Connect with us

Berita

Musrenbang Bogor Selatan Prioritaskan Pendidikan-Kesehatan

Published

on

Musrenbang Bogor Selatan Prioritaskan Pendidikan-Kesehatan
Kecamatan Bogor Selatan menggelar Musrenbang dengan fokus usulan pada bidang pendidikan dan kesehatan.

KlikBogor – Kecamatan Bogor Selatan menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang dilaksanakan di Eka Wedding Gallery, Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin 20 Januari 2025.

Camat Bogor Selatan, Irman Khairuddin menegaskan bahwa pendidikan menjadi fokus utama dalam Musrenbang tahun ini. Menurutnya, Kecamatan Bogor Selatan merupakan penyumbang terbesar angka usia sekolah di Kota Bogor, namun fasilitas pendidikan yang tersedia masih belum mencukupi.

“Kita baru mencapai angka partisipasi sekolah sebesar 10,72, dan Bogor Selatan berada di bawah rata-rata Kota Bogor. Setelah kami tinjau, ternyata fasilitas pendidikan di wilayah ini masih kurang. Oleh karena itu, hari ini saya ingin menekankan pentingnya penambahan sekolah, baik SD, SMP, maupun SMA,” ujar Irman.

Irman juga menyoroti kondisi pendidikan di Kelurahan Kertamaya, yang hingga kini belum memiliki sekolah SMP negeri. Secara keseluruhan, Kecamatan Bogor Selatan hanya memiliki empat SMP negeri dan dua SMA negeri, yang dinilai sangat kurang dibandingkan dengan jumlah penduduk usia sekolah.

“Jika terjadi PPDB dengan sistem zonasi, masyarakat kesulitan untuk masuk ke sekolah negeri karena jumlah sekolah tidak mencukupi,” tambahnya.

Berdasarkan hasil diskusi dan kajian sebelumnya, Kecamatan Bogor Selatan membutuhkan tambahan dua SMP dan satu SMA atau SMK.

“Minimal satu dulu terealisasi untuk SD, SMP, dan SMA agar warga memiliki lebih banyak kesempatan untuk melanjutkan sekolah. Saat ini, angka putus sekolah di wilayah ini masih tinggi, meskipun kami sudah berupaya memasukkan mereka ke PKBM yang tersedia,” jelasnya.

Terkait rencana pembangunan sekolah, Irman berharap agar Pemkot Bogor segera merealisasikan usulan tersebut. “Mudah-mudahan ada progres dari pemerintah kota, karena ini sangat dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa pihaknya telah mengusulkan beberapa lahan di Kelurahan Kertamaya dan Mulyaharja untuk pembangunan sekolah. Namun, proses ini masih menunggu kajian lebih lanjut terkait Detail Engineering Design (DED) dan kelayakan lokasi.

“Dari Dinas Pendidikan sendiri sudah ada wacana untuk pembangunan sekolah di Bogor Selatan, seperti yang dilakukan di Bogor Utara dan Bogor Timur,” kata Irman.

Selain pendidikan, Irman juga menyoroti kondisi kesehatan masyarakat di Bogor Selatan. Ia menyampaikan bahwa masih banyak warga yang masuk kategori miskin ekstrem dengan tingkat kesehatan yang rendah.

“Saat ini, masih ada 225 kasus stunting di wilayah kami, serta 410 keluarga dalam kondisi rentan dan layak mendapatkan perhatian khusus. Target kami adalah mencapai zero new stunting seperti yang telah ditetapkan pemerintah,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa fasilitas kesehatan yang ada masih belum mencukupi. “Walaupun ada fasilitas kesehatan, tapi masih kurang. Oleh karena itu, peningkatan layanan kesehatan juga menjadi prioritas kami,” tambahnya.

Dalam Musrenbang ini, Kecamatan Bogor Selatan juga mengusulkan peningkatan sarana dan prasarana (sapras) untuk mitigasi bencana. Mengingat wilayah ini memiliki kontur tanah yang rawan longsor, diperlukan langkah-langkah antisipasi untuk mengurangi risiko bencana.

Total usulan yang diajukan dalam Musrenbang kali ini mencapai 187 usulan dari 16 kelurahan, yang merupakan hasil seleksi dari 378 usulan di tingkat kelurahan.

“Realitanya, Kecamatan Bogor Selatan masih menghadapi banyak tantangan. Oleh karena itu, usulan yang masuk akan menjadi prioritas untuk dibawa ke Musrenbang tingkat Kota Bogor,” pungkas Irman.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat

Published

on

By

Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim membuka Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 22 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor resmi digelar di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 22 September 2026. Peserta MTQ ke-45 dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, pelaksanaan MTQ tahun ini tetap dapat diselenggarakan meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.

“Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan MTQ yang ke-45 di tengah kondisi fiskal daerah yang memang terbatas,” ujar Dedie Rachim, usai membuka MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor.

Dengan mengangkat tema “Menjadikan Kota Bogor Menjadi Kota Religius, Maju dan Berkeadaban”, menurutnya, ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Bogor, baik infrastruktur maupun manusia.

Pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi salah satu tonggak dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan.

“Yang namanya pelaksanaan kegiatan MTQ dalam rangka pembangunan manusia harus menjadi tonggak bagaimana kemudian kita bina anak-anak yang berakhlakul karimah, yang saleh dan salehah, yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Kota Bogor yang menjadikan Alquran sebagai pedoman dan juga pegangan hidup,” katanya.

Baca juga: Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili menjelaskan, MTQ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terkonsep, terstruktur, dan terukur.

Para juara MTQ tingkat Kota Bogor akan dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk berlaga pada MTQ tingkat Jawa Barat, bahkan nasional.

“MTQ itu kegiatan rutin, tetap rutin, terkonsep, terstruktur, terukur, karena juara dari MTQ ini akan menjadi duta Kota Bogor di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional,” kata Ade.

Ade berharap MTQ juga mampu membangun kesamaan nilai di tengah masyarakat Kota Bogor, dengan menjadikan Alquran bukan hanya untuk dibaca dan dipelajari, tetapi juga dipedomani dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan pekerjaan dan keahlian masing-masing.

Ia memaparkan, peserta MTQ ke-45 merupakan utusan dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Setiap kecamatan mengirimkan peserta pada berbagai cabang yang diperlombakan.

“Alhamdulillah setiap kecamatan mengirimkan peserta penuh dari yang kita mohonkan. Mulai dari tilawah anak-anak, tartil remaja dan dewasa, tahfiz dari satu juz hingga 30 juz, kaligrafi, serta sejumlah perlombaan yang dilaksanakan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim (BKMM), seperti lomba asmaul husna, qasidah, maulid, dan cerdas cermat syarhil quran,” urainya.

Baca juga: Digelar 10 Hari, BiiFest 2026 Hadirkan MTQ hingga Duta Cendekia Muda

Menurut Ade, keterlibatan seluruh kecamatan dalam MTQ menjadi gambaran mengenai bagaimana kegiatan keagamaan di tingkat wilayah tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan umat serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.

“Nantinya pemenang satu, dua dan tiga akan dibina menjadi perwakilan Kota Bogor untuk masuk ke Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada April 2027 di Kota Bandung,” terangnya.

Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir Kota Bogor konsisten berada di jajaran lima besar pada MTQ tingkat Jawa Barat.

“Pada 2025, Kota Bogor menempati peringkat keempat, setelah pada 2024 berada di peringkat kedua. Sementara pada 2023 Kota Bogor berada di peringkat keenam dan pada 2022 menempati peringkat kelima. Jadi kita selalu mendapatkan peringkat lima besar dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat,” tandasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target

Published

on

By

Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target
Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau progres pembangunan kawasan GOR Pajajaran, Selasa, 22 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Komisi III DPRD Kota Bogor meninjau langsung progres pembangunan kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran, Kecamatan Tanah Sareal Kota Bogor, Selasa, 22 September 2026.

Kegiatan itu dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek fisik berjalan sesuai dengan perencanaan dan kriteria spesifikasi yang ditetapkan, menyongsong gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat yang akan digelar November 2026.

​Dalam peninjauan tersebut, rombongan Komisi III DPRD Kota Bogor memantau pengerjaan Tribun Barat GOR Pajajaran serta mengecek fasilitas lapangan, lintasan jogging track yang telah rampung, hingga lintasan atletik yang masih dalam tahap pengerjaan (on progress).

​Wakil Ketua Komisi III DPRD Kota Bogor, Abdul Rosyid, menyampaikan apresiasinya atas capaian kualitas material dan pengerjaan di lapangan. Ia berharap seluruh proses dapat dirampungkan sesuai dengan batas waktu yang disepakati bersama.

​”Mudah-mudahan target 2 Desember 2026 tercapai. Kami juga berpesan agar aspek keamanan dan keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,” ujar Abdul Rosyid di lokasi peninjauan.

​Selain area arena utama, jajaran DPRD Kota Bogor turut meninjau area kolam renang yang dijadwalkan menjadi tempat pertandingan cabang olahraga Pentathlon.

 Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor

Saat ini, arena kolam renang utama telah dapat difungsikan, sementara pengerjaan kolam pemanasan selebar kedalaman 80 centimeter ditargetkan selesai pada akhir November 2026.

​Rombongan juga meninjau sarana Wall Climbing yang didatangkan langsung dari India. Kehadiran berbagai fasilitas berstandar internasional ini diharapkan mampu memacu semangat dan prestasi para atlet lokal Kota Bogor.

​Dalam kesempatan tersebut, Komisi III DPRD Kota Bogor memberikan instruksi tegas kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor untuk melakukan pengawasan ketat terhadap seluruh tahapan konstruksi, khususnya menyangkut ketepatan waktu serta kesesuaian spesifikasi material.

​Hal tersebut dinilai krusial mengingat Kota Bogor teah bersiap menjadi tuan rumah pelaksanaan Porprov Jabar 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 6 November 2026 mendatang.

​Gedung arena GOR Pajajaran dirancang memiliki kapasitas hingga 2.000 tempat duduk di lantai 1, yang juga dilengkapi dengan fasilitas penunjang seperti kafe, ruang rapat, serta area pembelian tiket (ticketing).

Sementara itu, lantai 2 akan difungsikan sebagai ruang kantor pengelola dan kantor Dispora Kota Bogor. Adapun gedung kantor Dispora yang lama direncanakan bakal dibongkar pada rentang akhir September hingga Oktober 2026.

Baca juga: GOR Pajajaran Ditarget Rampung 2027, Tahap II Kini Capai 35 Persen

Menanggapi peninjauan tersebut, Kepala Dispora Kota Bogor, Anas S. Rasmana, mengonfirmasi bahwa progres pengerjaan di kawasan GOR Pajajaran menunjukkan tren yang sangat positif. Bahkan, penyempurnaan area stadion diproyeksikan rampung lebih awal dari jadwal semula.

​”Alhamdulillah progres pembangunan di kawasan GOR Pajajaran berjalan dengan baik. Untuk stadion, progresnya sudah menunjukkan hasil positif, tinggal sedikit lagi penyempurnaan. Kita targetkan akhir Oktober ini sudah selesai, lebih cepat dua bulan dari target awal,” ungkap Anas.

​Anas menjelaskan bahwa ajang Porprov Jabar 2026 di Kota Bogor akan mempergunakan sebanyak 17 venue pertandingan yang tersebar di sejumlah titik strategis.

​”Total venue untuk Porprov ada 17 venue yang tersebar. Untuk cabor menembak di Lapangan Kahuripan Bogor Barat, gantole di Kabupaten Bogor, paralayang di Puncak, bola tangan di Sentul, arung jeram di Pamoyanan, dan untuk cabang beladiri seperti Taekwondo dan Karate akan dipusatkan di GOR,” paparnya.

​Anas optimistis seluruh infrastruktur pendukung dapat diresmikan dan mulai dioperasikan secara penuh pada awal bulan Desember.

​”Kita targetkan tanggal 2 Desember 2026 GOR sudah bisa digunakan secara resmi. Untuk kantor Dispora yang ada di Tribun Timur nanti akan kita tinggikan, dan kantor Dispora yang lama akan kita bongkar pada akhir September atau Oktober ini,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor

Published

on

By

Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor
Kebakaran di kawasan Jalan Paledang, Kota Bogor. Foto/Tangkapan layar/Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Kebakaran melanda satu rumah, satu toko, tiga warung, dan satu mobil di Jalan Paledang, Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Selasa, 22 September 2026.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Ade Nugraha mengatakan, kebakaran tersebut diduga dipicu korsleting listrik pada bagian atas atap salah satu bangunan.

“Berdasarkan informasi di lokasi, awal terjadinya kebakaran menurut keterangan saksi karyawan warmindo, api diduga berasal dari korsleting listrik di bagian atas atap hingga mengenai warung di sekitarnya,” kata Ade.

Ia menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 11.03 WIB. Petugas kemudian bergerak ke lokasi untuk melakukan pemadaman.

Kobaran api berhasil dikendalikan setelah proses pemadaman selama 20 menit dan dilanjutkan dengan pendinginan selama 30 menit.

Dalam penanganan tersebut, petugas yang dikerahkan ke lokasi dari Regu 3 Cibuluh, Yasmin, dan Sukasari. Petugas juga mendapat dukungan tiga ambulans dan satu unit kendaraan rescue BPBD.

“Petugas langsung melakukan pemadaman di lokasi untuk mencegah api kembali merambat ke bangunan lainnya,” ujarnya.

Tidak ada korban dalam kebakaran yang menghanguskan satu rumah, satu toko, tiga warung, dan satu mobil tersebut. Kerugian akibat kebakaran ditaksir mencapai sekitar Rp500 juta.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer