Connect with us

Berita

12 Program Unggulan Atang-Annida Menjawab Masalah Kota Bogor 

Published

on

12 Program Unggulan Atang-Annida Menjawab Masalah Kota Bogor 
Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor, Atang Trisnanto dan Annida Allivia.

KlikBogor – Dalam debat pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bogor 2024 yang diselenggarakan oleh salah satu media lokal, Atang Trisnanto dan Annida Allivia menyampaikan visi, misi serta program-program unggulan yang akan mereka jalankan jika terpilih.

Atang Trisnanto mengungkapkan bahwa visi dan misi mereka adalah mewujudkan Kota Bogor yang nyaman untuk semua warganya. 

“Kami memiliki visi dan misi yang kami sebut ‘Untuk Semua’. Kota Bogor yang nyaman pelayanannya, nyaman hidupnya, dan nyaman kotanya,” ujar Atang, Sabtu, 5 Oktober 2024.

Menurut Atang, visi tersebut didasarkan pada berbagai diskusi dan kajian yang dilakukan selama menyerap aspirasi dari seluruh warga Kota Bogor. 

“Kami bersepakat untuk melanjutkan 27 program utama yang bertujuan mengejar empat misi tersebut. Program ini adalah langkah lanjutan dari apa yang sudah dilakukan Pemerintah Kota Bogor,” katanya.

Dari total 27 program yang ia miliki, Atang menyoroti 12 program unggulan yang akan menjadi prioritas. Beberapa di antaranya adalah Bogor Smart System, layanan pengaduan 24 jam untuk memastikan kehadiran kepala daerah di tengah masyarakat, pengembangan UMKM dan koperasi, penanganan sampah secara terintegrasi, serta pembangunan 68 area Sadaya. 

Selain itu, mereka juga akan memperhatikan penyandang disabilitas, janda, lansia, dan menerapkan program ‘Satu Keluarga Satu Sarjana’. 

“Kami juga akan melakukan pembangunan SMP negeri baru, serta penataan tiga kawasan unggulan, yaitu Empang sebagai kawasan religi, Batutulis sebagai kawasan budaya, dan Suryakencana sebagai pusat ekonomi, juga menjadi bagian dari program unggulan mereka,” paparnya.

Sementara, Annida Allivia menambahkan bahwa pihaknya memiliki beberapa program unggulan lainnya, seperti penyediaan layanan psikolog dan dokter keluarga.

“Kami juga akan lakukan pengembangan ekonomi kreatif dengan alokasi dana sebesar Rp10 miliar per tahun. Program ini yang akan menjadi salah satu ekspresi dari pemerintah Kota Bogor yang peduli dengan pengembangan kualitas anak muda serta kemajuan dunia ekonomi kreatif di Kota Bogor,” ucap Annida.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Mengenal PSEL, Teknologi Pengubah Sampah jadi Listrik 

Published

on

By

Mengenal PSEL, Teknologi Pengubah Sampah jadi Listrik 
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menghadiri sosialisasi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kantor PWI Kota Bogor, Selasa, 26 Mei 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memaparkan cara kerja Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dalam kegiatan sosialisasi yang digelar di Kantor PWI Kota Bogor, pada Selasa, 26 Mei 2026.

Kegiatan tersebut turut melibatkan insan pers sebagai bagian dari upaya edukasi publik terkait pengelolaan sampah modern berbasis teknologi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa persoalan sampah di Indonesia tidak bisa lagi ditangani secara parsial. Menurutnya, perlu pendekatan terintegrasi dengan dukungan teknologi modern agar pengelolaan sampah lebih efektif.

“Indonesia sekarang berada dalam kondisi darurat sampah. Kalau penanganannya sporadis dan berjalan sendiri-sendiri, tidak akan mungkin efektif,” kata Dedie Rachim.

Ia menjabarkan, teknologi yang dipilih dalam program ini adalah Waste to Energy (WTE) berbasis insinerator. Sistem tersebut digunakan untuk membakar sampah yang sudah tidak memiliki nilai ekonomi, sehingga tidak mengganggu peran bank sampah maupun TPS 3R.

“Konsepnya adalah membakar sampah yang sama sekali tidak punya nilai ekonomi lagi. Jadi yang masih bernilai tetap dikelola melalui TPS 3R dan bank sampah,” jelasnya.

Baca juga: Bogor Siapkan PSEL 2.500 Ton, Kayumanis Masuk Proyek Tahap Kedua

Teknologi yang digunakan juga telah dirancang dengan standar tinggi, mengusung konsep zero emission dan zero odor. Dengan sistem tersebut, proses pembakaran diklaim tidak menimbulkan bau maupun emisi berbahaya bagi lingkungan sekitar.

Sementara itu, Director Project and Stakeholder Management Danantara Waste Energy, Maulana Muhammad, menjelaskan bahwa proses kerja PSEL dimulai dari pengumpulan sampah residu yang tidak memiliki nilai ekonomi.

Sampah tersebut kemudian dibakar dalam ruang bakar bersuhu tinggi untuk menghasilkan energi panas.

“Panas dari proses pembakaran itu kemudian diubah menjadi energi listrik melalui turbin, dan listriknya disalurkan ke PLN,” terangnya.

Ia menyebutkan, teknologi insinerator yang digunakan mampu mengurangi volume sampah hingga 90 sampai 100 persen tanpa menyisakan limbah dalam jumlah besar.

Sedangkan sisa pembakaran berupa fly ash dan bottom ash (Faba) akan dimanfaatkan kembali sebagai bahan konstruksi.

Selain itu, proyek PSEL di Kota Bogor juga didukung skema pembiayaan dari pemerintah pusat melalui regulasi terbaru. Dengan skema tersebut, biaya pengolahan tidak lagi dibebankan ke APBD daerah, melainkan ditopang oleh penjualan energi listrik.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Denni Wismanto menjelaskan bahwa penerapan PSEL memberikan dampak signifikan terhadap lingkungan. Salah satunya adalah pengurangan emisi karbon dioksida serta efisiensi penggunaan energi fosil.

“Dengan kapasitas 1.000 ton per hari, kita bisa mengurangi sekitar 180 ribu ton emisi CO2. Selain itu, penggunaan batu bara juga bisa ditekan,” ungkapnya.

Baca juga: Pembunuh Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Terancam 20 Tahun Penjara

Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, menyatakan dukungan terhadap program tersebut. Ia menegaskan peran media penting dalam menyampaikan informasi yang utuh kepada masyarakat.

“Kami siap membantu mengawal sekaligus mensosialisasikan program ini agar masyarakat mendapatkan pemahaman yang benar,” ujarnya.

Ia memastikan bahwa standar emisi dari fasilitas PSEL telah dirancang berada di bawah ambang batas aman lingkungan.

Pemerintah juga akan terus melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat terkait teknologi tersebut.

Proyek PSEL di Kota Bogor direncanakan dibangun di dua lokasi, yakni TPA Galuga dan Kayumanis, dengan skema kerja sama antardaerah.

Fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap TPA konvensional serta mengatasi persoalan keterbatasan lahan dan pencemaran lingkungan akibat sampah.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Pembunuh Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Terancam 20 Tahun Penjara

Published

on

By

Pembunuh Wanita di Jalan Sholeh Iskandar Bogor Terancam 20 Tahun Penjara
Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro (kedua kiri) saat menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus pembunuhan wanita di Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal. Foto/Klikbogor.

KlikBogor – Tak kurang dari 24 jam, polisi berhasil menangkap MF (26), pelaku pembunuhan wanita berinisial AA (25). Pria tersebut ditangkap setelah membuang jasad korban dari Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) ke bawah Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Cibadak, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, pada Sabtu, 23 Mei 2026.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Rio Wahyu Anggoro mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan terkait penemuan seorang wanita yang tewas di Jalan Sholeh Iskandar pukul 03.00 WIB.

“Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi kejadian perkara (TKP) dan ditemukan seorang wanita yang tergeletak di jalan raya dengan keadaan tidak bernyawa,” ujar Rio, Senin, 25 Mei 2026.

Polisi kemudian melakukan olah TKP dan memeriksa saksi-saksi. Dari hasil identifikasi, polisi mengantongi terduga pelaku pembuang jasad korban AA.

“Kami dapati terduga pelaku berinisial MF,” jelas Rio.

Pihaknya kemudian berkoordinasi dengan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat untuk membantu pengejaran terhadap pelaku.

“Alhamdulillah, pada pukul 07.00 WIB terduga pelaku berhasil ditemukan di jalan Tol Cisumdawu saat hendak menuju wilayah Garut,” katanya.

Baca juga: Diduga Lompat dari Jembatan di Panaragan, Pemuda Meninggal

Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku dengan korban diketahui merupakan teman sekolah di salah satu SMK di Kabupaten Bogor.

Sebelum insiden berdarah itu, pelaku berusaha mencari hingga menghubungi korban melalui pesan di media sosial. Setelah sekian lama tidak bertemu dan berkomunikasi, mereka janjian untuk bertemu.

“Pada tanggal 2 Mei 2026 keduanya bertemu di Air Mancur,” tuturnya.

Dalam pertemuan itu, korban sempat menanyakan keberadaan orang tua pelaku. Menurut pengakuan tersangka, terdapat ucapan korban yang membuat dirinya sakit hati.

Diduga karena sakit hati, pelaku kembali mengajak korban bertemu pada Jumat, 22 Mei 2026. Dalam pertemuan kedua itu, pelaku telah menyiapkan sejumlah peralatan.

“Terduga pelaku memperlihatkan golok lalu mengancam akan melakukan pembunuhan. Kemudian pelaku menyampaikan kalau mau aman korban harus memberikan uang. Tapi korban tidak mau,” katanya.

Pelaku kemudian mengeksekusi korban saat di kawasan Stadion Pakansari. “Korban dijerat menggunakan dasi yang sudah dibawa oleh tersangka,” bebernya.

Baca juga: Bogor Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3

Setelah itu, korban dibawa berkeliling menggunakan mobil dalam keadaan tidak sadar. Saat di jalan Tol BORR di kawasan Yasmin, korban disebut masih bergerak.

“Ketika masuk di wilayah Yasmin atau Sholeh Iskandar, menurut pengakuan tersangka bahwa korban gerak-gerak. Kemudian terjadilah seperti yang di video dari jalan tol ke bawah yang merupakan tindakan keji,” katanya.

Setelah melakukan aksinya, pelaku kemudian membawa mobil milik korban menuju arah Garut. Setelah polisi melakukan pelacakan melalui rekaman CCTV di sejumlah ruas jalan tol akhirnya berhasil mengetahui keberadaan pelaku.

“Pada saat akan melakukan penangkapan, mobil korban yang dibawa pelaku tidak mau berhenti. Dan dapat membahayakan pengendara lain. Aparat kepolisian melakukan tindakan tegas terukur dan melakukan penembakan terhadap mobil korban yang dibawa oleh tersangka,” tegasnya.

Selain pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa golok, dasi, mobil, uang tunai sekitar Rp4 juta, pakaian, dompet, dan sejumlah kartu identitas milik korban.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, MF dijerat Pasal 459, Pasal 458 ayat (1), Pasal 49 ayat (3), dan atau Pasal 466 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, junto Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Darurat Republik Indonesia Tahun 1951.

“Ancaman hukuman pidana penjara 15 tahun dan paling lama 20 tahun,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Pemkot Akan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir 

Published

on

By

Pemkot Akan Normalisasi Drainase di Sejumlah Titik Rawan Banjir 
Kawasan Jalan Dadali di Kecamatan Tanah Sareal menjadi salah satu titik prioritas penanganan saluran air. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor akan melakukan normalisasi drainase di sejumlah titik rawan banjir lintasan pascahujan deras yang melanda Kota Bogor.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, penanganan drainase menjadi prioritas untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi.

“Antisipasi perubahan cuaca dan hujan dengan curah hujan ekstrem sudah menjadi keharusan. Saya meminta seluruh aparatur di wilayah untuk siap melakukan mitigasi, pemetaan, dan langkah antisipasi di titik-titik rawan,” ungkap Dedie Rachim, Minggu, 24 Mei 2026.

Baca juga: Bogor Diguyur Hujan, Bendung Katulampa Siaga 3

Salah satu lokasi yang menjadi prioritas penanganan adalah saluran air di Jalan Dadali. Kondisi saluran yang mengalami penyempitan dan sedimentasi membuat air limpasan tidak lagi mampu mengalir dengan optimal ke drainase di bawah trotoar.

Selain itu, keberadaan pedagang tanaman hias di atas trotoar turut menjadi kendala dalam proses normalisasi saluran di lokasi tersebut.

Camat Tanah Sareal, Rokib, telah melakukan sosialisasi kepada para pedagang agar tidak lagi berjualan, karena lokasi tersebut akan digunakan untuk proses pembongkaran saluran lama.

Baca juga: Door to Door, DPRD dan Pemkot Bogor Antar Bantuan Pendidikan ke Warga

Kemudian, titik lain yang mendapat perhatian adalah Perumahan Yasmin Sektor 6. Saluran yang tersumbat sampah mengakibatkan debit air meningkat hingga menjebol dinding pembatas antara kawasan perumahan dan jalur protokol.

Pemkot Bogor juga memprioritaskan perbaikan drainase di Jalan Kapten Yusuf, Kelurahan Cikaret. Penanganan di lokasi tersebut membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor, karena saluran drainase berasal dari wilayah hulu di Tamansari dan Ciapus.

Dedie Rachim menegaskan, penanganan drainase dan mitigasi banjir harus dilakukan secara kolaboratif agar dampak banjir lintasan dapat diminimalkan.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer