Berita
Kuras Isi ATM Wisatawan, Komplotan Penipuan Diringkus Polisi
KlikBogor – Satreskrim Polresta Bogor Kota membongkar komplotan penipuan yang melibatkan empat pelaku di wilayah hukumnya.
Dalam kasus ini, polisi berhasil menangkap tiga tersangka berinisial A alias H. Rusdi, SPW alias Pakcik, dan MF di Cianjur. Sedangkan satu tersangka berinisial A ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso memaparkan, kejadian ini bermula ketika korban berinisial F yang sedang berolahraga pagi di pedestrian Jalan Pajajaran dihampiri pelaku H. Rusdi.
Tak lama kemudian, datang juga pelaku lain, yakni Pakcik saat keduanya tengah berbincang. Korban diketahui merupakan warga Lombok yang menginap di salah satu hotel di Kota Bogor.
“Korban ini warga luar Kota Bogor dari Lombok. Pelaku (H. Rusdi) memperkenalkan sebagai pengusaha dari Kalimantan. Kemudian datang juga pelaku lain (Pakcik) yang mengaku dari Brunei,” terang Bismo, Selasa, 17 September 2024.
Ia menambahkan, Pakcik kemudian meminta bantuan untuk mencari pusat elektronik. Sementara H. Rusdi membujuk korban untuk ikut membantu Pakcik.
“Dalam upaya meyakinkan korban, pelaku (H. Rusdi) bilang ‘Pak kita sebagai warga negara yang baik mari kita layani warga Brunei untuk kita antar mencari barang elektronik’. Kemudian korban menyetujui sebagai bentuk kebaikan,” tuturnya.
Di dalam perjalanan, sambungnya, Pakcik yang berkomplot dengan pelaku lain termasuk pengemudi mobil menawarkan bisnis ponsel kepada korban.
Namun, ponsel yang harga aslinya Rp24 juta ditawarkan pelaku seharga Rp7,5 juta dan tidak dijual satuan, melainkan partai berjumlah 300 unit.
“Pelaku juga berusaha menyakinkan korban dengan cara mengajak ke ATM. Kemudian pelaku print out saldo ATM, yang faktanya minus Rp999 juta. Pada waktu itu minusnya ditutupi (pelaku),” imbuhnya.
Baca juga: Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 43 Tersangka di Kota Bogor
Aksi penipuan yang dilancarkan pelaku ini ternyata membuat korban merasa yakin hingga akhirnya memperlihatkan saldo ATM miliknya.
“Korban ini diminta menunjukkan jumlah uang untuk investasinya tersebut. Korban akhirnya mengikuti ajakan dari pelaku, memberikan kartu ATM, pin, dan sebagainya. Pada saat di ATM diintip nomor pin ATM korban,” katanya.
Setelah itu, kata Bismo, para pelaku kabur dan menguras isi ATM korban. Sebelumnya, pelaku menukar kartu ATM korban dengan yang palsu.
“Pelaku menguras Rp115 juta dalam tempo dua hari. Atas kejadian itu korban melapor kepada Polresta Bogor Kota,” paparnya.
Dari hasil pemeriksaan, dikatakan Bismo, penipuan yang dilakukan komplotan ini tidak hanya menimpa korban F. Korbannya rata-rata wisatawan dan peserta rapat di Kota Bogor.
“Keberadaan tiga pelaku yang kami tangkap ini sudah 8 bulan di Kota Bogor, dan korbannya 4 orang lebih yang melaporkan ke Polresta Bogor Kota,” ungkapnya.
Dari tangan ketiga tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sejumlah kartu ATM berbagai bank dan kartu identitas warga Brunei.
Dua dari tiga pelaku diketahui merupakan residivis dengan kasus yang sama di Surabaya dan satunya atas kepemilikan senjata tajam di Balikpapan.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.
(hrs)
Berita
SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.
“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.
Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.
“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.
Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.
“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.
“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.
(hrs)
Berita
Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.
“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.
Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.
Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.
“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.
Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.
“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.
Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.
“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
(ckl/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam

Pingback: Polisi Gagalkan Peredaran Sabu Kemasan Teh Cina di Kota Bogor