Connect with us

Berita

Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun

Published

on

Jalan Akses Kantor Pemerintahan di Katulampa Dibangun
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim beserta jajaran meninjau lahan yang akan dibangun jalan akses kantor pemerintahan di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Selasa, 11 Agustus 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Jalan akses kantor pemerintahan baru di Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mulai dibangun tahun ini. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, pembangunan akses jalan tersebut menjadi salah satu tahapan penting dalam menyiapkan kawasan pemerintahan baru yang representatif sekaligus membuka konektivitas baru bagi masyarakat.

“Kegiatan hari ini kita melaksanakan penandatanganan MoU antara Pemerintah Kota Bogor dengan PT Kharisma Tangguh Persada sekaligus groundbreaking untuk jalan akses kantor pemerintahan Kota Bogor dari Perumahan Bogor Raya City ke Perumahan Bogor Raya,” ujar Dedie Rachim, Selasa, 11 Agustus 2026.

Menurutnya, akses jalan tersebut nantinya juga akan terhubung dengan exit Tol Jagorawi Bogor Selatan. Dengan demikian, keberadaan jalan baru ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus memangkas waktu tempuh menuju sejumlah kawasan di Bogor Timur.

Dedie Rachim menjelaskan, jalan akses tersebut memiliki panjang sekitar 480 meter dengan lebar kurang lebih 32 meter. Jalan itu akan dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti drainase, pedestrian, kanstin, serta lampu penerangan.

Selain pembangunan jalan, Pemkot Bogor juga menyiapkan sejumlah fasilitas di kawasan pemerintahan baru tersebut. Salah satunya adalah lapangan olahraga.

“Yang pertama akan ada lapangan olahraga untuk masyarakat Bogor Timur. Jadi nanti akan dibangun lapangan sepak bola beserta fasilitas penunjang lainnya,” katanya.

Baca juga: Kirab Merah Putih Sepanjang 500 Meter Teguhkan Semangat Nasionalisme di Bogor

Setelah pembangunan fasilitas olahraga, Pemkot Bogor berencana membangun masjid dan gedung ruang serbaguna. Gedung tersebut diharapkan dapat menjadi fasilitas bagi berbagai kegiatan dengan kapasitas peserta yang besar, seperti acara pisah sambut, sosialisasi, hingga pelaksanaan program kerja pemerintah.

Di sisi lain, kawasan pemerintahan baru tersebut juga akan ditata dengan konsep penghijauan. Sejumlah pohon telah mulai ditanam dan selanjutnya akan dipastikan mendapat perawatan secara berkelanjutan.

“Intinya kita tidak mundur, semua kita siapkan untuk masa depan Kota Bogor yang lebih baik. Tentu ini harus konsisten kita laksanakan dengan berbagai tantangan. Insyaallah, bertahap, namun akan terwujud juga nanti suatu saat kantor pemerintahan yang representatif,” imbuhnya.

Terkait rencana pembangunan pemerintahan baru, Dedie Rachim menyebut tahap pematangan lahan telah selesai. Saat ini, Pemkot Bogor memprioritaskan penyelesaian pembangunan akses jalan.

Baca juga: Kantor Pemerintahan Terpadu di Katulampa Integrasikan 3 Identitas Kota Bogor

Ia mengatakan Detail Engineering Design (DED) kawasan tersebut telah tersedia dan akan ditinjau kembali. Pemkot Bogor juga akan menyiapkan DED khusus untuk pembangunan lapangan olahraga.

Selain itu, penyelarasan geometri jalan antara pengembang, yakni PT Kharisma Tangguh Persada dan PT SEG, terus dilakukan agar akses jalan dapat terhubung secara optimal.

“Supaya nyambung, kita lakukan penandatanganan MoU, setelah sebelumnya dengan pihak SEG,” ujarnya.

Dedie Rachim mengatakan, pembangunan akses jalan tersebut ditarget dapat selesai pada akhir 2026. “Nanti begitu jalan terhubung, masyarakat yang keluar dari Tol Jagorawi tidak usah memutar lagi ke kawasan Jalan R3. Kalau misalnya mau menuju ke arah Bogor Raya Golf, bisa langsung lewat sini sehingga mempersingkat waktu perjalanan,” tuturnya.

Ia mengatakan, pembangunan infrastruktur tersebut juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan menciptakan bangkitan ekonomi baru di kawasan Bogor Timur.

Dengan masih luasnya lahan yang tersedia, Pemkot Bogor berharap kawasan tersebut dapat menarik minat investor. Kawasan itu dirancang sebagai kawasan terpadu atau mixed-use yang dapat dikembangkan untuk berbagai sektor, mulai dari komersial, pendidikan, kesehatan, hingga keolahragaan.

Berdasarkan data dari LPSE, pembangunan jalan akses kantor pemerintahan ini dibiayai oleh APBD Kota Bogor 2026 senilai Rp11,5 miliar.

(hrs)

Berita

Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit

Published

on

By

Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan kebakaran rumah di Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 14 September 2026. Foto: Tangkapan layar/Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Kebakaran melanda dua rumah di Kampung Sindang Resmi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin, 14 September 2026, sore. Sebanyak delapan warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran diketahui sekira pukul 15.40 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 15.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.

Petugas dari Pos Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh yang diterjunkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.22 WIB atau sekitar 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama sekitar 40 menit.

Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare

Berdasarkan pendataan, dua rumah mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut. Satu rumah dihuni empat kepala keluarga dengan 14 jiwa, sedangkan satunya lagi dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.

Selain itu, empat rumah di sekitar lokasi mengalami rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni total lima kepala keluarga dengan 18 jiwa.

Ade mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui warga sudah membesar ketika pertama kali terlihat. Kondisi permukiman yang padat membuat warga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.

“Awal mula terjadinya kebakaran, saksi melihat api sudah membesar, karena padat penduduk saksi langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran,” ujarnya.

Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta

Dalam kejadian tersebut, delapan warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban rata-rata mengalami sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.

“Korban dibawa ke RS Melania, RS Vania, dan BSH. Rata-rata sesak napas karena terpapar asap,” jelas Ade. Sementara total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa

Published

on

By

Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa
Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Isu kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan sebagai pondasi penting dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilangsungkan di Halaman Posyandu Kampung Sawah RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026.

Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare

Dalam kesempatan itu, Eddy menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya penting dari sisi ideologis, tetapi juga relevan untuk menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks.

“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar konstitusional yang kuat dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif,” terang Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN ini.

Eddy menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.

Baca juga: Eddy Soeparno Ajak Ibu-Ibu Kota Bogor Sebarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan 

Hal itu, menurutnya, merupakan amanat konstitusi agar arah pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.

“Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya alam seperti bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya pun menjadi tanggung jawab negara untuk dikelola demi kesejahteraan seluruh warga negara,” ujarnya.

Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini menambahkan, amanat konstitusi juga mewajibkan negara hadir bukan hanya dalam pengelolaan ekonomi makro, tetapi juga berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat paling bawah.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare

Published

on

By

Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Petugas gabungan masih terus melakukan pemadaman di TPAS Galuga, Kabupaten Bogor, Senin, 14 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berjibaku melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Hingga hari kedelapan, luasan lahan terdampak kebakaran menunjukkan penurunan signifikan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dari total sekitar 8,4 hektare lahan yang terdampak kebakaran, saat ini tersisa sekitar 0,48 hektare yang dalam penanganan.

“Dari total luasan 8,4 hektare terdampak, hari ini kurang lebih sisa 0,48 hektare. Artinya, progres dari hari pertama sampai hari kedelapan terus mengalami penambahan, peningkatan, dan pengurangan dampak dari akibat pascakebakaran di TPAS Galuga,” kata Jenal, Senin, 14 September 2026.

Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah relawan.

Baca juga: Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari

Jenal mengungkapkan, proses penanganan sempat menghadapi kendala ketika api membesar di luar prediksi pada hari kedua. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.

“Progres cukup positif. Walaupun di hari kedua sempat api membesar di luar prediksi, tetapi alhamdulillah terkendalikan,” ujar Jenal didampingi Kepala DLH Rudy Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko, dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Moch. Ade Nugraha.

Ia mengatakan, penanganan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia serta peralatan yang tersedia. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.

“Para petugas dari jam 07.00 pagi selesai jam 03.00 pagi, nonstop selama delapan hari terus berikhtiar,” katanya.

Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Air dan Ikan

Dengan kondisi luasan terdampak yang terus menyusut, Jenal berharap proses pemadaman dapat segera memasuki tahap pendinginan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang telah bekerja selama berhari-hari.

“Kami berikhtiar membuat posko kesehatan dan dapur umum sehingga memastikan para relawan seluruhnya sehat. Mudah-mudahan hari ini progres semakin baik agar semua bisa pulang kembali ke keluarga tercinta,” tuturnya.

Jenal mengajak masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk mendoakan kelancaran penanganan kebakaran di TPAS Galuga serta keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih berada di lokasi.

“Mohon didoakan seluruhnya, warga Kota Bogor dan juga warga Kabupaten Bogor agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan kemudahan dan pertolongan bagi kita,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer