Connect with us

Berita

Jangan Tunggu Wabah, Kenali Penyakit Zoonotik dan Cara Mencegahnya

Published

on

Jangan Tunggu Wabah, Kenali Penyakit Zoonotik dan Cara Mencegahnya
Dinkes Kota Bogor bersama Porkesmas menggelar lokakarya untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonotik. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor memperkuat kesiapsiagaan menghadapi ancaman penyakit zoonotik melalui lokakarya yang berlangsung selama dua hari pada 7-8 Juli 2026.

Kegiatan ini difokuskan pada penguatan sistem deteksi dini, komunikasi risiko, serta respons cepat terhadap penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia.

Lokakarya tersebut melibatkan tenaga kesehatan, akademisi, perangkat daerah, insan pers, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya sebagai bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas sektor dalam mencegah potensi wabah.

Ketua Kelompok Kerja Risk Communication and Community Engagement (RCCI), Rizky Ka Syafitri mengatakan, kesiapsiagaan harus dibangun jauh sebelum munculnya kasus agar pemerintah dan masyarakat mampu merespons ancaman penyakit secara cepat dan terkoordinasi.

“Tujuan kegiatan ini adalah bagian dari upaya kesiapsiagaan Dinas Kesehatan untuk mengantisipasi penyakit-penyakit zoonotik yang menular dari hewan ke manusia dan berpotensi menjadi wabah. Persiapan harus dilakukan sebelum ada kasus maupun sebelum penyebaran terjadi,” ujarnya, Selasa, 7 Juli 2026.

Menurut Rizky, penguatan kapasitas seluruh pihak menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko penyebaran penyakit zoonotik.

Dengan sistem yang telah dipersiapkan sejak awal, penanganan kasus dapat dilakukan lebih cepat sehingga potensi wabah dapat ditekan.

Baca juga: Belasan Angkot Usia di Atas 20 Tahun di Kota Bogor Disemprot Cat

Selain kesiapan pemerintah, edukasi kepada masyarakat juga menjadi faktor utama dalam pengendalian penyakit.

Warga dinilai perlu memahami langkah pencegahan, prosedur ketika menemukan dugaan kasus, hingga mengetahui fasilitas kesehatan yang menyediakan layanan pengobatan maupun vaksinasi.

“Yang paling penting adalah masyarakat tahu bagaimana mencegah, apa yang harus dilakukan jika terjadi kasus, ke mana harus berobat, dan di mana mendapatkan vaksin apabila diperlukan,” kata Rizky.

Dalam lokakarya tersebut, Dinkes Kota Bogor menyoroti sejumlah penyakit zoonotik yang berpotensi mengancam kesehatan masyarakat, di antaranya rabies, flu burung, antraks, dan leptospirosis.

Penyakit-penyakit tersebut dinilai memiliki risiko penyebaran yang tinggi apabila tidak diantisipasi melalui sistem pengawasan yang efektif.

Rizky menjelaskan, leptospirosis menjadi salah satu penyakit yang perlu diwaspadai, terutama saat musim hujan. Penyakit ini dapat menular melalui air yang telah terkontaminasi urine tikus.

Sementara itu, rabies, flu burung, dan antraks juga memerlukan pengawasan intensif karena berpotensi menyebar dengan cepat apabila tidak segera ditangani.

“Kalau tidak dipersiapkan sejak dini, ketika wabah terjadi semua akan gagap. Penularannya bisa berlangsung sangat cepat sehingga sistem harus dibangun lebih dulu agar semua sektor sudah siap ketika ada kasus,” jelasnya.

Baca juga: BKAD Kota Bogor Luncurkan Smart Asset Governance Simasda, Optimalkan Pengelolaan Aset Daerah

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Dinas Kesehatan Kota Bogor bersama Portal Kesehatan Masyarakat (Porkesmas) yang tergabung dalam Pokja RCCI.

Kelompok kerja ini dibentuk sejak masa pandemi COVID-19 dan hingga kini terus berperan dalam memperkuat komunikasi risiko serta meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menghadapi berbagai ancaman kesehatan.

Melalui forum ini, Dinkes Kota Bogor juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi mengenai penyakit menular.

Warga diimbau memperoleh informasi kesehatan dari kanal resmi, seperti portal RCCI, microsite informasi kesehatan, maupun layanan pemeriksa fakta kesehatan.

Di sektor peternakan, para peternak diminta segera melaporkan kepada petugas Kesehatan Hewan (Keswan) apabila menemukan kematian hewan secara mendadak, terutama dalam jumlah banyak.

Baca juga: Healing Forest Bisa Redakan Stres, Guru Besar IPB Beberkan Faktanya

Pelaporan dini dinilai penting agar investigasi dapat segera dilakukan dan potensi penularan penyakit kepada manusia maupun hewan lainnya dapat dicegah.

“Kalau ada hewan mati mendadak dalam jumlah besar harus segera dilaporkan ke Keswan. Pengawasan terhadap peternakan juga terus dilakukan secara berlapis melalui monitoring rutin petugas,” ungkap Rizky.

Ia menambahkan, keberhasilan pengendalian penyakit zoonotik tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif masyarakat dan insan pers dalam menyampaikan informasi secara cepat dan akurat apabila menemukan indikasi kasus di lapangan.

“Kalau ada kasus seperti itu dan tidak segera dilaporkan, risikonya bukan hanya ditanggung peternak, tetapi juga masyarakat luas. Karena itu warga maupun wartawan juga bisa ikut melaporkan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat,” katanya.

(rls/hrs)

Continue Reading
2 Comments

2 Comments

  1. Pingback: Kebakaran Rumah 2 Lantai di Cilendek Barat, 2 Penghuni jadi Korban

  2. Pingback: Off Ramp Ciawi Selatan Mulai Dibangun, Ditargetkan Rampung Setahun

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Trase Baru Batutulis Diuji Coba, Berlakukan Sistem Buka Tutup

Published

on

By

Trase Baru Batutulis Diuji Coba, Berlakukan Sistem Buka Tutup
Sejumlah kendaraan tengah melintas Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis pada masa uji coba, Selasa, 27 Oktober 2026 sore. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) telah berkoordinasi pascauji coba Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan.

Pembangunan jalan ini berada di bawah pengelolaan UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Provinsi Jawa Barat. Pekerjaan dilaksanakan oleh PT Promix Prima Karya sebagai kontraktor pelaksana dan ditargetkan selesai pada 30 Oktober 2026.

Baca juga: Kue Semprong Rumahan dari Tajur, Dirintis Sejak 2015

Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih mengatakan bahwa setelah uji coba, terdapat sejumlah segmen yang perlu disempurnakan.

“Sehingga kenapa diujicobakan dulu sambil penyempurnaan segmen-segmen yang perlu memang ada dirapihkan. Nah, untuk terkait pembukaan ini kami sudah berkoordinasi juga dengan pelaksana dan UPT, untuk hari ini dibuka hingga pukul 19.00 WIB dan besok pagi dari pukul 07.00 sampai pukul 19.00 WIB,” ujar Esti dalam keterangannya, Selasa, 27 Oktober 2026.

Baca juga: Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah

Segmen yang memerlukan perapian berada di perbatasan antara jalan eksisting dan trase atau jalur baru. Pada bagian tersebut, perlu dilakukan pemadatan sebelum dilapisi aspal.

Sistem buka tutup dan penyesuaian waktu secara situasional diterapkan agar masyarakat tetap dapat melintasi jalan dengan aman selama masa uji coba, sembari dilakukan penyempurnaan dan perapian.

“Kenapa buka tutup, karena memang ada beberapa segmen penyempurnaan sampai tanggal 1 nanti. Dan untuk pekerjaan konstruksi berakhir di 30 Oktober,” ujarnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

DMI Kota Bogor Cari Nahkoda Baru, 7 Kandidat Penuhi Syarat

Published

on

By

DMI Kota Bogor Cari Nahkoda Baru, 7 Kandidat Penuhi Syarat
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) ke-III Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Bogor di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 27 Oktober 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pimpinan Daerah Dewan Masjid Indonesia (PD DMI) Kota Bogor menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-III di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 27 Oktober 2026. Dalam agenda tersebut, sebanyak tujuh calon ketua dinyatakan memenuhi syarat untuk mengikuti proses pemilihan kepengurusan periode 2026-2031.

Berdasarkan hasil rapat panitia Musda III DMI Kota Bogor, tujuh nama-nama bakal calon ketua yang memenuhi syarat administrasi tersebut yakni Najamudin, Deni Irawan, Kinarto, Wahyu Mimbar, Fikri Aziz, Abdul Rahmat Sholeh, dan Istikhori.

Ketua Panitia Musda III PD DMI Kota Bogor, Ahmad Fatoni mengatakan, terdapat 10 calon yang mendaftar dalam musda tersebut. Namun, berdasarkan hasil rapat dan pemeriksaan persyaratan, hanya tujuh calon yang dinyatakan memenuhi ketentuan, sedangkan tiga lainnya tidak lolos verifikasi.

Menurut Fatoni, keputusan tersebut diambil dengan mengacu pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi.

“Panitia berupaya seobjektif mungkin. Prinsipnya adalah kepatuhan terhadap prosedur sesuai AD/ART, sehingga kami harus mengambil keputusan berdasarkan ketentuan tersebut,” kata Fatoni.

Baca juga: Lantik Jurusita Pajak Daerah, Pemkot Bogor Targetkan Tagih Rp120 Miliar

Fatoni berharap ketua DMI Kota Bogor yang terpilih nantinya mampu membawa perubahan positif bagi Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di seluruh wilayah Kota Bogor. Selain itu, kepengurusan baru diharapkan dapat memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan berbagai unsur kemasjidan.

“Harapan kita, siapa pun nakhoda DMI yang terpilih di musda ini bisa membawa angin perubahan yang segar buat DKM se-Kota Bogor, serta bersinergi dengan pemerintah daerah dan insan kemasjidan,” ujarnya.

Fatoni menyebutkan, berdasarkan AD/ART, terdapat 13 suara yang memiliki hak pilih dalam Musda tersebut. Unsur pemilik suara meliputi Pengurus Wilayah, pengurus daerah yang terdiri dari ketua dan sekretaris, DMI tingkat kecamatan, Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI), Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid (BKMM), serta dua Masjid Agung di Kota Bogor.

Ia menambahkan, agenda Musda kali ini difokuskan pada pemilihan ketua terpilih. Sementara itu, proses pengukuhan dan pelantikan kepengurusan selanjutnya akan diserahkan kepada ketua terpilih.

Baca juga: Sensor Elektrokimia, Cek Residu Pestisida dan BPA Semudah Ukur Gula Darah

Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, yang hadir membuka acara tersebut mengharapkan musda ini menghasilkan kepengurusan DMI periode 2026-2031 yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menyelesaikan berbagai pekerjaan rumah di bidang kemasjidan.

Menurut Dedie Rachim, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga memiliki peran strategis sebagai pusat peradaban yang dapat mendorong kesejahteraan masyarakat.

“Harapannya akan terpilih kepengurusan DMI periode 2026-2031 yang memenuhi harapan semua pihak. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan, dan pesannya adalah bagaimana kita membangun sekaligus memakmurkan masjid, kemudian juga berdampak pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Ia menilai upaya memakmurkan masjid sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat bukan hal yang mudah. Karena itu, diperlukan kolaborasi berbagai pihak agar fungsi masjid dapat berjalan lebih optimal.

Dedie Rachim menegaskan, masjid memiliki posisi sentral dalam kehidupan masyarakat sehingga pengelolaannya perlu didukung melalui kerja sama antara DMI, pemerintah daerah, dan unsur kemasjidan lainnya.

“Masjid sebagai pusat peradaban tentu mempunyai peran yang sangat sentral dan strategis yang harus kita kolaborasikan bersama,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Lantik Jurusita Pajak Daerah, Pemkot Bogor Targetkan Tagih Rp120 Miliar

Published

on

By

Lantik Jurusita Pajak Daerah, Pemkot Bogor Targetkan Tagih Rp120 Miliar
Pelantikan jurusita pajak daerah Bapenda Kota Bogor, Senin, 26 Oktober 2026. Foto/Istimewa

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim melantik delapan jurusita pajak daerah Kota Bogor di Paseban Sri Baduga, Kompleks Balai Kota Bogor, Senin, 26 Oktober 2026. Kedelapan jurusita ini menjadi tim khusus untuk menagih tunggakan pajak daerah kepada wajib pajak (WP) di Kota Bogor.

“Ya, yang pertama kan kami sudah menghitung ada potensi piutang yang bisa ditagih. Piutang jumlahnya hampir Rp600 miliar, namun demikian, tata cara untuk penagihan itu ternyata tidak mudah. Selain harus memenuhi persyaratan administratif, juga harus dilengkapi dengan personil yang sudah memiliki kemampuan serta sertifikasi terkait dengan penugasan sebagai jurusita,” kata Dedie Rachim usai pelantikan.

Ia menjelaskan, setelah delapan aparatur sipil negara (ASN) Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor melalui proses pelatihan, ujian, dan juga penetapan, maka Pemkot Bogor lebih konfiden untuk bisa melaksanakan penyitaan yang dilakukan oleh jurusita.

“Kalau target, tadi Pak Sekda setting-nya kurang lebih 20 persen dari Rp600 miliar ya di tahun ini, atau kurang lebih Rp120 miliar di tahun ini saja dari potensi piutang yang belum terbayar sampai dengan sekarang,” imbuhnya.

Baca juga: Bogor 100 Menyala Terus, 565 Atlet Siap Berlaga di Porprov Jabar

Kepada tim jurusita, Dedie Rachim juga berpesan harus mampu melaksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab. “Sudah dibekali dengan berbagai atribut dan keilmuan, maka tentu tinggal pelaksanaan kewenangan harus berintegritas. Itu pesan saya kepada mereka,” ucapnya.

Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid menerangkan, setelah pelantikan ini, pihaknya akan segera merumuskan dengan melalui tahapan-tahapan kepada para WP yang mempunyai piutang.

“Yang tadi sudah disampaikan oleh Wali Kota Bogor salah satunya yaitu pemasangan plang, pemanggilan melalui aplikasi dan selanjutnya ditindak lanjuti apakah itu langsung penyegelan atau bisa saja melaksanakan pembekuan rekening usahanya,” ucapnya.

“Jadi itu empat tahapan-tahapan. Namun hal ini bisa kami lakukan nanti tim jurusita berkolaborasi komunikasi dengan Aparat Penegak Hukum (APH) dari BI, OJK, nanti akan berkolaborasi. Dan tahapan-tahapan itu SOP-nya memang sudah disiapkan. Tinggal insyaallah doakan tim jurusita ini bisa berjalan di awal bulan ini,” sambungnya.

Baca juga: Besok, Trase Baru Batutulis Dibuka untuk Uji Coba 2 Jalur

Wahid mengungkapkan, tim jurusita tersebut dari internal Bapenda Kota Bogor sebanyak delapan orang. Delapan orang tersebut sudah disekolahkan dan mempunyai berbagai macam sertifikasi yang berhubungan dengan jurusita.

“Ya, mereka sudah mempunyai sertifikat. Jadi tinggal bekerja dengan integritas,”  tutup Wahid.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer