Connect with us

Berita

Lemhanas RI Gelar Pembukaan Program P4N Angkatan 68 di Kampus Miniatur Indonesia “School Of Geopolitic”

Published

on

Lemhanas RI Gelar Pembukaan Program P4N Angkatan 68 di Kampus Miniatur Indonesia "School Of Geopolitic"
Gubernur Lemhannas RI saat memberikan sambutan pada Pembukaan Program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) 68 Tahun 2025 Lemhannas RI. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas RI) menyelenggarakan pembukaan program Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) LXVIII Tahun 2025 di Gedung Dwiwarna Lt.1. Lemhannas RI, Jalan Merdeka Selatan No. 10 Jakarta Pusat, pada Rabu, 5 Februari 2025.

P4N Lemhannas RI yang bertujuan untuk mempersiapkan dan memantapkan kader pemimpin tingkat nasional yang bermoral, beretika, dan berkarakter negarawan, berwawasan kebangsaan, berfikir strategis, memiliki pemahaman geopolitik dan geostrategi, memiliki kesadaran tentang pentingnya ketahanan nasional dan mampu menjadi pemimpin yang inovatif dan relevan dengan tantangan global.

Acara pembukaan P4N ini dibuka oleh Gubernur Lemhannas RI, Dr. H. TB. Ace Hasan Syadzily, M.Si didampingi oleh Wakil Gubernur Lemhannas RI, Letjen TNI Eko Margiyono, Sekretaris Utama Lemhannas RI, Komjen Polisi Drs.R.Z. Panca Putra Simanjuntak,  Deputi P4N Lemhannas RI, Marsda TNI Andi Heru Wahyudi dan para Deputi lainnya, para pejabat di lingkungan Lemhannas RI.

Acara ini juga dihadiri oleh tamu dan undangan dari luar Lemhannas RI, serta peserta program P4N LXVIII yang terdiri dari TNI (48 orang), Polri (31 orang), ASN (11 orang), Non ASN (10 orang), dan peserta Manca Negara (8 orang) yang berasal dari  negara Timor Leste, Yordania, Singapura, India, dan Malaysia.

Program P4N Lemhannas RI ini merupakan langkah strategis dalam menyiapkan pemimpin yang visioner dan mampu beradaptasi dengan perubahan zaman. Melalui program P4N Lemhannas RI, peserta dapat mengembangkan kemampuan analisis, kepemimpinan, serta pemahaman yang mendalam tentang berbagai isu kebangsaan dan memahami perubahan lanskap geopolitik global.

Proses pendidikan yang mengadosi pendekatan berbasis studi kasus, simulasi, analisis strategis, diskusi strategis, serta kunjungan lapangan ke berbagai wilayah strategis baik di Indonesia maupun juga di luar negeri.

Kepala Biro Humas Settama Lemhannas RI Brigadir Jenderal TNI Mirza Agus, S.I.P menyampaikan bahwa peserta P4N Lemhannas RI akan mengikuti serangkaian kegiatan mulai dari ceramah, diskusi, hingga studi lapangan yang akan melibatkan narasumber berkompeten dari dalam maupun dari luar negeri.

Memasuki era ‘GEO-CYBERNETIC’ Lemhannas RI telah melaksanakan penyempurnaan metode pembelajaran serta sistem penilaian evaluasi belajar, termasuk penilaian akademik dan kertas karya ilmiah perseorangan, yang diharapkan akan dapat dijadikan sebagai sarana untuk mengukur sekaligus meningkatkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik serta membangun karakter kebangsaan yang berintegritas bagi para peserta sebagai kader pemimpin nasional, sehingga dapat menyumbangkan pemikiran solutif dan inovatif guna mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Dengan demikian, diharapkan para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan teoritis, tetapi juga wawasan praktis terkait wawasan kebangsaan sebagai ‘NATION OF VALUE’, kepemimpinan nasional, ketahanan nasional, geopolitik, dan geostrategis melalui pendekatan astagatra.

“Lemhannas mengundang kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut serta mendukung upaya Lemhannas RI dalam mencetak pemimpin masa depan yang tangguh dan berintegritas,” tandas Brigjen Mirza Agus.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kebakaran Lapak Rongsokan di Baranangsiang, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

Published

on

By

Kebakaran Lapak Rongsokan di Baranangsiang, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan api yang membakar lapak rongsokan di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Rabu, 29 Juli 2026. Dok. Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah lapak rongsokan di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu, 29 Juli 2026 pagi.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, M. Ade Nugraha mengatakan, laporan kebakaran diterima sekira pukul 08.48 WIB.

“Waktu kejadian pukul 08.47 WIB. Objek yang terbakar (lapak) rongsokan,” kata Ade dalam keterangannya.

Baca juga: 3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Ia mengungkapkan, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari bagian belakang kamar dan membesar hingga membakar area lapak rongsokan.

‘Berdasarkan informasi di lokasi, awal mula terjadinya kebakaran diduga diakibatkan dari konsleting pada kabel listrik, awal mula api berasal dari belakang kamar mengeluarkan api besar,” katanya.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak menuju lokasi kebakaran. Sebanyak enam unit mobil Damkar turut dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“Proses pemadaman dimulai pukul 08.55 WIB dan selesai pukul 09.35 WIB,” imbuh Ade.

Baca juga: Petugas Damkar Jinakkan Kebakaran Alang-alang di Pamoyanan

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkar dari sektor Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran masih belum diketahui.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru

Published

on

By

Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai membuka Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor, Rabu, 29 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Rabu, 29 Juli 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan Hiswana Migas. Sebagai kepala daerah, ia menyebut Hiswana Migas menjadi mitra strategis dalam melakukan komunikasi terkait kebutuhan dan pasokan minyak dan gas di Kota/Kabupaten Bogor.

“Karena tentu pimpinan daerah juga memikirkan stabilitas keamanan, politik, yang ditunjang oleh pasokan migas. Dinamika politik dalam negeri, geopolitik yang terus berubah, tapi tentu faktanya memang Pertamina berhasil memasok migas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk Bogor Raya,” ungkap Dedie Rachim dalam sambutannya.

Keberadaan Hiswana Migas menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi yang konstruktif untuk memastikan pasokan migas di Bogor Raya dapat terpenuhi. Sebab, Kota/Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kebutuhan energi cukup tinggi.

Dedie Rachim juga menyampaikan harapan kepada Pertamina untuk terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan.

Di Kota Bogor, kata Dedie Rachim, terdapat beberapa sektor yang sudah mulai beralih dari energi konvensional ke energi lain, seperti penggunaan panel surya pada gedung Mal Botani.

Namun, peralihan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh, karena masih terkendala infrastruktur dan dukungan yang belum memadai.

“Iya, jadi untuk shifting belum terlalu terakomodir. Karena dengan keinginan kita ini seharusnya pasokan energi konvensional bisa dikurangi dan beralih ke energi lain, sehingga ada ketahanan dan kemandirian energi. Kita bersama-sama membangun energi baru dan terbarukan,” ungkapnya.

Baca juga: Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga menyebutkan bahwa Kota Bogor akan memiliki dua PSEL yang menjadi program Waste to Energy (WtE), yakni pemanfaatan sampah untuk pembangkit tenaga listrik.

“Sehingga ke depan konsep energi baru atau yang terbarukan menjadi strategi nasional untuk kemandirian energi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian berharap Muscab VII menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan amanah dalam menjaga ketahanan energi, khususnya distribusi BBM dan LPG bersubsidi.

“Kami berharap DPC Hiswana Migas Bogor, yang meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, dapat terus menjalankan tugas menjaga ketahanan energi, khususnya barang subsidi seperti LPG dan BBM,” ujar Heddy.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi di lapangan.

“Kami terbuka untuk mendapatkan informasi dalam rangka melakukan perbaikan dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tidak perlu panik karena saat ini suplai dan ketahanan energi dalam kondisi baik,” ungkapnya.

Heddy menilai kepengurusan periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Cecep Fajar telah menunjukkan kinerja yang positif, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Pertamina, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mengapresiasi seluruh pengurus dan anggota Hiswana Migas Bogor telah menjaga ketersediaan stok serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kepengurusan yang baru harus lebih baik lagi dengan memperbaiki kekurangan yang masih ada,” katanya.

Baca juga: 3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Ketua DPC Hiswana Migas Bogor periode 2022–2026, Cecep Fajar atau yang akrab disapa Cep Oboy, berharap Muscab VII berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

“Semoga Muscab kali ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta memilih pemimpin yang amanah dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” kata Cecep.

Pemilihan calon Ketua DPC Hiswana Migas Bogor dalam Muscab VII ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Karjito dan Cecep yang kembali mencalonkan diri.

“Untuk calon kali ini ada dua, yaitu Bapak Karjito dan saya sendiri yang kembali maju,” ujar Cecep.

Cecep menilai selama empat tahun memimpin organisasi tidak terdapat kendala berarti. Jika kembali dipercaya memimpin, ia berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan sejumlah program organisasi, terutama dalam mempererat hubungan antaranggota.

Ia juga memastikan sistem koordinasi yang telah berjalan akan terus diperkuat melalui koordinator wilayah di setiap kecamatan agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat.

“Di setiap wilayah sudah ada koordinator. Jika terjadi kendala, informasi bisa langsung dibagikan melalui grup sehingga pengurus dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutup Cecep.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Published

on

By

3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor
Satresnarkoba Polresta Bogor Kota saat menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus narkoba selama periodik 1 Mei hingga 29 Juli 2026 di Mapolresta Bogor Kota, Rabu, 29 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap 61 kasus narkoba selama periodik 1 Mei hingga 29 Juli 2026. Dari sejumlah kasus tersebut, 68 tersangka telah diamankan berikut dengan barang bukti narkoba.

“Dalam periodik 1 Mei sampai dengan 29 Juli 2026 Satresnarkoba Polresta Bogor Kota berhasil mengungkap 61 kasus narkoba dengan 68 orang tersangka,” kata Wakapolresta Bogor Kota AKBP Arie Trestiawan kepada awak media, Rabu, 29 Juli 2026.

Dari para tersangka, polisi menyita barang bukti berupa ganja seberat 328,82 gram, sabu 252,75 gram, tembakau sistetis 1.276,59 gram dan biang sintetis 198 gram, obat keras tertentu (OKT) 212.782 butir, serta psikotropika 870 butir.

Baca juga: Kasus Bayi Dalam Tas di Kota Bogor Terbongkar, Polisi Tetapkan Tersangka

Arie Trestiawan mengatakan, pengungkapan ini telah menyelamatkan ratusan ribu warga terutama generasi muda dari dampak penyalahgunaan narkoba.

“Secara keseluruhan, dari barang bukti yang berhasil diamankan telah menyelamatkan kurang lebih 382.467 jiwa khususnya generasi muda yang merupakan pilar utama penerus bangsa,” kata Arie.

Para tersangka kasus sabu dan ganja akan dijerat dengan UU 35/2009 tentang Narkotika. Sedangkan narkotika golongan I bukan tanaman akan dijerat dengan UU 1/2026 tentang Penyesuaian Pidana.

Sementara untuk tersangka kasus obat keras tertentu akan dijerat dengan UU 17/2023 tentang Kesehatan dan kasus psikotropika akan dijerat dengan UU 5/1997 tentang Psikotropika.

Baca juga: Car Free Day Diusulkan Hadir Lagi di Kota Bogor, Lokasi Baru Dikaji

Arie menegaskan, dalam upaya pencegahan, Satresnarkoba Polresta Bogor Kota berkoordinasi dengan pihak TNI, Imigrasi, dan Bea Cukai guna mengantisipasi masuknya jaringan narkoba internasional, termasuk yang melibatkan warga negara asing.

“Kami tegaskan bahwa tidak ada ruang bagi penyalahgunaan narkoba di wilayah ini,” tegasnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar menjauhi narkoba demi masa depan yang sehat dan sukses.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sekali-kali mencoba atau bermain-main dengan hukum. Barang siapa pun yang terlibat, baik pemakai maupun pengedar akan kami tindak tegas sesuai undang-undang yang berlaku. Katakan tidak pada narkoba dan ciptakan lingkungan yang aman serta bebas dari penyalahgunaan narkoba,” katanya.

Bagi masyarakat yang mempunyai informasi tentang tindak pidana silahkan menghubungi ke nomor aduan 110 layanan kepolisian gratis tanpa dipungut biaya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer