Connect with us

Berita

Sambut Kunjungan PM Jepang, Pemkot Bogor dapat Apresiasi

Published

on

Sambut Kunjungan PM Jepang, Pemkot Bogor dapat Apresiasi
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari saat diwawancara wartawan di Balaikota Bogor, pada Sabtu, 11 Januari 2025.

KlikBogor – Penjabat (Pj) Wali Kota Bogor Hery Antasari mengungkapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mendapatkan apresiasi atas keterlibatannya dalam penyambutan kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.

Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan PM  Ishiba di Istana Kepresidenan Bogor pada Sabtu, 11 Januari 2025.

“Hari ini kita menyiapkan penyambutan dengan maksimal dan mendapatkan apresiasi dari Kementerian Luar Negeri, protokol Istana Kepresidenan Bogor, Seskab (Sekretaris Kabinet) dan Setpres (Sekretariat Presiden),” ujar Hery di Balaikota Bogor.

Ia mengatakan, di kegiatan penyambutan kunjungan tamu negara pertamanya Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Bogor, ada sedikit perbedaan dalam pelibatan Pemkot Bogor.

Hery bersyukur semua persiapan yang dilakukan oleh jajarannya ini berjalan dengan baik. Dirinya juga berterima kasih kepada para siswa beserta guru dan warga yang turut menyambut antusias kedatangan PM Ishiba.

Pj Wali Kota mengatakan bahwa Presiden Prabowo sangat detail dalam menyiapkan segala sesuatunya untuk menyambut tamu negaranya.

“Ekspektasinya beliau (Presiden Prabowo) memang sangat detil dan kita alhamdulillah bisa memenuhi ekspektasi, tadi sampai jam 3 untuk mengecek semuanya. Karena ekspektasinya sampai sejauh itu,” katanya.

Dalam kunjungannya, dikatakan Hery, PM Ishiba sampai meminta oleh-oleh 5 eksemplar banner gambar dirinya dan istrinya, Yoshiko Ishiba.

“Tadi mendadak saya telepon Pak (Pj) Sekda turunkan (banner) yang paling rapih karena diminta beliau (PM Ishiba) untuk dibawa ke Jepang,” katanya.

Persiapan penyambutan ini, ujar Hery, merupakan hasil kerja sama semua pihak, termasuk Forkopimda terutama dalam hal pengamanan dan segala sesuatunya semua turun tangan.

“Dan saya tadi mewakili, diundang untuk makan siang bersama delegasi dari Jepang dan tamu negara lain,” imbuhnya.

Ia menjelaskan, pertemuan PM Ishiba dengan Presiden Prabowo guna membahas kerja sama antar kedua negara. Dalam kesempatan itu juga hadir para pengusaha baik dari Indonesia dan Jepang.

“Tadi pertemuan bilateral antara pengusaha Jepang dan pengusaha melalui Kadin pusat yang diundang, di situ ada pembicaraan terpisah berkaitan dengan itu,” katanya.

Sementara Pemkot Bogor dan Pemprov DKI Jakarta hanya mengikuti makan siang kenegaraan bersama dengan tamu negara. Dalam momen ini, sambungnya, ada pembicaraan, namun belum sampai detil ke arah teknis bisnis.

Pihaknya menyampaikan beberapa hal, salah satunya mengenai solusi transportasi untuk Kota Bogor yang diharapkan ada kerja sama melalui pemerintah Indonesia dengan Jepang.

“Hal-hal secara umum, termasuk soal persampahan dan lainnya,” ujarnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer

Published

on

By

Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, Prof Agus Kartono. Dok. IPB University

KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.

Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.

Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.

Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.

Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.

Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.

“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.

Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.

Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.

“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.

Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.

Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.

Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka

Published

on

By

Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan kebakaran rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Minggu, 23 Agustus 2026. Foto/Tangkapan layar video Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.

Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.

Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.

“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.

Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan

Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.

Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor Gelar Muscab, Siap Perkuat Program Sosial dan Kemanusiaan

Published

on

By

Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor Gelar Muscab, Siap Perkuat Program Sosial dan Kemanusiaan
Foto bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dengan pengurus Yayasan Al-Irsyad Kota Bogor dan Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Musyawarah Cabang (Muscab) Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor digelar pada Sabtu, 22 Agustus 2026 malam. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang hadir dalam agenda tersebut mengatakan, Al-Irsyad memiliki sejarah panjang di Kota Bogor. Organisasi tersebut telah berdiri lebih dari 112 tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka 81 tahun lalu.

“Al-Irsyad ini kan sudah berdiri lebih dari 112 tahun. Artinya dengan pengalaman organisasi Al-Irsyad dan berlokasi di wilayah Empang, harapannya tentu Al-Irsyad ini dapat memberikan juga warna bagi Kota Bogor,” kata Dedie Rachim.

Menurutnya, peran Pemuda Al-Irsyad dibutuhkan seiring rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor menata kawasan Empang, termasuk rencana penataan Alun-Alun Empang dan wilayah sekitarnya.

Dedie Rachim meminta pemuda ikut menjaga kondusivitas, kebersihan hingga mendukung berbagai program pembangunan pemerintah.

“Dimulai dari rencana penataan Alun-alun Empang dan sekitarnya melalui kontribusi nyata. Sama-sama kita jaga kondusivitas, yang kedua sama-sama kita jaga kebersihannya, dan yang ketiga tentu kita juga harus aktif dalam mendukung langkah-langkah pemerintah dalam melaksanakan pembangunan,” ujarnya.

Dedie Rachim juga mengapresiasi kepemimpinan Saleh Thalib yang telah memimpin Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor selama tiga tahun terakhir.

Ia berharap siapa pun yang nantinya terpilih sebagai ketua baru dapat melanjutkan kolaborasi dengan Pemkot Bogor.

“Saya berharap banyak kepada Pemuda Al-Irsyad dan mudah-mudahan nanti direspons dengan baik. Siapa pun nanti yang terpilih tetap bisa melanjutkan kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah,” tutur Dedie Rachim.

Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?

Pemuda Al-Irsyad Punya Program Sosial

Ketua Yayasan Al-Irsyad Kota Bogor, Amir Hakim Baweel mengatakan Muscab menjadi momentum, regenerasi kepemimpinan sekaligus memperkuat program sosial Pemuda Al-Irsyad.

Menurut Amir, kepengurusan baru diharapkan dapat meningkatkan peran pemuda dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

“Target untuk pemuda mungkin melanjutkan estafet kepemimpinan yang sudah berlalu untuk lebih meningkatkan mutu tentang sosial, tentang keormasan di Al-Irsyad dan bergerak di bidang sosial,” kata Amir.

Ia menyebut, sejumlah program sosial yang dapat terus dikembangkan, seperti sunatan massal, bantuan untuk korban bencana dan kegiatan kemanusiaan lainnya.

Amir juga memastikan Al-Irsyad akan terus mendukung program Pemkot Bogor, termasuk rencana penataan Lapangan Empang.

“Semua program-program pemerintah yang sudah dicanangkan oleh Wali Kota Bogor kita terus mendukung karena kegiatannya cukup baik untuk kemasyarakatan,” ujarnya.

Menurut Amir, penataan Lapangan Empang menjadi hal yang disambut baik karena lokasi tersebut berada di depan masjid Al-Irsyad.

“Kita sangat bersyukur sebagai warga Al-Irsyad karena itu lapangan depannya masjid. Kalau ditata dengan baik insyaallah akan mencerminkan keislaman kita,” katanya.

Baca juga: PT KAI dan Pemkot Bogor Bakal Tata Bersama Kawasan Stasiun

Muscab Pemuda Al-Irsyad ke-18

Ketua Pemuda Al-Irsyad Kota Bogor, Saleh Thalib mengatakan, agenda utama Muscab ke-18 adalah memilih ketua baru sekaligus melakukan pergantian kepengurusan untuk periode 2026-2029.

“Untuk Muscab ini kurang lebih kita ini Muscab yang ke-18 di Kota Bogor untuk pemilihan ketua Pemuda berikutnya dan juga pergantian roda organisasi kita,” kata Saleh.

Dalam Muscab tersebut terdapat dua kandidat yang akan memperebutkan posisi ketua, yakni Amar Fassa Askar dan Milzam. Sementara jumlah pemilih diperkirakan lebih dari 100 orang yang telah terdaftar sebagai anggota Al-Irsyad.

Saleh mengatakan, selama tiga tahun kepemimpinannya, Pemuda Al-Irsyad telah menjalankan sejumlah program sosial dengan menggandeng pemerintah.

Salah satunya kegiatan ifthor shaimin yang setiap tahun melibatkan ribuan anak yatim dan duafa. Pada 2024 dan 2025, kegiatan tersebut masing-masing menghadirkan sekitar 1.000 anak yatim dan duafa.

“Alhamdulillah di tahun 2026, di terakhir ini di kepengurusan kita, kita bisa kolaborasi sama pemerintah mengadakan agendanya di lapangan Balai Kota dengan menghadirkan sekitar 2.000 anak yatim dan duafa,” ungkapnya.

Selain itu, Pemuda Al-Irsyad juga rutin menyalurkan bantuan beras dan daging kurban kepada masyarakat sekitar Empang. Penyaluran tersebut disebut mencapai sekitar 3.000 bungkus setiap tahunnya.

Saleh berharap program-program positif tersebut dapat diteruskan oleh ketua terpilih.

“Hal-hal yang sudah baik kita lakukan itu wajib dilanjutkan atau mungkin bahkan ditingkatkan seperti tadi ifthor shaimin, kegiatan penyaluran beras dan daging kurban,” ujarnya.

Ia juga berharap kepengurusan baru dapat memperbaiki berbagai kekurangan selama tiga tahun terakhir.

“Harapannya hal-hal yang tiga tahun ke belakang belum terlaksana atau kekurangan-kekurangan di kepengurusan saya bisa diubah menjadi lebih baik,” pungkas Saleh.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer