Connect with us

Berita

Hampir Rampung, Jembatan Paledang-Pasirjaya Siap Beroperasi

Published

on

Hampir Rampung, Jembatan Paledang-Pasirjaya Siap Beroperasi
Pembangunan jembatan penghubung Paledang-Pasirjaya. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pembangunan jembatan penghubung wilayah Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, dan Kelurahan Pasirjaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, hampir rampung. Saat ini, progres pembangunan jembatan mencapai 95 persen sehingga siap dioperasionalkan.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengecek langsung pembangunan jembatan tersebut sambil gowes pada Jumat, 2 Oktober 2026.

“Tinggal finishing, coating lantai (pemasangan lapisan pelindung lantai), pembuatan gapura, dan railing. Insyaallah pertengahan bulan ini sudah bisa diresmikan,” kata Jenal dalam keterangannya.

Baca juga: Kisah di Balik Pembangunan Jembatan Paledang–Pasirjaya 

Ia mengatakan, historis pembangunan jembatan ini cukup panjang serta melewati serangkaian kajian yang harus ditempuh. Namun, saat ini jembatan bisa berdiri dan menjadi akses baru bagi masyarakat.

Termasuk, sambung Jenal, rekomendasi dari Balai Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) untuk pembangunan jembatan penghubung di atas saluran Sungai Cisadane ini.

Ia menegaskan, pengawasan terhadap pembangunan jembatan penghubung ini harus terus dilakukan. Namun, secara konstruksi, jembatan ini diharapkan bisa kuat dan tahan lama.

“Saya sebagai warga dan Wakil Wali Kota mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, termasuk warga di Kelurahan Paledang dan Pasir Jaya. Ini dari APBD Kota Bogor, dari uang rakyat kembali ke rakyat,” tuturnya.

Baca juga: Jembatan Garuda King Ago Batu Tapak di Kota Bogor Diresmikan

Salah satu warga Pasirjaya, Yuni (45) mengungkapkan bahwa kehadiran jembatan penghubung ini sangat membantu masyarakat, terutama di dua kelurahan tersebut.

“Alhamdulillah, terima kasih Pemerintah Kota Bogor yang sudah membangun jembatan ini. Ini sangat bermanfaat sekali bagi masyarakat,” ungkapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Sawojajar Kota Bogor

Published

on

By

BPBD Evakuasi Pohon Tumbang di Jalan Sawojajar Kota Bogor
Petugas gabungan tengah mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Sawojajar, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026. Dok. BPBD Kota Bogor

KlikBogor – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melakukan evakuasi pohon tumbang di Jalan Sawojajar, tepatnya depan Panin Bank, Kelurahan Pabaton, Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026 malam.

Pohon jenis kelor ini tumbang menimpa jaringan kabel listrik dan optik sekitar serta menutup akses jalan.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pohon tersebut tumbang sekira pukul 16.40 WIB

Baca juga: Wawalkot Borong Dagangan Kakek 88 Tahun saat Sidak Jalan Merdeka

Ia menduga kejadian itu akibat hujan disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut.

“Penyebab ini diketahui karena hujan disertai angin kencang,” jelas Dimas Tiko.

Pohon setinggi sekitar 10 meter dan berdiameter sekitar 50 sentimeter tumbang menimpa jaringan kabel listrik dan optik sekitar serta menutup akses jalan.

Petugas BPBD menerima laporan langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan penanganan pohon yang tumbang.

Baca juga: Pohon Tumbang di Baranangsiang Bogor, 4 Orang Terluka

Penanganan juga melibatkan unsur lain dari Tagana Kota Bogor, Disperumkim Kota Bogor, Satlantas Polresta Bogor Kota, Dishub Kota Bogor, PLN Kota Bogor, Babinsa dan Bhabinkamtibmas, Redkar Kota Bogor, serta IEA Bogor Raya.

Dimas Tiko menambahkan, proses penanganan selesai sekira pukul 20.45 WIB.

“Assessment dan pemangkasan dahan pohon patah sudah selesai dilakukan di lokasi kejadian,” ujarnya.

Saat ini, akses Jalan Sawojajar sudah bisa dilalui setelah sebelumnya arus kendaraan dialihkan sementara.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Benahi Pedestrian dan Drainase

Published

on

By

Jalan Merdeka Ditata, Pemkot Bogor Benahi Pedestrian dan Drainase
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin saat mengecek pembangunan pedestrian dan drainase di wilayah Kecamatan Bogor Tengah, Kamis, 1 Oktober 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin meninjau pembangunan pedestrian di kawasan Jalan Merdeka, Kecamatan Bogor Tengah, sekaligus melakukan operasi angkutan kota (angkot) di jalur tersebut, Kamis, 1 Oktober 2026.

Jenal Mutaqin mengatakan, kawasan Jalan Merdeka memang sudah terlalu crowded. Terlebih, infrastruktur, baik jalur pejalan kaki maupun drainase, sudah mengalami kerusakan karena terisi oleh pedagang kaki lima (PKL).

“Sehingga hari ini adalah tindak lanjut, dan dari hasil pemantauan bahwa PUPR sudah melakukan pembangunan konstruksi pedestrian dan perbaikan drainase yang sudah hampir dangkal dan terisi sampah sangat penuh,” ungkap Jenal usai peninjauan.

Ada total 350 meter pedestrian dan drainase yang dibangun. Ia juga mengedukasi para pedagang untuk tidak lagi menggunakan trotoar sebagai tempat berjualan.

“Sambil mengedukasi kepada PKL untuk menghentikan aktivitas jualannya di atas trotoar. Yang sebetulnya di beberapa titik sudah punya toko, tapi masih maju,” ujarnya.

Baca juga: Wawalkot Borong Dagangan Kakek 88 Tahun saat Sidak Jalan Merdeka

Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berulang kali memberikan sanksi dan peringatan. Bahkan, petugas menyarankan para pedagang untuk berpindah lokasi ke pasar yang sudah disediakan.

“Tempat-tempat yang sudah kita tata agar bersih dari PKL dan diupayakan pendekatan persuasif,” ucap Jenal.

Situasi di lapangan juga menunjukkan masih adanya bagian bangunan milik pedagang yang menghalangi pembangunan pedestrian. Ia meminta para pedagang untuk membongkarnya secara mandiri.

“Boleh berjualan selama mengikuti peraturan. Selama mengikuti tata tertib dan menghormati fasilitas publik yang punya hak,” katanya.

Baca juga: JPO Bakal Dibangun, PKL Jalan MA Salmun Diminta Berpindah ke Pasar

Dalam hal pengawasan, Jenal juga menegaskan bahwa petugas harus tegas dalam menegakkan peraturan. Ke depan, petugas Park Ranger akan dilibatkan untuk memperkuat pengawasan bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan (Dishub).

“Ke depan komposisi dibagi menjadi sekitar 30 personel ke Pol PP dan 30 personel ke Park Ranger untuk stanby di lapangan yang crowded dan berpotensi diisi PKL kembali,” katanya.

Berkaitan dengan razia angkot tua, kata Jenal, dari total 1.780 angkot, sudah sekitar 1.264 kendaraan yang dibekukan izinnya. Sisanya 516 angkot akan terus dilakukan penindakan hingga akhir tahun.

“Tersisa 516 angkot yang belum dan akan dilakukan bertahap sampai akhir tahun ini. Angkot yang berusia di atas 20 tahun tidak ada lagi yang beroperasi,” katanya.

Tak hanya angkot, angkutan kota dalam provinsi (AKDP) juga masuk dalam bagian operasi. Dalam waktu dekat, Pemkot Bogor juga akan melakukan operasi gabungan dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Pemkot Bogor Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan

Published

on

By

Pemkot Bogor Tekankan Kesiapsiagaan Lintas Sektor Hadapi KLB Penyakit Patogen Pernapasan
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi saat menutup Pertemuan Lintas Sektor Finalisasi Dokumen Rencana Kontingensi Pengendalian KLB Penyakit Patogen Pernapasan di Kota Bogor, Selasa, 29 September 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi menekankan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Kejadian Luar Biasa (KLB) penyakit patogen pernapasan di Kota Bogor.

Hal tersebut disampaikan Sekda saat menutup Pertemuan Lintas Sektor Finalisasi Dokumen Rencana Kontingensi Pengendalian KLB Penyakit Patogen Pernapasan di Kota Bogor, Selasa, 29 September 2026.

Selama dua hari, berbagai pihak terlibat dalam pembahasan dan finalisasi dokumen yang menjadi pedoman bersama dalam menghadapi ancaman penyakit patogen pernapasan.

“Atas nama Pemerintah Kota Bogor, saya mengapresiasi waktu, tenaga, dan pemikiran yang telah dicurahkan seluruh pihak dalam proses finalisasi dokumen ini,” ujar Denny.

Menurutnya, dokumen rencana kontingensi tersebut penting bagi Kota Bogor yang memiliki karakteristik sebagai wilayah penyangga dengan kepadatan penduduk dan mobilitas masyarakat yang tinggi.

Baca juga: 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia

Kondisi tersebut membutuhkan kesiapan seluruh pihak untuk mendeteksi potensi ancaman penyakit sedini mungkin serta meresponsnya secara cepat dan terkoordinasi.

“Melalui pertemuan ini, kita telah memperjelas peran masing-masing sektor dan menyepakati mekanisme kerja ketika terjadi krisis kesehatan,” katanya.

Denny menegaskan, pencegahan dan pengendalian KLB tidak dapat dilakukan oleh sektor kesehatan saja. Diperlukan kolaborasi antara perangkat daerah, instansi vertikal, fasilitas kesehatan, akademisi, dunia usaha, organisasi profesi, hingga masyarakat.

Ia juga menekankan pendekatan one health atau satu kesehatan sebagai landasan dalam membangun kesiapsiagaan bersama.

Pendekatan tersebut melihat keterkaitan antara kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan, sehingga pertukaran informasi, deteksi dini, serta respons terhadap ancaman penyakit perlu dilakukan secara terpadu.

“Tim Koordinasi Daerah telah dibentuk melalui Keputusan Wali Kota Nomor 400.7/Kep.346-Dinkes/2024. Pemutakhiran keputusan ini diharapkan dapat memperjelas peran masing-masing pihak sekaligus memperkuat koordinasi di lapangan,” katanya.

Baca juga: Kapolresta Bogor Kota Resmi Bertugas, Adityawarman Tekankan Sinergitas

Sekda menambahkan, pengalaman pandemi COVID-19 menjadi pembelajaran penting bahwa keterlambatan dalam mendeteksi risiko dan mengambil tindakan dapat menimbulkan dampak besar terhadap kesehatan masyarakat, kehidupan sosial, hingga perekonomian.

Karena itu, ia meminta seluruh pihak terkait tidak menjadikan dokumen rencana kontingensi sebatas dokumen administratif, tetapi menindaklanjutinya sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

“Pastikan jalur komunikasi berfungsi, pembagian peran dipahami, dan langkah respons siap dijalankan. Dokumen ini juga perlu ditinjau dan diperbarui sesuai dengan perubahan risiko serta hasil evaluasi di lapangan,” ujarnya.

Denny berharap penguatan kerja sama lintas sektor tersebut dapat membantu Kota Bogor meminimalkan dampak apabila terjadi KLB sekaligus mendukung pencapaian predikat Swasti Saba Wistara dalam penilaian Kota Sehat tahun 2027.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kesehatan serta seluruh pihak yang telah mendampingi proses penyusunan dokumen.

Apresiasi turut disampaikan atas dukungan Pemerintah Amerika Serikat melalui program EpiC Global Health Security kepada Dinas Kesehatan dan lintas sektor terkait di Kota Bogor.

“Semoga ikhtiar bersama ini semakin memperkuat kesiapsiagaan Kota Bogor dan melindungi masyarakat dari berbagai ancaman penyakit di masa mendatang,” tandasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer