Berita
Pengaturan Lalu Lintas dan Pembatasan Angkutan Barang saat Arus Mudik-Balik di Bogor
KlikBogor – Menjelang hari raya Idulfitri 2025, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran.
Salah satunya, Dishub bersama instansi terkait akan menerjunkan 483 anggota yang terdiri dari berbagai pihak. Hal itu diungkapkan Kepala Bidang Pengendali dan Operasi pada Dishub Kabupaten Bogor, Dadang.
Perlu diketahui, 483 anggota terdiri dari 331 personel Dishub, 80 personel Polri, 32 personel TNI, 10 personel PMI, 10 personel Pramuka, 10 personel Orari, dan 10 personel Organda.
Untuk mendukung pengaturan lalu lintas, terang Dadang, pihaknya akan menempatkan sembilan titik Pos Pam yang tersebar di beberapa lokasi strategis, yaitu Gadog, Cisarua , Cigombong, Leuwiliang, Laladon, Cileungsi, Cibinong, Pancakarsa, dan Parung.
Lanjutnya, sebagai bagian dari upaya pengaturan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik lebaran, Dishub akan melaksanakan proteksi lalu lintas pada dua periode utama.
Untuk arus mudik dilakukan mulai dari 24 Maret hingga 2 April 2025. Sementara arus balik dilakukan mulai dari 31 Maret hingga 8 April 2025.
Pihaknya juga akan memberlakukan pembatasan operasional angkutan barang selama masa arus mudik dan arus balik. Pembatasan ini dimulai pada 24 Maret 2025 dari pukul 00.00 hingga 8 April 2025 pukul 24.00.
“Pembatasan ini berlaku untuk mobil barang sumbu 3 dimensi, sumbu 3 kereta tempelan atau kereta gandengan dan mobil yang digunakan untuk pengangkutan hasil galian, tanah, pasir, batu, bahan tambang, serta bahan bangunan, seperti besi, semen, dan kayu,” urai Dadang dikutip Kamis, 20 Maret 2025.
Untuk memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi standar keselamatan, dikatakan Dadang, Dishub Kabupaten Bogor telah melaksanakan dua tahap pemeriksaan kendaraan.
Tahap pertama pada 1-15 Maret 2025 di Terminal Bis B dan C untuk kendaraan angkutan umum. Sedangkan tahap kedua pada 18 Maret hingga 8 April 2025, dengan lokasi pemeriksaan di Rest Area Km 45 Jagorawi, Cisarua, Parama, dan Taman Safari.
“Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas dan perlengkapan untuk mendukung kelancaran angkutan lebaran, antara lain 9 Pos Pam Angkutan Lebaran, 40 unit motor dinas, 10 unit mobil dinas, 1 unit mobil derek, 5 unit mobil skywalker, 50 unit trapicon, 50 unit rambu portable dan 50 unit water barrier, jumlah kendaraan dan perlengkapan ini masih dapat bertambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tegasnya.
Dengan persiapan yang matang, Dishub Kabupaten Bogor memastikan bahwa angkutan lebaran 2025 akan berjalan dengan lancar dan aman bagi para pemudik.
“Kami Dinas Perhubungan akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan pelayanan terbaik dalam mendukung kelancaran arus mudik dan arus balik selama libur lebaran,” imbuhnya.
(ags/dho)
Berita
Tercebur ke Sumur Sedalam 17 Meter, Wanita di Parung Dievakuasi Selamat
KlikBogor – Petugas pemadam kebakaran berhasil mengevakuasi seorang wanita yang tercebur ke dalam sumur sedalam sekitar 17 meter di Kampung Jabon Mekar, Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor, Minggu, 23 Agustus 2026 dini hari.
Wakil Komandan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bogor Sektor Parung, Iskandar mengatakan, korban berusia 40 tahun diduga terjatuh secara tidak sengaja saat berada di sekitar bibir sumur.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
“Korban ditemukan berada di dasar sumur dalam kondisi lemas dan mengalami sesak napas. Proses evakuasi dilakukan menggunakan teknik mountaineering dengan sistem hauling,” kata Iskandar dalam keterangannya dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Proses evakuasi yang melibatkan petugas Sektor Cibinong dan Parung berlangsung selama sekitar 25 menit. Korban berhasil dievakuasi ke permukaan dalam keadaan selamat.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Setelah dievakuasi, korban diketahui mengalami luka ringan dan selanjutnya diserahkan kepada petugas medis untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
(hrs/ckl)
Berita
Peneliti IPB Kembangkan Pemodelan Biofisik untuk Diagnosis Dini Parkinson-Alzheimer
KlikBogor – Penurunan daya ingat dan kemampuan gerak kerap dianggap sebagai bagian alami dari proses penuaan. Namun, kondisi tersebut tidak selalu sesederhana itu. Perbedaan antara perubahan akibat usia dan gejala awal penyakit neurodegeneratif dapat dipetakan melalui pola aktivitas sel saraf.
Pendekatan inilah yang dikembangkan Prof Agus Kartono, Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) IPB University, melalui pemodelan biofisik untuk diagnosis dan pengobatan penyakit Parkinson dan Alzheimer.
Dalam Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University pada 20 Agustus 2026, Prof Agus menjelaskan bahwa pemodelan biofisik dikembangkan untuk memahami perubahan pola aktivitas listrik sel saraf sekaligus membantu menentukan strategi pengobatan yang lebih tepat.
Ketertarikannya berawal dari meningkatnya penelitian mengenai Parkinson dan Alzheimer. Saat membahas hasil penelitian bersama mahasiswa S2 dalam sebuah seminar, ia semakin menyadari bahwa kedua penyakit tersebut ternyata cukup dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Dari seminar tersebut, salah satu moderator menyampaikan bahwa ibunya terkena Alzheimer. Kemudian audiens lain mengatakan mama dan neneknya juga mengalami hal serupa. Dari situ saya melihat bahwa penyakit ini ternyata banyak terjadi di sekitar kita,” ujar Prof Agus dikutip Senin, 24 Agustus 2026.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Menurutnya, salah satu tantangan penting adalah membedakan perubahan fungsi tubuh yang terjadi karena pertambahan usia dengan gangguan neurodegeneratif. Pemodelan biofisik kemudian digunakan untuk menyimulasikan aktivitas sel saraf dan melihat pola rangsangan yang terjadi.
Simulasi juga dapat digunakan untuk menguji pola pemberian obat Parkinson, khususnya Levodopa. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa pemberian 125 mg sebanyak empat kali sehari mampu menghasilkan pola aktivitas saraf yang mendekati kondisi normal.
Sebaliknya, pemberian dosis lebih besar dalam frekuensi yang lebih sedikit dapat menghasilkan perubahan frekuensi aktivitas saraf yang lebih jauh dari kondisi normal.
“Yang bagus itu dosisnya kecil-kecil tetapi kontinu, supaya obatnya selalu ada di dalam tubuh untuk menggantikan jembatan antara dua sel saraf tadi,” jelas Prof Agus.
Selain terapi obat, pemodelan juga dikembangkan untuk menyimulasikan imunoterapi. Pada Parkinson, pendekatan tersebut digunakan untuk melihat kemungkinan pemulihan pola aktivitas listrik sel saraf melalui modulasi sistem imun.
Sementara pada Alzheimer, pemodelan digunakan untuk memahami interaksi obat dengan plak amiloid-beta yang menghambat komunikasi antarsel saraf.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
Prof Agus juga melihat peluang pemodelan biofisik untuk mendukung diagnosis lebih dini. Ke depan, data dari perangkat medis seperti Deep Brain Stimulation (DBS) akan dibandingkan dengan hasil simulasi untuk melihat apakah pola aktivitas saraf tertentu dapat menjadi indikator awal Parkinson atau Alzheimer.
“Ini masih berkembang. Kami baru serius sekitar dua sampai tiga tahun untuk Parkinson. Berikutnya, kami akan mencoba menggabungkan data dari DBS yang ada di rumah sakit dengan simulasi yang kami kembangkan,” katanya.
Menurut Prof Agus, pendekatan serupa sebelumnya juga telah dikembangkan untuk penyakit diabetes. Pengalaman tersebut menjadi pijakan untuk memperluas pemodelan biofisik ke penyakit neurodegeneratif.
Ia menegaskan, pemodelan biofisik bukan untuk menggantikan peran dokter, melainkan menyediakan informasi ilmiah yang dapat membantu pengambilan keputusan medis secara lebih terukur.
Dengan pengembangan dan validasi data klinis lebih lanjut, teknologi ini diharapkan dapat membuka peluang diagnosis yang lebih dini sekaligus mendukung terapi yang lebih presisi bagi pasien Parkinson dan Alzheimer.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Tegal Gundil, 3 Orang Alami Luka
KlikBogor – Satu unit rumah di Kelurahan Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, terbakar, pada Minggu, 23 Agustus 2026. Dalam peristiwa tersebut, tiga orang mengalami luka ringan dan telah dilarikan ke RS PMI Kota Bogor untuk mendapatkan penanganan medis.
Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran terjadi sekira pukul 15.28 WIB.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan sekira pukul 15.32 WIB dan langsung mengerahkan tim dari Pos Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh.
Baca juga: Musim Kemarau, Mengapa Puncak Bogor Terasa Makin Dingin?
Api berhasil dipadamkan setelah sekitar 20 menit petugas berjibaku melakukan pemadaman di lokasi kebakaran.
“Lama pemadaman sekitar 20 menit. Kemudian dilakukan proses pendinginan selama kurang lebih 40 menit,” ujar Ade saat dikonfirmasi via aplikasi perpesanan.
Baca juga: Gudang Eks Pabrik Tekstil di Kota Bogor Terbakar, 10 Unit Pemadam Dikerahkan
Berdasarkan informasi di lokasi, ia mengatakan, api pertama kali diketahui berasal dari ruang tengah rumah. Namun, penyebab pasti kebakaran belum diketahui.
Akibat kejadian tersebut, dua wanita mengalami luka bakar ringan dan seorang anak mengalami luka ringan. Sementara kerugian materi akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp250 juta.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
