Connect with us

Berita

Sindikat Penipu Modus Tukar Kartu ATM di Kota Bogor Ditangkap Polisi

Published

on

Sindikat Penipu Modus Tukar Kartu ATM di Kota Bogor Ditangkap Polisi
Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap tiga pelaku sindikat penipuan modus tukar kartu ATM di Kota Bogor.

KlikBogor – Satreskrim Polresta Bogor Kota menangkap tiga pelaku sindikat penipuan modus tukar kartu anjungan tunai mandiri (ATM).

Ketiga pelaku berinisial berinisial DJ, AP, dan DR ditangkap polisi usai melancarkan aksinya. Satu pelaku berinisial AS ditetapkan sebagai daftar pencarian orang (DPO).

Kasatreskrim Polresta Bogor Kota AKP Aji Riznaldi Nugroho mengatakan, pelaku penipuan dengan cara tukar kartu ATM berjumlah empat orang. Mereka memiliki peran masing-masing dari mencari, menyakinkan hingga menukar kartu ATM milik korban.

Ia melanjutkan, para pelaku mencari korban dengan cara berpura-pura melakukan olahraga pagi di sekitaran sistem satu arah (SSA) dengan target orang yang sudah berumur dan terlihat bukan seperti orang Bogor.

“Ketika itu tersangka DJ yang berpura-pura sebagai orang Brunei, menghampiri korban yang sedang olahraga pagi dan kemudian bertanya ke korban menggunakan bahasa melayu terkait tempat penjualan handphone di Kota Bogor,” kata Aji, Kamis, 24 April 2025.

Setelah DJ mendapatkan korban, pelaku AS tampil yang mengaku mengetahui tempat penjualan handphone dan siap mengantar. Tak lama kemudian datanglah pelaku AP dan DR yang mengaku sebagai staf dari AS untuk memberikan kendaraan.

“Tersangka AS, DJ, dan korban masuk ke dalam kendaraan tersebut untuk pergi mencari tempat penjualan handphone. Diperjalanan AS berpura-pura berminat membeli handphone yang akan dijual oleh DJ, namun ketika itu DJ mengatakan tidak menjual satu melainkan 30 unit handphone,” imbuhnya.

Pada saat itu pelaku AS berpura-pura berniat membeli handphone tersebut dengan menunjukan saldo rekeningnya sebesar Rp500 juta kepada korban. Namun saat AS akan membayar dengan cara transfer, DJ berpura-pura tidak memiliki ATM dan meminta tolong kepada korban untuk menerima transferan tersebut dengan imbalan 15 persen.

Korban yang setuju, kata Aji, akhirnya diajak ke salah satu mesin ATM di Kota Bogor untuk memperlihatkan saldo dalam rekeningnya, karena dikhawatirkan akan tergabung dengan uang transferan AS. Ketika di mesin ATM tersebut, AS mengetahui pin ATM milik korban.

“Setelah selesai cek saldo ketika di kendaraan korban diminta untuk memperlihatkan kartu ATM-nya dan KTP miliknya. Ketika korban sedang lengah tersangka DJ menukar ATM milik korban tersebut,” imbuhnya.

Alih-alih akan menerima imbalan 15 persen, isi saldo ATM korban terkuras setelah kartu ATM pindah tangan ke pelaku. Korban berinisial WS kemudian melaporkan kejadian yang dialaminya ke polisi.

“Korban mengalami kerugian senilai Rp285 juta. Ini sudah dibagi-bagi oleh tersangka dan digunakan untuk kebutuhan ekonomi,” kata Aji.

Aji mengatakan, ketiga pelaku DJ, AP, dan DR berhasil ditangkap di wilayah Cianjur. DJ diketahui merupakan residivis dalam kasus sama pada 2021. Sementara pelaku AS masih dalam pengejaran.

Selain para pelaku, pihaknya juga mengamankan barang bukti sejumlah kartu ATM milik tersangka. Ketiga tersangka dijerat Pasal 378 dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan

Published

on

By

SPPG La Isola Batutulis Tetap Distribusikan MBG Selama Ramadan
Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) La Isola Batutulis tetap mendistribusikan program makan bergizi gratis (MBG) kepada para penerima manfaat selama bulan Ramadan.

Kepada awak media, Legal SPPG La Isola Batutulis, Agus Murianto, mengatakan bahwa kebijakan tersebut mengikuti arahan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Adapun makanan yang disalurkan dalam program MBG memiliki batas waktu konsumsi maksimal tujuh jam setelah dimasak.

“Kalau untuk bulan puasa ini kami memberi menu kering karena tidak bisa langsung dimakan. Arahan dari BGN, makanan maksimal tujuh jam dari matang. Kalau diberikan kan tidak mungkin. Maka ini arahan dari BGN, kami menggunakan makanan kering,” jelas Agus dikutip Rabu, 3 Maret 2026.

Ia menegaskan bahwa di SPPG La Isola Batutulis kualitas tetap menjadi prioritas utama. “Jadi tidak bisa diukur dengan besar kecilnya (makanan). Misalkan roti itu besar, tapi keras dan ada bahan pengawet, kami tidak mau. Produk-produk kami semua fresh, hari ini dibuat, besok dikirim, dan itu kualitas premium semua,” katanya.

Terkait adanya protes dari sebagian masyarakat mengenai menu makanan kering di bulan Ramadan, Agus menyampaikan bahwa penilaian gizi seharusnya berdasarkan kajian ahli gizi, bukan sekadar tampilan fisik.

“Kalau masalah gizi, yang tahu ahli gizi. Terkadang orang tua melihatnya hanya besar atau kecil. Tapi di kami sampai hari ini tetap memberi yang terbaik, kelas premium semua,” ucapnya.

Ia mencontohkan roti yang digunakan bukan roti awetan, melainkan roti standar bakery tanpa bahan pengawet meski ukurannya terlihat lebih kecil dan harganya lebih tinggi.

“Premium itu misalnya roti. Standarnya bakery, memang kelihatan kecil tapi nilai gizinya baik tanpa bahan pengawet. Harganya juga pasti lebih tinggi. Kalau kami kasih roti biasa mungkin kami untung, tapi tujuan kami bukan hanya mencari untung. Kami mencari berkah dan kualitas,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa orientasi SPPG La Isola Batutulis bukanlah keuntungan semata, melainkan mendukung dan menyukseskan program pemerintah dalam meningkatkan gizi.

“Masa untuk Indonesia Emas, Indonesia bergizi, kita kasih makanan yang tidak bergizi,” tandasnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar

Published

on

By

Kebakaran Warung Soto Mie di Mekarwangi, Pemilik Terluka Bakar
Petugas pemadam kebakaran tengah memadamkan api yang membakar warung soto mie di Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Selasa, 3 Maret 2026. Dok. Damkar Kota Bogor.

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah warung soto mie di Kampung Situ Asem, Kelurahan Mekarwangi, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Selasa pagi, 3 Maret 2026.

Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Bogor, Theofilo Patricio Freitas, menjelaskan kejadian bermula ketika pemilik warung hendak menyalakan kompor. Sementara warung masih dalam kondisi tertutup rapat.

“Ketika penjual soto mie ingin menyalakan kompor, terjadilah ledakan yang kemungkinan disebabkan oleh endapan gas di ruangan tertutup tersebut,” kata Theofilo kepada wartawan.

Api yang membesar dengan cepat membakar tembok bangunan warung. Pemilik kemudian melaporkan kejadian tersebut pada pukul 06.56 WIB.

Merespon kejadian itu, petugas pemadam kebakaran langsung bergerak ke lokasi dan tiba pukul 07.00 WIB.

“Lama pemadaman 15 menit dan pendinginan selesai pukul 07.20 WIB,” tambahnya.

Kejadian ini mengakibatkan warung terbakar di bagian dinding serta atap. Sedangkan pemilik warung berinisial W (58) mengalami luka bakar di bagian tangan.

“Korban langsung ditangani oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor melalui PSC Gesit 119,” terangnya.

Theo menjelaskan, empat regu menangani yaitu regu 1 Sukasari, regu 3 Sukasari, regu 1 Yasmin, dan regu 3 Yasmin.

“Empat unit kendaraan diterjunkan dan satu unit rescu Yasmin,” jelasnya.

Sementara kerugian materil akibat kebakaran tersebut diperkirakan mencapai Rp50 juta.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci

Published

on

By

Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
Asep Faizal Rahman (kiri). Foto/Istimewa.

KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.

Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.

“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.

Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.

“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.

Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.

“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.

Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.

“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer