Connect with us

Serba Serbi

Tren Konsumsi Minuman Manis Melonjak, Ahli IPB Ingatkan Hal Ini

Published

on

Tren Konsumsi Minuman Manis Melonjak, Ahli IPB Ingatkan Hal Ini
Ilustrasi minuman manis. Dok. Pixabay.

KlikBogor – Dosen Departemen Gizi Masyarakat Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz) IPB University, Zuraidah Nasution, menjelaskan bahwa berbagai studi menunjukkan konsumsi sugar sweetened beverages (SSB) atau minuman berpemanis di Indonesia meningkat tajam dalam dua dekade terakhir.

Tak hanya itu, bahkan Indonesia pernah tercatat sebagai salah satu negara dengan konsumsi minuman berpemanis tertinggi di kawasan Asia.

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan rata-rata gula yang dikonsumsi dari minuman berpemanis saja dapat mencapai sekitar 50 persen dari batas harian yang dianjurkan.

“Bayangkan, 50 persen itu hanya dari minuman saja. Belum dari makanan atau produk olahan lainnya yang juga mengandung gula tambahan,” kata Zuraidah dalam keterangannya dikutip Rabu, 25 Maret 2026.

Ia menyebut, kondisi ini diperparah dengan mudahnya akses terhadap minuman manis, mulai dari minuman kemasan hingga minuman siap saji, seperti teh manis, boba, atau kopi kekinian yang sering kali tidak mencantumkan informasi kandungan gula secara jelas.

Ia menjelaskan bahwa batas asupan gula yang dianjurkan per hari adalah sekitar 10 persen dari kebutuhan energi harian.

“Jika rata-rata kebutuhan energi 2.000 kilokalori, maka sekitar 50 gram gula atau setara empat sendok makan,” imbuhnya.

Menurutnya, kebiasaan mengonsumsi minuman manis sering kali terbentuk sejak usia anak dan dapat terbawa hingga dewasa.

Oleh karena itu, peran orang tua sangat penting dalam membentuk pola konsumsi yang lebih sehat.

Ia menyarankan orang tua untuk tidak terbiasa menyimpan minuman berpemanis di rumah serta mengajak anak membaca label informasi nilai gizi pada kemasan.

“Secara sederhana, kita bisa mengurangi kemungkinan anak menjadi ketergantungan pada minuman berpemanis. Misalnya dengan tidak menyetok minuman manis di rumah atau mengajak anak memilih minuman dengan kandungan gula yang lebih rendah,” katanya.

Meski demikian, Zuraidah menegaskan agar tidak harus sepenuhnya menghindari minuman manis, tetapi perlu mengatur konsumsi gula secara bijak.

“Bukan berarti tidak boleh sama sekali, tetapi kita yang mengatur. Batasi jumlahnya, perhatikan total gula yang dikonsumsi dalam sehari, dan imbangi dengan pola hidup sehat seperti konsumsi sayur dan buah, aktivitas fisik, serta istirahat yang cukup,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Bakso Tulang Rangu Teh Mira jadi Buruan Pecinta Kuliner saat Libur Lebaran

Published

on

By

Bakso Tulang Rangu Teh Mira jadi Buruan Pecinta Kuliner saat Libur Lebaran
Warung Bakso Tulang Rangu Teh Mira ramai diserbu pembeli setelah beroperasi kembali pada hari kedua Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Bagi para pecinta bakso, mie ayam, dan sotomie, warung Bakso Tulang Rangu Teh Mira bisa menjadi pilihan favorit saat libur Lebaran.

Setelah sempat tutup selama beberapa hari di bulan Ramadan, warung yang berlokasi di Jalan Margabhakti, tepatnya seberang GOR Bogor Selatan, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, kembali beroperasi.

Warung yang menyediakan bakso tulang rangu, mie ayam, dan sotomie ini mulai beroperasi kembali pada hari kedua Lebaran, Minggu, 22 Maret 2026, dan langsung diserbu pembeli.

Pemilik Warung, Mira, mengatakan bahwa selama Ramadan warungnya sempat tutup sementara, meski sempat buka beberapa hari sebelum akhirnya kembali libur menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Hari Lebaran kedua ini kita baru buka. Waktu awal bulan puasa tutup, sempat buka beberapa hari, lalu menjelang Idulfitri tutup lagi. Baru buka lagi di hari kedua Lebaran, dan Alhamdulillah ramai,” ujar Mira kepada awak media dikutip Selasa, 24 Maret 2026.

Menurutnya, para pembeli kali ini tidak hanya berasal dari warga sekitar. Banyak pelanggan justru datang dari luar daerah, terutama para pemudik atau rombongan yang melintas di jalur tersebut.

“Pembeli ada yang pelanggan tetap, tapi karena masih suasana Lebaran, kebanyakan justru dari luar daerah. Ada yang habis ziarah, ada juga yang selesai silaturahmi dengan keluarga,” katanya.

Meski baru kembali buka, Mira mengaku dagangannya langsung laris manis hingga ratusan porsi dalam waktu singkat.

Ia juga telah mengantisipasi lonjakan pembeli dengan menambah stok dagangannya, seperti yang dilakukan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya saat libur Lebaran, kami selalu menambah stok. Kami usahakan semua pembeli bisa kebagian, apalagi yang datang dari jauh, kasihan kalau tidak dapat,” tuturnya.

Meski ia sudah menambah stok, namun tetap ada pembeli yang datang kehabisan.b”Kita sudah tambah stok, tapi tetap aja ada beberapa pembeli yang datang tapi sudah kehabisan,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Ratusan Petugas Kebersihan hingga PHL Terima Santunan di Balai Kota Bogor

Published

on

By

Ratusan Petugas Kebersihan hingga PHL Terima Santunan di Balai Kota Bogor
Petugas kebersihan, petugas pertamanan, dan pegawai harian lepas menerima santunan di Masjid At-Taqwa Kompleks Balai Kota Bogor, pada Senin, 16 Maret 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Sebanyak 400 petugas kebersihan, petugas pertamanan, dan pegawai harian lepas (PHL) menerima santunan di Masjid At-Taqwa Kompleks Balai Kota Bogor, pada Senin, 16 Maret 2026.

Kegiatan santunan bersama Kesra tersebut diserahkan oleh Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kota Bogor, Yantie Rachim.

Adapun para petugas tersebut terdiri dari 100 orang anggota Dinas Lingkungan Hidup (DLH), 100 orang anggota Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim), dan 200 orang pegawai harian lepas Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor.

Yantie Rachim menjelaskan bahwa kegiatan santunan ini menjadi bagian dari semangat berbagi di bulan suci Ramadan sekaligus sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para petugas yang selama ini berperan penting dalam menjaga kebersihan dan keindahan Kota Bogor.

“Alhamdulillah kegiatan ini kami lakukan dalam rangka bulan suci Ramadan, bulan berbagi. Kalau memang kita ada kelebihan, kenapa juga kita tidak berbagi kepada mereka yang membutuhkan,” ujarnya.

Ia menyampaikan bahwa para petugas lapangan ini memiliki kontribusi yang besar dalam berbagai penghargaan yang diraih Kota Bogor, khususnya di bidang kebersihan dan lingkungan.

“Mereka adalah orang-orang yang sangat berjasa sekali. Terutama penghargaan-penghargaan yang sudah kita raih terkait kebersihan, itu kan merekalah yang bekerja keras. Mereka bekerja di lapangan, tidak kenal lelah dari pagi sampai pagi lagi untuk Kota Bogor,” ungkap Yantie Rachim.

Sementara itu, Plt. Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kota Bogor, Aep Saepuloh, menjelaskan kegiatan ini hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, serta organisasi pengelola zakat (opz).

Ia menambahkan bahwa bantuan yang diberikan berupa uang tunai agar dapat dimanfaatkan secara lebih fleksibel oleh para penerima.

“Bantuan yang kita berikan berupa uang, karena mudah-mudahan uang itu lebih fleksibel untuk pemakaiannya dan mudah-mudahan ini bermanfaat bagi mereka,” ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Baznas Kota Bogor, Subhan Murtadla, menyampaikan apresiasi kepada para petugas yang disebutnya sebagai pejuang lingkungan.

Ia mengatakan bahwa melalui momentum Ramadan, Baznas bersama para mitra ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan penghargaan kepada para petugas yang telah bekerja dengan penuh dedikasi.

“Para pejuang lingkungan ini yang membuat Kota Bogor meraih berbagai penghargaan. Alhamdulillah, karena keikhlasan dan kerja sungguh-sungguh dari bapak ibu semuanya, Bogor menjadi bersih dan nyaman,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor 

Published

on

By

Balap Lari Malam Akan Diusulkan di Setiap Kecamatan Kota Bogor 
Peserta tengah adu balap lari malam di kawasan Alun-Alun Kota Bogor tepatnya Jalan Dewi Sartika, Sabtu, 14 Maret 2026. Foto/KlikBogor.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Muttaqin, mengatakan akan mengusulkan kegiatan balap lari malam yang mendapat antusias dari masyarakat dapat digelar di setiap kecamatan di Kota Bogor.

Hal itu dikatakan Jenal usai menghadiri kegiatan tersebut di kawasan Alun-Alun Kota Bogor tepatnya di Jalan Dewi Sartika, Sabtu malam, 14 Maret 2026.

“Kalau ini (balap lari malam) sebagai alternatif dan evaluasi ke depan ternyata respons pemuda pemudi cukup positif dan tidak disalahgunakan dan disalahartikan, insyaallah saya akan sampaikan ke Pak Wali Kota di setiap kecamatan ada,” ujarnya.

Baca juga: Polresta Bogor Kota Gelar Balap Lari Malam di Alun-Alun, Warga Diajak Ikut

Jenal mengungkapkan bahwa antusiasme masyarakat dalam kegiatan ini di luar perkiraan. Awalnya ia memperkirakan peserta yang hadir hanya puluhan orang, namun kenyataannya jumlah warga yang datang jauh lebih banyak.

“Pikir saya yang hadir puluhan, tapi faktanya antusias warga para pemuda-pemudi Kota Bogor dengan kegiatan positif ini mereka datang secara sukarela dan menyaksikan bahkan peserta terus bertambah,” ujarnya.

Ia menjelaskan, berdasarkan data awal jumlah peserta yang mendaftar sekitar 100 orang. Namun saat pelaksanaan di lapangan, jumlah tersebut bertambah secara spontan.

“Dari hasil diskusi, yang daftar awalnya 100 orang, tapi secara on the spot di lapangan bertambah 50 orang dan bahkan terus bertambah,” katanya.

Meski begitu, durasi kegiatan tetap dibatasi mengingat pelaksanaan masih dalam suasana bulan Ramadan.

“Cuman durasi tetap dibatasi karena ini masih bulan Ramadan untuk persiapan sahur,” jelas Jenal.

Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap dapat menjadi alternatif aktivitas positif bagi para pemuda di Kota Bogor sehingga terhindar dari kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun masyarakat.

Baca juga: Balap Lari Malam Perdana di Kota Bogor Disambut Antusias Warga

Selain itu, kegiatan tersebut juga dinilai memberikan banyak manfaat, mulai dari mempererat persaudaraan antarwarga hingga menghadirkan aktivitas olahraga yang menyehatkan.

“Manfaatnya tentu mempererat tali persaudaraan, ada aktivitas olahraga juga, dan ini menjadi momen yang cukup membanggakan,” katanya.

Jenal juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Balap lari malam ini diinisiasi oleh Polresta Bogor Kota bekerjasama dengan Pemkot Bogor, Kormi Kota Bogor, dan KNPI Kota Bogor.

“Saya mewakili Pemkot Bogor, juga Pak Wali Kota, mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Dengan anggaran yang minim tapi hasilnya luar biasa, masyarakat ikut senang, pedagang juga banyak yang jajan,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer