Connect with us

Berita

Kolaborasi IDI Kota Bogor Atasi Skabies di Kayumanis

Published

on

Kolaborasi IDI Kota Bogor Atasi Skabies di Kayumanis
Ketua IDI Kota Bogor, dr. Armein Sjuhairy Rowi saat pemaparan dalam kegiatan pendampingan program pencegahan penyakit kulit yang digelar di Yayasan Azka Azkia, Kota Bogor. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Bogor menggandeng sejumlah mitra strategis dalam upaya menekan angka kasus skabies di wilayah Kayumanis.

Kegiatan pendampingan program pencegahan penyakit kulit yang digelar di Yayasan Azka Azkia, Kota Bogor, sebagai wujud pengabdian IDI kepada masyarakat.

Ketua IDI Kota Bogor, dr. Armein Sjuhairy Rowi mengatakan, kegiatan ini merupakan komitmen IDI Kota Bogor dalam memberikan kontribusi positif terhadap kesehatan masyarakat.

“Ini wujud nyata kami untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penunjang Satuan Kredit Profesi (SKP) bagi para dokter yang terlibat,” terang dr, Armein, sapaan akrabnya dalam keterangannya dikutip Sabtu, 3 Mei 2025.

dr. Armein juga mengapresiasi dukungan Sam Marie, Tramedia General Trading, CT Arsa Foundation, dan SDM PT Surya Dermato Medica Laboratories dalam pelaksanaan pemeriksaan skabies dan promosi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) pada santri.

Ia meyakini, melalui kerja sama yang baik antara pemerintah, tenaga kesehatan, sektor swasta, dan masyarakat, angka kasus skabies di Kota Bogor dapat ditekan.

Sementara itu, dokter Puskesmas Kayumanis, Inggrid mengungkapkan, selama tahun 2024, tercatat terdapat 500 kasus skabies di wilayah kerjanya. Tingginya angka kasus ini dikarenakan minimnya kesadaran masyarakat tentang penyakit skabies.

Untuk itu, melalui penyuluhan dan promosi kesehatan ini diharapkan masyarakat dapat teredukasi dan memiliki keterampilan untuk mencegah dan mengobatinya dengan tepat.

Turut hadir dokter spesialis kulit dan kelamin, Doktor dr. Tjut Nurul Alam Jakoeb. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa skabies sering menyerang area lipatan kulit seperti sela-sela jari, pergelangan tangan, siku, dan ketiak.

Area lain yang juga rentan adalah sekitar pusar, selangkangan, dan daerah genital. Pada anak-anak, skabies bisa juga menyerang kulit kepala, leher, wajah, telapak tangan, dan telapak kaki.

Menurutnya, apabila ada masyarakat yang terkena skabies, mereka dapat mengobatinya dengan salep gatal. “Saya merekomendasikan untuk menggunakan salep permethrin,” singkatnya.

Ditempat yang sama, dr. Rose menghimbau kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan diri dan lingkungan. Dengan menerapkan PHBS maka penyakit skabies dapat dihindari.

“Terus menjaga PHBS, dan ingat untuk tidak bertukar alat mandi, sering mencuci tangan, dan mencuci pakaian serta handuk setiap tiga hari sekali. Sebaiknya, sebelum dicuci dengan detergen, pakaian direndam air panas terlebih dahulu agar membunuh kuman yang menempel di pakaian,” terangnya.

(hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Patrick

    3 Mei 2025 at 13:06

    Mantab…terbaik Klik Bogor. Insya Allah selalu terdepan..aamiin ya rabb

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SDN Cimahpar 5 jadi Percontohan Revitalisasi Sekolah Lewat Swakelola

Published

on

By

SDN Cimahpar 5 jadi Percontohan Revitalisasi Sekolah Lewat Swakelola
Menko PMK Pratikno bersama MendikdasmenAbdul Mu'ti saat meninjau pembangunan SDN Cimahpar 5 Kota Bogor, Rabu, 10 Juni 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Suasana berbeda kini terlihat di SDN Cimahpar 5 Kota Bogor. Sekolah ini menjadi percontohan revitalisasi satuan pendidikan melalui swakelola.

Hasil pembangunan swakelola yang dibiayai anggaran pemerintah pusat ini ditinjau langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno didampingi Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti pada Rabu, 10 Juni 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang hadir dalam kegiatan tersebut mengatakan, revitalisasi SDN Cimahpar 5 ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang nyata bagi para siswa dan juga tenaga kependidikan.

“Mudah-mudahan sekolahnya jadi semakin nyaman, semakin enak belajarnya, semakin cerdas dan kita doakan para pemimpin kita Pak Presiden, Pak Menteri, semua pejabatnya sehat dan amanah,” tutur Dedie didampingi Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin.

Baca juga: Menko PMK dan Mendikdasmen Tinjau SDN Cimahpar 5, Pastikan Revitalisasi Sesuai Target

Kepala Disdik Kota Bogor, Herry Karnadi menjelaskan, revitalisasi SDN Cimahpar 5 merupakan yang pertama pembangunan sekolah dengan metode swakelola dan anggaran dari kementerian. SDN Cimahpar 5 juga menjadi salah satu percontohan di Kota Bogor.

“Ini salah satu sekolah percontohan di Kota Bogor yang saat itu ditangani langsung Bapak Presiden dan Menteri Pendidikan. Di sini juga paling besar anggarannya dibanding sekolah lain dan dibangun dengan metode swakelola,” katanya.

Dalam swakelola ini kepala sekolah langsung menjadi pimpinan proyek, pemilihan bahan, dan penunjukan konsultan melalui e-katalog.

“Semuanya mengikuti aturan yang ditentukan kementerian. Jadi kalau selama ini pembangunan melalui transfer daerah, bantuan keuangan atau bantuan barang melalui pemerintah pusat ke pemerintah daerah, ini swakelola metode terbaru yang memang diujicoba dan tahun sekarang dilanjutkan sebagai upaya untuk efisiensi anggaran,” katanya.

Baca juga: 30 Calon Pekerja Migran Digembleng untuk Kerja ke 3 Negara

Herry mengatakan, pembangunan gedung dua lantai SDN Cimahpar 5 dibiayai Rp2,6 miliar yang meliputi penambahan ruang kelas, ruang guru hingga terdapat laboratorium sekolah.

“Pembangunan cukup banyak perubahan, ruang kelas ditambah, kemudian ruang guru, toilet, laboratorium, UKS dipenuhi, termasuk furniturnya yang bikin bagus. Ini dibangun ulang. Kecuali perpustakaan yang tidak dibongkar,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

30 Calon Pekerja Migran Digembleng untuk Kerja ke 3 Negara

Published

on

By

30 Calon Pekerja Migran Digembleng untuk Kerja ke 3 Negara
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin (kanan) saat menyapa para calon pekerja migran di Kantor UPTD Balai Latihan Kerja Kota Bogor, Rabu, 10 Juni 2026.

KlikBogor – Sebanyak 30 Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) mendapatkan pelatihan kerja. Program ini digelar Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bogor.

Pelatihan calon pekerja migran secara resmi dibuka oleh Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Kantor UPTD Balai Latihan Kerja Kota Bogor, pada Rabu, 10 Juni 2026.

Jenal Mutaqin mengatakan, tahun ini menjadi kali pertama pelatihan CPMI dianggarkan melalui APBD Kota Bogor. Selama tiga bulan ke depan, para peserta akan mengikuti berbagai pelatihan sesuai kebutuhan dunia kerja di negara tujuan.

“Tahun ini menjadi pelatihan perdana yang dianggarkan melalui APBD Kota Bogor. Selama tiga bulan, 30 peserta akan mengikuti pelatihan dan setelah selesai, insyaallah diterima bekerja di perusahaan yang ada di Kuwait, Turki, dan Montenegro yang telah bekerja sama dengan yayasan sesuai pilihan lowongan masing-masing,” ujarnya.

Jenal berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti pelatihan dengan sungguh-sungguh, sehingga ilmu dan keterampilan yang diperoleh dapat diterapkan saat bekerja di luar negeri.

Seluruh peserta yang mengikuti program tersebut telah melalui proses seleksi yang cukup ketat. Sejak informasi pendaftaran dibuka pada Mei 2026, jumlah pendaftar tidak terlalu banyak karena berbagai faktor, termasuk kesiapan mental maupun izin dari keluarga.

“Untuk peserta, semoga prosesnya lancar, lulus semua, dan tidak ada yang berhenti di tengah jalan. Program ini merupakan bentuk pertanggungjawaban penggunaan APBD, yang berasal dari uang rakyat, dan pesertanya merupakan warga Kota Bogor dari keluarga kurang mampu atau berada pada desil satu sampai lima,” katanya.

Ia menambahkan bahwa Pemkot Bogor berharap program pengiriman pekerja migran ke luar negeri dapat terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang sebagai salah satu upaya membuka akses lapangan kerja bagi warga Kota Bogor.

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Adi Novan, mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti pelatihan dengan penuh tanggung jawab, karena program tersebut didanai oleh APBD Kota Bogor.

“Saya berharap 30 peserta yang mengikuti pelatihan hingga selesai dan berangkat bekerja jumlahnya tetap 30 orang, kecuali terjadi kondisi force majeure,” ujar Adi Novan.

Sementara itu, Ketua Yayasan Yugma Jaya Nitya, Suherlan, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan Pemkot Bogor kepada pihaknya dalam penyelenggaraan pelatihan tersebut.

“Ini merupakan salah satu bentuk ikhtiar kami untuk berkontribusi membantu mengatasi persoalan ketenagakerjaan di Kota Bogor,” ujar Suherlan.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Lewat Podcast, KPU Kota Bogor Tingkatkan Partisipasi Pemilih

Published

on

By

Lewat Podcast, KPU Kota Bogor Tingkatkan Partisipasi Pemilih
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim (kanan) bersama Ketua KPU Kota Bogor, Ferry Buchori Muslim usai peluncuran program podcast KPU Kota Bogor, Rabu, 10 Juni 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor meluncurkan program podcast pada Rabu, 10 Juni 2026. Dalam debut program tersebut, Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, hadir langsung sebagai narasumber pertama yang mengisi ruang siar KPU Kota Bogor.

​Dedie Rachim memberikan apresiasi atas langkah inovatif yang dilakukan oleh KPU Kota Bogor. Menurutnya, jeda waktu lima tahunan dalam siklus pesta demokrasi sering kali membuat masyarakat terlupa akan pentingnya kesiapan menghadapi kontestasi pemilu berikutnya.

Melalui podcast ini, diharapkan nilai-nilai demokrasi Pancasila dapat terus disuarakan secara konsisten.

​”Harapannya adalah bagaimana terus demokrasi Pancasila kita bisa terus disuarakan, kemudian juga disosialisasikan metode-metode untuk meningkatkan partisipasi pemilu dari tahun ke tahun. Caranya adalah mengajak masyarakat untuk partisipasi aktif melalui podcast KPU Kota Bogor,” ujarnya.

Baca juga: Pakar IPB: Pirolisis Plastik Bisa jadi Alternatif Sumber Bahan Bakar, Tapi Perlu Pemurnian

Dalam kesempatan yang sama, Dedie Rachim menegaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memiliki komitmen dalam mendukung kelancaran tugas penyelenggara pemilu.

​”Pemerintah Kota Bogor sudah berkomitmen sejak lama. Yang pertama memberikan berbagai macam bantuan hibah kepada penyelenggaraan pemilu di Kota Bogor, khususnya kepada KPU. Termasuk juga kita menyiapkan anggaran untuk penyelenggaraan berupa anggaran cadangan pilkada,” jelasnya.

Selain itu, Pemkot Bogor juga berencana akan memberikan pemanfaatan aset untuk kantor sekretariat pasca-rampungnya pusat pemerintahan baru di kawasan Katulampa.

​”Ada rencana juga kalau nanti suatu saat kantor pemerintahan Kota Bogor di Katulampa sudah selesai, maka salah satu aset Kota Bogor yang nantinya mungkin sudah tidak lagi dimanfaatkan oleh dinas bisa dimanfaatkan oleh KPU dan juga Bawaslu. Tetapi ini masih butuh waktu karena akses jalan sedang kita selesaikan di tahun ini,” tambahnya.

Ketua KPU Kota Bogor, Ferry Buchori Muslim, menjelaskan bahwa inovasi podcast ini merupakan pengejawantahan dari amanat undang-undang yang mewajibkan KPU untuk terus melakukan pendidikan pemilih secara berkesinambungan, bahkan di luar tahapan pemilu.

​”Kami ada tugas sesuai dengan undang-undang pemilu bahwa di luar tahapan, harus selalu mensosialisasikan pendidikan pemilih dan data pendukung lanjutkan. Nah, ini salah satu metode untuk mensosialisasikan demokrasi dengan media podcast,” kata Ferry.

Baca juga: Menko PMK dan Mendikdasmen Tinjau SDN Cimahpar 5, Pastikan Revitalisasi Sesuai Target

​Ferry juga menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Wali Kota Bogor yang telah bersedia menjadi figur perdana dalam program ini.

Ke depan, KPU Kota Bogor berencana mengundang berbagai narasumber kompeten lainnya, mulai dari akademisi, praktisi, hingga kelompok pemilih muda atau pemilih pemula.

​Langkah digitalisasi lewat podcast ini diakui Ferry sebagai strategi khusus untuk menyiasati dan mendongkrak tingkat partisipasi politik di kalangan generasi muda (Gen Z) yang belakangan ini dinilai masih perlu dioptimalkan.

Mengingat Gen Z sangat lekat dengan dunia media sosial, podcast dipandang sebagai ruang edukasi yang efisien dan tepat sasaran.

​”Salah satu upaya kami juga untuk menyiasati agar kenaikan partisipasi khususnya di kalangan Gen Z, apalagi sekarang zamannya medsos. Dan ini juga merupakan satu efisiensi untuk sosialisasi dengan media podcast ini,” pungkas Ferry.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer