Connect with us

Serba Serbi

Menjelajahi Jalur Offroad Bukit Pupay di Kota Hujan

Published

on

Menjelajahi Jalur Offroad Bukit Pupay di Kota Hujan
Suasana jalur offroad Bukit Pupay, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Jalur offroad Bukit Pupay bisa menjadi pilihan yang sempurna bagi offroader. Berlokasi di Kelurahan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, tempat ini menawarkan pengalaman yang menantang adrenalin.

Trek offroad ini memiliki panjang lintasan 4 kilometer dengan durasi tempuh kendaraan sekitar 2-3 jam dari start hingga finish.

Pengelola Jalur Offroad Bukit Pupay, Muchtar menjelaskan, jalur yang baru dibuka dua bulan lalu ini tidak hanya untuk komunitas offroad, melainkan juga menjadi bagian dari paket wisata yang ditawarkan oleh hotel di sekitar Bogor.

“Tamu-tamu hotel sering memilih jalur Bukit Pupay untuk aktivitas fun offroad. Selain itu, kami juga menawarkan aktivitas tracking, paintball, dan outbound yang akan segera tersedia,” ujarnya dikutip Minggu, 24 November 2024.

Muchtar menyebutkan jalur ini memiliki pemandangan alam yang indah dengan berbagai objek menarik di sepanjang perjalanannya.

Dengan biaya registrasi Rp100 per orang, peserta dapat menikmati perjalanan menggunakan mobil Land Rover berkapasitas tujuh orang.

Sementara untuk paket lengkap termasuk makanan dan fun offroad, biayanya berkisar antara Rp200-300 per orang.

Pengelola menekankan pentingnya yang berpengalaman bagi peserta yang ingin menjelajahi jalur di Kampung Wisata Bukit Pupay ini.

“Disarankan untuk peserta yang sudah terbiasa dengan kegiatan offroad. Biasanya ada tim rescue dengan teknisi khusus untuk memastikan keamanan perjalanan. Biasanya, dari 10 mobil yang masuk jalur, satu mobil akan disiapkan sebagai kendaraan rescue,” terangnya.

Tak hanya keindahan alam, jalur offroad ini menawarkan tantangan yang memacu adrenalin, termasuk melintasi sungai dan empat tebing curam.

Ke depan, lanjutnya, jalur ini akan terus dikembangkan, termasuk rencana pembangunan rest area untuk tempat istirahat, area campervan, dan fasilitas lain untuk meningkatkan kenyamanan pengunjung.

“Semoga ke depan ada lebih banyak hal yang bisa kami persembahkan untuk pengunjung,” tandasnya.

Dengan kombinasi tantangan, keindahan alam, dan berbagai fasilitas pendukung, pihaknya berharap Kampung Wisata Bukit Pupay menjadi destinasi baru di kota berjuluk Kota Hujan ini bisa dikunjungi para pecinta petualangan dan wisata alam.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Lomba Paduan Suara Hymne Kota Bogor Piala Wali Kota 2026: Menumbuhkan Cinta Kota Lewat Lagu

Published

on

By

Lomba Paduan Suara Hymne Kota Bogor Piala Wali Kota 2026: Menumbuhkan Cinta Kota Lewat Lagu
Salah satu peserta saat tampil dalam babak final Lomba Paduan Suara Hymne Kota Bogor Piala Wali Kota 2026 di Bogor Great Mall, Sabtu, 15 Agustus 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Suasana berbeda terasa di Bogor Great Mall, Sabtu, 15 Agustus 2026. Alunan suara anak-anak sekolah menggema, membawakan Hymne Kota Bogor dalam babak final Lomba Paduan Suara Hymne Kota Bogor Piala Wali Kota 2026.

Lomba yang mempertemukan pelajar dari berbagai jenjang pendidikan itu dibuka Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim. Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk mengenalkan sekaligus menanamkan kecintaan terhadap Kota Bogor melalui sebuah lagu yang kini menjadi hymne resmi daerah.

Dedie Rachim mengaku senang melihat penampilan para peserta. Menurutnya, para pelajar tidak sekadar menyanyikan lagu, tetapi mampu menjiwai setiap bait Hymne Kota Bogor.

“Ini saya sangat senang. Kenapa, karena tadi sudah ditampilkan beberapa sekolah menyanyikan Hymne Kota Bogor. Pertama, mereka sangat menjiwai, dan yang kedua tentu ini punya makna nilai kecintaan kepada Kota Bogor,” ujarnya.

Bagi Dedie Rachim, keberadaan Hymne Kota Bogor perlu lebih sering diperkenalkan kepada masyarakat, terutama generasi muda. Ia berharap kegiatan seperti lomba paduan suara tidak berhenti sebagai ajang perlombaan, tetapi dilanjutkan dengan kegiatan pengenalan dan pembiasaan di lingkungan sekolah.

Baca juga: Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Ia pun meminta Dinas Pendidikan Kota Bogor untuk lebih rutin memperdengarkan Hymne Kota Bogor di sekolah-sekolah. Terlebih, Kota Bogor kini telah memiliki hymne resmi berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2025.

“Ke depan tentu ini harus terus disosialisasikan, dilaksanakan kegiatan-kegiatan seperti ini, bukan hanya lomba, tapi juga mungkin pengenalan lagu,” katanya.

Dedie Rachim menilai Hymne Kota Bogor memiliki kekuatan untuk membangkitkan semangat dan rasa memiliki terhadap daerah. Bahkan, ia mengaku ikut terbawa suasana ketika mendengarkan lagu tersebut dinyanyikan.

“Kalau didengerin benar-benar tuh merinding. Lagunya juga punya makna yang dalam dan enggak membosankan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Rahmat Sabana sebagai pencipta Hymne Kota Bogor. Menurutnya, lagu tersebut dinilai mampu merepresentasikan semangat dan karakter Kota Bogor.

Baca juga: Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Tinggi Badan, Dosen IPB Jelaskan Alasannya

Sementara itu, Ketua TP PKK Kota Bogor, Yantie Rachim mengatakan, sebelumnya Kota Bogor memang belum memiliki lagu hymne resmi.

Setelah dilakukan perlombaan penciptaan Hymne Kota Bogor, akhirnya terpilih satu karya yang kemudian diperkenalkan di lingkungan Pemerintah Kota Bogor. Dari sana, muncul arahan untuk memperluas sosialisasi, khususnya kepada pelajar.

“Mensosialisasikan diawali dari tingkat sekolah dulu. Jadi, membiasakan anak-anak itu dan untuk menghafal lagu Kota Bogor ini karena melalui lagu anak-anak insyaallah akan tumbuh kecintaannya terhadap kota kelahiran mereka atau di Kota Bogor ini,” kata Yantie Rachim.

Antusiasme sekolah pun cukup tinggi meski persiapan lomba terbilang singkat. Sebanyak 86 sekolah dari jenjang SD, SMP, SMA, hingga Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) ambil bagian.

Dari puluhan peserta tersebut, proses penyaringan dilakukan melalui babak semifinal hingga menyisakan 21 peserta yang berhak tampil di babak final.

“Pesertanya yang ikut, karena ini memang agak mendadak persiapannya, ada 86 sekolah dari tingkat SD, SMP, SMA, dan PKBM. Nah, dari 80 sekian ini, kami saring di semifinal, akhirnya keluar 21 SD, SMP, SMA, dan PKBM,” jelasnya.

Rangkaian lomba ini akan berlanjut ke panggung yang lebih besar. Para juara pertama dari masing-masing jenjang nantinya akan dipilih untuk tampil dalam rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026. Mereka akan membawakan Hymne Kota Bogor dalam upacara tersebut.

“Nanti juara satunya kami ambil untuk nanti tanggal 17 Agustus ikut tampil mengisi acara lagu dengan Hymne Kota Bogor,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Serba Serbi

Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Tinggi Badan, Dosen IPB Jelaskan Alasannya

Published

on

By

Kurang Tidur Bisa Pengaruhi Tinggi Badan, Dosen IPB Jelaskan Alasannya
Ilustrasi bayi tidur. Dok. Pixabay/JillWellington

KlikBogor – Kebiasaan tidur terlalu malam atau bergadang ternyata dapat memengaruhi pertumbuhan tinggi badan anak. Hal ini dikonfirmasi dosen IPB University dari Fakultas Kedokteran dan Gizi (FKGiz), dr Ditia Gilang Shah Putra Rahim, SpA, MARS.

“Benar. Kebiasaan tidur terlalu malam dapat memengaruhi tinggi badan anak. Anak yang kurang tidur berisiko memiliki tinggi badan yang lebih pendek. Hal ini berhubungan dengan produksi hormon pertumbuhan yang paling banyak keluar selama anak tidur,” ujarnya.

Ia mengatakan, hormon pertumbuhan diproduksi oleh kelenjar pituitari di otak dan mencapai puncaknya saat fase deep slow-wave sleep (SWS), yaitu bagian dari fase tidur non-rapid eye movement (NREM).

Pada fase tersebut, hormon pertumbuan dilepaskan ke aliran darah menuju kejaringan yang berperan memperbaiki jarinhan, membangun otot dan memperkuat tulang.

Baca juga: Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Menurut dr Gilang, masa pubertas memang menjadi periode terjadinya lonjakan pertumbuhan tinggi badan akibat peningkatan hormon seks dan hormon pertumbuhan. Namun, pertumbuhan optimal sebenarnya harus dipersiapkan sejak sebelum pubertas melalui pola hidup sehat.

Selain tidur yang cukup, dr Gilang menekankan pentingnya asupan gizi seimbang. Ia meluruskan anggapan bahwa minum susu saja sudah cukup untuk membuat anak bertambah tinggi.

“Jadi konsumsi susu saja tidak cukup. Harus ada kombinasi dari variasi zat gizi makro dan mikro yang seimbang,” kata dr Gilang.

Baca juga: Telkom Indonesia jadi Bapak Asuh Anak Stunting di Kota Bogor

dr Gilang juga menjelaskan, anak memerlukan karbohidrat kompleks, protein hewani, lemak, vitamin D, vitamin K, kalsium, zink, magnesium, dan fosfor untuk mendukung pertumbuhan tulang secara optimal.

Adapun suplemen hanya berfungsi sebagai penunjang dan diberikan sesuai kebutuhan, misalnya pada anak yang mengalami kekurangan vitamin atau gangguan penyerapan nutrisi.

dr Gilang menyarankan orang tua membangun kebiasaan hidup sehat dengan menjaga pola makan bergizi seimbang, menerapkan jadwal tidur yang konsisten, serta mendorong anak rutin beraktivitas fisik. Ia juga mengingatkan agar penggunaan gawai dihentikan setidaknya satu jam sebelum waktu tidur.

“Durasi tidur yang dianjurkan bervariasi sesuai usia, mulai dari 9–12 jam untuk anak usia sekolah hingga 8–10 jam untuk remaja,” tuturnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Forkopimcam Cup Bogor Selatan Diikuti 20 Tim, Jadi Ajang Pererat Silaturahmi

Published

on

By

Forkopimcam Cup Bogor Selatan Diikuti 20 Tim, Jadi Ajang Pererat Silaturahmi
Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan menggelar turnamen mini soccer Forkopimcam Cup di GOR Bogor Selatan. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor menggelar turnamen mini soccer Forkopimcam Cup.

Turnamen digelar di GOR Bogor Selatan selama tiga hari mulai dari 11 hingga 13 Agustus 2026, diikuti 20 tim dari berbagai unsur kelembagaan di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

Camat Bogor Selatan, Harry Cahyadi mengatakan, turnamen kali ini berbeda dengan pelaksanaan dua tahun sebelumnya yaitu Camat Cup dan hanya diikuti 16 tim. Tahun ini turnamen dibuat dengan melibatkan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam).

“Kalau dua tahun ke belakang itu Camat Cup hanya diikuti 16 tim. Hari ini kita mencoba bergabung dengan Forkopimcam, jadi Forkopimcam Cup,” ujar Harry, Selasa, 11 Agustus 2026

Baca juga: Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Turnamen mini soccer Forkopimcam Cup tahun ini diikuti sebanyak 20 tim. Dari jumlah tersebut 16 tim di antaranya berasal dari masing-masing kelurahan di Kecamatan Bogor Selatan.

“Kalau sekarang ada 20 tim, terdiri dari 16 tim kelurahan, satu tim Kecamatan Bogor Selatan, satu tim Polsek, satu tim Koramil, serta satu tim dari unsur LPM dan FK,” jelasnya.

Ia menyebut, untuk tim kelurahan, peserta terdiri dari aparatur kelurahan, pengurus RT dan RW, serta Karang Taruna. Sementara itu, Karang Taruna tingkat kecamatan dan KNPI tingkat kecamatan turut bergabung bersama jajaran klub Kecamatan Bogor Selatan.

Turnamen tersebut dijadwalkan berlangsung selama tiga hari. Pertandingan diawali dengan babak penyisihan yang terbagi dalam empat grup.

“Forkopimcam Cup berjalan mulai hari ini sampai dengan Kamis, jadi hari ini ada empat grup, besok perdelapan final semifinal, hingga partai final pada Kamis,” ucap Harry.

Ia mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 RI di tingkat Kecamatan Bogor Selatan. Turnamen tersebut juga menjadi pelaksanaan untuk ketiga kalinya sebagai ajang olahraga sekaligus mempererat hubungan antarunsur kelembagaan.

Baca juga: Tangani Banjir di Tamansari Persada, Pemkot Bogor Kembali Bangun Drainase

Turnamen mini soccer digelar dengan tujuan untuk memperkuat silaturahmi dan persaudaraan antar kelembagaan serta instansi yang berada di wilayah Kecamatan Bogor Selatan.

“Jadi intinya untuk ajang silaturahmi dan mempererat persaudaraan kita dan memeriahkan HUT ke-81 RI,” bebernya.

Harry berharap dengan kekompakan antarunsur pemerintahan, TNI, Polri, serta berbagai organisasi dan kelembagaan di tingkat kecamatan dan kelurahan diharapkan dapat menjadi contoh bagi masyarakat untuk terus menjaga keguyuban.

“Mudah-mudahan dengan keguyuban ini akan terimbas kepada masyarakat. Kita di tingkat kelembagaan, kecamatan dan kelurahan guyub, mudah-mudahan ke masyarakatnya berdampak guyub juga,” pungkasnya.

Selain memperebutkan gelar juara, turnamen ini juga menyediakan piala bergilir dan piagam penghargaan serta hadia menarik untuk para tim yang berhasil menjadi juara.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer