Berita
Jaga Kamtibmas, Kapolda Jabar Apresiasi Sinergitas Polresta Bogor Kota-Pemkot Bogor
KlikBogor – Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Barat, Irjen Pol Pipit Rismanto, mengapresiasi sinergitas antara Polresta Bogor Kota, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Kapolda Jabar saat melakukan kunjungan kerja ke Kota Bogor di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat, 25 September 2026.
“Luar biasa yang saya temukan di Provinsi Jawa Barat ini, bagaimana bahu-membahu saling melengkapi satu sama lain. Memang kita ada keterbatasan-keterbatasan, saya pikir kita juga harus saling melengkapi. Teman-teman dari Polresta, jajaran juga, sudah diberikan bantuan-bantuan apapun di luar, jadi jangan sampai ada ketimpangan. Internal kita optimalkan, bantuan-bantuan eksternal kita tunjukkan bahwa itu bermanfaat untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkap Irjen Pipit dalam sambutannya.
Baca juga: El Nino Capai Rekor Tertinggi Sejak 1950, Pangan Global Terancam
Pada kesempatan tersebut, Irjen Pipit menyampaikan bahwa sejak tiga bulan lalu memimpin, Polda Jawa Barat memiliki tagline “Jaga dan Rawat Jawa Barat” dengan sembilan Commander Wish serta empat prinsip kerja untuk menjaga dan merawat Jawa Barat.
“Ini yang kami kenalkan, Pak Wali, termasuk bagaimana Polri ingin menghadirkan personel-personelnya yang dibutuhkan oleh masyarakat Kota Bogor. Jadi jangan cuma hadir pakai baju dinas, tapi tanpa melakukan apa-apa. Contoh untuk membantu, memberikan perbantuan macam-macam apa yang dibutuhkan,” ujarnya.
“Termasuk adalah rasa empati kita yang disampaikan oleh Kapolresta terhadap beberapa masyarakat yang kurang beruntung, bagaimana caranya ini bisa membantu menghadirkan negara kepada masyarakat di mana pun, siapa pun, dalam kondisi apa pun masyarakat membutuhkan,” imbuhnya.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa sinergitas antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Forkopimda terus terjalin dengan baik dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta melayani warga.
“Kegiatan-kegiatan rata-rata hampir seluruh rangkaian kegiatan ini selalu semuanya hadir, membersamai, dan insyaallah ini menjadi modal bagi Kota Bogor untuk membangun kebersamaan,” kata Dedie Rachim dalam sambutannya.
Baca juga: 58 Pemenang MTQ ke-45 Bakal Wakili Kota Bogor di Jawa Barat
Untuk menjaga kamtibmas dan mengoptimalkan pelayanan kepada masyarakat, Pemkot Bogor juga memberikan berbagai dukungan.
Dedie Rachim menyampaikan rasa syukur, lantaran Kota Bogor menjadi salah satu daerah dengan tingkat kriminalitas rendah di Jawa Barat.
“Jadi ini juga berkat kerja keras khususnya Polresta Bogor Kota,” ungkapnya.
Dedie Rachim juga menyampaikan bahwa sinergitas dilakukan hingga wilayah perbatasan. Namun, untuk terus menjaga kondusivitas wilayah, diperlukan koordinasi dengan lintas wilayah dan para pemangku kepentingan.
“Karena perbatasan Bogor ini sebetulnya perbatasan yang sangat tinggi pertumbuhan ekonominya, termasuk juga lalu lintas pergerakan manusianya juga relatif tinggi. Jadi kami mohon mendapatkan perhatian bersama,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dedie Rachim turut menyampaikan terima kasih atas bantuan Polri dalam membantu memperbaiki rumah tidak layak huni (RTLH), memberikan bantuan kepada pengemudi ojek online, serta membantu pondok pesantren.
(rls/hrs)
Berita
58 Pemenang MTQ ke-45 Bakal Wakili Kota Bogor di Jawa Barat
KlikBogor – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor 2026 resmi ditutup, Jumat, 25 September 2026. Sebanyak 58 pemenang dipersiapkan akan mewakili Kota Bogor di tingkat Jawa Barat.
Penutupan MTQ ditandai dengan penabuhan bedug oleh Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi. Penutupan juga ditandai dengan penyerahan trofi kepada para pemenang oleh Denny Mulyadi bersama unsur Forkopimda Kota Bogor.
“Alhamdulillah MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor resmi ditutup. Selama empat hari para peserta menunjukkan potensinya yang juga menjadi potensi Kota Bogor untuk bersaing di MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat, bahkan nasional,” kata Sekda di Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB).
Baca juga: Puluhan Angkot dan AKDP Terjaring Operasi Gabungan di Jalan Siliwangi
Denny menyampaikan apresiasi dan dukungan Pemkot Bogor kepada seluruh peserta MTQ. Ia berharap para pemenang dapat mempertahankan prestasi serta terus meningkatkan kemampuan untuk berpartisipasi pada ajang MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat hingga tingkat nasional.
Ia juga menekankan pentingnya pembinaan berkelanjutan oleh Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor terhadap para juara sebagai persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
Denny juga berharap penyelenggaraan MTQ ke depan dapat lebih semarak, baik dari sisi publikasi maupun keterlibatan masyarakat.
Menurutnya, tata kelola dan konsep pelaksanaan perlu terus diperbaiki agar penyelenggaraan MTQ semakin terukur dan memberikan hasil yang optimal.
“Kita sama-sama evaluasi agar dari tahun ke tahun harus ada peningkatan pelaksanaan, sehingga hasilnya berkualitas dan gaungnya luar biasa,” katanya.
Baca juga: Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat
Tercatat, 58 pemenang yang berasal dari enam kecamatan se-Kota Bogor akan mewakili Kota Bogor pada MTQ tingkat Provinsi Jawa Barat pada April 2027.
“58 orang akan jadi perwakilan Kota Bogor ke Jawa Barat di bulan April 2027,” kata Ketua LPTQ Kota Bogor, Ade Sarmili.
Para pemenang dari total hampir 600 peserta tersebut telah mengikuti perlombaan 58 cabang dan bidang. Selanjutnya, mereka akan mengikuti pembinaan sebelum diberangkatkan ke Jawa Barat.
“Sebelum ke Jawa Barat mereka akan ada pembinaan atau TC selama dua kali, untuk memantapkan kemampuan dan mengasah mental mereka,” pangkas Ade.
(hrs/ckl)
Berita
Puluhan Angkot dan AKDP Terjaring Operasi Gabungan di Jalan Siliwangi
KlikBogor – Operasi gabungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor digelar di kawasan Jalan Siliwangi, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Jumat, 25 September 2026. Sebanyak 39 angkutan kota (angkot) dan angkutan kota dalam provinsi (AKDP) terjaring dalam operasi tersebut.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 34 angkutan dikenakan penilangan lantaran tidak dapat melengkapi surat-surat kendaraan, seperti Surat Izin Mengemudi (SIM) dan surat KIR. Sementara sisanya dilakukan penyitaan unit.
“Kurang lebih dari 1.781 eksisting, hari ini yang sudah terhapuskan ada 1.200 angkot,” kata Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, saat memimpin operasi gabungan di lokasi.
Baca juga: Bawaslu Dorong Kehumasan jadi Penggerak Partisipasi Publik Awasi Pemilu
Angkot yang terjaring operasi juga diberikan penandaan melalui penempelan stiker informasi sesuai usia kendaraannya. Menurut Jenal, langkah tersebut merupakan ikhtiar Pemkot Bogor dalam menertibkan angkutan umum yang telah melebihi batas usia teknis.
Operasi akan dilakukan secara rutin setiap pekan dan terus berproses, dengan harapan target Bogor Lancar dapat terwujud.
Baca juga: Ratusan Angkot di Kota Bogor “Pensiun” Tak Lagi Mengaspal
Operasi gabungan ini dilakukan Pemkot Bogor melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor dengan melibatkan bantuan personel TNI dan Polri.
Jenal menegaskan, Pemkot Bogor tidak akan kendor dalam menegakkan aturan terkait angkot. Penertiban dilakukan berdasarkan regulasi yang berlaku, mulai dari Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub), Peraturan Daerah (Perda), hingga Peraturan Wali Kota (Perwali).
“Dalam setiap minggu, pada hari Senin, Rabu, dan Jumat, kami terus melakukan langkah penertiban. Ini implementasi Perda Nomor 8 Tahun 2023 dan Perwali Nomor 11 Tahun 2026,” katanya.
(rls/hrs)
Berita
Bawaslu Dorong Kehumasan jadi Penggerak Partisipasi Publik Awasi Pemilu
KlikBogor – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia menggelar kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu dalam Membangun Kepercayaan Publik dan Penguatan Partisipasi Masyarakat Menuju Pemilu 2029 Berintegritas di Bigland Hotel Bogor.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari, Rabu hingga Jumat, 23-25 September 2026, tersebut menjadi forum evaluasi sekaligus penyusunan strategi kehumasan Bawaslu dalam menghadapi tahapan pemilihan mendatang.
Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty mengatakan, kehumasan merupakan bagian penting dalam menyampaikan kinerja Bawaslu kepada masyarakat. Menurutnya, informasi yang disampaikan secara tepat diperlukan agar publik memperoleh gambaran yang benar mengenai kerja-kerja pengawasan pemilu.
“Kehumasan merupakan corong depan Bawaslu untuk mewartakan kinerja yang dilakukan agar publik mendapatkan informasi yang benar,” kata Lolly, Kamis, 24 September 2026.
Baca juga: El Nino Capai Rekor Tertinggi Sejak 1950, Pangan Global Terancam
Ia mengatakan, reaksi negatif dari publik kerap muncul karena masyarakat tidak mendapatkan informasi yang memadai. Karena itu, Bawaslu perlu merefleksikan pola kerja kehumasan yang telah dilakukan untuk memperluas jangkauan komunikasi pada masa mendatang.
Menurut Lolly, target utama komunikasi yang dibangun Bawaslu adalah menjaga kepercayaan publik terhadap kualitas demokrasi ke depan.
“Melalui refleksi ini, diharapkan lahir banyak strategi sehingga tahun 2026 diakhiri dengan rumusan strategi untuk persiapan menghadapi tahapan pemilihan di tahun 2027,” ujarnya.
Pihaknya telah melakukan pembahasan penguatan pengawasan di ruang digital. Hal itu mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penggunaan teknologi serta pemetaan potensi kerawanan di era digital.
Lolly mengatakan, penguatan tersebut diperlukan agar jajaran pengawas pemilu memiliki kesiapan ketika tahapan pemilihan berlangsung.
Baca juga: DPRD Sosialisasikan Perda Bale Badami, Penyelesaian Perkara Lewat Musyawarah
Selain meningkatkan kualitas SDM, Bawaslu juga melakukan penguatan terhadap kebijakan yang telah dimiliki, termasuk pemanfaatan manajemen krisis yang telah dibangun sejak 2022 hingga 2024 untuk mempercepat penyampaian informasi.
“Hal ini perlu terus diingatkan ke bawah agar pedoman yang ada tetap dipedomani,” katanya.
Lolly menambahkan, forum refleksi tersebut sekaligus menjadi sarana konsolidasi dan evaluasi untuk mengidentifikasi berbagai aspek yang masih perlu diperbaiki dalam pengelolaan komunikasi Bawaslu.
“Maka forum ini salah satu langkah yang diambil untuk mengingatkan terus, dan kami pun mengevaluasi apa-apa yang kira-kira masih bolong. Yang jelas tahap ini kami mengkonsolidasikan karena tujuannya satu komunikasi yang dibangun Bawaslu harus mampu menggerakkan partisipasi publik mengawasi pemilu,” tandasnya.
Kegiatan tersebut diikuti 206 peserta yang berasal dari unsur Bawaslu RI, Bawaslu Provinsi, dan Bawaslu Kabupaten/Kota.
Peserta terdiri atas pimpinan yang membidangi pencegahan, partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat, serta data dan informasi. Selain itu, kegiatan diikuti para kepala sekretariat, kepala bagian yang membidangi kehumasan, jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Jawa Barat, serta unsur Bawaslu RI.
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu juga menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur legislator, masyarakat sipil, pemantau pemilu, akademisi, dan praktisi.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
