Berita
Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 triliun, Peringkat Ketiga di Jabar
KlikBogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat realisasi investasi Kabupaten Bogor hingga semester I 2026 mencapai Rp13,72 triliun dan menyerap 25.502 tenaga kerja.
Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga realisasi investasi dan peringkat kedua penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.
Angka ini sekaligus menjadi gambaran bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Bogor mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat.
Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, capaian investasi tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai angka ekonomi, tetapi sebagai bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.
“Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha,” ujar Rudy dikutip Selasa, 1 September 2026.
Menurut Rudy, Pemkab Bogor akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah perlu memastikan dunia usaha mendapatkan lingkungan yang memungkinkan kegiatan investasi berjalan dengan baik.
“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Baca juga: Rudy Susmanto Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi untuk Masa Depan Bogor
Pada triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat Rp6,59 triliun, berasal dari 3.070 perusahaan dengan 8.872 proyek. Investasi tersebut menyerap 12.509 tenaga kerja, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,84 triliun.
Rudy menegaskan, pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Kata dia, justru meningkatnya investasi harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan investor yang sudah masuk maupun menarik investasi baru.
“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat,” ucapnya.
Investasi Kabupaten Bogor pada triwulan II 2026 tersebar di berbagai sektor. Sektor perumahan dan kawasan industri mencatat investasi terbesar yakni Rp2,76 triliun.
Berikutnya, sektor jasa lainnya mencapai Rp1,07 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp605,52 miliar, industri makanan Rp338,47 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp293,42 miliar.
Dari sisi tenaga kerja, industri kimia dan farmasi menjadi sektor dengan penyerapan terbesar yakni 1.904 orang, disusul perdagangan dan reparasi 1.753 orang serta industri logam, mesin dan elektronika 1.631 orang.
Baca juga: PUAN Kota Bogor Kampanyekan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan Lewat Senam Sehat
Menurut Rudy, keberagaman sektor investasi menjadi modal penting bagi penguatan ekonomi Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, kawasan perumahan dan sektor lainnya dapat saling menggerakkan perekonomian daerah.
Pihaknya menilai ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.
“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut,” katanya.
Karena itu, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan pendapatan masyarakat.
Dengan capaian Semester I 2026, Kabupaten Bogor memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.
“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.” pungkasnya.
(rls/hrs)
Berita
Kebakaran Rumah di Bondongan, 8 Warga Dilarikan ke Rumah Sakit
KlikBogor – Kebakaran melanda dua rumah di Kampung Sindang Resmi, Kelurahan Bondongan, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, Senin, 14 September 2026, sore. Sebanyak delapan warga dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah diduga mengalami sesak napas akibat terpapar asap kebakaran.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, Moch. Ade Nugraha mengatakan, kebakaran diketahui sekira pukul 15.40 WIB. Petugas menerima laporan pada pukul 15.45 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi.
Petugas dari Pos Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh yang diterjunkan untuk menangani kebakaran. Proses pemadaman berlangsung hingga pukul 16.22 WIB atau sekitar 25 menit, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan selama sekitar 40 menit.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Berdasarkan pendataan, dua rumah mengalami rusak berat akibat kejadian tersebut. Satu rumah dihuni empat kepala keluarga dengan 14 jiwa, sedangkan satunya lagi dihuni satu kepala keluarga dengan dua jiwa.
Selain itu, empat rumah di sekitar lokasi mengalami rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni total lima kepala keluarga dengan 18 jiwa.
Ade mengatakan, penyebab kebakaran belum diketahui. Berdasarkan informasi di lapangan, api diketahui warga sudah membesar ketika pertama kali terlihat. Kondisi permukiman yang padat membuat warga tersebut segera menghubungi petugas pemadam kebakaran.
“Awal mula terjadinya kebakaran, saksi melihat api sudah membesar, karena padat penduduk saksi langsung menghubungi pihak pemadam kebakaran,” ujarnya.
Baca juga: Kebakaran Rumah di Menteng, Kerugian Capai Rp150 Juta
Dalam kejadian tersebut, delapan warga dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Korban rata-rata mengalami sesak napas setelah terpapar asap kebakaran.
“Korban dibawa ke RS Melania, RS Vania, dan BSH. Rata-rata sesak napas karena terpapar asap,” jelas Ade. Sementara total kerugian akibat kebakaran tersebut belum diketahui.
(hrs/ckl)
Berita
Sosialisasi Empat Pilar, Eddy Soeparno Tegaskan Kesejahteraan Masyarakat Pondasi Pembangunan Bangsa
KlikBogor – Isu kesejahteraan masyarakat kembali ditegaskan sebagai pondasi penting dalam pembangunan bangsa. Hal itu disampaikan Wakil Ketua MPR RI H. Eddy Soeparno saat menggelar sosialisasi Empat Pilar MPR RI bersama warga Kelurahan Tanah Baru.
Kegiatan sosialisasi tersebut dilangsungkan di Halaman Posyandu Kampung Sawah RW 07 Kelurahan Tanah Baru, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Minggu, 13 September 2026.
Baca juga: Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
Dalam kesempatan itu, Eddy menekankan bahwa pemahaman terhadap nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara tidak hanya penting dari sisi ideologis, tetapi juga relevan untuk menjawab persoalan kesejahteraan masyarakat yang kian kompleks.
“Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 menjadi dasar konstitusional yang kuat dalam membangun sistem ekonomi kerakyatan yang adil dan inklusif,” terang Wakil Ketua MPR dari Fraksi PAN ini.
Eddy menjelaskan, Pasal 33 UUD 1945 secara tegas mengatur bahwa perekonomian nasional harus disusun sebagai usaha bersama yang berlandaskan asas kekeluargaan.
Baca juga: Eddy Soeparno Ajak Ibu-Ibu Kota Bogor Sebarkan Nilai 4 Pilar Kebangsaan
Hal itu, menurutnya, merupakan amanat konstitusi agar arah pembangunan ekonomi tidak hanya menguntungkan kelompok tertentu, melainkan bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat.
“Tidak hanya itu, pengelolaan sumber daya alam seperti bumi, air, dan kekayaan yang terkandung di dalamnya pun menjadi tanggung jawab negara untuk dikelola demi kesejahteraan seluruh warga negara,” ujarnya.
Anggota DPR RI dari Dapil Kota Bogor dan Cianjur ini menambahkan, amanat konstitusi juga mewajibkan negara hadir bukan hanya dalam pengelolaan ekonomi makro, tetapi juga berperan aktif dalam menjamin kesejahteraan sosial masyarakat di tingkat paling bawah.
(rls/hrs)
Berita
Luasan Dampak Kebakaran TPAS Galuga Kini Tersisa 0,48 Hektare
KlikBogor – Petugas gabungan dari Kota Bogor dan Kabupaten Bogor terus berjibaku melakukan pemadaman di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Galuga, Kabupaten Bogor. Hingga hari kedelapan, luasan lahan terdampak kebakaran menunjukkan penurunan signifikan.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, dari total sekitar 8,4 hektare lahan yang terdampak kebakaran, saat ini tersisa sekitar 0,48 hektare yang dalam penanganan.
“Dari total luasan 8,4 hektare terdampak, hari ini kurang lebih sisa 0,48 hektare. Artinya, progres dari hari pertama sampai hari kedelapan terus mengalami penambahan, peningkatan, dan pengurangan dampak dari akibat pascakebakaran di TPAS Galuga,” kata Jenal, Senin, 14 September 2026.
Penanganan kebakaran melibatkan tim gabungan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan (Dishub), serta sejumlah relawan.
Baca juga: Api Sempat Membesar Lagi di TPAS Galuga, Pemadaman Dilakukan hingga Dini Hari
Jenal mengungkapkan, proses penanganan sempat menghadapi kendala ketika api membesar di luar prediksi pada hari kedua. Namun, kondisi tersebut berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan.
“Progres cukup positif. Walaupun di hari kedua sempat api membesar di luar prediksi, tetapi alhamdulillah terkendalikan,” ujar Jenal didampingi Kepala DLH Rudy Mashudi, Kepala Pelaksana BPBD Dimas Tiko Prahadisasongko, dan Kabid Pemadaman dan Penyelamatan Moch. Ade Nugraha.
Ia mengatakan, penanganan dilakukan dengan memaksimalkan sumber daya manusia serta peralatan yang tersedia. Para petugas terus melakukan upaya pemadaman secara intensif.
“Para petugas dari jam 07.00 pagi selesai jam 03.00 pagi, nonstop selama delapan hari terus berikhtiar,” katanya.
Baca juga: Pakar IPB University Ungkap Bahaya Abu Vulkanik bagi Air dan Ikan
Dengan kondisi luasan terdampak yang terus menyusut, Jenal berharap proses pemadaman dapat segera memasuki tahap pendinginan. Ia juga menekankan pentingnya memastikan kondisi kesehatan para petugas dan relawan yang telah bekerja selama berhari-hari.
“Kami berikhtiar membuat posko kesehatan dan dapur umum sehingga memastikan para relawan seluruhnya sehat. Mudah-mudahan hari ini progres semakin baik agar semua bisa pulang kembali ke keluarga tercinta,” tuturnya.
Jenal mengajak masyarakat Kota Bogor dan Kabupaten Bogor untuk mendoakan kelancaran penanganan kebakaran di TPAS Galuga serta keselamatan seluruh petugas dan relawan yang masih berada di lokasi.
“Mohon didoakan seluruhnya, warga Kota Bogor dan juga warga Kabupaten Bogor agar Allah Subhanahu Wa Ta’ala memberikan jalan kemudahan dan pertolongan bagi kita,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: PWI Jabar Kecam Oknum Mengaku Wartawan Ngamuk di Sekolah