Connect with us

Berita

Perumda PPJ Permudah Pedagang di Pasar Jambu Dua-Gembrong Sukasari

Published

on

Perumda PPJ Permudah Pedagang di Pasar Jambu Dua-Gembrong Sukasari
Dirut Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin tengah mengecek kios dalam proses pembangunan Pasar Gembrong Sukasari. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor memberikan berbagai kemudahan bagi pedagang yang akan menempati Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari. Kedua pasar ini tengah dikembangkan sebagai pasar bersih dan modern.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin, mengungkapkan pada Jumat, 16 Juni 2025 bahwa salah satu bentuk kemudahan yang diberikan adalah uang tanda jadi (booking fee) yang sangat terjangkau.

“Dengan Rp1 juta saja sudah bisa melakukan booking fee. Selain itu, uang muka (DP) juga kecil dengan bunga rendah karena menggunakan skema Kredit Usaha Rakyat (KUR),” jelas Jenal.

Meski demikian, munculnya informasi yang simpang siur mengenai harga kios per meter di kedua pasar tersebut menimbulkan kebingungan di kalangan pedagang, terutama yang akan direlokasi.

Bahkan, sempat viral di media sosial, sebuah unggahan yang menampilkan daftar harga dan cicilan kios yang dinilai memberatkan.

Terpisah, Direktur Operasional Perumda PPJ, Haris Maraden, menanggapi hal tersebut menyarankan agar para pedagang menghubungi langsung pihak pengembang untuk mendapatkan informasi harga yang akurat.

“Baiknya langsung kontak developer, ya,” tulis Haris, Minggu, 16 Juni 2025.

Lebih lanjut, Haris memaparkan strategi pemasaran yang diterapkan untuk menarik minat pedagang dan pembeli. Strategi tersebut dilakukan melalui dua pendekatan utama.

Pertama, adalah penjualan, dengan memberikan diskon dan perlakuan khusus kepada pedagang. Kedua, yakni penunjang, dengan menciptakan lingkungan pasar yang nyaman dan terintegrasi.

“Agar kios cepat laku, tentu kami berikan diskon dan perlakuan khusus, terutama bagi pedagang eksisting. Bila ada indikasi permainan harga atau informasi tidak valid, laporkan ke saya,” ujarnya.

Haris juga menambahkan bahwa di Pasar Jambu Dua dan Pasar Gembrong Sukasari terdapat area premium serta area khusus bagi pedagang lama agar mereka tetap bisa berjualan dengan nyaman di lokasi baru.

Dari sisi infrastruktur, Perumda PPJ turut melakukan penataan ulang, seperti perbaikan rute angkot, pelebaran akses jalan, penyediaan lahan parkir, serta promosi berkelanjutan guna menarik minat masyarakat berbelanja di pasar.

“Area publik dan fasilitas penunjang di kedua pasar dibangun dengan standar minimal SNI, bahkan publik beberapa koridor melebihi standar tersebut. Misalnya, area komersil di Pasar Jambu Dua hanya 47 persen dan Pasar Gembrong Sukasari hanya 30 persen dari total luas gedung. Bandingkan dengan Pasar Gunung Batu yang mencapai 55 persen. Ini untuk menciptakan pasar yang tidak sumpek dan nyaman untuk berbelanja,” katanya.

Dengan berbagai kemudahan dan pendekatan tersebut, Perumda PPJ menargetkan agar revitalisasi pasar bukan sekadar relokasi, namun menjadi upaya transformasi pasar tradisional agar lebih kompetitif di tengah gempuran pusat perbelanjaan modern.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Bedah Rumah di Kota Bogor Naik, 1.243 Unit Dapat Bantuan

Published

on

By

Bedah Rumah di Kota Bogor Naik, 1.243 Unit Dapat Bantuan
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait dalam kunjungan program bedah rumah BSPS di Lapangan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu, 7 November 2025. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau bedah rumah di Kota Bogor mengalami peningkatan signifikan. Pada 2026 bantuan yang disalurkan 1.243 unit meningkat dari tahun lalu 188 unit rumah.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, saat mengunjungi program bedah rumah BSPS di Lapangan Sindang Barang, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Sabtu, 7 November 2025.

Maruarar mengatakan, peningkatan bantuan tersebut menjadi capaian besar bagi Kota Bogor. Namun, ia menegaskan peningkatan bantuan tersebut harus diikuti dengan ketepatan sasaran.

“Kami bekerja sama dengan Pak Wali Kota Bogor melalui bidang perumahan bersinergi untuk menemukan penerima bantuan yang tepat sasaran. Kami memastikan kondisi fisik rumahnya, apakah lantainya, temboknya, atapnya atau toiletnya benar-benar rusak,” ujar Maruarar.

Ia menyebutkan, secara keseluruhan bantuan bedah rumah di Jawa Barat juga meningkat dari sekitar 6.347 unit pada tahun lalu menjadi 49.229 unit pada 2026.

Baca juga: HUT Golkar, Dewan Fetty Cek Kesehatan Warga dan Bagikan Sembako

Untuk memastikan ketepatan penerima, pemerintah melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dalam proses pendataan dan verifikasi berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan.

Tidak hanya memperbaiki rumah, Maruarar juga mendorong bantuan terpadu bagi masyarakat. Setelah rumah diperbaiki, penerima bantuan yang memenuhi kriteria akan mendapatkan pendampingan pengurusan sertifikat tanah secara gratis melalui Kementerian ATR/BPN.

“Kriterianya masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) atau penerima bantuan bedah rumah,” jelas Maruarar.

Selain itu, PNM turut dilibatkan untuk mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui akses pembiayaan dengan penurunan bunga pinjaman dari sekitar 22 persen menjadi 8 persen.

“Jadi, sekali datang masyarakat bisa mendapatkan berbagai bantuan sekaligus. Ada masyarakat yang belum memiliki sertifikat tanah dibantu ATR/BPN. Ada yang rumahnya tidak layak huni dibantu Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Ada pula yang kondisi ekonomi keluarganya belum mandiri dibantu PNM,” katanya.

Baca juga: Bansos RTLH hingga Bedah Rumah Sasar Ribuan Rumah di Kota Bogor

Sementara itu, Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim mengucapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat atas bantuan yang diberikan kepada Kota Bogor.

“Saya menangkap satu pesan penting bahwa ke depan dengan adanya intervensi dari berbagai sektor, termasuk sektor keuangan, diharapkan bisa meningkatkan penghasilan masyarakat,” ujarnya.

Dengan demikian, ke depan masyarakat yang mampu memberikan bantuan kepada orang lain harus semakin banyak. Sementara masyarakat yang masih membutuhkan bantuan akan tetap difokuskan untuk mendapatkan intervensi sesuai dengan data yang dimiliki pemerintah.

“Namun, semangat ke depan harus berbeda. Semangatnya adalah memperbaiki kondisi masyarakat sekaligus meningkatkan perekonomian mereka. Kita sudah melihat adanya penurunan bunga yang sangat signifikan. Ini harus bisa segera dimanfaatkan,” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa ke depan pelaku UMKM harus naik kelas dan masyarakat penerima bantuan diharapkan bisa berkembang serta nantinya turut memberikan kontribusi kepada daerah, bangsa, dan negara.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

PPP Kota Bogor Target Kembalikan Lima Kursi DPRD

Published

on

By

PPP Kota Bogor Target Kembalikan Lima Kursi DPRD
Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum saat melantik pengurus DPC PPP Kota Bogor masa bakti 2026–2031 di Aula PPIB, Sabtu, 7 November 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pengurus Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kota Bogor masa bakti 2026–2031 resmi dilantik di Aula PPIB, Sabtu, 7 November 2026.

Prosesi pelantikan dipimpin Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum, sekaligus dirangkaikan dengan pembukaan Musyawarah Anak Cabang (Musancab) PPP se-Kota Bogor.

Ketua DPC PPP Kota Bogor, Zaenul Mutaqin mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, persatuan, dan soliditas kader dalam menghadapi agenda politik yang akan datang.

Terlebih, pada Pemilu sebelumnya PPP Kota Bogor kehilangan dua kursi DPRD, dari semula lima menjadi tiga kursi. Karena itu, pihaknya menargetkan dapat mengembalikan perolehan kursi menjadi lima pada Pemilu mendatang.

“Target kita mengembalikan kursi yang kemarin hilang dulu. Kita tidak muluk-muluk, dari tiga menjadi lima kursi lagi. Setelah itu tercapai, baru kita bicara target berikutnya,” ujar Zaenul.

Baca juga: Judo Kota Bogor Kembali Dulang 4 Emas di Porprov Jabar 2026

Ia menjelaskan, kepengurusan baru diisi sekitar 60 persen pengurus lama dan 40 persen kader baru. Setelah pelantikan, agenda konsolidasi dilanjutkan melalui Musyawarah Anak Cabang tingkat kecamatan.

“Setelah itu satu bulan kemudian kira-kira akan dilaksanakan Musyawarah Ranting tingkat kelurahan se-Kota Bogor,” kata Zaenul.

Sementara itu, Ketua DPW PPP Jawa Barat, Uu Ruzhanul Ulum mengatakan, pihaknya akan melakukan pembaharuan pengurus secara bertahap, mulai dari tingkat DPC, PAC, hingga ranting dan anak ranting.

Selain konsolidasi, PPP juga akan menggelar pendidikan politik dan sosial kemasyarakatan bagi kader serta memetakan calon yang akan diusung pada Pemilu mendatang di masing-masing daerah pemilihan (dapil).

“Kami akan meminta kepada pak ketua DPC untuk memetakan siapa yang akan dijadikan di masing-masing dapil. Apakah tingkat kota, provinsi, dan pusat,” tandasnya.

Baca juga: Pergelaran Wayang Golek dan Wayang Priangan di Balai Kota Bogor Disaksikan Ribuan Warga

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat atas pelantikan pengurus DPC PPP Kota Bogor masa bakti 2026–2031.

Dedie Rachim berharap hubungan dan kolaborasi antara PPP dengan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tetap terjalin dengan baik.

Menurutnya, meskipun PPP bukan bagian dari koalisi pada Pilkada sebelumnya, seluruh pihak tetap dapat bersama-sama mendukung pembangunan daerah demi kepentingan masyarakat.

“Mudah-mudahan ke depan sinergitas dan kolaborasi dengan Pemerintah Kota Bogor dapat tetap terjalin dengan baik. Tujuan utamanya adalah terus memperbaiki dan mengambil langkah-langkah bersama untuk pembangunan Kota Bogor,” ujarnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

HA IPB Luncurkan LEAP, Siapkan 100 Alumni Muda Jadi Pemimpin Masa Depan

Published

on

By

HA IPB Luncurkan LEAP, Siapkan 100 Alumni Muda Jadi Pemimpin Masa Depan
Himpunan Alumni (HA) IPB University resmi meluncurkan Leadership Accelerate Program (LEAP) melalui kegiatan kick-off di Gedung Alumni IPB University, Sabtu, 7 November 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Himpunan Alumni (HA) IPB University resmi meluncurkan Leadership Accelerate Program (LEAP) melalui kegiatan kick-off di Gedung Alumni IPB University, Sabtu, 7 November 2026. Program ini dirancang untuk mengakselerasi potensi kepemimpinan alumni muda IPB University agar mampu berkontribusi di berbagai sektor strategis.

Kegiatan tersebut dihadiri Rektor IPB University Dr. Alim Setiawan Slamet, Ketua Bidang Kepemimpinan dan Akselerasi Talenta Alumni Muda DPP HA IPB Jamil Azzaini, serta Wakil Sekretaris Jenderal II DPP HA IPB Akbariansyah.

Pada tahap awal, LEAP diikuti 100 mentee yang merupakan fresh graduate IPB University dengan pendampingan 25 associate mentor. Program ini menjadi jembatan koneksi antara alumni muda dengan para alumni IPB yang telah menempati posisi strategis di berbagai bidang.

LEAP mencakup lima bidang pengembangan, yakni Entrepreneur, Profesional/Industri, Akademisi dan Riset, Birokrasi dan Politik, serta Sosial dan Komunitas.

Program tersebut mengusung semangat “Pemimpin Melahirkan Pemimpin” dengan harapan mampu mencetak generasi unggul yang berkarakter, kompeten, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan IPB University, Himpunan Alumni, serta Indonesia.

“Peserta LEAP ke depan akan menjadi pemimpin yang juga akan melahirkan pemimpin,” disampaikan Rektor IPB University dalam sambutannya.

Baca juga: Judo Kota Bogor Kembali Dulang 4 Emas di Porprov Jabar 2026

Dalam kesempatan tersebut, Rektor IPB University memaparkan konsep 5K yang dinilai menjadi fondasi penting bagi seorang pemimpin.

Pertama, karakter. Menurutnya, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya ditentukan oleh ilmu pengetahuan, tetapi juga kekuatan karakter yang menjadi landasan dalam mengambil keputusan.

Kedua, kompetensi. Seorang pemimpin dituntut memiliki kemampuan sebagai leader sekaligus entrepreneur agar mampu menghadapi tantangan dan menciptakan peluang.

Ketiga, kontribusi. Pemimpin yang hebat senantiasa memikirkan kontribusi terbaik bagi lingkungan, masyarakat, dan organisasi yang dipimpinnya.

Keempat, kesehatan. Rektor menekankan pentingnya menjaga kesehatan fisik dan emosional karena berpengaruh terhadap daya tahan serta performa dalam menjalankan kepemimpinan.

Kelima, keridhoan. Ia mengingatkan pentingnya memperoleh keridhoan orang tua maupun pasangan dalam menjalani kehidupan dan mencapai keberhasilan.

Baca juga: Fenomena Downgrade Lifestyle Ramai di Medsos, Pakar IPB Ungkap Penyebabnya

Wakil Sekretaris Jenderal II DPP HA IPB Akbariansyah menyampaikan bahwa alumni muda IPB University saat ini memiliki banyak teladan dari para alumni yang telah menorehkan prestasi dan menempati posisi strategis sejak usia muda.

“Semoga himpunan alumni terus maju dan memberikan dampak,” ujarnya.

Kegiatan kick-off LEAP kemudian dilanjutkan dengan sesi pembekalan kepemimpinan oleh Jamil Azzaini, selaku Ketua Bidang Kepemimpinan dan Akselerasi Talenta Alumni Muda DPP HA IPB University.

Melalui program LEAP, HA IPB University berharap para mentee dapat mengembangkan kapasitas diri, memperluas jejaring profesional, serta tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer