Connect with us

Serba Serbi

Mengungkap Rahasia Porang, Bahan Kosmetik Perlindungan Kulit

Published

on

Mengungkap Rahasia Porang, Bahan Kosmetik Perlindungan Kulit
Tanaman porang. Foto : Perhutani.co.id

KlikBogor – Umbi porang kini tidak hanya dikenal sebagai bahan pangan, tetapi juga mulai menarik perhatian dunia kecantikan.

Melalui penelitian yang dikembangkan oleh peneliti IPB University, glukomanan (serat pangan) dari umbi porang berhasil diolah sebagai bahan alami untuk bahan dasar kosmetik perlindungan kulit (skin protector).

Peneliti dan dosen Departemen Teknologi Industri Pertanian IPB University, Prayoga Suryadarma, menyebutkan selama ini porang mengandung kalsium oksalat tinggi yang membatasi pemanfaatannya.

Dengan teknologi kavitasi hidrodinamik, Prayoga dan tim berhasil mengurangi kandungan tersebut tanpa bahan kimia tambahan, menghasilkan glukomanan rendah oksalat yang lebih aman dan ramah lingkungan.

“Selain menurunkan kadar oksalatnya, kami juga menemukan bahwa proses ini menghasilkan glukomanan dari porang yang dapat dijadikan bahan dasar satu kosmetik dengan lima efek perlindungan kulit,” kata Prayoga dalam keterangannya dikutip Sabtu, 22 November 2025.

Lima efek tersebut yakni sebagai perlindungan lapisan pelindung kulit (skin barrier protection), perlindungan hidrasi (hydrate protection), perlindungan UV (UV protection), perlindungan anti penuaan (antiaging protection), dan perlindungan antioksidan (antioxidant protection).

Ia menambahkan glukomanan hasil pemurnian dengan kavitasi hidrodinamik inilah yang menjadi rahasia utama di balik lima efek perlindungan kulit tersebut.

Kemampuannya sebagai bahan pengental atau pembentuk gel dan pelembap, serta tetap stabil walaupun ditambahkan berbagai macam bahan aktif alami di dalamnya, sehingga mampu memberikan hasil kulit yang sehat, halus, dan bercahaya tanpa perlu tambahan bahan kimia sintetis.

Dari sisi formulasi kecantikan, bahan kosmetik berbasis glukomanan ini bisa dikembangkan menjadi beragam produk perawatan kulit. Selain menjaga kelembapan, kandungan alaminya juga membantu memperbaiki serta mempertahankan kesehatan kulit.

Dengan kandungan alami yang stabil, bahan ini tetap aman digunakan dalam berbagai kondisi formulasi produk seperti lotion, masker, serum, hingga tabir surya. Formulasinya menjanjikan hasil glowing alami dengan bahan yang sepenuhnya berasal dari riset lokal.

“Kami ingin menunjukkan bahwa bahan lokal seperti porang bisa menjadi dasar pengembangan kosmetik dan klinik yang tidak kalah dengan produk impor. Semuanya berangkat dari riset lokal yang aman bagi kulit tropis dan berpotensi menggantikan bahan impor yang mahal,” jelas Prayoga.

Sementara itu, dari sisi klinik, riset lanjutan tengah dikembangkan untuk memanfaatkan glukomanan sebagai bahan dasar perbaikan jaringan kulit.

Selama ini, material berbasis glukomanan untuk luka bakar, bekas operasi, atau perawatan pascaprosedur medis masih harus diimpor dengan harga yang sangat tinggi.

“Jika pengembangan ini berhasil, bahan lokal hasil riset ini dapat menjadi alternatif pengganti bahan impor dengan kualitas setara bahkan lebih ramah bagi kulit,” harapnya.

Inovasi ini menjadi langkah nyata menuju kemandirian bahan kosmetik dan klinik berbasis sumber daya lokal. Dari porang yang tumbuh di tanah Indonesia, kini lahir potensi besar bagi dunia kecantikan dan kesehatan kulit yang alami, aman, serta bernilai tinggi bagi masyarakat.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

Mengapa Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Hujan, Dosen IPB Ungkap Penyebabnya

Published

on

By

Mengapa Jakarta Lebih Panas dan Bogor Masih Hujan, Dosen IPB Ungkap Penyebabnya
Ilustrasi cuaca panas. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pada Oktober, posisi matahari yang berada tepat di atas Pulau Jawa membuat intensitas radiasi matahari yang diterima permukaan meningkat. Walaupun demikian, dampaknya terhadap cuaca tidak sama di semua tempat. Jakarta cenderung lebih panas, sedangkan Bogor masih berpeluang diguyur hujan.

Hal itu dijelaskan dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, Sonni Setiawan. Ia menyebut, posisi matahari pada periode tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi kenaikan suhu permukaan di Pulau Jawa.

“Radiasi gelombang pendek dari matahari yang diterima permukaan dapat meningkatkan suhu permukaan, terutama ketika tutupan awan tidak cukup menghalangi radiasi tersebut,” ujar Sonni dalam keterangannya dikutip Jumat, 23 Oktober 2026.

Mengapa Jakarta Lebih Panas

Kenaikan suhu terasa terutama di kawasan perkotaan seperti Jakarta yang didominasi bangunan dan jalan beraspal. Sonni menjelaskan, perubahan tutupan lahan tersebut memengaruhi kemampuan permukaan dalam menyerap dan menyimpan panas.

“Dengan menurunnya kapasitas panas permukaan, pemanasan akibat radiasi matahari dapat menyebabkan kenaikan suhu permukaan yang lebih besar. Dampaknya, radiasi gelombang panjang yang dipancarkan kembali oleh permukaan juga meningkat,” jelasnya.

Baca juga: Hubungkan 2 Wilayah, Jembatan Pasirjaya-Paledang Siap Dimanfaatkan Warga

Keberadaan uap air dan polusi udara turut berkontribusi dalam penyerapan energi radiasi gelombang panjang dari permukaan bumi ke atmosfer.

“Semakin banyak energi yang diserap gas dan partikel tertentu, semakin besar radiasi gelombang panjang dari bumi yang diserap sehingga potensi energi itu tertahan sebelum dilepaskan kembali. Proses ini berkaitan dengan efek rumah kaca yang dapat meningkatkan suhu udara di kawasan perkotaan,” urainya.

Mengapa Bogor Masih Hujan?

Sementara itu, wilayah yang sama-sama menerima pemanasan matahari dapat mengalami cuaca berbeda. Fenomena El Nino yang berlangsung tahun ini turut memengaruhi pembentukan awan dan distribusi hujan dalam skala besar.

Baca juga: Pakan Tepat Jadi Kunci, Unggas Sehat dan Tampil Maksimal

Saat terjadi El Nino, secara umum awan-awan yang biasanya tumbuh di kawasan Maritime bergeser ke Peru. Walaupun demikian, formasi awan dan hujan dapat terbentuk tetapi dalam skala lokal.

Di Bogor, kondisi geografis berperan dalam pembentukan hujan lokal. Interaksi antara pergerakan udara dan topografi, terutama di kawasan Bogor bagian selatan, timur, dan barat, dapat mendorong pertumbuhan awan hingga menghasilkan hujan.

“Selama oktober ini, Interaksi antara gerak udara lembab dan topografi di kawasan Bogor dapat memicu pertumbuhan awan dan hujan. Hujan yang terbentuk ini bersifat lokal, sehingga tidak selalu terjadi secara merata di seluruh wilayah Bogor,” paparnya.

Dengan demikian, suhu dan hujan di wilayah Jabodetabek dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari posisi matahari, karakteristik tutupan lahan, kondisi atmosfer, hingga topografi. Karena itu, udara panas dan hujan lokal dapat terjadi dalam waktu berdekatan di wilayah yang relatif berdekatan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Bidik 100 Emas Porprov Jabar, Kota Bogor Matangkan Persiapan 

Published

on

By

Bidik 100 Emas Porprov Jabar, Kota Bogor Matangkan Persiapan 
Kota Bogor terus mematangkan kesiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Sebagai tuan rumah utama, Kota Bogor terus memastikan kesiapan menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat. dari berbagai aspek.

Pengurus Kontingen Kota Bogor menggelar rapat koordinasi guna mematangkan persiapan tersebut. Rapat dipimpin langsung oleh Ketua Kontingen Kota Bogor, Jenal Mutaqin, di Balai Kota Bogor, Kamis, 22 Oktober 2026.

“Kita koordinasikan berbagai hal teknis dan informasi penting, termasuk jadwal pertandingan serta pembagian zona penugasan pengurus kontingen,” ujar Jenal.

Baca juga: Persiapan Pembangunan JPO, Pemkot Bogor Sterilisasi MA Salmun 

Jenal menegaskan bahwa tugas pengurus kontingen adalah melayani para atlet, pelatih, maupun official lainnya. Dengan demikian, para atlet dapat merasakan dukungan dan semangat yang sama dalam berjuang demi keberhasilan Kota Bogor.

Selain mematangkan strategi untuk meraih gelar juara umum, pengurus kontingen dan perwakilan cabang olahraga (cabor) juga menerima apparel yang secara simbolis diserahkan sebagai seragam resmi Kontingen Kota Bogor pada Porprov XV Jawa Barat.

“Ini bukan hanya sekadar apparel, tetapi secara psikologis kami yakin atlet akan merasa sangat pede ketika digunakan. Ada total 1.100 koper dengan 11 item di dalamnya. Semuanya sama dan rata,” kata Jenal.

Baca juga: 750 Atlet Kota Bogor Siap Bertanding di Porprov: Targetkan 100 Medali Emas 

Dari sisi anggaran, ia menegaskan bahwa tidak ada satu rupiah pun anggaran atlet yang dipotong. Hal ini mencakup insentif, suplemen, maupun fasilitas lainnya.

Kebijakan tersebut diambil Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor karena para atlet menjadi salah satu penentu keberhasilan Kota Bogor dalam Porprov kali ini.

“Senin nanti juga kita akan melakukan pelepasan para atlet kontingen di Balai Kota oleh Pak Wali Kota,” imbuh Jenal.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Si Bolang IPB University Kini Layani Rute hingga Sukabumi Gratis 

Published

on

By

Si Bolang IPB University Kini Layani Rute hingga Sukabumi Gratis 
Bus Operasional Langganan atau si Bolang. Dok. IPB University

KlikBogor – Mobilitas antarkampus IPB University kini lebih mudah. Bus Operasional Langganan (si Bolang) kini melayani rute Darmaga, Kota Bogor, hingga Sekolah Vokasi Sukabumi secara gratis bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan.

Selain memfasilitasi mobilitas di Kampus Darmaga, si Bolang kini melayani dua rute baru, yakni Kampus IPB Darmaga–Kota Bogor. – Beroperasi Senin hingga Jumat pukul 06.00–18.00 WIB dengan lima perjalanan pulang-pergi setiap hari.
– Dari Darmaga, bus melewati Stasiun Bogor, Science Techno Park di Taman Kencana, Sekolah Bisnis (SB), dan berakhir di SV.
– Dari SV menuju Darmaga, bus melewati Kampus IPB Baranangsiang dan Stasiun Bogor.

SV Bogor–SV Sukabumi via Tol Bocimi
– Beroperasi setiap Senin, Rabu, dan Jumat.
– SV Bogor menuju SV Sukabumi berangkat pukul 05.00 WIB, sedangkan arah sebaliknya pukul 16.00 WIB.

Baca juga: Seleksi Ketua FKDM Kota Bogor Libatkan Unsur Intelijen-Pemerintahan 

Penumpang dapat berhenti di titik yang sesuai dengan yang ditentukan oleh IPB serta tetap menjaga keselamatan selama berlalu lintas.

Dilengkapi sejumlah armada baru, si Bolang kini juga dilengkapi fasilitas ramah penyandang disabilitas dan fitur keamanan canggih dan untuk mewujudkan transportasi kampus yang lebih inklusif.

Armada baru ini dilengkapi alarm otomatis pendeteksi kantuk pengemudi, sensor peringatan asap rokok di kabin, dan pelacakan lokasi global positioning system (GPS) real-time yang terintegrasi dengan aplikasi IPB Mobile.

Penumpang dibatasi hanya untuk warga IPB dan Alumni, dengan menunjukan kartu mahasiswa serta kartu pegawai sebelum menggunakan bus. Pemindaian kartu identitas (kartu mahasiswa, kartu pegawai, dan kartu alumni) lewat fitur tap juga akan segera disiapkan untuk memverifikasi pengguna, sesuai peruntukan bus bagi warga IPB University dan alumni.

Baca juga: Pakan Tepat Jadi Kunci, Unggas Sehat dan Tampil Maksimal

Kepala Kantor Manajemen Keamanan, Keselamatan, dan Perlindungan Kampus (KMKKPK) IPB University, Muhammad Isbayu, SP, mengatakan pihaknya akan terus mengevaluasi kebutuhan armada dan jadwal agar layanan semakin nyaman dan aman.

Isbayu berharap evaluasi berkala yang dilakukan efektif dalam memenuhi kebutuhan mobilitas warga IPB University.

‘Kado Istimewa’ Dies Natalis ke-63

Pada pembukaan Dies Natalis ke-63 IPB University Selasa, 1 September, IPB University meresmikan sejumlah fasilitas baru, termasuk 12 armada bus dan ambulans gawat darurat. Dua belas armada bus baru ini hadir melalui kerja sama dengan sejumlah mitra sponsor.

Rektor IPB University, Alim Setiawan Slamet, berharap penambahan armada meningkatkan kualitas layanan sekaligus mengurangi emisi kampus.

“Mulai hari ini kita akan namakan Bolang: Bus Operasional Langganan. Mudah-mudahan bus ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan transportasi sekaligus mengurangi emisi di kampus,” ujarnya saat peresmian.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer