Berita

Investasi Kabupaten Bogor Tembus Rp13,72 triliun, Peringkat Ketiga di Jabar

Published

on

Bupati Bogor, Rudy Susmanto bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim tengah menandatangani prasasti dalam peresmian Kelder Air Mancur sebagai cagar budaya, Sabtu, 16 Agustus 2025. Dok. Pemkab Bogor.

KlikBogor – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mencatat realisasi investasi Kabupaten Bogor hingga semester I 2026 mencapai Rp13,72 triliun dan menyerap 25.502 tenaga kerja.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga realisasi investasi dan peringkat kedua penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Angka ini sekaligus menjadi gambaran bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Bogor mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian dan kesempatan kerja masyarakat.

Bupati Bogor, Rudy Susmanto mengatakan, capaian investasi tersebut tidak semata-mata harus dilihat sebagai angka ekonomi, tetapi sebagai bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.

“Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha,” ujar Rudy dikutip Selasa, 1 September 2026.

Menurut Rudy, Pemkab Bogor akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah perlu memastikan dunia usaha mendapatkan lingkungan yang memungkinkan kegiatan investasi berjalan dengan baik.

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Baca juga: Rudy Susmanto Tekankan Pentingnya Sensus Ekonomi untuk Masa Depan Bogor

Pada triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat Rp6,59 triliun, berasal dari 3.070 perusahaan dengan 8.872 proyek. Investasi tersebut menyerap 12.509 tenaga kerja, dengan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp4,75 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) Rp1,84 triliun.

Rudy menegaskan, pemerintah tidak boleh cepat berpuas diri dengan capaian tersebut. Kata dia, justru meningkatnya investasi harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga kepercayaan investor yang sudah masuk maupun menarik investasi baru.

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat,” ucapnya.

Investasi Kabupaten Bogor pada triwulan II 2026 tersebar di berbagai sektor. Sektor perumahan dan kawasan industri mencatat investasi terbesar yakni Rp2,76 triliun.

Berikutnya, sektor jasa lainnya mencapai Rp1,07 triliun, transportasi, gudang dan telekomunikasi Rp605,52 miliar, industri makanan Rp338,47 miliar, serta perdagangan dan reparasi Rp293,42 miliar.

Dari sisi tenaga kerja, industri kimia dan farmasi menjadi sektor dengan penyerapan terbesar yakni 1.904 orang, disusul perdagangan dan reparasi 1.753 orang serta industri logam, mesin dan elektronika 1.631 orang.

Baca juga: PUAN Kota Bogor Kampanyekan Hidup Sehat dan Peduli Lingkungan Lewat Senam Sehat

Menurut Rudy, keberagaman sektor investasi menjadi modal penting bagi penguatan ekonomi Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, kawasan perumahan dan sektor lainnya dapat saling menggerakkan perekonomian daerah.

Pihaknya menilai ukuran keberhasilan investasi pada akhirnya bukan hanya besarnya modal yang masuk, tetapi juga dampaknya terhadap masyarakat.

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut,” katanya.

Karena itu, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, pertumbuhan UMKM, dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan capaian Semester I 2026, Kabupaten Bogor memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor.” pungkasnya.

(rls/hrs)

1 Comment

  1. Pingback: PWI Jabar Kecam Oknum Mengaku Wartawan Ngamuk di Sekolah

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer

Exit mobile version