Connect with us

Berita

BKAD Kota Bogor Luncurkan Smart Asset Governance Simasda, Optimalkan Pengelolaan Aset Daerah

Published

on

BKAD Kota Bogor Luncurkan Smart Asset Governance Simasda, Optimalkan Pengelolaan Aset Daerah
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat menerima akun Smart Asset Governance Simasda, Selasa, 7 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) resmi meluncurkan pengembangan Sistem Informasi Smart Asset Governance Simasda pada Selasa, 7 Juli 2026.

Peluncuran yang diresmikan langsung oleh Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim ini menjadi tonggak penting transformasi pengelolaan Barang Milik Daerah (BMD) dari sekadar fungsi administratif menuju instrumen strategis yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan mendukung pembangunan daerah.

Kegiatan yang digelar di Ruang Sri Baduga, Balai Kota Bogor tersebut dihadiri oleh DPRD Kota Bogor, jajaran perangkat daerah, camat, lurah, instansi vertikal, BUMD, serta pelaku usaha dan calon mitra investasi. Pelaksanaan secara hybrid juga memungkinkan peserta dari berbagai daerah mengikuti peluncuran melalui Zoom Meeting.

Dalam sambutannya, Wali Kota Bogor menegaskan bahwa digitalisasi pengelolaan aset merupakan bagian dari reformasi birokrasi untuk mewujudkan pemerintahan yang semakin transparan, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Baca juga: Mengapa Hujan Jarang dan Bogor Semakin Panas?

Sementara itu, Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi, menjelaskan bahwa Smart Asset Governance Simasda merupakan inovasi digital yang dirancang untuk mewujudkan tata kelola aset daerah yang modern, transparan, dan berbasis data.

Sistem ini menghadirkan berbagai fitur unggulan, mulai dari pemetaan aset berbasis Geographic Information System (GIS), katalog digital aset, profil aset yang lengkap dan valid, informasi aset yang clear and clean, dashboard real-time pendapatan pemanfaatan aset, hingga integrasi data lintas perangkat daerah.

Selain itu, sistem juga dilengkapi fitur monitoring dan pengawasan aset, termasuk pengembangan dashboard pemantauan kendaraan operasional melalui pemasangan GPS sehingga pergerakan dan jalur kendaraan dinas dapat dipantau secara real time.

Dengan hadirnya Smart Asset Governance Simasda, sambung Lia, masyarakat, pelaku usaha, maupun calon mitra investasi dapat mengakses profil aset daerah secara lebih terbuka sekaligus mengajukan permohonan pemanfaatan Barang Milik Daerah melalui berbagai skema sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, mulai dari sewa, pinjam pakai, kerja sama pemanfaatan, bangun guna serah, hingga bangun serah guna.

Lia menambahkan, pengembangan sistem ini merupakan tindak lanjut dari komitmen Pemkot Bogor dalam mengoptimalkan potensi aset daerah.

Baca juga: BKAD Kota Bogor Targetkan Sertifikasi Aset Rampung pada 2026 

Berdasarkan data 2025, Kota Bogor mengelola aset senilai Rp12,99 triliun, terdiri atas 3.799 bidang tanah dengan nilai Rp5,90 triliun dan aset lainnya senilai Rp7,09 triliun.

Namun demikian, pendapatan dari pemanfaatan aset masih mencapai sekitar Rp5,55 miliar, atau kurang dari 1 persen dari total nilai aset yang dimiliki.

Melalui Smart Asset Governance Simasda, Pemkot Bogor optimistis potensi tersebut dapat dioptimalkan secara lebih efektif.

“Selain meningkatkan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan aset, sistem ini diharapkan mampu memperluas peluang kerja sama pemanfaatan aset, menarik minat investor, serta meningkatkan kontribusi aset daerah terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD),” katanya.

Peluncuran Smart Asset Governance Simasda sekaligus mempertegas komitmen Pemkot Bogor dalam mendukung implementasi Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), Satu Data Indonesia, dan visi Smart City Kota Bogor.

Dengan demikian pengelolaan aset daerah tidak lagi dipandang sebagai sekadar proses administrasi, melainkan sebagai modal pembangunan yang produktif, bernilai ekonomi, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

(rls/hrs)

Continue Reading
1 Comment

1 Comment

  1. Pingback: Belasan Angkot Usia di Atas 20 Tahun di Kota Bogor Disemprot Cat

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kemarau, TMA Bendung Katulampa Turun hingga 0 Sentimeter

Published

on

By

Kemarau, TMA Bendung Katulampa Turun hingga 0 Sentimeter
Kondisi tinggi muka air (TMA) Bendung Katulampa di posisi 0 sentimeter. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Bendung Katulampa di Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, mengalami penurunan tinggi muka air (TMA) hingga 0 sentimeter akibat musim kemarau yang melanda akhir-akhir ini.

Petugas Bendung Katulampa, Muhammad Alwan mengatakan, surutnya debit air berdampak pada aliran Sungai Ciliwung, sementara Kali Baru masih dalam kondisi normal.

Baca juga: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB

Menurutnya, TMA Bendung Katulampa sebelumnya masih berada di kisaran 10 sentimeter sebelum akhirnya turun menjadi nol.

“Kali Baru masih aman, hanya ke sungainya yang surut. Sekarang TMA Bendung Katulampa berada di angka 0 sentimeter,” ujar Alwan kepada awak media dikutip Jumat, 17 Juli 2026.

Ia menambahkan, petugas tetap melakukan penggelontoran air untuk menjaga ekosistem sungai serta membersihkan sampah dan sedimentasi saat debit air surut.

Baca juga: Bahas PP APBD 2025, DPRD Kota Bogor Beri Catatan untuk Pemkot

Alwan juga mengungkapkan, musim kemarau mulai berdampak pada warga sekitar karena sejumlah sumur warga mengering. Warga kini memanfaatkan air irigasi dan Kali Baru untuk kebutuhan sehari-hari.

Ia berharap hujan segera turun di wilayah hulu agar debit air kembali meningkat. Menurutnya, kondisi serupa umumnya terjadi setiap tahun pada periode Juni hingga September.

“Surut ini ada tiap tahun. Biasanya di Juni, Juli, Agustus, September, Oktober mulai musim hujan,” ujarnya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

ASN Kota Bogor Torehkan Prestasi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional 

Published

on

By

ASN Kota Bogor Torehkan Prestasi pada Pelatihan Kepemimpinan Nasional 
Sekda Kota Bogor, Denny Mulyadi bersama Kadinkes Kota Bogor, Erna Nuraena (kiri) dan Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi (kanan) dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan III yang digelar di Kampus ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN). Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Bogor, Erna Nuraena berhasil menorehkan prestasi dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan III yang digelar di Kampus ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN).

Erna Nuraena meraih predikat “Prestasi Istimewa Peringkat Satu” atas capaian dan kinerja dalam mengikuti rangkaian pembelajaran kepemimpinan strategis tingkat nasional tersebut.

Selain itu, Kepala BKAD Kota Bogor, Lia Kania Dewi bersama Erna Nuraena juga berhasil masuk dalam 14 besar peserta dengan predikat “Sangat Memuaskan” dari total 60 peserta yang berasal dari berbagai instansi, mulai dari kementerian, lembaga, pemerintah provinsi, pemerintah kota, hingga pemerintah kabupaten.

Baca juga: Dukung UMKM, Ceu Atty Ajak Warga Belanja di Warung Tetangga

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi yang turut hadir memberikan apresiasi atas capaian yang diraih jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor tersebut.

Ia mengatakan, prestasi ini menjadi bukti komitmen aparatur sipil negara (ASN) Kota Bogor dalam meningkatkan kompetensi, kapasitas kepemimpinan, serta menghadirkan inovasi dalam pelayanan publik.

“Prestasi ini tentunya menjadi kebanggaan bagi Pemerintah Kota Bogor. Ini menunjukkan bahwa ASN Kota Bogor memiliki kapasitas dan kemampuan yang mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Denny, Kamis, 16 Juli 2026.

Baca juga: Ratusan Angkot di Kota Bogor “Pensiun” Tak Lagi Mengaspal

Denny berharap ilmu, pengalaman, serta jejaring yang diperoleh selama mengikuti PKN Tingkat II dapat diterapkan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan menghadirkan program-program strategis yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Harapannya, capaian ini tidak berhenti sebagai prestasi pribadi, tetapi menjadi energi baru untuk terus menghadirkan perubahan dan inovasi dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Diketahui, pelatihan Kepemimpinan Nasional Tingkat II merupakan program pengembangan kompetensi bagi pejabat pimpinan tinggi pratama untuk membentuk pemimpin perubahan yang mampu merancang dan mengimplementasikan kebijakan strategis di lingkungan pemerintahan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Petugas Damkar Jinakkan Kebakaran Alang-alang di Pamoyanan

Published

on

By

Petugas Damkar Jinakkan Kebakaran Alang-alang di Pamoyanan
Petugas Damkar Kota Bogor tengah memadamkan kebakaran alang-alang di kawasan Jalan Pamoyanan, Rabu, 15 Juli 2026 malam. Foto: Tangkapan layar/Istimewa

KlikBogor – Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Bogor berhasil menjinakkan kobaran api yang membakar lahan alang-alang pada Rabu, 15 Juli 2026 petang.

Kebakaran yang terjadi di kawasan Jalan Pamoyanan, Kecamatan Bogor Selatan ini pertama kali diketahui warga setempat sekira pukul 17.45 WIB.

Saat itu, api terlihat sudah membesar dan membakar hamparan alang-alang. Khawatir api merambat ke area sekitar, warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada petugas pemadam kebakaran.

“Kami terima laporan pukul 17.50 WIB. Objek terbakar alang-alang,” kata Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Damkar Kota Bogor, M. Ade Nugraha saat dikonfirmasi Kamis, 16 Juli 2026.

Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal

Setibanya di lokasi, lanjut Ade, petugas langsung melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api meluas ke area sekitar. Proses penanganan tersebut secara keseluruhan berlangsung sekitar 35 menit.

“Situasi akhir aman terkendali. Unit kendaraan diterjunkan dari sektor Sukasari, Yasmin, dan Cibuluh,” tambahnya.

Baca juga: Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor 

Ade mengatakan, kebakaran diduga dipicu oleh aktivitas pembakaran di lahan yang ditinggalkan sehingga api membesar dan menyebabkan kebakaran.

“Awal mula terjadinya kebakaran diduga bermula akibat adanya aktivitas pembakaran di lahan yang kemudian ditinggalkan hingga api membesar,” katanya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, untuk luas lahan yang terdampak kebakaran belum diketahui.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer