Connect with us

Serba Serbi

IPB University Siapkan 2.481 Kursi Jalur SNBT 2026

Published

on

IPB University Siapkan 2.481 Kursi Jalur SNBT 2026
Koin IPB. Dok. IPB University.

KlikBogor – IPB University melalui acara “Live Bestie EP 03-2026” yang disiarkan langsung pada platform Instagram @ipbofficial dan YouTube IPB TV pada Rabu lalu, mengupas tuntas strategi pendaftaran jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026.

Dengan kuota mencapai 30 persen atau sekitar 2.481 kursi dari total daya tampung, jalur ini menjadi kesempatan emas bagi siswa SMA sederajat lulusan tiga tahun terakhir.

Direktur Administrasi Pendidikan dan Penerimaan Mahasiswa Baru IPB University, Utami Dyah Syafitri, menegaskan bahwa seleksi SNBT ini murni berdasarkan skor Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK).

Ia menambahkan, tidak ada batasan nilai minimal yang kaku, karena kelulusan sangat bergantung pada keketatan program studi (prodi) dan kuota yang tersedia.

“Seleksi SNBT itu benar-benar murni skor. Selama masuk ke dalam cut-off skornya, itu akan diterima. Pembatasan utamanya adalah kuota, maka penting bagi calon mahasiswa untuk melihat daya tampung di tiap prodi melalui laman resmi admisi.ipb.ac.id,” ujar Utami dikutip Selasa, 7 April 2026.

Tahun ini, IPB University menawarkan pilihan 61 prodi, dengan 44 prodi sarjana (S1) dan 17 prodi sarjana terapan (D4).  Di antara 44 prodi S1, terdapat beberapa prodi yang relatif baru yang bisa menjadi pilihan di SNBT, seperti Smart Agriculture, Bioinformatika, Sains Biomedis, Kecerdasan Buatan, Teknik Mesin, dan Teknik Kimia.

Ia juga mengingatkan kebijakan baru terkait pemilihan prodi lintas strata. Peserta dapat memilih hingga empat pilihan prodi dengan syarat menyertakan program sarjana terapan atau diploma.

“Sekarang persepsi tentang sarjana terapan harus kita ubah. Sarjana terapan (D4) itu setara dengan sarjana (S1). Jangan ragu mengambil D4 karena lulusan D4 IPB University sudah banyak diterima di dunia kerja hingga luar negeri,” imbuhnya.

Pelaksanaan UTBK di IPB University akan dilaksanakan pada 21 hingga 30 April 2026 di dua lokasi utama, yaitu Kampus Dramaga dan Kampus Sekolah Vokasi di Cilibende.

Peserta untuk melakukan cetak kartu peserta dan survei lokasi pada 15–17 April 2026 guna menghindari kesalahan lokasi ujian.

Dalam kesempatan ini, Utami juga memberikan pesan penyemangat bagi para pejuang SNBT.

“Bagi yang belum beruntung di jalur SNBP, selamat berjuang di SNBT. Persiapan matang dan doa orang tua adalah kunci. Kami tunggu kalian di IPB University,” katanya.

Adapun bagi calon mahasiswa yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai daya tampung dan prosedur teknis, IPB University menyediakan akses melalui laman admisi.ipb.ac.id dan utbk.ipb.ac.id.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Mengapa Masih Hujan di Tengah Isu El Nino “Godzilla”, Ini Kata Pakar IPB

Published

on

By

Mengapa Masih Hujan di Tengah Isu El Nino “Godzilla”, Ini Kata Pakar IPB
Ilustrasi kekeringan. Foto/Pixabay.

KlikBogor – Prediksi kemarau panjang yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mulai menjadi perhatian. Namun, kondisi cuaca di sejumlah wilayah Indonesia yang masih sering diguyur hujan menimbulkan pertanyaan. Mengapa hujan masih terjadi di tengah isu El Nino, bahkan yang disebut sebagai “Godzilla”?

Menanggapi hal ini, Dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan, menjelaskan bahwa fenomena tersebut merupakan hal yang wajar dalam dinamika iklim, terutama karena Indonesia saat ini masih berada pada masa peralihan musim.

“Karena ini masih pancaroba, dan awal musim juga tidak seragam di semua wilayah Indonesia,” ujar Sonni, Rabu, 8 April 2026.

Ia menegaskan, hujan yang masih turun tidak serta-merta menandakan prediksi keliru. Menurutnya, indikasi menuju kemarau panjang tetap terlihat berdasarkan adanya trend (kecenderungan) suhu muka laut yang meningkat di Samudera Pasifik.

“Iya, karena suhu muka air laut di Samudera Pasifik tengah dan timur kawasan tropis cenderung meningkat,” jelas Sonni.

Baca juga: Pakar IPB: Tanpa Perubahan, Ciliwung Bisa jadi Warisan Sungai Kotor

Ia menambahkan, kondisi tersebut menjadi sinyal awal berkembangnya fenomena El Nino yang berpotensi menurunkan curah hujan di Indonesia pada saat musim penghujan.

Bahkan, Sonni berujar berdasarkan informasi BMKG, musim kemarau tahun ini diperkirakan berlangsung lebih panjang. “Diprediksi demikian, dengan durasi sekitar enam bulan,” tambahnya.

Sonni juga mengungkapkan bahwa awal musim kemarau berpotensi datang lebih cepat dari biasanya, khususnya di wilayah Pulau Jawa yang umumnya memasuki kemarau pada Juli.

“Awal musim kemarau itu lebih maju dari biasanya,” katanya.

Ia menjelaskan, percepatan ini berkaitan dengan adanya kenaikan suhu muka laut di Pasifik tengah dan timur yang menyebabkan berkurangnya pembentukan awan di Indonesia.

“Kenaikan suhu muka laut ini berdampak pada pengurangan formasi awan-awan di Indonesia,” ujar Sonni.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa El Nino dan La Nina merupakan produk fenomena interaksi laut-atmosfer dalam skala besar yang menyebabkan adanya pergeseran Sirkulasi Walker di atmosfer tropis. Periodisitas kejadian El-Nino dan La Nina ini sekitar 4 sampai 5 tahun sekali.

“Sirkulasi Walker adalah sirkulasi arah barat–timur, di mana udara naik di atas benua dan turun di atas samudera,” terangnya.

Terkait istilah “El Nino Godzilla” yang ramai diperbincangkan, Sonni menjelaskan, istilah tersebut merujuk pada kategori super El Nino dengan intensitas sangat kuat relatif terhadap kejadian El Nino biasanya.

“El Nino Godzilla mengacu pada super El Nino, yakni saat suhu muka laut di Pasifik bisa naik sekitar 2,5 derajat Celcius bahkan lebih di atas kenaikan suhu muka laut pada kejadian El Nino biasa dan El Nino Godzilla ini biasanya berlangsung rata-rata selama satu tahunan,” jelasnya.

Baca juga: Drone Layaknya Lebah, Inovasi Baru IPB untuk Indoor Farming

Fenomena ini pernah terjadi pada 1982, 1997, dan 2015, dengan dampak besar secara global seperti kekeringan ekstrem dan kebakaran hutan.

Namun demikian, Sonni menilai kondisi saat ini masih berada pada kategori lemah hingga moderat. “Jujur saja, kekuatannya masih lemah ke moderat,” ujarnya.

Dalam analisisnya, ia juga mengaitkan potensi super El Nino (El Nino Godzilla) dengan aktivitas sunspot atau bintik hitam pada matahari.

“Berdasarkan data sunspot dan data curah hujan di 72 stasiun di Pulau Jawa selama 35 tahun menunjukkan bahwa intensitas El Nino dapat diperkuat oleh sunspot,” katanya.

Kemudian berdasarkan data sunspot dan data Nino 3.4 menunjukkan bahwa El Nino Godzilla selalu terjadi setelah sunspot maksimum.

“Sunspot maksimum tahun 2025 berpotensi diikuti El Nino kuat pada 2026,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menekankan bahwa kajian ini masih memerlukan data jangka panjang dan ruang yang lebih luas agar penjelasan ilmiahnya semakin kuat.

Dengan demikian, masyarakat diimbau untuk tetap mengikuti informasi resmi dan memahami bahwa kondisi cuaca saat ini merupakan bagian dari proses transisi musim yang kompleks.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Sekolah Energi Diluncurkan di Kota Bogor, Siapkan Green Talent

Published

on

By

Sekolah Energi Diluncurkan di Kota Bogor, Siapkan Green Talent
Program Sekolah Energi resmi diluncurkan di Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Kota Bogor, Sabtu, 4 April 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Program Sekolah Energi resmi diluncurkan di Kota Bogor sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul di sektor energi terbarukan dan berkelanjutan.

Program kolaborasi ini digagas oleh OnePulse bersama Rumah Berguna Solution, Digikademi, serta Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, dan Pemerintah Kota Bogor.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi, menilai peluncuran Sekolah Energi menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan konsep green city melalui sektor pendidikan.

“Pemkot Bogor sendiri sudah memulai ini semua dari beberapa tahun lalu. Tapi saya pikir dengan adanya kick off penerapan green energy di sekolah ini jadi salah satu bukti bahwa masyarakat sudah sangat aware terhadap isu climate change dan penerapan teknologi green energy di kotanya,” kata Herry usai peluncuran program Sekolah Energi di Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Sabtu, 4 April 2026.

Ia juga menambahkan bahwa krisis energi global, termasuk dampak konflik geopolitik, semakin menegaskan pentingnya pengembangan sumber energi alternatif. Oleh karena itu, pendidikan menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan tersebut.

Melalui program Sekolah Energi, diharapkan akan lahir generasi muda yang tidak hanya memahami teknologi energi terbarukan, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak dalam transisi menuju masa depan energi yang lebih hijau dan berkelanjutan di Indonesia.

Project Lead OnePulse Indonesia, Fauzia Hafida Rahmah, menjelaskan Sekolah Energi hadir untuk menjawab kebutuhan green talent dalam mendukung target transisi energi nasional menuju 23 persen energi terbarukan pada 2030.

“Dari berbagai kajian, ada tiga faktor utama yang harus dibenahi untuk full transition ke renewable energy. Yaitu teknologi, investasi, dan talenta. Untuk teknologi sudah banyak dibantu dan investasi sedang gencar-gencarnya. Talenta yaitu green talent kita ingin membantu juga. Itu visi misinya Sekolah Energi,” ujar Fauzia.

Program ini menargetkan siswa SMA hingga mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman mendalam mengenai energi terbarukan, sekaligus membuka peluang bagi mereka untuk melanjutkan studi di bidang tersebut, baik di dalam maupun luar negeri. Diharapkan, para peserta dapat menjadi pionir yang membawa inovasi energi bersih ke Indonesia di masa depan.

Kota Bogor sendiri dipilih sebagai lokasi peluncuran karena dinilai memiliki ekosistem yang mendukung, baik dari sisi kebijakan, kesadaran masyarakat, maupun prestasi di bidang lingkungan seperti program Adiwiyata. Kota ini diharapkan menjadi percontohan sebelum program diperluas ke berbagai daerah lain di Indonesia.

Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School dipilih sebagai sekolah percontohan dalam implementasi program ini. Direktur Pendidikan Cahaya Rancamaya Islamic Boarding School, Ari Rosandi, menyatakan pihaknya menyambut baik inisiatif tersebut dan sejalan juga dengan program Sekolah Garuda yang berfokus pada pengembangan bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics).

“Ini merupakan langkah penting untuk membekali siswa dalam menghadapi tantangan energi dan lingkungan di masa depan. Energi dan lingkungan, keduanya sangat saling berkait,” ujarnya.

Sebagai bentuk implementasi, sekolah mulai mengembangkan penggunaan panel surya serta pengelolaan limbah makanan menjadi pupuk. Namun, Ari menekankan bahwa fokus utama program ini adalah edukasi dan peningkatan kesadaran siswa terhadap pentingnya energi berkelanjutan.

Program ini juga melibatkan sekitar 20 sekolah yang turut hadir dalam kegiatan peluncuran. Para siswa diharapkan dapat menjadi agen perubahan yang menyebarkan pengetahuan tentang energi terbarukan ke lingkungan masing-masing.

Kegiatan peluncuran juga menghadirkan talkshow bertema ‘Introduction to Green Energy and Global Climate Issue‘ dengan narasumber dari pemerintah dan lembaga internasional, seperti Rocky Mountain Institute, World Resources Institute (WRI), serta ASEAN Centre for Energy.

(hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

PKL Masuk Pasar Bisa Akses KUR dan Pinjaman Tanpa Agunan dari PNM

Published

on

By

PKL Masuk Pasar Bisa Akses KUR dan Pinjaman Tanpa Agunan dari PNM
Suasana aktivitas jual beli di Pasar Jambu Dua, Kota Bogor. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Program penataan pedagang kaki lima (PKL) di seputar Pasar Bogor yang diarahkan untuk bergeser ke Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari membuka peluang peningkatan kesejahteraan pedagang.

Kegiatan relokasi ini tidak hanya menata kawasan, melainkan juga diiringi dengan dukungan akses permodalan bagi para pelaku usaha.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan mendorong perbankan untuk membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan persyaratan yang lebih ringan bagi para PKL yang menempati lokasi baru di dalam pasar.

Selain itu, para pedagang juga dapat memanfaatkan skema pembiayaan tanpa agunan yang difasilitasi oleh Permodalan Nasional Madani (PNM), termasuk melalui program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (PNM Mekaar).

“Penataan ini bukan hanya soal penertiban, tetapi juga upaya meningkatkan taraf ekonomi para pedagang. Kita dorong agar mereka memiliki akses permodalan yang lebih mudah, sehingga usahanya bisa berkembang,” ujar Dedie Rachim, Selasa, 31 Maret 2026.

Melalui berbagai skema pembiayaan tersebut, diharapkan para PKL yang sebelumnya berjualan di emper toko, trotoar, dan badan jalan dapat naik kelas dengan menempati lokasi yang lebih representatif serta memiliki akses terhadap layanan keuangan formal.

Dengan langkah ini, penataan kawasan Pasar Bogor diharapkan tidak hanya menciptakan ketertiban dan kenyamanan lingkungan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer