Berita
Sekum HIPMI Kota Bogor Ramaikan Bursa Calon Ketua Umum
KlikBogor – Jelang musyawarah cabang (muscab) ke-VI Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Bogor yang akan digelar awal Juli 2025, bursa calon ketua umum (caketum) BPC HIPMI Kota Bogor terus bertambah.
Salah satunya Sekum BPC HIPMI Kota Bogor periode 2021-2024, M. Fauzi Hidayat. Fauzi resmi mengambil formulir pendaftaran di Kalaras Cafe, Rabu, 11 Juni 2025.
Langkah optimis Fauzi mengambil formulir pendaftaran caketum bukan tanpa alasan dan perhitungan matang. Niatnya maju dalam bursa caketum dikarenakan keinginan membesarkan HIPMI Kota Bogor dengan melahirkan pengusaha-pengusaha baru serta membangkitkan ekonomi di Kota Bogor sesuai Asta Cita Presiden Prabowo.
“Niat saya maju ingin membesarkan HIPMI Kota Bogor sesuai cita-cita dan harapan para mantan ketua dan pengurus sebelumnya. Selain itu juga insyaallah saya bersama jajaran pengurus nanti menyiapkan program unggulan yang bisa melahirkan pengusaha-pengusaha baru,” kata Fauzi yang juga adik dari Wakil Bupati Padang Pariaman, Rahmat Hidayat itu.
Lebih lanjut, Fauzi mengaku, awalnya ia tidak akan maju, namun dikarenakan besarnya dorongan dan dukungan dari rekan-rekan, setelah mempertimbangkan banyak hal akhirnya diputuskan maju.
“Insyaallah amanah teman-teman kepada saya, akan saya jalankan,” ujar Fauzi yang memiliki tagline “Merangkul Bukan Memaksa”.
Fauzi yang saat ini menjabat Direktur PT. Jayabana Sinergi Utama ini yakin jika langkahnya maju dalam bursa caketum bukan untuk meramaikan saja, namun memang ingin membuat perubahan lebih baik lagi di HIPMI Kota Bogor.
“Selama saya menjabat sebagai sekum, saya melihat banyak hal yang harus ditingkatkan di bidang program maupun hal lainnya. Apa yang dilakukan ketua sebelumnya sudah baik, insyaallah akan saya adopt program yang bagusnya kemudian saya modifikasi sehingga menjadi program unggulan. Selain itu program unggulan pun sudah saya siapkan jika memang Allah mentakdirkan saya jadi ketua umum,” katanya.
Ditanya soal persyaratan, Fauzi mengaku sudah menyiapkan semua persyaratan yang ditetapkan panitia Muscab HIMPI Kota Bogor.
Seperti calon harus anggota biasa aktif yang dibuktikan dengan Kartu Elektronik Tanda Anggota (e-KTA HIPMI GO) yang masih aktif, setia kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, setia kepada cita-cita usaha dan tujuan HIPMI.
“Berpandangan luas, bersikap/bermoral baik di masyarakat terutama masyarakat dunia usaha. Serta tidak berada dalam keadaan terpidana atau dinyatakan pailit oleh pengadilan, dan berusia dibawah 41 tahun. Insyaallah saya sudah penuhi,” imbuhnya.
Ketua Tim Sukses Fauzi, Putra Simatupang, menambahkan untuk persyaratan khusus, seperti pernah atau sedang menjadi fungsionaris di BPC harian dan atau menjadi anggota aktif sekurang-kurangnya enam bulan sesuai Pasal 21 ART HIPMI, sudah terpenuhi.
“Syarat sekurang-kurangnya mendapatkan rekomendasi dari 10 anggota biasa aktif BPC di Kota Bogor seusai pasal 23 & 24 ART HIPMI, insyaallah ada,” kata Putra, seraya menambahkan jika Fauzi sudah memiliki 85 persen suara dari total 63 suara yang diperebutkan.
Kemudian syarat Sertifikat Diklatcab BPC HIPMI, lanjutnya, sudah dimiliki Fauzi. “Intinya insyaallah Fauzi sudah siap. Mohon doanya dari semua,” ucapnya.
(ckl/hrs)
Berita
SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.
“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.
Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.
“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.
Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.
“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.
“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.
(hrs)
Berita
Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.
“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.
Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.
Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.
“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.
Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.
“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.
Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.
“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
(ckl/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
