Berita
Selain Stunting, Penataan PKL jadi Fokus Kecamatan Bogor Tengah
KlikBogor – Pemerintah Kecamatan Bogor Tengah terus memfokuskan perhatian pada penanganan stunting dan penataan pedagang kaki lima (PKL) di wilayahnya.
Camat Bogor Tengah, Dheri Wiriadirama, mengatakan penanganan stunting merupakan bagian dari program Pemerintah Kota Bogor di bawah kepemimpinan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dan Wakilnya, Jenal Mutaqin, yang menargetkan Kota Bogor bebas stunting pada 2029.
“Stunting ini bagian dari program Pak Dedie-Jenal, untuk mudah-mudahan 2029 ke depan Bogor zero stunting,” ujar Dheri kepada awak media, Selasa, 28 April 2026.
Ia menambahkan, berbagai program intervensi untuk penurunan stunting telah dilakukan oleh Pemerintah Kota Bogor termasuk dari pemerintah pusat dan pihak lainnya.
Baca juga: Bogor Besti, Akselerasi Penurunan Stunting di Kota Bogor
Dheri mengungkapkan berdasarkan data hasil penimbangan periode Agustus 2025 hingga Februari 2026, angka stunting menunjukkan kenaikan.
”Agak kurang populis untuk diungkap ketika capaian new stunting dari bulan penimbangan Agustus 2025 ke Februari 2026 naik hampir 122 anak. Cukup mengecewakan bagi kami yang selama ini berupaya maksimal untuk menekankan angka stunting tersebut,” ucap Dheri kepada awak media, Selasa, 28 April 2026.
Di sisi lain, upaya penanganan juga menunjukkan hasil positif. Dari data yang sama, sebanyak 90 anak dinyatakan lulus dari kategori stunting.
“Tapi di sisi lain, ada statistik yang membanggakan, 90 anak dinyatakan lulus, dengan 81 di antaranya murni sudah tidak lagi ter-record. Usianya di bawah 5 tahun,” jelasnya.
Ia menjelaskan bahwa kenaikan angka tersebut kemungkinan besar dipicu oleh meningkatnya kesadaran warga untuk membawa balita mereka ke Posyandu, sehingga kasus-kasus yang sebelumnya tidak terdata kini mulai muncul ke permukaan.
”Jangan melulu kita highlight kenaikannya, karena setelah dibandingkan, banyak yang baru masuk data di Februari 2026 ini dimungkinkan karena yang bersangkutan baru datang ke Posyandu meski umurnya sudah 3 atau 4 tahun. Saya minta tolong kepada bapak ibu yang punya balita, ayo segera ke Posyandu,” ujarnya.
Baca juga: Tangkal Tawuran, Kebon Kalapa Perkuat Koordinasi Keamanan Warga
Selain fokus pada kesehatan, Kecamatan Bogor Tengah juga menaruh perhatian serius terhadap penataan PKL. Mengingat wilayah ini merupakan pusat aktivitas ekonomi dengan kepadatan tinggi, keberadaan PKL menjadi tantangan tersendiri.
“Bogor Tengah merupakan pusat kepadatan, pusatnya ekonomi. Di situ sudah ada yang established seperti Pasar Bogor, Jalan Pedati, Jalan Lawang Seketeng, Jalan Roda, Jalan Bata, termasuk MA. Salmun, dan Alun-Alun,” kata Dheri.
Terkait penataan PKL, pihak kecamatan telah melakukan pemasangan plang larangan berjualan di fasilitas umum. Upaya ini akan diperluas ke sejumlah titik strategis.
“Ke depan kami juga akan memasang plang di Jalan Pedati, Jalan Lawang Seketeng, dan Jalan Roda untuk bisa lebih mengingatkan lagi kepada seluruh penjual,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bogor juga telah menyiapkan tempat relokasi bagi para PKL masuk ke dalam pasar yakni Pasar Gembrong Sukasari dan Pasar Warung Jambu.
Dheri menegaskan bahwa pihak kecamatan bersama Satpol PP dan Dinas Perhubungan terus melakukan penjagaan rutin untuk memastikan fasilitas umum tersebut tidak beralih fungsi.
(ckl/hrs)
Berita
Meriahkan HJB, Imigrasi Bogor Buka Layanan 544 Paspor di Balaikota
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersinergi dengan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) melalui Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor menggelar Layanan Paspor Simpatik.
Layanan yang digelar di Ruang Paseban Suradipati, Balaikota Bogor ini menargetkan kuota 544 paspor, sesuai dengan kegiatan dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544.
Kegiatan ini menjadi momentum bagi masyarakat selain mendapatkan kemudahan pengurusan dokumen perjalanan di luar hari kerja, juga berkesempatan masuk dan melihat langsung area kerja Balaikota Bogor yang biasanya digunakan untuk agenda kedinasan maupun rapat formal pemerintahan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenimipas dan Kantor Imigrasi Bogor atas terobosan pelayanan publik ini. Ia menyebut, kehadiran layanan paspor di hari libur sangat membantu memecahkan kendala waktu yang sering dihadapi oleh masyarakat produktif, pekerja kantoran, hingga kalangan pelajar pada hari kerja biasa.
“Alhamdulillah, momentum Hari Jadi Bogor ini membuat masyarakat bisa masuk ke ruangan kerja Balaikota yang jarang dikunjungi warga. Pelayanan ini memberikan akses kemudahan bagi masyarakat yang mungkin di hari kerja kesulitan mendapatkan izin dari atasan, atau anak-anak yang terkendala kesibukan untuk mengantar orang tuanya. Pemkot Bogor sangat terbuka dan siap jika layanan seperti ini rutin digelar, baik sebulan sekali atau tiga bulan sekali di hari libur,” ujarnya, Sabtu, 13 Juni 2026.
Dedie Rachim berharap kualitas dan kecepatan pelayanan keimigrasian dapat terus ditingkatkan demi mewujudkan pelayanan prima yang membahagiakan warga. Terlebih, kebutuhan paspor di Kota Bogor kian meningkat untuk berbagai keperluan strategis, mulai dari kepentingan sosial, urusan keluarga, ekspansi bisnis, hingga memfasilitasi perjalanan ibadah seperti haji dan umrah.
Direktur Visa dan Dokumen Perjalanan Kemenimipas, Eko Budianto menegaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dari komitmen instansinya dalam menggalakkan layanan paspor simpatik di akhir pekan. Eko mengakui, keterbatasan waktu pada hari kerja acap kali menjadi penghambat utama bagi masyarakat yang ingin mengurus dokumen perjalanan bersama keluarga secara lengkap.
“Pada momen hari Sabtu dan Minggu ini, kami mencoba memahami situasi dan kondisi masyarakat yang membutuhkan waktu lebih longgar. Kolaborasi ini adalah bentuk komitmen bersama untuk meningkatkan pelayanan publik. Kemenimipas melalui jajaran kantor imigrasi juga menyatakan kesiapannya untuk melakukan jemput bola, khususnya menjangkau wilayah yang aksesnya sulit maupun bagi warga lansia yang memiliki keterbatasan fisik untuk datang ke kantor imigrasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non TPI Bogor, Ritus Ramadhana, mengaitkan kesuksesan agenda ini dengan semangat tema Hari Jadi Bogor tahun ini, yaitu Bogor Nanjeur. Menurutnya, Bogor Nanjeur mencerminkan keteguhan dan optimisme Kota Bogor dalam menghadapi berbagai tantangan zaman, yang diimplementasikan lewat kemudahan akses pelayanan publik bagi warga.
“Rangkaian kegiatan HJB yang dirancang Pemkot Bogor bersama mitra strategis merupakan hadiah nyata bagi masyarakat. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan kemudahan akses pelayanan. Sebagai unit layanan di bawah Kemenimipas, kami berkomitmen penuh mewujudkan gagasan ‘Imigrasi untuk Rakyat’. Kami juga berterima kasih atas dukungan penuh Pemkot Bogor serta pihak dari Bank Mandiri dan Bank BRI sehingga layanan 544 paspor simpatik ini bisa berjalan lancar dan membawa manfaat langsung bagi warga,” pungkasnya.
(hrs)
Berita
Motor Mendadak Terbakar di Jalan Pajajaran saat Menuju Bengkel
KlikBogor – Sebuah sepeda motor mendadak terbakar saat melintas di Jalan Pajajaran, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Jumat, 12 Juni 2026.
Dari informasi menyebutkan, insiden terbakarnya motor matik tersebut sekira pukul 13.44 WIB. Kobaran api yang melalap kendaraan berhasil dikendalikan dalam waktu singkat oleh petugas pemadam kebakaran.
Baca juga: Berani Tampil di Depan Menteri, Syafa dapat Dukungan Pendidikan
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha menjelaskan, berdasarkan keterangan pemilik kendaraan, motor itu hendak dibawa ke bengkel untuk diperbaiki.
Namun saat melintas di Jalan Pajajaran, api mendadak muncul dari bagian mesin dan dengan cepat membesar hingga membakar hampir seluruh bagian kendaraan.
“Menurut keterangan pemilik kendaraan, motor akan dibawa menuju bengkel untuk dilakukan perbaikan. Saat dalam perjalanan di Jalan Pajajaran, tiba-tiba muncul api pada bagian mesin kendaraan. Api kemudian dengan cepat membesar dan membakar sebagian besar bagian motor,” ungkapnya.
Baca juga: Golongan Darah O Lebih Rentan Kolesterol Tinggi, Benarkah?
Menerima laporan tersebut, satu unit mobil pemadam kebakaran dari sektor Sukasari langsung diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penanganan.
Petugas berhasil memadamkan kobaran api hanya dalam waktu sekitar lima menit sejak proses pemadaman dimulai.
“Waktu awal pemadaman pukul 01.48 dan waktu selesai pemadaman pukul 01.53,” jelas Ade.
Tidak korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun motor mengalami kerusakan parah akibat kebakaran tersebut hingga kerugian materi ditaksir mencapai Rp6 juta.
(ckl/hrs)
Berita
PWI-ASKI Kota Bogor Perkuat Kolaborasi Lewat Jumat Sehat
KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor kembali menggelar Jumat Sehat. Kali ini, Jumat, 12 Juni 2026, menggandeng Asosiasi Senam Kebugaran Indonesia (ASKI) Kota Bogor.
Selain olahraga senam bersama, momentum ini juga menjadi ajang kolaborasi strategis kedua organisasi dalam memasyarakatkan olahraga di Kota Bogor.
Kegiatan ini juga diikuti oleh Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bogor, Anas S. Rasmana didampingi Sekretaris Dispora, Sumartini.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi menyampaikan apresiasi kegiatan Jumat Sehat yang berkolaborasi dengan pengurus dan para instruktur ASKI Kota Bogor, bersama para wartawan.
Menurut Kang Aldho, sapaan akrabnya, sinergi dengan ASKI merupakan langkah positif untuk menjaga kebugaran para pemburu berita sekaligus memperluas dampak sosial ke masyarakat luas.
”Kami sangat mengapresiasi kegiatan Jumat Sehat bersama ASKI Kota Bogor ini. Melalui olahraga dan senam bersama, tidak hanya kebugaran wartawan yang terjaga, tetapi ini juga menjadi pintu masuk untuk program-program kolaborasi yang lebih besar ke depan,” ujarnya.
Baca juga: Berani Tampil di Depan Menteri, Syafa dapat Dukungan Pendidikan
Ketua ASKI Kota Bogor, Ratu Lita Hani mengungkapkan bahwa sinergi antara ASKI dan PWI memiliki potensi besar untuk mengoptimalkan program kebugaran hingga ke tingkat akar rumput.
Wanita yang akrab disapa Buyang Lita ini berharap PWI dapat membantu membuka jaringan kerja sama yang lebih luas, baik di tingkat kecamatan maupun dengan pihak ketiga.
”Kami berharap PWI dapat memfasilitasi kemitraan strategis, tidak hanya dengan instansi pemerintahan, tetapi juga pihak swasta seperti supermarket dan pusat perbelanjaan (mal) untuk mengadakan event senam bersama,” katanya.
“Kami ingin mengoptimalkan titik-titik kegiatan ASKI yang saat ini sudah berjalan di tingkat kecamatan,” imbuh Buyang Lita, yang juga tercatat sebagai Dewan Pakar Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Bogor periode kepengurusan 2025–2028.
Untuk mendukung rencana kolaborasi ini, ASKI Kota Bogor telah menyiapkan modal sumber daya manusia yang mumpuni.
Saat ini, organisasi tersebut memiliki 30 instruktur atau coach aktif yang tersebar di enam kecamatan dan siap diterjunkan kapan saja untuk mengisi berbagai acara.
Secara total, ASKI sebenarnya telah melatih 65 instruktur melalui berbagai pelatihan resmi, namun 30 nama saat ini menjadi personel garda terdepan di wilayah.
Baca juga: PWI dan IPB Sepakat Siapkan Program Beasiswa S2 bagi Wartawan
Buyang Lita menambahkan, ASKI memiliki serangkaian program kerja nyata dan road show yang menyasar berbagai lapisan masyarakat.
Di sektor pendidikan, ASKI berencana masuk ke sekolah-sekolah untuk mengenalkan Senam Kebugaran Indonesia dan Senam Sehat Bugar dua nomor senam yang berhasil membawa ASKI berprestasi dua kali berturut-turut dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS).
Selain sekolah, kata dia, ASKI juga membidik sektor lansia dan pemberdayaan perempuan melalui jejaring PKK dan Posyandu dengan program khusus Senam Lansia.
Sedangkan bagi masyarakat umum, ASKI berkomitmen menempatkan instruktur resmi di lapangan-lapangan terbuka tingkat kecamatan hingga kelurahan.
Ke depan, pihaknya menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dalam agenda protokoler PWI Kota Bogor, termasuk jika ada kunjungan tamu undangan dari luar kota maupun tingkat nasional.
Sinergi ini dirasa sangat tepat karena bertepatan dengan momentum hari jadi ASKI ke-4 tahun di Kota Bogor, sekaligus menandai kematangan organisasi yang telah berkiprah selama 28 tahun di tingkat nasional.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi7 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita11 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Inspektorat Perkuat Pengawasan Lewat PKPT, Cegah Penyimpangan di OPD Kota Bogor