Connect with us

Berita

PLN Gercep Dirikan Tower Darurat untuk Pulihkan Kelistrikan Klaten

Published

on

PLN Gercep Dirikan Tower Darurat untuk Pulihkan Kelistrikan Klaten
PT PLN mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat dan pemulihan kelistrikan pasca robohnya tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Mlese, Kecamatan Ceper. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Klaten pada Jumat petang, 17 Oktober 2025, mengakibatkan robohnya tower Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di Desa Mlese, Kecamatan Ceper. PT PLN (Persero) segera mengambil langkah cepat untuk penanganan darurat dan pemulihan kelistrikan.

General Manager PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Tengah (UIT JBT), Handy Wihartady, terjun langsung ke lokasi kejadian untuk memimpin dan memastikan proses pengamanan serta pemulihan berjalan sesuai prosedur.

“Ini adalah murni dampak dari anomali cuaca ekstrem, sesuai dengan peringatan yang telah dirilis oleh BMKG sebelumnya. Prioritas utama dan pertama kami adalah keselamatan warga,” tegas Handy dalam keterangannya dikutip Senin, 20 Oktober 2025.

Menanggapi situasi darurat ini, tim gabungan reaksi cepat PLN yang terdiri dari 100 personel gabungan bekerja tanpa henti. Aksi heroik ditunjukkan para petugas di lapangan yang berpacu dengan waktu untuk mendirikan tower emergency sebagai pengganti sementara tower yang roboh.

Pemasangan tower darurat ini merupakan langkah krusial untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik ke wilayah yang mengalami pemadaman.

“Tim kami telah berhasil mengamankan perimeter di sekitar tower yang roboh dan memastikan tidak ada potensi bahaya kelistrikan. Seluruh sumber daya, baik personel ahli maupun material, telah kami kerahkan untuk mempercepat penanganan,” tambah Handy.

Sesaat setelah kejadian, tim gabungan reaksi cepat PLN langsung diterjunkan untuk melakukan serangkaian tindakan darurat, antara lain pengamanan lokasi dengan mengisolasi area terdampak untuk menjamin keselamatan masyarakat dari potensi bahaya kelistrikan.

Selanjutnya, assessment kerusakan dengan melakukan penilaian teknis tingkat kerusakan untuk menentukan metode perbaikan yang paling efektif dan efisien.

“Ketiga pengalihan beban listrik mengupayakan manuver jaringan atau pemindahan beban listrik ke jalur transmisi lain untuk meminimalisir luasnya wilayah yang mengalami pemadaman,” tambahnya.

Sinergi Cepat dengan Pemerintah Daerah

Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, meninjau langsung lokasi robohnya tower SUTT di Desa Mles, pada Sabtu, 18 Oktober 2025. Dalam kunjungannya, Bupati Hamenang mengapresiasi kesigapan PLN dan memastikan pemerintah daerah akan bersinergi untuk membantu warga yang terdampak.

“Alhamdulillah dari PLN sigap. Semua tim dari pusat, provinsi sampai kabupaten (dikerahkan untuk pemasangan tower darurat). Insyaallah dikejar hari Senin (besok) ya, kemungkinan besar tower sudah bisa berdiri kembali dan bisa dioperasionalkan,” ujar Bupati Klaten, Hamenang Wajar Ismoyo, seperti dikutip dari Radarsolo, Sabtu, 18 Oktober 2025.

PLN secara intensif terus berkoordinasi dengan BPBD Klaten, Pemerintah Daerah, dan aparat terkait untuk mempercepat proses pemulihan pasokan listrik hingga ke level pelanggan.

PLN menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat dan berkomitmen untuk bekerja tanpa henti demi memulihkan sistem kelistrikan dengan tetap mengedepankan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melaporkan potensi gangguan kelistrikan dapat menghubungi saluran resmi PLN melalui Contact Center 123 atau menggunakan aplikasi PLN Mobile. Warga diimbau untuk tidak mendekati instalasi listrik yang rusak demi keselamatan bersama.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer