Connect with us

Berita

Ini Lokasi Jalur Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Batutulis

Published

on

Ini Lokasi Jalur Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Batutulis
Lokasi rencana jalur baru di Jalan Lawanggintung (bawah) dan Jalan Saleh Danasasmita (atas). Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan membuka jalur baru pengganti Jalan Saleh Danasasmita, yang terdampak longsor. Jalur ini akan menghubungkan Jalan Lawanggintung dengan Jalan Saleh Danasasmita atau sebaliknya.

Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, M. Hutri, mengatakan trase atau jalur baru ini direncanakan akan dibangun sepanjang 250 meter dengan lebar ROW jalan 8 meter dua arah.

Jalan ini juga akan memiliki bukaan selebar 18 meter di sisi utara dan selatan untuk memberikan kenyamanan manuver kendaraan, terutama kendaraan besar yang sering melintas di kawasan tersebut.

Baca juga: Jalur Sementara Motor di Batutulis Ditargetkan Rampung 2 Pekan

Baca juga: Banggar Sidak Perbaikan Jalan Saleh Danasasmita dan Lahan Trase Baru

Hutri memastikan pembangunan jalan ini tidak akan mengenai situs-situs cagar budaya yang ada di wilayah tersebut seperti Bunker maupun Sumur Tujuh.

“Insyaallah rencana jalan trase baru ini tidak mengenai situs-situs cagar budaya baik Bunker maupun Sumur Tujuh. Kita sudah pastikan aman,” katanya.

Sebagai informasi, pembebasan lahan yang akan digunakan untuk jalur baru ini dianggarkan Rp26 miliar yang bersumber dari APBD Perubahan 2025.

(ckl/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Lahan Trase Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Dikerjakan Esok

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Disdik Kota Bogor Imbau Perpisahan Siswa Digelar Sederhana di Sekolah

Published

on

By

Disdik Kota Bogor Imbau Perpisahan Siswa Digelar Sederhana di Sekolah
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor, Herry Karnadi. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bogor mengimbau sekolah agar melaksanakan kegiatan perpisahan siswa secara sederhana dan digelar di lingkungan sekolah. Imbauan yang dikeluarkan Disdik Kota Bogor ini mengacu pada Surat Edaran (SE) Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.

Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi memaparkan, pihaknya telah mengeluarkan surat imbauan untuk perpisahan ini, mengacu pada SE Pemerintah Provinsi Jawa Barat terkait pelaksanaan kegiatan perpisahan sekolah.

“Saya berpegang pada Surat Edaran Pak Gubernur. Jadi memang perpisahan sebaiknya tetap dilaksanakan, tapi di sekolah saja. Saya sepakat dengan itu karena sudah banyak sekolah yang mampu menyelenggarakan kegiatan tersebut di sekolah masing-masing,” ungkap Herry di ruang kerjanya, Senin, 18 Mei 2026.

Ia menambahkan, kegiatan perpisahan yang digelar di sekolah akan memberikan kesan yang lebih mendalam bagi para siswa di masa mendatang.

“Saya yakin itu akan lebih berkesan karena nanti saat mereka bertambah usia, 10 tahun atau sampai 20 tahun kemudian mereka akan mengenang sekolahnya saat SD dan SMP dahulu,” katanya.

Ia mengatakan bahwa setiap SMP Negeri di Kota Bogor dipastikan memiliki ruang kelas maupun lapangan yang memungkinkan untuk digelar perpisahan.

“Paling SMP Negeri 1 Kota Bogor saja yang terbatas yah, karena berbagi lapangan dengan SMA Negeri 1 Kota Bogor. Kan bisa di dalam ruangan kelas maupun di lapangan yang terbuka,” katanya.

Sementara bagi sekolah swasta, kegiatan di luar sekolah masih dimungkinkan apabila sekolah memiliki keterbatasan fasilitas atau ruang.

“Kalau ada sekolah yang menggunakan tempat lain karena ruangannya kecil atau fasilitasnya terbatas, tidak apa-apa. Tapi intinya jangan sampai memberatkan orang tua siswa,” ujar Herry.

Pihak sekolah juga tidak diperbolehkan melakukan pungutan ataupun iuran tambahan yang dapat membebani orang tua siswa.

“Jangan ada pungutan dan iuran tambahan yang membuat orang tua siswa terbebani dengan kegiatan itu. Kan untuk makan minum sudah ada Makanan Bergizi Gratis (MBG). Jadi hanya membutuhkan biaya sedikit kalau di sekolah,” katanya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13

Published

on

By

RS UMMI Bogor Luncurkan Layanan Kateterisasi Jantung pada Milad ke 13
Penandatanganan prasasti layanan kateterisasi jantung RS UMMI Bogor, Minggu, 17 Mei 2026. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Rumah Sakit UMMI Bogor meluncurkan layanan Cath Lab atau kateterisasi jantung pada puncak peringatan milad rumah sakit ke-13.

Peluncuran layanan yang berlangsung di Lapangan Sempur, Kota Bogor, ditandai dengan penandatanganan prasasti. Rangkaian acara diawali dengan Fun Run 5 Km dan senam bersama Yayasan Jantung Indonesia.

Direktur Utama RS UMMI Bogor, dr. Najib Askar menjelaskan, peluncuran layanan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi yang dilakukan pihak rumah sakit dengan BPJS Kesehatan beberapa waktu lalu.

“Bulan lalu kami melakukan audiensi kepada Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat yang baru. Pada saat itu kami menanyakan perihal layanan kateterisasi jantung. Beliau menyampaikan bahwa sebenarnya untuk kondisi emergensi, rumah sakit yang tidak bekerja sama pun harus melayani pasien hingga tuntas untuk penanganan kegawatdaruratannya,” ujar dr. Najib Askar, Minggu, 17 Mei 2026.

Ia menambahkan, RS UMMI sendiri telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, meskipun layanan cath lab sebelumnya belum terintegrasi secara khusus.

“Apalagi Rumah Sakit UMMI memang sudah bekerja sama dengan BPJS, hanya layanan cath lab-nya saja yang belum bekerja sama. Oleh karena itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat menyampaikan bahwa Rumah Sakit UMMI harus melakukan tindakan apabila mendapati pasien dengan kasus kegawatdaruratan jantung,” jelasnya.

Baca juga: Mengenal Jenis-Jenis Gula dan Tips Konsumsi yang Bijak

Ia menuturkan bahwa pasien dengan kondisi emergensi jantung yang dijamin BPJS Kesehatan dapat memperoleh pelayanan secara penuh.

“Dari Direktur Utama BPJS Kesehatan Pusat itu menyampaikan apabila pasien datang dengan kondisi emergensi jantung dan memiliki jaminan BPJS Kesehatan, itu harus dilayani dan di-cover secara penuh,” katanya.

Pihak RS UMMI berharap ke depan layanan kateterisasi jantung tidak hanya dapat digunakan untuk kasus emergensi, tetapi juga untuk penanganan kasus elektif.

“Harapannya mudah-mudahan ke depan layanan ini tidak hanya untuk kasus emergensi saja, tapi juga bisa untuk kasus-kasus yang elektif,” kata dr. Najib Askar.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Erna Nuraena menyampaikan apresiasi atas inovasi layanan yang terus dikembangkan RS UMMI selama 13 tahun terakhir.

“Kami Pemerintah Kota Bogor mengucapkan selamat milad ke-13 untuk Rumah Sakit UMMI. Luar biasa, selama 13 tahun ini sudah bersinergi dengan Pemerintah Kota Bogor untuk memberikan layanan kesehatan terbaik. Selalu berinovasi, melakukan pengembangan layanan, dan hari ini yang di-launching layanan kateterisasi jantung,” ujarnya.

Baca juga: Trase Baru Pengganti Jalan Saleh Danasasmita Segera Dibangun, Target Rampung Oktober 2026

Menurutnya, layanan tersebut sangat relevan dengan program prioritas pemerintah di bidang kesehatan, khususnya penanganan penyakit jantung.

“Ini tentu sangat relate dengan program prioritas pemerintah untuk layanan kesehatan, fokus pada kanker, jantung, stroke, dan urologi. Sehingga kami sangat mengapresiasi dan menyambut baik adanya pengembangan layanan ini,” katanya.

Ia berharap layanan kateterisasi jantung di RS UMMI dapat membantu menangani kasus-kasus jantung yang bersifat life saving atau penyelamatan nyawa.

“Dengan adanya layanan ini di Rumah Sakit UMMI, harapannya bisa mengatasi kasus jantung, terutama kasus-kasus yang sifatnya menyelamatkan nyawa,” ungkapnya.

Dukungan juga datang dari DPRD Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor, Endah Purwanti menyampaikan bahwa layanan ini menjadi ikhtiar penting untuk menekan angka kematian akibat keterlambatan penanganan seperti kasus jantung di instalasi gawat darurat (IGD).

“Kami dari DPRD Kota Bogor mendukung dan men-support launching hari ini menjadi ikhtiar bagaimana nanti kasus-kasus di IGD bisa terselesaikan,” kata Endah.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Jenal Mutaqin Gowes Bareng Komunitas, Soroti Parkir Liar di Jalur Sepeda

Published

on

By

Jenal Mutaqin Gowes Bareng Komunitas, Soroti Parkir Liar di Jalur Sepeda
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat bermain sepeda BMX usai gowes santai bersama komunitas, Jumat, 15 Mei 2026.

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengikuti gowes santai bersama komunitas sepeda pada Jumat, 15 Mei 2026.

Gowes santai dimulai dari Balai Kota Bogor, Jalan Ir. H. Juanda, Kecamatan Bogor Tengah dan berakhir di Kopi Nako Daur Baur, Jalan Binamarga 2, Kecamatan Bogor Timur.

Jenal Mutaqin mengatakan, kegiatan ini berawal dari banyaknya keluhan warga yang masuk melalui media sosial pribadinya saat mengunggah aktivitas bersepeda menuju kantor.

“Kegiatan gowes santai ini terinspirasi dari aspirasi masyarakat yang merespons postingan Instagram saya waktu bersepeda ke kantor. Mereka mengeluhkan hak-hak mereka justru terambil oleh parkir liar. Akhirnya mereka harus mengalah ke tengah jalan dan dimarahi kendaraan yang melaju kencang,” ujar Jenal.

Baca juga: Sempur Jemput Bola Perekaman e-KTP Pemula hingga Malam

Dalam perjalanan, Jenal mengaku masih menemukan kendaraan yang parkir di jalur sepeda. Namun, para pelanggar disebut langsung bergegas pergi ketika melihat rombongan pesepeda dalam jumlah besar melintas.

“Sepanjang perjalanan tadi ditemukan juga parkir liar. Mereka agak geram ketika melihat pengguna sepeda dalam jumlah banyak, lalu langsung bergegas pergi. Tapi kalau pesepeda perorangan memang agak susah,” ucapnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor pun berencana menjadikan kegiatan gowes bersama komunitas sebagai agenda rutin untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak pengguna jalur sepeda.

“Ke depan mungkin dua minggu sekali atau bagaimana nanti kita komunikasikan lagi melalui grup,” ungkap Jenal.

Terkait pelanggaran penggunaan jalur sepeda, Jenal menegaskan bahwa sanksi sebenarnya sudah diatur dalam perda dan perwali berupa penggembokan hingga penderekan kendaraan yang melanggar.

“Di perda dan perwali sudah jelas ada sanksi administrasi seperti penggembokan dan penderekan ketika memang dilakukan pelanggaran,” katanya.

Namun demikian, ia mengakui keterbatasan jumlah petugas menjadi kendala dalam pengawasan jalur sepeda, terlebih pada masa libur panjang saat petugas Dinas Perhubungan (Dishub) juga fokus mengatur rekayasa lalu lintas.

Menurutnya, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan untuk membantu penegakan aturan dengan melaporkan pelanggaran melalui media sosial maupun kanal digital lainnya.

“Dengan laporan melalui media sosial itu lebih cepat direspons. Partisipasi publik sangat kita harapkan dalam penegakan perda,” katanya.

Baca juga: Mengayuh Koleksi Sepeda Onthel Ala ASN Bogor, Harganya Selangit! 

Selain masalah parkir liar, Jenal juga menyoroti kondisi sejumlah jalur sepeda yang mulai rusak, seperti genangan air, marka yang memudar, hingga jalur yang terangkat akar pohon.

Langkah perbaikan jalur sepeda akan diupayakan melalui rencana kerja perangkat daerah (RKPD) perubahan dengan fokus pada jalur-jalur utama seperti Jalan Pajajaran, Otista, dan sistem satu arah (SSA).

“Insyaallah di RKPD perubahan saya coba berikan treatment terbaik untuk jalur-jalur sepeda yang sudah mulai memudar. Edukasi juga akan diperluas melalui plang larangan parkir,” tuturnya.

Selain berolahraga bersama, rombongan gowes juga melihat proses pengolahan dan daur ulang sampah.

“Sekalian kita belajar proses daur ulang sampah dari salah satu kafe di nako baur. Tadi kita lihat langsung prosesnya dan cukup menarik,” ucap Jenal memungkas.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer