari bahan pangan sederhana yang memiliki dampak besar bagi kesehatan dan kualitas generasi masa depan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer