Berita
128 Spesies Kupu-Kupu Ditemukan di Kampus IPB University
KlikBogor – Keanekaragaman hayati di kampus IPB Dramaga kembali terkonfirmasi lewat temuan terbaru hingga 2025 tercatat ada 128 spesies kupu-kupu.
Dari jumlah tersebut beberapa jenis spesies kupu-kupu di antaranya Graphium agamemnon, Graphium sarpedon, Losaria coon, Pachliopta aristolochiae, Papilio demoleus, dan Papilio memnon.
Data ini menunjukkan bahwa kawasan kampus IPB University tidak hanya berfungsi sebagai pusat pendidikan dan penelitian, tetapi juga menjadi habitat utama bagi satwa penyerbuk sekaligus indikator kesehatan ekosistem.
Dosen Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) IPB University, Dr Abdul Haris Mustari, mengungkapkan keberadaan kupu-kupu yang melimpah, menunjukkan ekosistem yang sehat dan biodiversitas tumbuhan yang tinggi.
Kampus IPB University memiliki berbagai tipe habitat dengan ragam tumbuhan pakan, sehingga kawasan ini dihuni kupu-kupu dalam jumlah besar.
“Lingkungan kampus yang hijau dan asri mendukung siklus hidup kupu-kupu, meski sebagian besar hanya berlangsung beberapa hari hingga beberapa minggu. Beberapa jenis seperti kupu-kupu sayap burung (Ornithoptera) bisa hidup 2–3 bulan,” ujar Mustari dikutip Rabu, 8 Oktober 2025.
Baca juga: Rahasia Dibalik Tulang Ikan Bandeng yang Mudah Ditarik
Ia menjelaskan bahwa setiap jenis kupu-kupu membutuhkan tumbuhan pakan dan inang untuk meletakkan telurnya yang spesifik (plant specific).
“Karena itu, keanekaragaman jenis kupu-kupu sangat dipengaruhi oleh keanekaragaman tumbuhan di suatu kawasan,” imbuhnya.
Pada umumnya kupu-kupu menyukai tumbuhan dari famili jeruk-jerukan (Rutaceae). Namun, tumbuhan lain seperti kembang sepatu, soka, tembelekan, pacing, harendong, bunga kamboja, melati, bunga kupu-kupu, kaliandra, bungur, hingga jakaranda juga menjadi favorit bagi berbagai jenis kupu-kupu.
Dengan demikian, kata Mustari, kunci meningkatkan keanekaragaman kupu-kupu adalah memperbanyak jenis tumbuhan berbunga yang disukai serangga ini.
Fenomena menarik lainnya adalah keberadaan spesies kupu-kupu yang terkadang dianggap hilang, namun muncul kembali pada tahun tertentu. Hal ini, menurut Mustari, sangat dipengaruhi ketersediaan tumbuhan pakan.
Jika sumber pakan berkurang, populasi kupu-kupu pun menurun bahkan menghilang sementara, lalu dapat kembali saat kondisi lingkungan mendukung.
“Kupu-kupu merupakan indikator kesehatan lingkungan. Semakin beragam jenis kupu-kupu yang ditemukan, semakin sehat pula ekosistem yang menopangnya,” tegasnya.
Mustari juga mengatakan bahwa keberadaan 128 spesies kupu-kupu di IPB University menjadi bukti nyata bahwa kampus ini memiliki biodiversitas tumbuhan yang kaya, sekaligus menjaga fungsi ekologis sebagai kawasan hijau yang berkelanjutan.
(ary/hrs)
Berita
Baranangsiang: Dari Gerbang Kota jadi Pusat Pertumbuhan Baru
KlikBogor – Kelurahan Baranangsiang merupakan salah satu wilayah di Kecamatan Bogor Timur, yang memiliki posisi strategis sebagai pintu masuk Kota Bogor.
Letak geografis ini menjadikannya simpul penting dalam mendukung aktivitas ekonomi sekaligus mobilitas masyarakat, baik dari dalam maupun luar daerah.
Kelurahan ini dikenal memiliki sejumlah potensi unggulan, khususnya di sektor ekonomi dan transportasi. Keberadaan Terminal Penumpang Tipe A Baranangsiang yang terintegrasi dengan akses Tol Jagorawi menjadikan wilayah ini sebagai pusat pergerakan orang dan barang yang sangat strategis.
Sementara denyut ekonomi Baranangsiang terasa dari kawasan ini yang dipenuhi restoran dan kafe menjadikan magnet yang menarik bagi wisatawan dari luar kota.
Baca juga: Katulampa Punya Wahana Ngalun yang Kini Terus Dikembangkan
Lurah Baranangsiang, Palahudin, menyampaikan bahwa wilayahnya bukan sekadar jalur perlintasan, melainkan telah berkembang menjadi pusat pertumbuhan baru di Kota Bogor.
“Baranangsiang bukan hanya sekadar perlintasan, tapi pusat pertumbuhan. Kami memiliki perpaduan antara kawasan hunian yang teratur, pusat komersial, dan sektor pendidikan yang kuat. Semua ini menjadi modal besar bagi kami untuk terus berkembang,” ujar Palahudin, Jumat, 17 April 2026.
Ia menjelaskan, keberadaan kawasan hunian elite seperti Baranangsiang Indah yang berdampingan dengan area komersial serta pusat pendidikan seperti Universitas Pakuan, menciptakan ekosistem wilayah yang lengkap dan dinamis.
Palahudin juga mengungkapkan kebanggaannya terhadap tingginya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Baca juga: Kota Bogor Menuju Porprov Jabar, 5 Ribu Lebih Atlet Siap Bertanding
Salah satu buktinya adalah prestasi RW05 Baranangsiang Indah yang berhasil meraih juara 2 dan 3 dalam kategori Pemukiman Teratur pada ajang Bogorku Bersih 2024.
Tak hanya itu, kontribusi aktif masyarakat juga turut mendukung keberhasilan Kota Bogor dalam meraih Piala Adipura, melalui sinergi kebersihan yang terjaga di setiap lingkungan RW.
Di sisi lain, pemberdayaan perempuan menjadi fokus utama melalui program Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat Sejahtera (P2WKSS).
Bahkan, RW09 terpilih mewakili Kota Bogor di tingkat Provinsi Jawa Barat dengan berbagai inovasi seperti pelatihan hidroponik dan peternakan ayam untuk mendukung ketahanan pangan keluarga.
(rls/hrs)
Berita
Ruko Mess Karyawan Katering di Kota Bogor Terbakar
KlikBogor – Sebuah ruko di Jalan Durian Raya, Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, terbakar pada Jumat, 17 April 2026.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan pada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 07.08 WIB dan dilaporkan seorang karyawan katering.
Saat kejadian, imbuh Ade, ruko yang digunakan gudang atau mess karyawan katering tersebut dalam kondisi kosong. Ia menduga sumber api berasal dari lantai dua bangunan tersebut.
“Sumber api berasal dari lantai dua ruko, ruko dalam keadaan kosong karena hanya digunakan sebagai gudang atau mess karyawan catering,” katanya.
Baca juga: Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
Petugas pemadam kebakaran yang tiba di lokasi kejadian langsung berjibaku memadamkan api. Pemadaman api melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran.
“Situasi akhir berhasil dipadamkan. Lama pemadaman 20 menit,” ujarnya.
Ade memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerugian materi diperkirakan mencapai Rp20 juga hingga Rp50juta.
Sementara ini untuk penyebab kebakaran belum diketahui, dibutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
(ckl/hrs)
Berita
Lansia Hanyut di Cilebut Timur Ditemukan Meninggal Usai 5 Hari Pencarian
KlikBogor – Lansia laki-laki berinisial US (77), yang diduga hanyut terbawa arus Sungai Ciliwung di Desa Cilebut Timur, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, akhirnya ditemukan.
Tim SAR gabungan menemukan korban pada Rabu, 15 April 2026 siang atau hari kelima pencarian dalam kondisi meninggal dunia.
Baca juga: Lansia 77 Tahun di Cilebut Timur Diduga Hanyut, SAR Lakukan Pencarian
Katim Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, menjelaskan korban ditemukan sejauh 21 kilometer dari lokasi awal dilaporkan hanyut.
“Korban sudah ditemukan pukul 11.30 WIB dengan jarak 21 km dalam keadaan meninggal dunia,” kata Andi, Kamis, 16 April 2026.
Baca juga: Puluhan Rumah Warga di Tegallega Diterjang Banjir Lintasan
Ia menambahkan, jasad korban saat ditemukan dalam posisi terlentang terlilit jala di pinggir Sungai Ciliwung dekat perumahan Taman Anyelir 3.
Setelah dievakuasi, jenazah korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit PMI Kota Bogor untuk dilakukan pemulasaraan.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi5 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita9 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
