Berita
Pilgub Jabar, Acep Adang-Gita KDI Bidik 50 Persen Suara di Bogor
KlikBogor – Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat nomor urut 1, Acep Adang Ruhiat dan Gitalis Dwinatarina menargetkan 50 persen suara untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Barat 2024 di Kota Bogor.
Hal itu dikatakan Cagub Jabar Acep Adang usai melakukan konsolidasi pemenangan Jabar Bahagia sekaligus Pilkada Kota Bogor dengan ratusan kader Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan relawan di Gedung Poetri Ballroom SKI Kota Bogor, Sabtu, 26 Oktober 2024.
“Target kami realistis sesuai dengan perolehan empat kursi (DPRD Kota Bogor), paling tidak 50 persen dari 800 ribu sekian hak pilih di Kota Bogor,” kata Acep Adang.
Ia mengatakan bahwa Kota Bogor merupakan basis tahap kedua setelah Cirebon, Indramayu, Ciamis, dan kota besar lainnya di Jawa Barat yang menjadi lumbung suara PKB.
Namun begitu, Acep Adang berharap dengan terus dilakukannya konsolidasi internal partai dan juga simpatisan di Kota Bogor ada kejutan peningkatan suara dari perolehan di Pilpres dan Pileg kemarin.
Ia juga mengatakan, langkah strategis terus dilakukan dalam rangka pemenangan Jabar Bahagia di Pilgub Jabar 2024.
“Ini adalah bagian dari konsolidasi PKB karena dari 27 kabupaten kota dipilih untuk temu kader dan simpatisan, dan setiap tempat tidak kurang dari seribu bahkan kemarin sampai 10 ribu orang di Kabupaten Bandung,” katanya.
Disamping itu, pasangan Acep Adang-Gita KDI melakukan kunjungan ke pondok pesantren dan organisasi kemasyarakatan (ormas) di wilayah Jawa Barat.
“Hari ini luar biasa sukses dan ini memang bagian yang tidak dipisahkan dari program yang sudah dirancang DPP PKB Jawa Barat,” tandas Acep Andang.
Ditempat yang sama, Cawagub Jabar, Gitalis Dwinatarina menambahkan, ada tiga program unggulan untuk lima tahun ke depan dari pasangan dengan tagline Jabar Bahagia ini.
“Pertama Insentif Guru Ngaji dengan kisaran 500 ribu sampai 1 juta rupiah. Tak hanya itu guru ngaji akan diberikan akses kesehatan dan pengobatan gratis serta tunjangan hari raya,” ungkapnya.
Kedua, lanjut Cawagub Jabar yang kerap disapa Gita KDI ini, Kartu Keluarga Bahagia. Program ini untuk para ibu rumah tangga, single mom atau ibu tunggal yang tidak mampu akan diberikan pelatihan keterampilan dan akses modal usaha.
“Insyaallah visi Jabar Bahagia akan terwujud, karena kebahagiaan itu berawal dari rumah,” tambah Gita KDI.
Sedangkan ketiga, kata dia, Pendidikan Bahagia, yaitu pemberian beasiswa penuh untuk SD, SMP, SMA, dan santri yang berprestasi. Tak hanya itu, ia juga akan menyediakan satu juta lapangan pekerjaan wirausaha muda dan 100 ribu peluang usaha.
“Sehingga para pemuda tidak galau, cemas lagi karena kami hadir memberikan akses modal usaha, keterampilan dan insyaallah kami akan membangun BLK di seluruh kota dan kabupaten agar anak muda mampu bersaing dan bekerja,” paparnya.
Selain ibu-ibu, ia juga memang fokus terhadap milenial dan generasi Z atau Gen Z melalui program Ngerumpi Bareng Teh Gita.
“Untuk Kota Bogor tadi sudah disampaikan 50 persen, Kabupaten Bogor mudah-mudahan bisa mencapai 50 persen juga sehingga menjadi lumbung suara juga bagi kami,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.
Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).
Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.
“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.
Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.
Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.
“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.
Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.
“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.
“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.
(hrs)
Berita
Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.
“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.
Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.
Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.
“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.
Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.
“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.
Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.
“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.
Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.
(ckl/hrs)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
