Connect with us

Berita

Jembatan Baru di Paledang Dibangun, Akses Warga Makin Mudah

Published

on

Jembatan Baru di Paledang Dibangun, Akses Warga Makin Mudah
Lurah Paledang, Ali Firdaus. Foto/Istimewa

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai merealisasikan proyek infrastruktur strategis di Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, pada tahun ini. Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) dan revitalisasi kantor kelurahan menjadi prioritas.

​Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir mengatakan bahwa pembangunan ini merupakan buah dari perjuangan panjang warga yang didukung oleh berbagai elemen, termasuk media massa.
​
​Proyek prioritas pertama adalah pembangunan JPO di wilayah Lebak Sari yang telah resmi mengantongi kontrak kerja sejak 25 Mei 2026. Proyek yang menelan anggaran Rp2,7 miliar ini ditargetkan rampung dalam 180 hari kalender.

​”Alhamdulillah, perjuangan warga Lebak Sari selama ini membuahkan hasil. Proses pengerjaan sudah berjalan (on the way), diawali dengan pembongkaran dan pemasangan besi untuk pondasi penahan tanah menggunakan karung-karung di titik rawan longsor,” ujar Ali kepada awak media di sela kegiatan di Posyandu Lebak Sari, Kamis, 25 Juni 2026.

​Baca juga: Gerbang Kota Bogor di Cimahpar Mulai Ditata, Ring Road 3 Terus Berlanjut

Jembatan ini dirancang dengan panjang 45,6 meter dan lebar 1,8 meter. Mengingat kontur tanah wilayah Paledang yang berbukit dan padat, Ali mengakui adanya tantangan logistik yang cukup tinggi di lapangan.

​”Medan di Paledang ini cukup sulit, material tidak bisa langsung masuk ke lokasi pengerjaan karena kondisi lingkungan yang padat. Namun, kami memaksimalkan pemberdayaan tenaga kerja lokal, di mana saat ini ada sekitar 14 warga setempat yang ikut dilibatkan dalam proyek,” tambahnya.

​Ali juga menjelaskan, guna memfasilitasi pembangunan ini, sebagian lahan di bawah dan di belakang bangunan Posyandu Lebak Sari telah dibeli oleh pemerintah agar penataan infrastruktur tersebut menjadi lebih rapi dan aman bagi pengguna jalan.
​
​Selain JPO Lebak Sari, proyek prioritas kedua adalah pembangunan jembatan penghubung yang menghubungkan wilayah Paledang dengan Pasirjaya senilai Rp2,7 miliar serta pembangunan kantor kelurahan senilai Rp1,7 miliar ini telah berjalan selama lima minggu dan menunjukkan progres yang positif. ​

Sama seperti JPO Lebak Sari, jembatan penghubung tersebut ditargetkan selesai dalam 180 hari kalender, atau sekitar akhir November 2026.

​”Progresnya saat ini bahkan berjalan lebih cepat. Kami berharap pada akhir November nanti jembatan ini sudah bisa dimanfaatkan penuh dengan keberkahan oleh warga Paledang maupun warga Pasir Jaya pada khususnya,” katanya.
​
​Baca juga: IKASI Kota Bogor Bidik 3 Emas di Malaysia dan 7 Emas di Porprov Jabar

Di sisi lain, Pemkot Bogor juga melakukan penataan di titik strategis perkotaan dengan membongkar JPO Paledang lama (dekat Stasiun Bogor) yang sudah lama ditutup karena dinilai membahayakan. Pembongkaran elemen struktural ini menggunakan alokasi anggaran Rp2,6 miliar dan dijadwalkan dimulai dalam waktu sepekan ke depan.

​Sebagai gantinya, pemerintah menyediakan fasilitas pelican crossing atau lampu penyeberangan pejalan kaki demi menjamin keselamatan masyarakat yang menyeberang.

​”Kami mengimbau kepada seluruh warga, khususnya di wilayah RW 01 dan sekitarnya, agar lebih berhati-hati saat melintas selama proses pembongkaran JPO lama ini berlangsung,” imbau Lurah.

Secara karakteristik, ​Kelurahan Paledang memiliki luas wilayah mencapai 176 hektare dan menjadi kelurahan yang terluas di Kecamatan Bogor Tengah dengan populasi sekitar 11.000 hingga 12.500 jiwa tersebar di 13 RW dan 58 RT.

​Sekitar 30 hingga 40 persen wilayahnya merupakan pusat ekonomi, perbankan, wisata belanja, hingga kawasan Istana Bogor dan Balai Kirti.

Namun, area pemukiman warga seperti di Jalan Paledang, Bojong Neros, Lebak Sari, dan Pohon Manggis memiliki kontur perbukitan dan sempadan sungai yang rawan longsor.
​
​Baca juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 6 Kendaraan di Kota Bogor, 2 Orang Terluka

Selain masalah jembatan, Ali tidak menampik adanya keluhan warga mengenai akses jalan lingkungan yang sempit. Kondisi ini sering kali menyulitkan ruang gerak masyarakat, terutama saat terjadi keadaan darurat.

​”Akses jalan lingkungan yang sempit memang menjadi PR besar bagi kami. Ketika ada warga yang sakit atau meninggal dunia, proses evakuasi atau mobilisasi ambulan menjadi sangat sulit. Ini aspirasi yang sudah tertahan bahkan lebih dari 20 tahun,” ungkap Ali.

​Sebagai langkah konkret pasca-penuntasan dua proyek jembatan di 2026 ini, pihak kelurahan telah menyusun proyeksi lanjutan untuk tahun anggaran berikutnya.

​”Insyaallah, di tahun 2027 fokus kami akan diarahkan pada perbaikan akses jalan gedoran berikut dengan pembenahan sistem drainase lingkungan. Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan warga benar-benar terfasilitasi,” katanya.

​Ali menegaskan, sinergi antara pihak eksekutif, legislatif, kelurahan, lembaga masyarakat seperti LPM, hingga peran media sangat krusial untuk mengawal pembangunan dan meredam polemik di wilayah demi kemajuan bersama di Kelurahan Paledang.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia

Published

on

By

404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Indonesia menjadi tuan rumah International Mathematics and Science Olympiad (IMSO) ke-23 yang akan digelar pada 2-7 Oktober 2026. Sebanyak 404 siswa dari 23 negara akan mengikuti kompetisi matematika dan sains untuk jenjang sekolah dasar (SD).

Peserta berasal dari Bangladesh, Botswana, Bulgaria, China, Ghana, Hong Kong, India, Indonesia, Kazakhstan, Lao People’s Democratic Republic, Malaysia, Mongolia, Morocco, Nepal, Philippines, Singapore, South Africa, Sri Lanka, Tajikistan, Thailand, United States of America, Uzbekistan, dan Vietnam.

IMSO-23 digelar oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM) bersama Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah selaku Local Committee Organizer, dengan dukungan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Dasar.

KPM berperan sebagai pelaksana kegiatan, sementara dukungan Kemendikdasmen merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengembangkan talenta matematika dan sains sejak jenjang SD, memberikan ruang bagi peserta didik untuk berkompetisi di tingkat internasional, serta memperkuat budaya prestasi di Indonesia.

Baca juga: Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Raden Ridwan Hasan Saputra, selaku Chairman International Mathematics and Science Olympiad (IMSO), yang juga Anggota Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal Pimpinan Pusat Muhammadiyah (Majelis Dikdasmen dan PNF PP Muhammadiyah), sekaligus Presiden Direktur Klinik Pendidikan MIPA (KPM) berharap penyelenggaraan IMSO ke-23 di Indonesia tidak hanya menjadi ajang untuk menguji kemampuan akademik peserta, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak dari berbagai negara untuk saling mengenal, berbagi pengalaman, dan membangun persahabatan.

IMSO merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar bidang matematika dan sains untuk siswa SD yang diselenggarakan sejak 2003. Peserta akan diuji berdasarkan pemahaman teori, serta eksplorasi dan eksperimen, yang menguji kemampuan penalaran, pemecahan masalah, serta penerapan konsep Matematika dan Sains.

Indonesia mengirimkan 63 peserta yang tergabung dalam Timnas IMSO Indonesia, terdiri atas 32 peserta bidang matematika dan 31 peserta bidang sains.

Para peserta berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, yaitu Pulau Jawa, Bali, Sumatra, Kalimantan, dan wilayah lainnya. Mereka terpilih melalui proses seleksi nasional yang dilaksanakan secara ketat dalam tiga tahap untuk mewakili Indonesia pada IMSO-23.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Adapun rangkaian IMSO akan berlangsung di BBPPMPV Sektor Bisnis dan Pariwisata (Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi), Depok, Jawa Barat.

Sementara Opening Ceremony, Cultural Night dan Closing Ceremony akan dilaksanakan di PPSDM Kemendikdasmen (Pusat Pelatihan Sumber Daya Manusia), Depok, Jawa Barat.

Diawali dengan Opening Ceremony, kemudian dilanjutkan dengan STEM Presentation, kompetisi Matematika dan Sains, serta berbagai kegiatan kebersamaan dan pertukaran budaya.

Para peserta juga akan mengikuti city tour ke Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, sebagai bagian dari agenda pengenalan budaya dan keberagaman Indonesia.

Seluruh rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Closing & Awarding Ceremony, yang menjadi momen pengumuman dan penghargaan bagi para peserta berprestasi.

Sebagai tuan rumah, Indonesia berkesempatan memperkenalkan potensi pendidikan dan talenta peserta didik kepada dunia, sekaligus memperluas jejaring pendidikan internasional dan memberikan pengalaman berharga bagi generasi muda Indonesia.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah

Published

on

By

Jadi Tuan Rumah Mayors Talk APEKSI, Kota Bogor Bagikan Inovasi Pengelolaan Sampah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kota Bogor menjadi tuan rumah Mayors Talk: Climate and Urban Resilience 2026 yang digelar Komisariat Wilayah (Komwil) III Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan ucapan selamat datang kepada para wali kota dan delegasi yang hadir.

Sesuai tema “Climate and Urban Resilience”, ia menyampaikan berbagai langkah dan tahapan yang dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menjaga serta memperbaiki lingkungan hidup, khususnya dalam pengelolaan persampahan.

Baca juga: Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Wali Kota juga memperkenalkan seorang anak muda berusia 31 tahun yang memiliki perusahaan Rekosistem dalam pengelolaan sampah, yang kini berkolaborasi menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor.

“Dalam climate dan tentang ketangguhan kota, harus ada peran-peran generasi muda. Banyak anak-anak muda yang sudah bergerak memberikan peran dalam melestarikan lingkungan hidup. Salah satunya Rekosistem yang melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dengan mengelola sampah. Kemudian kami juga menghadirkan Waste Station di Balai Kota Bogor untuk memudahkan masyarakat dan harga yang ditawarkan lebih tinggi ketika warga menurunkan sampahnya di sini,” ucap Dedie Rachim dalam sambutannya di Balai Kota Bogor, Senin, 28 September 2026 malam.

Ia menambahkan, dengan apa yang sudah dilakukan Kota Bogor, juga membuka peluang agar praktik tersebut dapat diterapkan di kota-kota lain di Indonesia.

Selain di sektor hulu, di sektor hilir Kota Bogor juga sudah tidak menerapkan sistem open dumping, melainkan sejak beberapa tahun lalu telah melakukan controlled landfill dan saat ini sedang dalam proses pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL).

Apa yang dilakukan Kota Bogor ini juga diapresiasi oleh APEKSI yang akan membawa praktik baik tersebut ke kota-kota lain di Indonesia. Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Pengurus Pusat APEKSI yang juga Wali Kota Pekalongan, Achmad Afzan Arslan Djunaid mengatakan, apa yang dilakukan Kota Bogor sangat menginspirasi.

Baca juga: JPO Bakal Dibangun, PKL Jalan MA Salmun Diminta Berpindah ke Pasar

Menurutnya, generasi muda harus dilibatkan dan diikutsertakan dalam membantu serta berkolaborasi dengan pemerintah, khususnya dalam menjaga dan memperbaiki lingkungan hidup.

“Pemerintah itu harus berkolaborasi dan ini luar biasa. Barang bekas semua bisa masuk dan diolah. Ini kolaborasi luar biasa. Dan sesama pemerintah juga harus berkolaborasi dalam membangun kota tangguh,” katanya.

Direktur Eksekutif Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Alwis Rustam mengatakan, kegiatan ini diikuti oleh 25 kota yang tergabung dalam Komwil III APEKSI.

“25 kota ini datang ke Bogor karena memang Bogor sangat konsen dan semangat. Bahkan ketika menjadi tuan rumah, Bogor ini ingin berbagi berbagai hal baik,” ujar Alwis.

Berbagai program yang ada di Kota Bogor dapat diadopsi oleh kota-kota lain, seperti keberadaan Waste Station serta langkah Pemkot Bogor dalam menangani dan mengolah sampah. Terlebih, saat ini Kota Bogor sedang berproses membangun PSEL yang merupakan Proyek Strategis Nasional (PSN).

“PSEL juga yang paling terdepan implementasi dari PSN. Jadi Bogor ini akan berbagi apa yang sudah dilaksanakan dan dijalankan kepada Komwil III yang hadir, baik kepala daerah hingga dinas dan perangkat daerah yang juga hadir,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula

Published

on

By

Edukasi Pemilih Pemula, Bawaslu Goes To School SMK Ranti Mula
Ketua Bawaslu Kota Bogor memberikan sosialisasi demokrasi dan kepemiluan pada siswa siswi SMK Ranti Mula, Senin, 28 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Bogor kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesadaran demokrasi di kalangan generasi muda melalui kegiatan Bawaslu Goes To School yang digelar pada Senin, 28 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu Kota Bogor mengunjungi SMK Ranti Mula untuk berdiskusi bersama para siswa dan siswi mengenai demokrasi, kepemiluan, serta peran penting generasi muda dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kegiatan ini menjadi salah satu upaya Bawaslu Kota Bogor dalam memberikan edukasi kepemiluan kepada pelajar sebagai calon pemilih dan pemilih pemula.

Melalui dialog interaktif tersebut para peserta diajak untuk memahami pentingnya partisipasi aktif dalam proses demokrasi sebagai sarana menentukan arah pembangunan dan masa depan bangsa.

Baca juga: Kunjungan Perpustakaan Kota Bogor Tembus 400 Orang Setiap Hari 

Ketua Bawaslu Kota Bogor, Herdiyatna menjelaskan, tugas, fungsi, dan kewenangan Bawaslu sebagai lembaga yang bertugas mengawasi seluruh tahapan pemilu dan pemilihan.

Ia menegaskan bahwa demokrasi yang berkualitas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk generasi muda.

Pada kesempatan yang sama, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Bawaslu Kota Bogor, Salman Alfarisi menyampaikan materi mengenai hak dan kewajiban warga negara dalam kehidupan demokrasi.

Ia mengajak para siswa untuk memahami bahwa hak pilih merupakan bagian penting dari hak konstitusional yang perlu digunakan dengan bijak ketika telah memenuhi syarat sebagai pemilih.

Selain memiliki hak, Salman juga mengingatkan bahwa setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga nilai-nilai demokrasi, menghormati perbedaan pendapat, serta berpartisipasi secara positif dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca juga: Pohon Tumbang di Baranangsiang Bogor, 4 Orang Terluka

Sementara itu, Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (P2HM) Bawaslu Kota Bogor, Ahmad Fathoni, memberikan motivasi kepada para siswa untuk membangun mentalitas yang kuat dalam meraih cita-cita.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga oleh karakter, kedisiplinan, dan keteguhan dalam menghadapi berbagai tantangan.

Melalui kegiatan Bawaslu Goes To School, Bawaslu Kota Bogor berharap semakin banyak generasi muda yang memahami pentingnya demokrasi, memiliki kesadaran politik yang baik, serta mampu menjadi pemilih yang cerdas, kritis, dan bertanggung jawab pada masa yang akan datang.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer