Connect with us

Berita

Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Rancamaya, Tampung 2.000 Siswa

Published

on

Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Rancamaya, Tampung 2.000 Siswa
Pematangan lahan yang akan digunakan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.

Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas pendidikan berasrama bagi sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, saat ini Pemkot Bogor masih melakukan evaluasi terhadap bidang tanah yang akan dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat.

“Yang pertama saya minta evaluasi terutama terkait bidang (tanah) yang akan kita kerjasamakan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia membangun Sekolah Rakyat Bogor Kota,” kata Dedie Rachim usai meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya, Rabu, 23 September 2026.

Ia melihat terdapat sejumlah aset pemerintah daerah di sekitar lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk menunjang keberadaan Sekolah Rakyat.

Sekolah Rakyat di Rancamaya akan menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA. Para siswa merupakan warga Kota Bogor yang berasal dari keluarga prasejahtera.

“Kenapa saya memprioritaskan? Karena yang akan sekolah di sini SMP dan SMA itu ada kurang lebih sampai dengan 2.000 siswa. 2.000 siswa yang notabene mereka adalah warga Kota Bogor dari keluarga prasejahtera,” ujarnya.

Dedie Rachim mengatakan, konsep Sekolah Rakyat akan memberikan pendidikan dengan sistem asrama atau boarding. Selain pendidikan, para siswa nantinya akan memperoleh fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar dan kehidupan mereka selama berada di sekolah.

Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga mereka.

“Kalau mereka bisa bersekolah di sini, boarding, asrama, kemudian mendapatkan pendidikan yang baik dengan lokasi yang tentu ke depan akan bisa merubah nasib keluarga mereka,” katanya.

Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor

Menurutnya, akses pendidikan yang memadai dapat menjadi salah satu jalan bagi keluarga prasejahtera untuk meningkatkan kesejahteraan. Terlebih, Sekolah Rakyat dirancang agar peserta didik memperoleh pendidikan tanpa biaya.

“Sekolahnya gratis, mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang memadai, dengan fasilitas sarana prasarana juga yang memadai, tentu nantinya ke depannya akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga yang selama ini mungkin masih prasejahtera, tidak ada akses ke pemberdayaan dan juga perbaikan mutu maupun lain-lain,” ucapnya.

Total lahan yang disiapkan untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat mencapai 5 hektare. Dari total luasan tersebut, saat ini proses land clearing atau pematangan lahan dilakukan pada area sekitar 2,5 hektare.

Area tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk bangunan utama. Sebagian akan dimanfaatkan untuk sarana penunjang, sementara bagian lainnya tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka.

Namun, Pemkot Bogor masih melakukan kajian terhadap kondisi lahan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan. Pasalnya, lokasi tersebut memiliki kontur yang cukup beragam dan terdapat sejumlah bagian yang cukup terjal.

“Kalau dari secara keseluruhan lahan ini kan berkontur. Saya juga berpikir masih ada aset kita yang dipakai oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Saya pikir kita juga harus berpikir ini bagaimana kita prioritaskan untuk masyarakat Kota Bogor yang akan masuk di Sekolah Rakyat,” ujarnya.

Dedie Rachim menekankan aspek keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pemanfaatan lahan.

Menurutnya, kondisi medan harus diperhitungkan agar konstruksi bangunan dan fasilitas sekolah nantinya aman bagi siswa yang belajar sekaligus tinggal di lokasi tersebut.

Dedie Rachim menjelaskan, tahapan yang sedang berlangsung saat ini adalah pematangan lahan. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026.

Setelah tahapan itu selesai, Pemkot Bogor bersama pihak terkait akan membahas rencana pembangunan fisik Sekolah Rakyat secara lebih detail.

“Saat ini baru pematangan lahan sampai dengan 9 November 2026. Setelah itu baru kita akan bicara mengenai rencana pembangunan,” katanya.

Baca juga: 2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya

Karena itu, hingga 9 November mendatang Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aset yang berada di sekitar kawasan.

Aset-aset tersebut akan dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan Sekolah Rakyat sehingga kawasan sekolah dapat memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa.

Ia menambahkan, aspek keselamatan, konstruksi, kontur tanah, hingga penataan ruang terbuka menjadi bagian yang masih harus dibahas sebelum pembangunan dilanjutkan.

“Makanya ini kita lihat indah tempat ini kalau nanti dibangun, tetapi kita harus memikirkan juga bagaimana sisi safety-nya, sisi konstruksinya, kontur tanahnya dan lain sebagainya. Jadi masih ada hal-hal yang harus kita bahas secara detail,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, lahan yang kini disiapkan untuk Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan kawasan terminal agribisnis yang telah ada sejak 2004.

Namun, menurut Dedie Rachim, fasilitas tersebut tidak beroperasi secara penuh karena terkendala akses menuju lokasi.

Akses kawasan dari arah Warung Nangka dinilai masih sempit. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi apabila kawasan tersebut nantinya menjadi kompleks pendidikan yang menampung ribuan siswa.

Ia telah berkomunikasi dengan dinas terkait baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor untuk membahas kemungkinan pelebaran akses jalan dari ruas Bogor-Sukabumi menuju Warung Nangka hingga ke kawasan Sekolah Rakyat.

“Warung Nangka ini kan sempit. Saya sudah bicara juga dengan Kadis PU Kabupaten, Kadis PU Kota, bagaimana caranya jalan dilebarin dari Jalan Raya Bogor-Sukabumi masuk ke Warung Nangka agak lebar, masuk ke Sekolah Rakyat,” tuturnya.

Selain Sekolah Rakyat di Rancamaya, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendidikan lain di wilayah Bogor Selatan.

Dedie Rachim menyebut lahan untuk pembangunan SMA Negeri 12 di Kertamaya telah dipersiapkan. Selain itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan SMP Negeri 24 di Kertamaya, tepatnya di belakang GOR Bogor Selatan.

Ia mengatakan, pembangunan dan penyediaan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor meningkatkan kualitas pembangunan manusia di wilayah Bogor Selatan melalui akses pendidikan dan sarana prasarana yang lebih memadai.

“Memang kita ingin Bogor Selatan ini indeks pembangunan manusianya meningkat dengan sarana prasarana pendidikan yang lebih memadai,” katanya.

Adapun Sekolah Rakyat di Rancamaya akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Tahapan yang saat ini pengerjaan pematangan lahan dengan nilai Rp2,7 miliar.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah

Published

on

By

Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
Rapat persiapan konsolidasi website PWI di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, Selasa, 22 September 2026. Dok. PWI Pusat

KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat transformasi dan konsolidasi organisasi di ruang digital.

Setelah meluncurkan podcast PWI Channel, PWI kini mempersiapkan konsolidasi 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia yang akan di-grand launching secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.

Persiapan konsolidasi website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026.

Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir yang didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, pengurus PWI Pusat lain, serta puluhan pengurus PWI Daerah selaku admin portal daerah yang bergabung melalui zoom.

Dalam rapat tersebut dibahas kesiapan jaringan website PWI, aktivasi portal di seluruh daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah menjelang peluncuran serentak 1 Oktober 2026.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website PWI saat ini telah memasuki tahap akhir.

Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan selanjutnya akan diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin menjelang peluncuran resmi.

“Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir dalam keterangannya.

Menurutnya, keberadaan 38 portal daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari pusat hingga daerah.

Melalui jaringan ini, kegiatan organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga berbagai isu dari daerah dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI.

“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir.

Menjelang grand launching, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten.

Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Masing-masing daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari.

“Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya.

Untuk memperkuat sinergi konten antara PWI Pusat dan PWI Daerah, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat.

Sinergi tersebut diharapkan memungkinkan konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi dari pusat juga dapat terdistribusi secara efektif hingga ke daerah.

Akhmad Munir menekankan, transformasi digital PWI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur website.

Penguatan jaringan digital juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.

“Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya.

PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital

Konsolidasi 38 portal daerah melanjutkan langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi berbasis digital.

Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal untuk menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya.

Konten perdana PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber.

Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari seluruh Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audio visual dan perbincangan dengan berbagai narasumber.

“PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir.

Melalui 38 portal daerah yang terkonsolidasi dengan PWI Pusat serta diperkuat PWI Channel, PWI ingin membangun jaringan komunikasi organisasi yang mampu menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat

Published

on

By

Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 22 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor resmi digelar di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 22 September 2026. Peserta MTQ ke-45 dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, pelaksanaan MTQ tahun ini tetap dapat diselenggarakan meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.

“Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan MTQ yang ke-45 di tengah kondisi fiskal daerah yang memang terbatas,” ujar Dedie Rachim, usai membuka MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor.

Dengan mengangkat tema “Menjadikan Kota Bogor Menjadi Kota Religius, Maju dan Berkeadaban”, menurutnya, ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Bogor, baik infrastruktur maupun manusia.

Pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi salah satu tonggak dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Yang namanya pelaksanaan kegiatan MTQ dalam rangka pembangunan manusia harus menjadi tonggak bagaimana kemudian kita bina anak-anak yang berakhlakul karimah, yang saleh dan salehah, yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Kota Bogor yang menjadikan Alquran sebagai pedoman dan juga pegangan hidup,” katanya.

Baca juga: Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili menjelaskan, MTQ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terkonsep, terstruktur, dan terukur.

Para juara MTQ tingkat Kota Bogor akan dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk berlaga pada MTQ tingkat Jawa Barat, bahkan nasional.

“MTQ itu kegiatan rutin, tetap rutin, terkonsep, terstruktur, terukur, karena juara dari MTQ ini akan menjadi duta Kota Bogor di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional,” kata Ade.

Ade berharap MTQ juga mampu membangun kesamaan nilai di tengah masyarakat Kota Bogor, dengan menjadikan Alquran bukan hanya untuk dibaca dan dipelajari, tetapi juga dipedomani dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan pekerjaan dan keahlian masing-masing.

Ia memaparkan, peserta MTQ ke-45 merupakan utusan dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Setiap kecamatan mengirimkan peserta pada berbagai cabang yang diperlombakan.

“Alhamdulillah setiap kecamatan mengirimkan peserta penuh dari yang kita mohonkan. Mulai dari tilawah anak-anak, tartil remaja dan dewasa, tahfiz dari satu juz hingga 30 juz, kaligrafi, serta sejumlah perlombaan yang dilaksanakan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim (BKMM), seperti lomba asmaul husna, qasidah, maulid, dan cerdas cermat syarhil quran,” urainya.

Baca juga: Digelar 10 Hari, BiiFest 2026 Hadirkan MTQ hingga Duta Cendekia Muda

Menurut Ade, keterlibatan seluruh kecamatan dalam MTQ menjadi gambaran mengenai bagaimana kegiatan keagamaan di tingkat wilayah tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan umat serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Nantinya pemenang satu, dua dan tiga akan dibina menjadi perwakilan Kota Bogor untuk masuk ke Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada April 2027 di Kota Bandung,” terangnya.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir Kota Bogor konsisten berada di jajaran lima besar pada MTQ tingkat Jawa Barat.

“Pada 2025, Kota Bogor menempati peringkat keempat, setelah pada 2024 berada di peringkat kedua. Sementara pada 2023 Kota Bogor berada di peringkat keenam dan pada 2022 menempati peringkat kelima. Jadi kita selalu mendapatkan peringkat lima besar dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat,” tandasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target

Published

on

By

Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target
Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau progres pembangunan kawasan GOR Pajajaran, Selasa, 22 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau langsung progres pembangunan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan itu dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek fisik berjalan sesuai dengan perencanaan dan kriteria spesifikasi yang ditetapkan, menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar November 2026.

​Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi III DPRD Kota Bogor memantau pengerjaan Tribun Barat GOR Pajajaran serta mengecek fasilitas lapangan, lintasan jogging track yang telah rampung, hingga lintasan atletik yang masih dalam tahap pengerjaan (on progress).

​Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasinya atas capaian kualitas material dan pengerjaan di lapangan. Ia berharap seluruh proses dapat dirampungkan sesuai dengan batas waktu yang disepakati bersama.

​”Mudah-mudahan target 2 Desember 2026 tercapai. Kami juga berpesan agar aspek keamanan dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Abdul Rosyid di lokasi peninjauan.

​Selain area arena utama, jajaran DPRD Kota Bogor turut meninjau area kolam renang yang dijadwalkan menjadi tempat pertandingan cabang olahraga Pentathlon.

 Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor

Saat ini, arena kolam renang utama telah dapat difungsikan, sementara pengerjaan kolam pemanasan selebar kedalaman 80 centimeter ditargetkan selesai pada akhir November 2026.

​Rombongan juga meninjau sarana Wall Climbing yang didatangkan langsung dari India. Kehadiran berbagai fasilitas berstandar internasional ini diharapkan mampu memacu semangat dan prestasi para atlet lokal Kota Bogor.

​Dalam kesempatan tersebut, Komisi III DPRD Kota Bogor memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan konstruksi, khususnya menyangkut ketepatan waktu serta kesesuaian spesifikasi material.

​Hal tersebut dinilai krusial mengingat Kota Bogor teah bersiap menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 6 November 2026 mendatang.

​Gedung arena GOR Pajajaran dirancang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat duduk di lantai 1, yang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti kafe, ruang rapat, serta area pembelian tiket (ticketing).

Sementara itu, lantai 2 akan difungsikan sebagai ruang kantor pengelola dan kantor Dispora Kota Bogor. Adapun gedung kantor Dispora yang lama direncanakan bakal dibongkar pada rentang akhir September hingga Oktober 2026.

Baca juga: GOR Pajajaran Ditarget Rampung 2027, Tahap II Kini Capai 35 Persen

Menanggapi peninjauan tersebut, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengonfirmasi bahwa progres pengerjaan di kawasan GOR Pajajaran menunjukkan tren yang sangat positif. Bahkan, penyempurnaan area stadion diproyeksikan rampung lebih awal dari jadwal semula.

​”Alhamdulillah progres pembangunan di kawasan GOR Pajajaran berjalan dengan baik. Untuk stadion, progresnya sudah menunjukkan hasil positif, tinggal sedikit lagi penyempurnaan. Kita targetkan akhir Oktober ini sudah selesai, lebih cepat dua bulan dari target awal,” ungkap Anas.

​Anas menjelaskan bahwa ajang Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan mempergunakan sebanyak 17 venue pertandingan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

​”Total venue untuk Porprov ada 17 venue yang tersebar. Untuk cabor menembak di Lapangan Kahuripan Bogor Barat, gantole di Kabupaten Bogor, paralayang di Puncak, bola tangan di Sentul, arung jeram di Pamoyanan, dan untuk cabang beladiri seperti Taekwondo dan Karate akan dipusatkan di GOR,” paparnya.

​Anas optimistis seluruh infrastruktur pendukung dapat diresmikan dan mulai dioperasikan secara penuh pada awal bulan Desember.

​”Kita targetkan tanggal 2 Desember 2026 GOR sudah bisa digunakan secara resmi. Untuk kantor Dispora yang ada di Tribun Timur nanti akan kita tinggikan, dan kantor Dispora yang lama akan kita bongkar pada akhir September atau Oktober ini,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer