Berita
Tebing di Belakang Eks Pabrik Tahu di Ciparigi Longsor
KlikBogor – Tebing di belakang bangunan bekas pabrik tahu di Kampung Neglasari II, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor mengalami longsor pada Jumat, 15 Mei 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menyampaikan longsor tersebut terjadi sekira pukul 04.30 WIB.
Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026
Kejadian itu terjadi akibat tanah yang terus tergerus aliran Kali Cibuluh. Longsoran ini memiliki panjang sekitar 5 meter dengan tinggi mencapai 3 meter.
“Penyebab kejadian akibat tanah yang tergerus oleh Kali Cibuluh,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.
Ia menjelaskan, longsor terjadi di belakang bangunan bekas pabrik tahu yang sudah tidak aktif. Kejadian itu mengakibatkan material longsoran menutup sebagian Kali Cibuluh.
BPBD Kota Bogor telah menerjunkan personel ke lokasi setelah menerima laporan dari warga. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak kelurahan dan pengurus wilayah setempat.
“Assessment, dokumentasi, serta koordinasi tanggap darurat kejadian dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” katanya.
Baca juga: Longsor Susulan, Jembatan Warga di Pasirjaya Putus
BPBD Kota Bogor juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi berupa pembangunan tembok penahan tanah (TPT) serta evakuasi material longsor agar kondisi bantaran kali kembali aman.
“Saat ini sedang dilakukan upaya evakuasi (material longsoran) oleh Keltana Ciparigi dan warga sekitar,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Jenal Mutaqin Pastikan Kedatangan Alat Berat dan Rekrutmen Tenaga Kerja Lokal pada Trase Baru
KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin memastikan pembangunan trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di Kelurahan Lawanggintung, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor segera dimulai. Proses awal pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai besok dengan kegiatan loading atau pemuatan material dan penurunan alat berat di lokasi proyek.
“Trase baru insyaallah besok (15/5/2026) loading barang. Tadi pihak ketiganya dari provinsi kita telepon, mereka mulai besok melakukan loading barang, penurunan alat berat yang itu tentu warga masyarakat harus terinformasikan dan tersosialisasikan,” ujar Jenal usai mensosialisasikan pembangunan kepada masyarakat sekitar, Kamis, 11 Mei 2026.
Dalam pembangunan ini juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui rekrutmen tenaga kerja lokal. Hal tersebut, kata Jenal, merupakan arahan langsung dari Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang (BMPR) Provinsi Jawa Barat.
“Informasi dari Pak Kadis BMPR Provinsi kemarin juga sempat memberikan mandat langsung kepada saya untuk merekrut tenaga kerja lokal 15 sampai 20 orang secukupnya,” katanya.
Para penaga kerja yang direkrut nanti akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing warga, mulai dari pekerjaan kasar, kenek hingga tukang.
“Tapi disesuaikan dengan kemampuan yang mereka miliki, entah itu kerja kasar, kenek, atau tukang. Saya rasa Pak RW dan Bu Lurah nanti dan Pak Camat kita tugaskan untuk mendata orang-orang yang memang membutuhkan pekerjaan,” imbuhnya.
Pembangunan alih trase jalan ini ditargetkan dapat selesai dan mulai digunakan pada Oktober 2026 mendatang. Diketahui, pelaksanaan pembangunan berlangsung selama 163 hari kalender.
“Target yang disampaikan tadi Oktober, paling akhir sudah bisa dipergunakan,” ungkap Jenal.
Ia menambahkan, jalan ini nantinya akan menjadi akses menuju salah satu venue untuk beberapa cabang olahraga pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat di wilayah Pamoyanan, Bogor Selatan. Kota Bogor sendiri ditunjuk sebagai salah satu tuan rumah penyelenggaraan ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Dan akses ini adalah akses menuju Hotel Grand Forest yang merupakan salah satu venue kegiatan perlombaan kegiatan Pekan Olahraga Provinsi Jawa Barat. Kebetulan Bogor jadi tuan rumah,” jelasnya.
Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor juga akan melakukan koordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia terkait kondisi underpass Batutulis di sekitar lokasi proyek. Pemkot menilai perlu ada penanganan simultan agar tidak muncul persoalan baru setelah pembangunan trase selesai.
“Kita akan undang resmi dari PT KAI ke Balai Kota melalui surat dari Wali Kota membahas titik underpass yang sama-sama kita lihat di sana terjadi rembesan,” ujarnya.
“Kita enggak mau setelah trase kita bangun selesai ada masalah timbul baru. Besok kita akan undang PT KAI, minimal simultan. Kita berjalan pembangunan trase, mereka perbaikan tembok-tembok yang hari ini memang cukup mengkhawatirkan,” tandasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Hari Buruh di Kota Bogor Diisi Aksi Peduli Lingkungan dan Diskusi Ketenagakerjaan
KlikBogor – Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day tingkat Kota Bogor dilaksanakan dengan kolaborasi pentahelix antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, buruh, serikat pekerja, perusahaan, hingga organisasi profesi.
Pada May Day tahun 2026 ini, selain mengikuti kegiatan di Jakarta, buruh Kota Bogor juga melaksanakan aksi peduli lingkungan yang digelar beberapa hari lalu di Situ Gede dengan tagline “Buruh Bebersih”.
Puncak peringatan Hari Buruh tingkat Kota Bogor dilaksanakan di Saung Dolken Cimahpar dengan tema “Kolaborasi Bersama Mewujudkan Kemajuan Industri dan Kesejahteraan Pekerja”, dengan menghadirkan berbagai narasumber yang berkaitan dengan ketenagakerjaan, Rabu, 13 Mei 2026.
Kegiatan yang diadakan oleh Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor ini dibuka langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
“Kolaborasi dan sinergi antara pemerintah dengan pemberi kerja dan pekerja itu mutlak. Kenapa? Karena ini merupakan simbiosis mutualisme, semua saling membutuhkan. Dan yang paling kita butuhkan sesungguhnya adalah stabilitas,” ujar Dedie Rachim.
Sehingga bukan saja kondisi tempat bekerja yang kondusif, namun juga kondusivitas agar para pelaku usaha dapat melaksanakan kegiatan usaha dengan baik.
“Nah, itu adalah kondisi-kondisi yang tentu memerlukan peran pemerintah. Oleh karena itu, hari ini dengan berkumpulnya para pekerja, unsur pemerintah, kemudian juga tadi ada PWI dan BPJS Ketenagakerjaan, mudah-mudahan semakin memahami bahwa unsur-unsur yang terkait dalam sebuah proses pekerjaan itu bisa saling berkomunikasi dengan baik,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Adi Novan, mengatakan bahwa keberadaan buruh juga memiliki sumbangsih dalam menyukseskan program pemerintah.
“Sehingga hari ini kita berkumpul di sini bersama-sama untuk melaksanakan diskusi ketenagakerjaan. Jadi ini juga merupakan kerja sama pentahelix, bagaimana buruh sebenarnya tidak sendiri,” ungkapnya.
Ia pun menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang hadir dan telah mendukung kegiatan ini untuk bersama-sama melaksanakan diskusi ketenagakerjaan.
(rls/hrs)
Berita
Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026
KlikBogor – Trase baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita di Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, segera dibangun. Proyek jalan yang menghubungkan underpass Batutulis ini ditargetkan rampung pada Oktober 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, Pemerintah Kota Bogor telah menyelesaikan proses pembebasan lahan untuk mendukung pembangunan trase baru tersebut.
“Setelah menunggu hampir satu tahun, kami Pemerintah Kota Bogor pertama sudah melaksanakan pembebasan lahan untuk trase baru Batutulis. Lahan yang kita bebaskan sekitar 4.900 meter persegi dibiayai dari APBD Kota Bogor,” ujar Dedie Rachim, Rabu, 13 Mei 2026.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga telah menyelesaikan proses lelang proyek jalan tersebut.
“Kemarin pemerintah provinsi sudah melaksanakan lelang untuk pengerjaan konstruksi dan diperoleh pemenang PT Promix Prima Karya dari Bandung. Dan hari ini, tanggal 13 Mei, akan diserahterimakan lapangan dari PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) kepada pelaksana,” katanya.
Pelaksanaan pembangunan jalan sesuai Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) ditargetkan selama 163 hari kalender atau hingga akhir Oktober 2026 mendatang.
“Total anggaran adalah Rp21,2 miliar, sumber dananya dari APBD Provinsi Jawa Barat,” imbuh Dedie Rachim.
Ia melanjutkan, pekerjaan yang dilakukan tidak hanya pembangunan jalan, tetapi juga mencakup penguatan tebing dan pembangunan pedestrian.
“Items pekerjaan itu terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk juga penguatan tebingan dan juga jalur pedestrian,” katanya.
Pemerintah Kota Bogor juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas percepatan proses pelelangan hingga dimulainya pembangunan.
“Kami mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang sudah melaksanakan proses pelelangan dan segera dilaksanakan pekerjaan pada hari ini,” katanya.
Selain pembangunan jalan sepanjang 300 meter dengan lebar 8 meter dan dua arah ini, pemerintah juga menyiapkan dua pekerjaan tambahan di kawasan tersebut, yakni pembangunan Leuweung Batutulis dan taman di area sekitar jalan baru.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi6 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita10 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
