Berita
PPP Bangkitkan Kembali Semangat Kader Menuju Pemilu 2029
KlikBogor – Memilih tempat nongkrong kaum milenial dan Gen Z, Dewan Pengurus Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Jawa Barat menggelar Kolokium Transformasi PPP untuk Indonesia di Kafe Koteshu, Jalan Ahmad Yani, Kota Bogor, Kamis, 30 Januari 2025.
Dalam acara ini menghadirkan narasumber seperti Dr. H. Endin A.J Soefihara, MM. (Akademisi dan Tokoh PPP), Prof. Burhanuddin Muhtadi, M.A., Ph.D. (Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia) dan Nadia Hasna Humaira, B.HSc. (Penggiat Sosial Politik Muda).
Adapun tema yang diangkat ‘Mewujudkan Partai yang Adaptif, Inklusif, dan Responsif Menuju Indonesia Emas’. Acara ini dihadiri pengurus DPC PPP di Jabar serta sejumlah anggota DPRD, ormas sayap PPP, dan mahasiswa.
Tak hanya itu, tampak pula tokoh PPP Rachmat Yasin, Ketua DPC PPP Kabupaten Bogor Elly Rachmawati, dan Ade Munawaroh Yasin.
Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPW PPP Jabar Pepep Saepul Hidayat mengatakan, kegiatan ini biasa dilakukan tapi karena dalam rangka harlah, maka digelar secara berbeda dengan mengambil tempat Kota Bogor sebagai tuan rumahnya.
“Ini untuk memperluas jaringan juga. Tema yang diangkat adalah, agar PPP bisa menambah kesolidan dan makin tangguh kedepannya. Tentu saja, kita ini memiliki kader yang mumpuni dan banyak yang sudah menjadi tokoh nasional. Hanya saja, PPP telat merespon atas perubahan sistem pemilu, sehingga puncaknya pada pemilu lalu tak masuk ke Senayan. Saya ingin membangkitkan kembali gairah kader di semua wilayah karena di pemilu 2029 masih banyak harapan,” terang Pepep.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi mengatakan, jika dirinya sudah mewanti-wanti pimpinan PPP sebelum pemilu 2024, karena hasil survey masih di angka 3 persen, padahal syarat ambang batas parlemen sebesar 4 persen.
Ia menambahkan, gagalnya PPP masuk ke Senayan penjelasannya sangat mudah karena trennya terus menurun. Contohnya, pada pemilu 2019 saja hanya mendapatkan 4,5 persen di DPR RI kemudian ada masalah internal dan di 2024 suaranya 3,87 persen.
“Namun, meski daerah lain suara PPP turun, tapi di wilayah Jabar kursi DPRD provinsinya malah naik yang awalnya hanya 3 menjadi 6 kursi. Jadi, Jabar masih bisa dianggap sebagai salah satu basis suara dari PPP,” ujarnya.
Burhanuddin mengungkapkan, tantangan ke depan tentu akan berat karena biasanya partai yang sudah tak lolos PT dan bercokol lagi di Senayan akan susah masuk kembali. Sehingga skenario yang harus dilakukan adalah sejak dini memilih caleg berkualitas serta memiliki pimpinan atau ketua umum yang punya daya tarik.
“Perlu diingat juga, agar terus memperhatikan dapil yang sudah memiliki kursi atau yang sudah menjadi basis. Dan diperhatikan juga dapil yang dianggap biasa-biasa saja, namun saat pemilu terakhir mendapatkan kursi. Nah, sisanya tinggalkan saja dan prioritas di dapil-dapil tersebut,” imbau dia.
Dijelaskan bahwa saat ini pemilih banyak dari kalangan muda. Solusinya, PPP yang merupakan partai ‘senior’ harus memiliki cara untuk merangkul kaum muda itu menjadi pemilih PPP.
“Salah satu caranya adalah, PPP harus aktif di media sosial (medsos). Kalau ada acara seperti ini, jangan hanya diselenggarakan secara offline saja tapi libatkanlah yang diluar sana dengan melakukan kegiatan live di medsos yang dimiliki DPC, DPW atau DPP. Mimbarnya saat ini adalah medsos,” tukas dia.
Ditempat yang sama, Penggiat Sosial Politik Muda, Nadia Hasna Humaira menjelaskan, ke depan PPP tetap harus bisa mendengarkan arahan atau pengalaman senior, namun tidak melupakan inovasi. Peran PPP di Indonesia Emas ini akan ada di bagian mana, sehingga bisa terus berkembang dan meraup kembali suara signifikan di setiap pemilu.
“Bagi saya, musuh kita adalah kemiskinan dan kebodohan. Karena itu, harus ada terobosan-terobosan yang bisa berkaitan dengan dua permasalahan tersebut. kalau pun menggeber medsos jangan asal viral saja, tapi harus ada hasil yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” tandas Nadia.
(red)
Berita
GOR Pajajaran Ditarget Rampung 2027, Tahap II Kini Capai 35 Persen
KlikBogor – Pembangunan Stadion Gelanggang Olahraga (GOR) Pajajaran terus digeber sampai saat ini yang memasuki tahap dua.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan penyelesaian keseluruhan area GOR Pajajaran akan selesai pada 2027 dengan pembangunan melalui tiga tahap.
“Dan tentunya tahun 2027 kita akan selesaikan seluruh rangkaian pembangunan GOR Pajajaran. Jadi, insyaallah di akhir 2027 GOR Pajajaran sudah bisa dipakai lebih representatif,” ujar Dedie Rachim saat olahraga bersama masyarakat di Lapangan Sempur dalam peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) 2026, Sabtu, 12 September 2026.
Baca juga: Haornas 2026, 3 Tokoh Olahraga di Kota Bogor Diberi Penghargaan
Pemkot Bogor menyatakan akan terus mewujudkan pembangunan olahraga yang inklusif dan berkeadilan. Sehingga, anak-anak, pemuda, perempuan, laki-laki, lanjut usia, dan penyandang disabilitas harus memperoleh kesempatan yang setara untuk aktif bergerak, berolahraga, serta mengembangkan potensi diri.
“Insyaallah, kita terus membangun sarana dan prasarana olahraga,” kata Dedie Rachim menambahkan.
Saat ini, pembangunan lanjutan Stadion GOR Pajajaran sudah mencapai 35 persen pengerjaan.
“Alhamdulillah, on the track semua. Malah itu kita deviasi positif ya, walaupun kecil. Jadi, di atas target untuk saat ini. Penyelesaian akan selesai di Desember,” ujar Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Kadispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana.
Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Meski belum semua tahap selesai, akhir tahun ini GOR Pajajaran sudah bisa digunakan dan akan dimanfaatkan untuk pelaksanaan Porprov 2026.
Ia berharap masyarakat bisa ikut serta meramaikan dan mendukung pelaksanaan Porprov, di mana Kota Bogor menjadi tuan rumah.
“Iya, sudah bisa. Ada yang digunakan, track bisa, lapangan bola bisa. Yang nggak bisa digunakan tribunnya saja. Tapi tribun timur kan ada. Makanya akan dipakai buat Porprov, kemudian juga bisa untuk cabang panahan, drum band, dengan petanque. Jadi, masyarakat bisa menyaksikan langsung,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
Haornas 2026, 3 Tokoh Olahraga di Kota Bogor Diberi Penghargaan
KlikBogor – Sebanyak tiga tokoh olahraga di Kota Bogor mendapatkan penghargaan yang diberikan dalam Apel Peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) Tahun 2026 tingkat Kota Bogor di Lapangan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, Sabtu, 12 September 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim memberikan penghargaan kepada tokoh olahraga sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dalam memajukan dunia olahraga dan melahirkan prestasi di Kota Bogor.
Penghargaan diberikan kepada Basuki sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga prestasi di Kota Bogor. Selanjutnya, Kusnandar sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga disabilitas di Kota Bogor. Kemudian, Sugeng Riyadi sebagai tokoh olahraga yang berjasa dalam memajukan olahraga masyarakat di Kota Bogor.
Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada para tokoh yang telah berjuang bersama serta menjadi inspirasi untuk meningkatkan keolahragaan di Kota Bogor.
“Terima kasih atas dedikasi dengan daya dan upaya yang diberikan dalam memajukan keolahragaan di Kota Bogor,” ucap Dedie Rachim.
Menurutnya, upaya itu juga sejalan dengan arah kebijakan Pemkot Bogor yang konsisten melakukan pembinaan serta berkomitmen meningkatkan sarana dan prasarana keolahragaan di Kota Bogor.
Baca juga: 5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
Tahun ini, Lapangan Yasmin akan segera diselesaikan sehingga pada akhir tahun nanti bisa digunakan. Untuk 2027, Pemkot Bogor juga melalui penganggaran yang disetujui oleh DPRD Kota Bogor akan membangun gelanggang olahraga di Bogor Barat serta sarana olahraga di Bogor Timur.
“Jadi, nantinya masyarakat tidak saja bisa menikmati fasilitas di pusat kota, tetapi juga bisa tersebar di berbagai kecamatan di Kota Bogor,” ujarnya.
Tokoh Keolahragaan Disabilitas Kota Bogor, Kusnandar menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan yang diberikan.
Ia telah aktif melakukan pembinaan sejak 2005 dalam memajukan keolahragaan disabilitas Kota Bogor.
“Potensi keolahragaan disabilitas ini banyak. Sama seperti masyarakat pada umumnya, ada yang olahraga biasa sekadar beraktivitas, ada yang lanjut mengikuti olahraga prestasi dan sebagainya. Intinya, semua bisa jika ada kemauan dan usaha. Karena disabilitas juga memiliki hak yang sama seperti masyarakat lainnya,” tutur Kusnandar.
(rls/hrs)
Berita
Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
KlikBogor – Kebakaran masih melanda di lahan milik Kota Bogor di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor.
Perkembangan terakhir, dari total lahan seluas 7 hektare lebih yang terbakar, tersisa sekitar 24 persen api yang belum berhasil dipadamkan. Meski begitu, berbagai upaya maksimal terus dilakukan.
“Ada sekitar 24 persen lagi luasan yang masih terjadi kepulan asap dan timbulan api. Puluhan petugas masih berjibaku memadamkan api,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di sela memimpin langsung operasi pemadaman kebakaran, Jumat, 11 September 2026.
Baca juga: Pemkot Bogor Usulkan Modifikasi Cuaca untuk Percepat Pemadaman TPAS Galuga
Namun, api sempat membesar kembali pada sore hari. Sehingga, konsentrasi pemadaman kembali ditambah dengan bantuan alat berat.
Hingga dini hari, tepatnya pukul 02.00 WIB, hanya sebagian kecil api yang masih terlihat. Artinya, upaya maksimal telah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dengan dibantu petugas dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor.
“Alhamdulillah mulai padam. Dan insyaallah nanti pagi kita akan melakukan pendinginan,” kata Jenal.
Baca juga: PFI, PWI dan IJTI Bogor Gelar Doa Bersama untuk 5 Jurnalis yang Hilang di Selat Sunda
Pada pagi harinya, upaya pemadaman melalui metode water bombing dari Lanud Atang Sendjaja (ATS) dilakukan lebih dari lima kali.
Komandan Lanud ATS, Marsma TNI Andy F. Picaulima menjelaskan, seluruh titik penyiraman air telah sesuai dengan koordinat yang tersimpan.
“Jadi kita sudah lima kali sorti, lima kali buang. Kalau dihitung sudah 15 ton air. Namun karena lokasi pengambilan air terlalu gelap, sehingga tidak bisa terambil,” ujar A.F. Picaulima.
Upaya fisik tetap dilakukan, namun langkah lain juga diambil. Usai Salat Jumat di masjid sekitar TPAS Galuga, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, juga sempat mengikuti Salat Istisqa untuk meminta hujan turun di area kebakaran.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
