Connect with us

Berita

Jejak Pelarian 2 Buron Kasus Penembakan di Kota Bogor

Published

on

Jejak Pelarian 2 Buron Kasus Penembakan di Kota Bogor
Dua tersangka FY dan HA kasus penembakan dihadirkan dalam konferensi pers yang digelar di Polresta Bogor Kota.

KlikBogor – Dua daftar pencarian orang (DPO), FY alias D dan HA dalam kasus penembakan di Kota Bogor telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Kepala Satreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho menjelaskan, penangkapan kedua tersangka setelah dilakukan pengejaran selama 10 hari.

Sebelum ditangkap di Bali pada 10 Februari 2025, pengejaran keduanya dilakukan ke sejumlah wilayah dari mulai Bogor, Jakarta hingga Bandung.

Pengejaran itu dilakukan oleh tim gabungan dari Polresta Bogor Kota, Polres Bogor, dan Polda Jawa Barat, pascapenembakan yang menewaskan seorang pria, TH alias ET (45) pada 3 Februari 2025 dini hari WIB.

“Kolaborasi ini atas perintah dan petunjuk dari Pak Kapolresta yang dilaksanakan dari mulai TKP, kemudian arah larinya yang sudah diamankan sebelumnya B pelaku penembakan ke Jakarta,” kata Aji saat konferensi pers di Polresta Bogor Kota, Rabu, 19 Februari 2025.

“Kemudian kami kejar ke arah Kabupaten Bogor, daerah Ciangsana. Kami mendapat info lagi lari ke Bandung, kami kejar sampai ke Bandung,” imbuhnya.

FY dan HA kemudian terdeteksi berada di Bali, tepatnya di wilayah Kuta. Informasi itu didapat atas pembelian tiket pesawat dengan tujuan Jakarta-Bali di Bandara Soekarno Hatta.

“Yang bersangkutan ada di bandara pada tanggal 3 (Februari) setelah kejadian sekitar pukul 10.00 dengan tujuan Bali,” ujar Aji.

Sebelumnya, pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan pihak Imigrasi untuk pencekalan keduanya lantaran mereka diindikasikan bisa lari ke luar negeri.

Berbekal informasi tersebut, lanjut Aji, tim gabungan langsung melakukan penyelidikan hingga akhir berhasil menangkap FY dan HA. Keduanya ditangkap di tempat persembunyian di sebuah penginapan di Kuta, Bali.

“Kami lakukan pengintaian dan berhasil mengamankan keduanya. Tanggal 11 Februari dipulangkan ke Polresta Bogor Kota untuk pemeriksaan lebih lanjut,” jelasnya.

Selain FY dan HA, polisi juga mengamankan beberapa ponsel baru dan paspor dengan tujuan Belanda.

Aji mengatakan, berdasarkan keterangan saksi dan alat bukti, FY dan HA ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 340 KUHP, Pasal 338 KUHP, dan Pasal 170 KUHP.

Adapun motif penembakan itu lantaran sebelumnya terjadi selisih paham antara tersangka dan korban.

“Yang bersangkutan ada selisih paham dengan korban di hari Sabtu (1/2/2025), sehingga yang bersangkutan mengumpulkan rekan-rekannya yang merupakan pelaku penembakan di salah satu hotel di Bogor,” jelasnya.

Aji mengaku pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap kasus penembakan ini. Adapun FY merupakan pengusaha, sedangkan HA adalah wiraswasta.

Aji juga menegaskan, pihak kepolisian akan terus memberantas premanisme dan tindakan kejahatan lainnya di Bogor Kota.

“Kami ingin Bogor Kota menjadi kota yang aman, nyaman, dan kondusif. Jadi kami tekankan tidak ada tempat untuk premanisme ataupun tindakan kejahatan lainnya akan diberantas habis,” katanya.

Dalam kasus ini, empat tersangka yakni B, M, N, dan T telah lebih dulu ditangkap polisi tak kurang dari 24 jam setelah kejadian.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer