Serba Serbi
Pasar Jambu Dua Ramai, Perumda PPJ Apresiasi Dukungan Berbagai Pihak
KlikBogor – Pasar Jambu Dua kini mulai menunjukkan geliat aktivitas perdagangan yang tidak hanya sebagai pusat perdagangan bahan pangan, melainkan juga pusat kuliner UMKM di Kota Bogor.
Pasar yang terletak di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor ini sekarang ramai dikunjungi oleh masyarakat dari berbagai wilayah bahkan tingkat kunjungan melonjak drastis terutama di akhir pekan.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor, Jenal Abidin menyampaikan rasa syukur lantaran Pasar Jambu Dua kini telah aktif dan ramai dikunjungi oleh masyarakat. Ia juga menyebut, banyak pedagang yang menunjukkan minat untuk berjualan di pasar tersebut.
Baca juga: Pusat Kuliner Pasar Jambu Dua Dibuka, Pengunjung 1.800 Orang Sehari
Jenal mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung dan membantu meramaikan Pasar Jambu Dua, khususnya Wali Kota Bogor yang dinilai telah memberikan dukungan terhadap upaya Perumda Pasar Pakuan Jaya dalam mengembangkan pasar tersebut.
“Kami apresiasi juga untuk semua pihak, dan saya ucapkan banyak terima kasih, khususnya kepada Pak Wali Kota Bogor yang sudah men-support perjuangan kami untuk bagaimana bisa meramaikan pasar ini,” ujar Jenal dikutip Sabtu, 19 September 2026.
Baca juga: Pasar Benih Ikan Ciseeng Bersolek, Kini Lebih Modern dan Nyaman
Jenal juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD), BUMD, serta insan pers yang turut membantu membesarkan Perumda Pasar Pakuan Jaya, khususnya Pasar Jambu Dua.
Diketahui, pusat kuliner UMKM resmi dibuka di Pasar Jambu Dua Kota Bogor, pada Kamis, 17 September 2026. Tercatat ada sekitar 184 tenan yang menyajikan berbagai kuliner makanan dan minuman, serta produk fesyen dan aneka hobi yang menarik minat masyarakat.
(hrs/ckl)
Serba Serbi
Mengapa Protein Hewani Penting bagi Tumbuh Kembang Anak?
KlikBogor – Dalam diskusi publik, sering dikatakan bahwa masa depan Indonesia bergantung pada kualitas pendidikan, inovasi teknologi, dan perekonomian. Namun, banyak yang melupakan bahwa fondasi pembangunan sumber daya manusia (SDM) adalah kecukupan dan kualitas asupan gizi dari produk ternak seperti susu, daging, dan telur.
Pakar Genetika Ekologi IPB University, Prof Ronny Rachman Noor menyampaikan bahwa protein hewani penting untuk perkembangan otak dan tubuh, yang memengaruhi daya saing global SDM.
“Tidak ada yang menyangkal bahwa nasi bisa membuat anak-anak kita kenyang dan berhenti menangis hari ini. Namun, dalam 20 tahun ke depan, susu, daging, dan telur akan membantu anak-anak kita menjadi lebih cerdas serta memiliki fisik yang sehat dan berkualitas,” ujar Prof Ronny dalam keterangannya dikutip Kamis, 1 Oktober 2026.
Menurutnya, saat ini banyak orang merasa kenyang karena konsumsi nasi yang berlimpah, sementara asupan protein hewani masih minim dan dianggap tidak memadai.
Dari sudut pandang kecukupan gizi, ia menerangkan, tubuh manusia membutuhkan 20 jenis asam amino, 9 di antaranya tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh dan harus diperoleh dari makanan dan minuman.
“Dari segi kualitas gizi, tahu dan tempe merupakan sumber protein, tetapi tidak selengkap protein hewani dari susu, daging, dan telur. Produk ternak disebut sumber protein lengkap karena menyediakan semua asam amino esensial dalam satu hidangan,” jelas Prof Ronny.
Baca juga: 404 Siswa dari 23 Negara Ikuti Kompetisi Matematika-Sains di Indonesia
Manfaat Protein Hewani dari Telur, Daging, dan Susu
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebutir telur mengandung 6 gram protein lengkap serta hampir semua vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Telur mengandung protein yang paling mudah diserap, dengan nilai biological value 100.
Selain itu, telur mengandung kolin bahan baku neurotransmitter yang mempertajam memori dan fokus. Lutein dan DHA dalam telur penting untuk perkembangan otak dan retina.
Adapun daging, zat besi yang terkandung di dalamnya dapat dengan mudah diserap oleh tubuh dengan persentase sebesar 25 persen, sedangkan zat besi dari bayam yang diserap oleh tubuh hanya mencapai 5 persen.
“Kekurangan zat besi akan menyebabkan anemia dan otot juga akan kekurangan oksigen. Data empiris menunjukkan bahwa 1 dari 3 remaja putri di Indonesia mengalami anemia, yang berdampak langsung pada produktivitas dan kualitas belajar,” jelas Prof Ronny.
Zink juga berperan dalam menentukan kualitas pertumbuhan sekaligus mencegah kejang pada anak-anak kita. Vitamin B12 yang terkandung dalam daging dan produk hewani lainnya sangat esensial untuk perkembangan otak.
Sementara itu, susu penting untuk tulang dan tinggi anak karena kandungan kalsium, fosfor, dan protein yang merangsang pertumbuhan tulang serta produksi IGF-1.
Dari sisi konsumsi susu, Prof Ronny menyebut, Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara lain. Konsumsi susu per kapita di Indonesia hanya 5 liter per tahun, sedangkan konsumsi susu orang Belanda mencapai 100 liter per tahun per kapita.
“Sehingga, jika dibandingkan, tinggi badan orang Indonesia yang rata-rata 158 cm masih kalah jauh dari rata-rata tinggi badan orang Belanda yang mencapai 183 cm,” imbuhnya.
Baca juga: Makanan Sisa Disimpan di Kulkas, Berapa Lama Masih Aman Dikonsumsi?
Dampak Kekurangan Protein Hewani
Prof Ronny mengatakan, pengabaian konsumsi protein hewani akan menimbulkan dampak yang sangat fatal baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
Saat ini, berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia 2023, 1 dari 5 anak Indonesia masuk dalam kategori pendek dengan perkembangan otak terhambat akibat stunting. Angka stunting anak Indonesia yang mencapai 21,5 persen merupakan cerminan nyata pengabaian konsumsi protein hewani.
“Perlu dipahami bahwa golden age untuk membentuk otak yang berkualitas adalah usia 0 sampai dengan 5 tahun karena pada fase ini otak tumbuh sebesar 80 persen. Tanpa protein hewani yang cukup pada fase ini, sel otak tidak akan dapat terbentuk secara optimal,” jelas Prof Ronny.
“Jadi, bonus demografi yang didengungkan akan menguntungkan Indonesia pada tahun 2020 mendatang, tidak akan berarti banyak jika produktivitas generasi saat ini rendah karena anemia, kurang fokus, serta tidak menjaga kesehatan tubuh dengan baik,” simpulnya.
Ia menegaskan, produk protein hewani seperti susu, daging, dan telur bukan sekadar makanan yang memenuhi selera dan mengenyangkan, tetapi juga merupakan investasi bagi SDM yang berkualitas.
“Pengabaian konsumsi protein akan menurunkan daya saing SDM Indonesia. Protein hewani penting untuk membangun otak tajam, tubuh sehat, dan sumber daya manusia kompetitif di tingkat global,” tutupnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Makanan Sisa Disimpan di Kulkas, Berapa Lama Masih Aman Dikonsumsi?
KlikBogor – Menyimpan makanan sisa di dalam kulkas dapat menjadi cara praktis untuk menjaga makanan agar tetap dapat dikonsumsi sekaligus mengurangi pemborosan pangan. Namun, menurut dosen Manajemen Industri Jasa Makanan dan Gizi, Sekolah Vokasi IPB University, Rosyda Dianah, SKM, MKM, kebiasaan tersebut tidak otomatis membuat makanan aman.
Rosyda menambahkan, jika dilakukan secara tidak tepat, makanan dapat menjadi sumber penyakit bawaan makanan (foodborne disease) dan mengalami degradasi mutu gizi.
“Memasukkan makanan ke dalam kulkas bukan berarti proses kerusakan makanan berhenti sepenuhnya. Bakteri tidak mati di dalam kulkas. Kulkas pada suhu sekitar 1-4°C berfungsi memperlambat pertumbuhan sebagian besar bakteri, bukan mensterilkan makanan. Karena itu, makanan tetap memiliki masa simpan yang terbatas,” katanya dikutip Minggu, 27 September 2026.
Menurut Rosyda, kebiasaan menyimpan makanan sisa di dalam kulkas pada dasarnya aman dan bisa dilakukan, tetapi harus memenuhi persyaratan tertentu. Hal tersebut sangat bergantung pada cara pendinginan, suhu penyimpanan, lama penyimpanan, hingga proses pemanasan kembali.
Dari perspektif keamanan pangan, Rosyda menekankan agar menghindari temperature danger zone (5°C hingga 60°C), yakni kondisi suhu yang memungkinkan mikroorganisme berkembang lebih cepat.
Baca juga: Waste Station di Balai Kota Bogor jadi Ruang Edukasi Pengelolaan Sampah
Secara umum, makanan matang yang disimpan pada suhu ≤4°C dianjurkan dikonsumsi dalam 3-4 hari. Namun, beberapa makanan memiliki karakteristik berbeda. Nasi dan pasta matang, misalnya, perlu mendapat perhatian karena berpotensi terkait dengan spora Bacillus cereus.
Dari sisi gizi, proses penyimpanan dan pemanasan kembali dapat memengaruhi sejumlah zat gizi. Vitamin yang larut dalam air, seperti vitamin C dan vitamin B kompleks, relatif sensitif terhadap panas dan oksidasi.
Sementara itu, lemak, khususnya asam lemak tak jenuh, dapat mengalami oksidasi apabila makanan disimpan dalam wadah yang tidak tertutup dengan baik.
Di sisi lain, makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang, dan pasta dapat mengalami perubahan pada pati ketika didinginkan.
Proses tersebut dapat membuat sebagian pati menjadi lebih sulit dicerna, sehingga berpotensi membantu mengendalikan kenaikan gula darah dan mendukung kesehatan pencernaan. Dengan catatan, selama makanan tetap disimpan dengan baik dan tidak terkontaminasi mikroorganisme.
Baca juga: Warga Bogor Diajak “Rame-Rame” Bangun Sistem Pangan Kota yang Lebih Hijau
Rosyda mengatakan, kesalahan yang sering dilakukan masyarakat antara lain membiarkan makanan terlalu lama pada suhu ruang, menyimpan makanan dalam wadah besar dan terlalu dalam, tidak menutup wadah dengan baik, tidak memperhatikan suhu kulkas, serta terlalu sering melakukan reheating.
Selain itu, makanan sisa sebaiknya tidak ditempatkan berdekatan dengan bahan pangan mentah untuk mencegah kontaminasi silang.
Untuk mengurangi risiko sekaligus mencegah food waste, Rosyda menyarankan masyarakat menerapkan prinsip sederhana “2-4-74”.
Angka tersebut berarti makanan mudah rusak tidak dibiarkan lebih dari 2 jam pada suhu ruang, disimpan pada suhu sekitar 4°C atau lebih rendah, dan dipanaskan kembali hingga sekitar 74°C secara merata.
“Keamanan pangan tidak berarti semua makanan sisa harus langsung dibuang. Perencanaan penyimpanan yang baik justru dapat membantu mengurangi food waste,” pungkasnya.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Bawa Investasi awal Rp10 Miliar, APCO Group-Entech Global Solution Bentuk Perusahaan Joint Venture
KlikBogor – Industri jasa pengendalian hama (pest control) di Indonesia kedatangan kekuatan baru. APCO Group, induk usaha dari Pestigo, Perisai Bangsa, dan AJM, resmi menjalin kerja sama joint venture dengan perusahaan asal Singapura, Entech Global Solution.
Kolaborasi strategis ini melahirkan perusahaan baru bernama PT Entech Apco Environmental dengan suntikan dana investasi awal sebesar Rp10 miliar. Penandatanganan kerja sama dilangsungkan di Paseban Punta Balai Kota Bogor, Senin, 21 September 2026.
Founder APCO Group, Awaluddin Sarmidi menyatakan bahwa langkah ini diambil seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri jasa khusus, terutama di bidang pengendalian hama. Perusahaan patungan ini nantinya akan berbasis dan beroperasi langsung dari Kota Bogor.
CEO Entech Global Solution, Walden Chu mengaku bangga dengan kolaborasi ini. Rekam jejak Entech yang kuat di Singapura, Malaysia, dan Filipina dinilai menjadi modal besar untuk ikut berperan serta di pasar Indonesia yang sangat potensial.
“Indonesia adalah negara dengan potensi pasar yang sangat besar. Kami memiliki frekuensi yang sama dengan APCO, yaitu memuliakan Tuhan dan berfokus pada pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Walden.
Baca juga: Pasar Bersih Jambu Dua jadi Laboratorium UMKM Kuliner Kota Bogor
Kerja sama ini diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi industri pengendalian lingkungan di Indonesia, sekaligus mendorong standar layanan yang lebih tinggi melalui jaringan regional.
Perusahaan joint venture multinasional yang baru dibentuk ini sepakat untuk menempatkan dana investasi awal mereka di Bank Kota Bogor. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk silaturahmi sekaligus komitmen nyata untuk ikut membangun dan memperkuat perekonomian daerah.
Direktur Utama Bank Kota Bogor, Tommy Indra Gunawan menjelaskan bahwa masuknya dana investasi asing ini akan memperkuat ekosistem keuangan daerah.
Bank Kota Bogor berencana mengoptimalkan sinergi tersebut untuk menyokong pembangunan sektor UMKM yang menjadi salah satu tulang punggung ekonomi Kota Bogor.
Sementara itu, Komisaris Utama Bank Kota Bogor, Dinna Fajrina mengatakan bahwa kerja sama antara perusahaan Indonesia dan Singapura tersebut menjadi momentum penting bagi Bank Kota Bogor untuk memperluas perannya dalam mendukung pengembangan dunia usaha.
“Momentum kerja sama bilateral antarnegara seperti ini menjadi peluang bagi Bank Kota Bogor untuk mengambil peran yang lebih penting sebagai mitra dalam pengembangan usaha para pebisnis. Kami ingin hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi sebagai mitra yang mampu membuka ruang kolaborasi dan mendukung pertumbuhan usaha,” ujar Dinna.
Baca juga: Fasilitas Pirolisis Dibangun di Galuga, Olah Timbunan Sampah jadi BBMT
Menurut Dinna, Bank Kota Bogor ingin membangun ekosistem bisnis yang terbuka dan inklusif dengan melibatkan berbagai kalangan. Karena itu, Bank Kota Bogor akan terus membuka peluang kerja sama dengan seluruh stakeholders, baik pelaku UMKM, perusahaan nasional maupun asing, komunitas, institusi, maupun berbagai pihak lainnya.
“Kami ingin membawa Bank Kota Bogor menjadi mitra bisnis bagi seluruh lapisan masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, kami terbuka untuk bekerja sama dengan seluruh stakeholders. Kami percaya kolaborasi yang semakin luas akan menciptakan peluang usaha yang semakin besar dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta perekonomian Kota Bogor,” tambah Dinna.
Kolaborasi antara APCO Group dan Entech Global Solution melalui PT Entech APCO Environmental ini diharapkan menjadi awal dari terbentuknya ekosistem usaha yang semakin kuat di Kota Bogor.
Kehadiran investasi baru tersebut tidak hanya membuka peluang pertumbuhan bagi industri pest management dan jasa lingkungan, tetapi juga berpotensi menciptakan efek berganda bagi sektor usaha lainnya.
Dengan dukungan perbankan daerah dan jaringan bisnis regional, sinergi ini diharapkan dapat mendorong terciptanya lebih banyak peluang usaha, memperkuat UMKM, serta memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Kota Bogor dan Indonesia.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
