Connect with us

Berita

Polisi Ungkap 3 Pelanggaran Sopir Truk Kecelakaan Maut di GT Ciawi 2

Published

on

Polisi Ungkap 3 Pelanggaran Sopir Truk Kecelakaan Maut di GT Ciawi 2
Wadir Lantas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Edwin Affandi (kedua dari kiri) bersama Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Eko Prasetyo (tengah) saat konferensi pers kecelakaan lalu lintas GT Ciawi 2 KM 41 di Mapolresta Bogor Kota, pada Sabtu, 15 Februari 2025.

KlikBogor – Polisi mengungkap penyebab kecelakaan beruntun yang melibatkan tujuh kendaraan di Gerbang Tol (GT) Ciawi 2, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor.

Diketahui, BW (30), sopir truk pengangkut galon air kemasan telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan beruntun yang menewaskan delapan orang dan 11 orang terluka.

Wadir Lantas Polda Jawa Barat Kombes Pol. Edwin Affandi menjelaskan, Satlantas Polresta Bogor Kota telah melaksanakan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan ramp check kendaraan untuk mengetahui penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas di GT Ciawi 2.

Pihak kepolisian juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi yang ada di TKP maupun saksi lain yang mengetahui kecelakaan.

Dari hasil penyidikan itu, dikatakan Edwin, kecelakaan lalu lintas ini disebabkan oleh beberapa pelanggaran yang dilakukan oleh sopir truk berinisial BW.

“Pelanggaran terkait dengan mengemudikan kendaraan dengan tidak wajar, mengemudikan kendaraan tidak sesuai dengan daya angkut kendaraan, mengemudi tidak mematuhi tentang batas kecepatan,” urai Edwin didampingi Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol. Eko Prasetyo, Sabtu, 15 Februari 2025.

Ia lanjut menjelaskan, dari beberapa fakta di TKP, sopir truk mengemudi kendaraan di sekitar 90-100 km per jam sebelum terjadinya kecelakaan, sedangkan di jalur tersebut kecepatan yang diperkenankan adalah 80 km per jam.

Dari rekaman kamera pengawas atau CCTV di beberapa titik terlihat sopir truk mengemudikan kendaraan dalam kondisi zig-zag di beberapa lajur jalan tol.

“Kemudian terkait hal tersebut sopir terbukti berdasarkan CCTV dan keterangan saksi maupun dari jejak kendaraan, berdasarkan telaah, mensimulasikan dan memformulasikan bahwa saat terjadi kecelakaan kecepatan kendaraan truk tersebut di angka 100 km per jam,” katanya.

Sedangkan dari hasil ramp check kendaraan ditemukan over load atau kelebihan muatan galon air kemasan sekitar 12 ton dari seharusnya 12 ton saja.

“Seharusnya kendaraan itu mengangkut sekitar 12 ton, namun kendaraan itu mengangkut sekitar 24 ton  berdasarkan hasil penghitungan di lapangan,” ungkapnya.

Disamping itu, sambungnya, dari hasil pemeriksaan kendaraan ditemukan kondisi sistem pengereman sudah tidak sesuai standar pabrikasi.

“Pada komponen yang tidak sesuai standar atau sudah terjadi kerusakan akibat penggunaan, sehingga menyebabkan beberapa kondisi seperti tromol dan kanvas rem tidak sesuai standar pabrikasi,” jelasnya.

Menurutnya, dengan adanya kelebihan daya angkut dan daya cengkram rem yang berkurang dari seharusnya menyebabkan kendaraan tidak bisa terkendali dengan baik apabila akan dilakukan penghambatan kendaraan.

Edwin mengatakan, dari hasil pemeriksaan di TKP memang truk tersebut dalam kondisi terbakar, namun dari sistem yang ada setelah dicek dan juga oleh Dinas Perhubungan diketahui kondisi kopling atau persneling dari kendaraan dalam posisi netral.

“Kami juga sudah meminta keterangan kepada sopir bahwa sopir pada saat itu akan memasukan gigi atau persneling lebih rendah, namun agak sedikit macet, sehingga tidak bisa memindahkan persneling ke posisi lebih rendah dan terkunci di posisi netral,” tuturnya.

Saat ini, Edwin menyebut penyidik Polresta Bogor Kota juga tengah melakukan serangkaian pemeriksaan lainnya terkait dengan kondisi kendaraan.

“Beberapa pemeriksaan sudah dilaksanakan dan tentunya ini masih dalam konteks penyidikan pengembangan lanjutan yang menjadi atensi Pak Kapolresta Bogor Kota,” tandasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Jenal Mutaqin Dorong Kolaborasi CSR untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat

Published

on

By

Jenal Mutaqin Dorong Kolaborasi CSR untuk Peningkatan Kesehatan Masyarakat
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, posyandu balita, pemeriksaan tulang gratis, serta pemberian bantuan makanan tambahan bagi lansia dan paket sembako di RW 03 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dunia usaha, dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Salah satunya melalui kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) yang menyasar peningkatan kesehatan warga.

Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, menghadiri kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, posyandu balita, pemeriksaan tulang gratis, serta pemberian bantuan makanan tambahan bagi lansia dan paket sembako di RW 03 Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Jenal mengatakan, Pemkot Bogor terus membuka ruang kolaborasi dengan berbagai stakeholder, termasuk perusahaan, untuk bersama-sama menghadirkan program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

“Pemkot terus berikhtiar dan berkolaborasi dengan stakeholder dalam rangka upaya memberikan yang terbaik untuk masyarakat. Kami sangat terbuka bagi para perusahaan yang ingin berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Bogor,” ujarnya, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan

Menurutnya, kolaborasi seperti ini juga menjadi peluang untuk memperkuat intervensi penanganan stunting di Kota Bogor. Sebab, wilayah Bogor Selatan menjadi salah satu wilayah yang masih memiliki angka stunting cukup tinggi selain Bogor Barat.

“Ke depan, kami ingin CSR dari Indomaret atau PT Indomarco bisa terus kita arahkan untuk bersama-sama melakukan intervensi penanganan stunting di Kota Bogor, khususnya wilayah Bogor Selatan,” katanya.

Sementara itu, Branch Manager Indomaret Wilayah Bogor I, Sidik Permana, mengatakan kegiatan CSR tersebut merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kesehatan masyarakat.

“Kegiatan CSR pemeriksaan kesehatan gratis, Posyandu Balita, dan pemeriksaan tulang gratis yang kita laksanakan hari ini bukan hanya sekadar kegiatan pemeriksaan kesehatan, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesehatan masyarakat,” ujar Sidik.

Ia menuturkan, kesehatan menjadi salah satu modal utama dalam menjalani kehidupan. Dengan kondisi tubuh yang sehat, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang dengan baik, orang tua dapat menjalankan aktivitas secara optimal, serta para lansia dapat menikmati masa tua dengan sehat, nyaman, dan bahagia.

Melalui kegiatan ini, lanjut Sidik, pihaknya ingin membantu memantau kesehatan serta tumbuh kembang anak sejak usia dini. Pemeriksaan rutin penting dilakukan agar kondisi kesehatan dan pertumbuhan anak dapat diketahui lebih awal.

Sementara bagi lansia, pemeriksaan kesehatan gratis diharapkan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi kesehatan secara berkala serta mendeteksi risiko kesehatan sejak dini.

Baca juga: Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan tersebut juga menghadirkan pemeriksaan tulang gratis untuk memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kondisi kesehatan tulang, khususnya bagi para lansia, sehingga dapat lebih peduli terhadap kesehatan tulang dan menerapkan pola hidup sehat.

Sidik menyampaikan apresiasi kepada Wakil Wali Kota Bogor atas dukungan terhadap kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat, termasuk Anlene, Pemerintah Kecamatan Bogor Selatan, Kelurahan Batutulis, Puskesmas Bogor Selatan, kader Posyandu, serta masyarakat.

“Semoga sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, kader Posyandu, dan masyarakat seperti ini dapat terus kita tingkatkan,” katanya.

Ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada pemeriksaan kesehatan saja, tetapi menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa mencegah lebih baik daripada mengobati.

“Bersama-sama kita membangun kebiasaan hidup sehat, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik secara rutin, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala,” tutupnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan

Published

on

By

Hari Kedua Pencarian, Korban Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane Belum Ditemukan
Tim SAR gabungan tengah melakukan penyelaman dalam pencarian korban diduga terjatuh ke Sungai Cisadane, Kecamatan Bogor Selatan. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Bayu Zulkarnaen (36), warga yang diduga terjatuh ke Sungai Cisadane dari jembatan penghubung Kelurahan Cipaku dan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, belum ditemukan hingga hari kedua pencarian.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko mengatakan, pencarian pada hari kedua dimulai sekitar pukul 08.00 WIB dan dihentikan sementara pada pukul 17.30 WIB.

Sejumlah metode telah dilakukan tim SAR gabungan, mulai dari penyelaman, penyisiran menggunakan perahu motor, hingga penyisiran aliran sungai dengan berjalan kaki.

“Tentunya metode utama yaitu penyelaman. Beberapa personel dari Basarnas, Damkar, dan BPBD secara bergantian melakukan penyelaman, melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang diduga cukup dalam dan memiliki sedongan atau celukan,” kata Dimas Tiko, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: ASN Kota Bogor Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane saat Melintas Jembatan 

Menurut Dimas Tiko, proses penyelaman menghadapi kendala karena kondisi dasar Sungai Cisadane dipenuhi sedimen dan sampah yang bercampur dengan bilah-bilah bambu.

“Di bawah itu memang terdapat banyak sedimen sampah bercampur dengan bilah-bilah bambu di bawahnya. Jadi, cukup sedikit menyulitkan,” ujarnya.

Selain penyelaman, tim SAR juga menggunakan metode “blender” dengan memanfaatkan perahu motor untuk mengangkat atau mengaduk material yang berada di dasar sungai. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Tim kemudian melakukan penyisiran permukaan air dengan berjalan kaki dalam rentang sekitar 10 meter. Penyisiran dilakukan dari titik awal pencarian hingga diperluas sekitar 300-400 meter.

“Namun memang ikhtiarnya sampai dengan saat ini kita masih belum menemukan tanda-tanda saudara kita,” imbuhnya.

Baca juga: Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Dimas Tiko memastikan tim SAR gabungan akan terus mengoptimalkan pencarian terhadap korban. Evaluasi dan pengarahan kembali akan dilakukan untuk menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan memperluas area pencarian atau menggunakan metode lain.

“Kalau perlu besok nanti kita coba brief lagi. Malam ini kita brief, kalau perlu melakukan perluasan lagi ataupun dengan teknik lain, nanti akan kita tentukan juga,” jelasnya.

Mengenai durasi pencarian, Dimas menyebut berdasarkan standar operasional prosedur (SOP), operasi pencarian dapat dilakukan selama tiga sampai empat hari. Namun, pihaknya menegaskan upaya pencarian akan terus dioptimalkan.

“Secara SOP sendiri, pencarian itu bisa tiga sampai empat hari. Tapi tentunya ikhtiarnya enggak berhenti. Bagaimana ikhtiarnya tim operasi ini menjadi satu semangat untuk keluarga,” tuturnya.

Sementara itu, berdasarkan informasi dari tim penyelam, kedalaman Sungai Cisadane di sejumlah titik lokasi pencarian mencapai sekitar 4-5 meter. Bahkan, di beberapa sisi diperkirakan mencapai hingga 6 meter.

Korban yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Diarpus) Kota Bogor diduga terjatuh ke Sungai Cisadane saat melintas di turunan jembatan pada Kamis, 13 Agustus 2026 malam. Saat itu korban hendak pulang ke rumahnya di Kelurahan Pamoyanan.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum

Published

on

By

Satpol PP Kota Bogor Bentuk RW Ciluar jadi Kampung Trantibum
Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung W. Purnama. Foto/Istimewa

KlikBogor – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor tengah menggembleng pembinaan masyarakat di wilayah Kelurahan Ciluar, Kecamatan Bogor Utara.

Program bertajuk “Kampung Trantibum” ini disiapkan untuk mencetak rukun warga (RW) percontohan dalam penegakan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum).

Kepala Satpol PP Kota Bogor, Pupung W. Purnama menjelaskan bahwa program pembinaan ini dirancang untuk mendorong partisipasi aktif warga dalam menjaga kondusivitas serta ketertiban di lingkungan masing-masing.

“Saat ini kami sedang melaksanakan kegiatan pembinaan di salah satu RW Kelurahan Ciluar untuk pembentukan Kampung Trantibum. Targetnya, kita ingin menjadikan RW tersebut sebagai RW percontohan, di mana seluruh warga terlibat dan berpartisipasi aktif menjaga trantibum di lingkungannya,” ujar Pupung, Jumat, 14 Agustus 2026.

Baca juga: ASN Kota Bogor Diduga Terjatuh ke Sungai Cisadane saat Melintas Jembatan 

Ia menambahkan, proses pembinaan tersebut telah berjalan selama satu bulan terakhir. Dalam program ini, pengurus RT/RW serta warga setempat mendapatkan berbagai pembekalan teknis mengenai regulasi ketertiban umum, edukasi hukum, hingga pelatihan peran serta masyarakat dalam deteksi dini gangguan ketertiban.

“Masyarakat dan pengurus lingkungan diberikan pelatihan, pembinaan, serta edukasi terkait regulasi. Hal ini penting agar mereka paham bagaimana cara berpartisipasi secara aktif menjaga lingkungannya sendiri,” jelasnya.

Jika pembentukan Kampung Trantibum di Kelurahan Ciluar ini berjalan sukses, Satpol PP Kota Bogor berencana meluncurkan program tersebut. Keberhasilan di Kelurahan Ciluar nantinya akan dijadikan acuan bagi RW lain di seluruh wilayah Kota Bogor.

Baca juga: Ngadu ke Dewan, Zenal Abidin Cari Solusi Relokasi Pedagang Tanaman Hias

Tak menutup kemungkinan, kata Pupung, ke depan program Kampung Trantibum akan dikembangkan menjadi ajang perlombaan antarkelurahan atau kecamatan, menyerupai lomba pos kamling atau ronda yang biasa digelar kepolisian.

“Tahun ini baru kita garap sebagai proyek percontohan. Mudah-mudahan berhasil, sehingga semua RW bisa benchmark ke sana. Ke depan, tidak menutup kemungkinan kegiatan seperti ini bisa dilombakan antarwilayah untuk memicu semangat warga menjaga ketertiban,” katanya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer