Berita
Menjaga Tradisi, Pemkot Bogor Sambangi Ulama Jelang Lebaran
KlikBogor – Di penghujung Ramadan atau menjelang Hari Raya Idulfitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor kembali menyambangi para ulama di sejumlah wilayah.
Selain kegiatan tradisi ini untuk mempererat hubungan dengan tokoh agama juga menjadi momen memohon doa agar Kota Bogor tetap aman dan damai.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi dan persatuan umat, khususnya menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H.
Ia menambahkan, silaturahmi ini tidak hanya menjadi ajang mempererat hubungan, tetapi juga sebagai bentuk ikhtiar memohon doa agar Kota Bogor senantiasa dalam kondisi aman dan damai.
“Ini merupakan tradisi Pemerintah Kota Bogor berkeliling dari ulama satu ke yang lain. Kita juga tentunya memohon doa kepada para ulama dan kiai agar Kota Bogor selalu dalam kondisi aman dan damai,” ujar Dedie Rachim di Masjid Bakom, Jalan Bakom Teon, Kota Bogor, Kamis, 19 Maret 2026.
Dalam kesempatan ini, Dedie Rachim menyampaikan bahwa Pemkot Bogor telah menyiapkan pelaksanaan salat Idulfitri di Kebun Raya Bogor, setelah adanya penetapan resmi melalui sidang isbat yang akan berlangsung sore hari nanti.
Ia mengajak seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong melaksanakan salat Eid di Kebun Raya Bogor dan tetap menjaga kebersamaan dalam menyikapi adanya kemungkinan perbedaan terkait penetapan 1 Syawal.
“Ketika nanti telah ditetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat, Pemkot Bogor akan melaksanakan salat Eid di Kebun Raya Bogor. Kami pun mengharapkan kepada para kiai dan ulama meskipun ada perbedaan, namun kita upayakan umat islam tetap solid bersatu saling menjaga silaturahmi,” katanya.
Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa dalam rangka menyambut Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemkot Bogor telah menyiapkan berbagai langkah antisipasi.
Pemkot Bogor bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) akan melaksanakan patroli rutin pada malam takbiran dengan menyasar sejumlah titik strategis, seperti kawasan Alun-Alun, Stasiun Bogor, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) hingga kantor PLN.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bogor, KH. Tb. Muhidin, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Wali Kota Bogor yang dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat silaturahmi antara pemerintah dan ulama.
“Alhamdulillah di hari yang mulia dan penghujung bulan Ramadan ini, saya selaku Ketua MUI Kota Bogor disilaturahmi oleh Bapak Wali Kota. Ini menjadi perekat silaturahmi bagi para ulama di Kota Bogor,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa penetapan 1 Syawal akan dilakukan melalui sidang isbat yang diawali dengan pemantauan hilal di berbagai wilayah Indonesia dan akan diakhiri dengan hasil rukyat di wilayah paling barat Indonesia, yaitu Banda Aceh.
Dirinya mengungkapkan bahwa saat ini Banda Aceh hampir memenuhi kriteria, yaitu di tiga derajat dengan elongasi enam antara bulan dan matahari yang kemungkinan telah masuk sebagai tanggal 1 Syawal.
“Untuk pelaksanaan sidang isbat akan diawali dari jam 4 sore. Maka saya berharap kita bisa bersama-sama melaksanakan kebahagiaan hari kemenangan itu di hari yang sama. Kita berdoa semoga nanti sore setelah isya nanti melalui sidang isbat bisa memutuskan 1 Syawal,” ucapnya.
(ckl/hrs)
Berita
Pemkot Bogor Akan Gelar Salat Idulfitri 1447 H di Kebun Raya Bogor
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan menggelar salat Idulfitri 1447 Hijriah di Kebun Raya Bogor.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai melakukan silaturahmi ke sejumlah ulama di Kota Bogor, Kamis, 19 Maret 2026.
Dedie Rachim mengatakan bahwa Pemkot Bogor telah menyiapkan pelaksanaan salat Idulfitri di Kebun Raya Bogor, setelah adanya penetapan resmi 1 Syawal melalui sidang isbat.
Ia pun mengajak seluruh masyarakat untuk berbondong-bondong melaksanakan salat Eid di Kebun Raya Bogor serta tetap menjaga kebersamaan dalam menyikapi adanya kemungkinan perbedaan terkait penetapan 1 Syawal.
“Ketika nanti telah ditetapkan 1 Syawal melalui sidang isbat, Pemkot Bogor akan melaksanakan salat Eid di Kebun Raya Bogor. Kami pun mengharapkan kepada para kiai dan ulama meskipun ada perbedaan, namun kita upayakan umat Islam tetap solid bersatu saling menjaga silaturahmi,” katanya waktu itu.
Dari informasi yang dihimpun, salat Idulfitri di Kebun Raya Bogor akan dilaksanakan di area Reinwardt (area dekat ecodome) pada pukul 06.00 hingga 08.00 WIB.
Adapun khatib dan imam dalam salat Idulfitri tersebut yakni Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Arif Satria dan Ketua MUI Kota Bogor, KH TB. Muhidin.
(ckl/hrs)
Berita
M1R SSB Kota Bogor Gelar Bukber dan Santunan Anak Yatim, Perkuat Silaturahmi di Ramadan
KlikBogor – Maluku Satu Rasa Salam Sarane Bersatu (M1R SSB) Kota Bogor menggelar kegiatan buka puasa bersama (bukber) serta santunan anak yatim.
Acara yang digelar di Paseban Sri Baduga, Kompleks Balaikota Bogor pada Rabu, 18 Maret 2026 ini berlangsung dengan penuh kehangatan dan kebersamaan.
Kegiatan ini mengangkat tema ‘Merajut Silaturahmi dan Berbagi Kebaikan di Bulan Suci Ramadan’.
“Di bulan Ramadan ini, kita harus saling berbagi dengan sesama. Saya juga berharap M1R SSB tetap kompak dan terus menjaga kebersamaan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) M1R SSB Kota Bogor, Fer-ik Talutu.
Selain itu, ia juga berpesan kepada seluruh anggota agar terus membangun sinergitas, baik antar warga Kota Bogor maupun dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh M1R SSB. Ia menilai kegiatan tersebut mencerminkan nilai kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Saya sangat mengapresiasi organisasi M1R SSB yang ada di Kota Bogor. Semangat kebersamaan seperti ini harus terus dijaga. Maluku harus tetap guyub dan terus berbagi rezeki,” ungkapnya.
Acara buka puasa bersama dan santunan anak yatim ini juga diisi dengan tausiah oleh Ustaz Ujang. Dalam ceramahnya, ia menyampaikan bahwa puasa memiliki makna yang sangat mendalam.
“Puasa sangat bermakna, apalagi jika diisi dengan kebersamaan dan kepedulian. Maluku satu rasa,” ujarnya.
(rls/hrs)
Berita
KLH Soroti Pengelolaan Sampah di Rest Area dan Terminal
KlikBogor – Menteri Lingkungan Hidup sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup, Hanif Faisol Nurofiq, melakukan peninjauan pengelolaan sampah di sejumlah rest area di ruas tol. Dari hasil peninjauan tersebut, ditemukan bahwa sebagian besar fasilitas pengelolaan sampah masih belum memenuhi standar yang ditetapkan.
Hanif Faisol mengatakan bahwa hampir seluruh rest area di ruas tol dari Jakarta hingga Surabaya, sekitar 61 unit, telah diberikan paksaan pemerintah untuk menyiapkan sarana pengelolaan sampah.
Namun, dari sekitar 60 rest area yang ditinjau, baru satu hingga dua lokasi yang dinilai memenuhi persyaratan yang diminta oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH).
Ia melanjutkan bahwa para pengelola rest area masih memiliki waktu tenggat selama dua bulan untuk memenuhi ketentuan tersebut. Jika dalam waktu tersebut tidak dipenuhi, pemerintah akan memberikan sanksi yang lebih berat hingga sanksi pidana.
“Saya dan Pak Direktur Bina Marga sudah mengingatkan dalam dua bulan tidak terpenuhi, maka kita akan memberikan sanksi pemberatan dengan pidana,” ungkap Hanif Faisol di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, dikutip Selasa, 17 Maret 2026.
Untuk mempercepat perbaikan pengelolaan sampah, pada April mendatang KLH bersama Kementerian Pekerjaan Umum akan mengundang seluruh penanggung jawab rest area. Pertemuan tersebut bertujuan memberikan pedoman mengenai langkah-langkah yang harus dilakukan agar pengelolaan sampah dapat berjalan sesuai aturan.
“Kami dengan Kementerian PU akan memberikan guidelines apa-apa yang harus dilakukan terkait penyelenggaraan menjadikan rest area sebagai simpul dalam tata laksana sampah,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan pada Juni mendatang seluruh rest area sudah memenuhi standar pengelolaan sampah. Dengan demikian, sampah yang dihasilkan oleh para pengguna rest area dapat dikelola sesuai norma yang telah ditetapkan.
Selain di rest area, KLH juga melakukan pengawasan terhadap pengelolaan sampah di terminal. Dari hasil peninjauan di sekitar 10 terminal, ditemukan bahwa hampir seluruhnya belum memiliki sistem penanganan sampah yang sesuai standar dan juga belum dilengkapi dokumen lingkungan.
“Dari sejumlah terminal mungkin ada 10 (terminal) yang kami singgah, semuanya belum dilengkapi dengan dokumen lingkungan,” katanya.
Ia juga menegaskan bahwa dalam waktu segera akan menyampaikan paksaan pemerintah kepada seluruh pengelola terminal agar segera memperbaiki pengelolaan sampah.
“Kami akan memberikan dua arahan, pertama menyelesaikan segera persetujuan lingkungan, kedua akan menyiapkan penyelesaian permasalahan sampah. Terutama terminal besar seperti Purabaya dengan 45.000 orang per hari, ini menjadi penting harus dibangkitkan sebagai simbol pengelolaan sampah yang bagus,” pungkasnya.
(hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
