Connect with us

Berita

Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta di Sholeh Iskandar Dipagari

Published

on

Cegah Kecelakaan, Perlintasan Kereta di Sholeh Iskandar Dipagari
Petugas Dinas PUPR Kota Bogor tengah merampungkan pemasangan pagar pengaman perlintasan kereta api di atas underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kecamatan Tanah Sareal, Rabu, 29 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor memasang pagar pengaman di perlintasan kereta api di atas underpass Jalan Sholeh Iskandar, Kelurahan Kedung Badak, Kecamatan Tanah Sareal.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan keselamatan masyarakat dan mencegah terjadinya kecelakaan di lokasi perlintasan tidak sebidang tersebut.

Perlintasan yang selama ini dinilai cukup terbuka dan rawan tersebut beberapa kali mengakibatkan kecelakaan, mulai dari kendaraan roda empat yang menerobos hingga insiden yang menyebabkan korban jiwa akibat tertabrak kereta api.

Baca juga: 3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa Pemkot Bogor telah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), dalam hal ini Direktorat Jenderal Perkeretaapian, untuk melakukan penutupan lintasan rel kereta api yang dinilai rawan.

“Pemkot Bogor berkoordinasi dengan Dirjen Perkeretaapian memutuskan untuk menutup lintasan rel kereta api yang sangat longgar di Jalan Sholeh Iskandar,” kata Dedie Rachim di sela peninjauan pemasangan pagar, Rabu, 29 Juli 2026.

Ia berharap pemasangan pagar pengaman sebagai pembatas tersebut dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keselamatan serta mengurangi potensi terjadinya kecelakaan di perlintasan kereta api.

Pemasangan pagar pengaman serupa juga akan dilakukan di perlintasan kereta api lainnya di antaranya di bawah fly over Jalan RE Martadinata dan wilayah Kelurahan Bubulak.

“Pemasangan tersebut dilakukan sambil menunggu Detail Engineering Design (DED) untuk proyek penutupan lintasan rel kereta api sebidang di Jalan MA Salmun,” ungkap Dedie Rachim yang didampingi Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih dan Camat Tanah Sareal, Rokib.

Baca juga: JPO di MA Salmun dan Underpass Kebon Pedes Diajukan

Ia menjelaskan, ke depan perlintasan sebidang di Jalan MA Salmun akan ditutup secara total. Sebagai solusi, Pemkot Bogor akan membangun jembatan penyeberangan orang (JPO) serta jembatan khusus bagi kendaraan roda dua.

“Ini langkah yang Kota Bogor ambil untuk mengantisipasi dan meminimalisir bertambahnya korban jiwa akibat kecelakaan di perlintasan rel kereta,” tegas Dedie Rachim.

Selain pemasangan pagar pengaman, Pemkot Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) juga akan melakukan penataan area sekitar dengan pembangunan taman.

Penataan tersebut dilakukan agar area sekitar pagar tidak dimanfaatkan oleh pedagang kaki lima (PKL) yang berpotensi menimbulkan kesan kumuh dan mengganggu ketertiban. Hal utama yang ingin dipastikan adalah keselamatan dan kenyamanan masyarakat.

“Dengan membangun taman, harapannya dapat menurunkan potensi kerawanan, sehingga bisa meringankan tugas para aparat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat maupun wilayah,” pungkasnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Perumda PPJ Kota Bogor Siap Kelola Blok C dan D Setelah 2027

Published

on

By

Perumda PPJ Kota Bogor Siap Kelola Blok C dan D Setelah 2027
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya Kota Bogor, Jenal Abidin. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Masa pengelolaan Blok C dan D Pasar Kebon Kembang oleh PT Propindo Mulia Utama dijadwalkan berakhir pada 2027. Setelah berakhirnya masa tersebut, pengelolaan pasar diharapkan dapat beralih kepada Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor.

“Kalau kami, tentunya seluruh pasar-pasar yang di bawah penguasaan kepemilikan Pemerintah Kota Bogor harus dikelola oleh Perumda. Nah, upaya kita nanti mungkin di 2027, Blok C dan D itu selesai, saya lupa bulannya. Setelah itu, pengelolaannya harus di Perumda,” ujar Direktur Utama Perumda PPJ Kota Bogor, Jenal Abidin kepada awak media dikutip Kamis, 30 Juli 2026.

Baca juga: Car Free Day Diusulkan Hadir Lagi di Kota Bogor, Lokasi Baru Dikaji

Jenal menjelaskan bahwa Perumda PPJ telah menyampaikan terkait masa pengelolaan Blok C dan D kepada Pemerintah Kota Bogor. Selain itu, pihaknya juga mulai melakukan persiapan untuk pengelolaan pasar setelah masa perjanjian berakhir.

“Kami juga sudah menyampaikan ke pemerintahan, kami sudah sampaikan juga ke teman-teman, terutama di Perumda untuk mempersiapkan Blok C dan D ini untuk dikelola oleh Perumda,” katanya.

Baca juga: Yantie Rachim Ajak Warga Berbelanja di Pasar Jambu Dua, Dukung Ekonomi Lokal

Ia menambahkan, permohonan agar pengelolaan Blok C dan D diserahkan kepada Perumda PPJ telah disampaikan dalam sejumlah rapat bersama Pemerintah Kota Bogor.

“Kita sudah menyampaikan di rapat-rapat, kita sampaikan, kami mohonkan kepada Pemerintah Kota Bogor untuk Blok C dan D dikelola oleh Perumda setelah selesai masa perjanjiannya,” pungkasnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Kebakaran Lapak Rongsokan di Baranangsiang, 6 Mobil Damkar Dikerahkan

Published

on

By

Kebakaran Lapak Rongsokan di Baranangsiang, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Petugas pemadam kebakaran tengah berjibaku memadamkan api yang membakar lapak rongsokan di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Rabu, 29 Juli 2026. Dok. Damkar Kota Bogor

KlikBogor – Kebakaran melanda sebuah lapak rongsokan di Kelurahan Baranangsiang, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Rabu, 29 Juli 2026 pagi.

Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Bogor, M. Ade Nugraha mengatakan, laporan kebakaran diterima sekira pukul 08.48 WIB.

“Waktu kejadian pukul 08.47 WIB. Objek yang terbakar (lapak) rongsokan,” kata Ade dalam keterangannya.

Baca juga: 3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Ia mengungkapkan, kebakaran diduga berawal dari korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari bagian belakang kamar dan membesar hingga membakar area lapak rongsokan.

‘Berdasarkan informasi di lokasi, awal mula terjadinya kebakaran diduga diakibatkan dari konsleting pada kabel listrik, awal mula api berasal dari belakang kamar mengeluarkan api besar,” katanya.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran (Damkar) langsung bergerak menuju lokasi kebakaran. Sebanyak enam unit mobil Damkar turut dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api.

“Proses pemadaman dimulai pukul 08.55 WIB dan selesai pukul 09.35 WIB,” imbuh Ade.

Baca juga: Petugas Damkar Jinakkan Kebakaran Alang-alang di Pamoyanan

Setelah api berhasil dipadamkan, petugas Damkar dari sektor Yasmin, Sukasari, dan Cibuluh melanjutkan proses pendinginan guna memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Sementara itu, kerugian material akibat kebakaran masih belum diketahui.

(hrs/ckl)

Continue Reading

Berita

Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru

Published

on

By

Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor Digelar, Pilih Kepengurusan Baru
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim usai membuka Muscab VII DPC Hiswana Migas Bogor, Rabu, 29 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Hiswana Migas Bogor menggelar Musyawarah Cabang (Muscab) VII di IPB International Convention Center, Kota Bogor, Rabu, 29 Juli 2026.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang membuka acara tersebut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada kepengurusan Hiswana Migas. Sebagai kepala daerah, ia menyebut Hiswana Migas menjadi mitra strategis dalam melakukan komunikasi terkait kebutuhan dan pasokan minyak dan gas di Kota/Kabupaten Bogor.

“Karena tentu pimpinan daerah juga memikirkan stabilitas keamanan, politik, yang ditunjang oleh pasokan migas. Dinamika politik dalam negeri, geopolitik yang terus berubah, tapi tentu faktanya memang Pertamina berhasil memasok migas yang dibutuhkan masyarakat, termasuk Bogor Raya,” ungkap Dedie Rachim dalam sambutannya.

Keberadaan Hiswana Migas menjadi mitra strategis dalam membangun komunikasi yang konstruktif untuk memastikan pasokan migas di Bogor Raya dapat terpenuhi. Sebab, Kota/Kabupaten Bogor merupakan salah satu daerah di Indonesia yang memiliki kebutuhan energi cukup tinggi.

Dedie Rachim juga menyampaikan harapan kepada Pertamina untuk terus mendorong pengembangan energi baru dan terbarukan.

Di Kota Bogor, kata Dedie Rachim, terdapat beberapa sektor yang sudah mulai beralih dari energi konvensional ke energi lain, seperti penggunaan panel surya pada gedung Mal Botani.

Namun, peralihan tersebut belum dapat dilakukan secara menyeluruh, karena masih terkendala infrastruktur dan dukungan yang belum memadai.

“Iya, jadi untuk shifting belum terlalu terakomodir. Karena dengan keinginan kita ini seharusnya pasokan energi konvensional bisa dikurangi dan beralih ke energi lain, sehingga ada ketahanan dan kemandirian energi. Kita bersama-sama membangun energi baru dan terbarukan,” ungkapnya.

Baca juga: Jelang Musda, Golkar Kota Bogor Buka Pendaftaran Calon Ketua DPD

Dalam kesempatan itu, Dedie Rachim juga menyebutkan bahwa Kota Bogor akan memiliki dua PSEL yang menjadi program Waste to Energy (WtE), yakni pemanfaatan sampah untuk pembangkit tenaga listrik.

“Sehingga ke depan konsep energi baru atau yang terbarukan menjadi strategi nasional untuk kemandirian energi di Indonesia,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD III Hiswana Migas, Heddy S. Hedian berharap Muscab VII menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan amanah dalam menjaga ketahanan energi, khususnya distribusi BBM dan LPG bersubsidi.

“Kami berharap DPC Hiswana Migas Bogor, yang meliputi Kota dan Kabupaten Bogor, dapat terus menjalankan tugas menjaga ketahanan energi, khususnya barang subsidi seperti LPG dan BBM,” ujar Heddy.

Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif memberikan informasi apabila menemukan dugaan penyimpangan dalam distribusi di lapangan.

“Kami terbuka untuk mendapatkan informasi dalam rangka melakukan perbaikan dalam pelayanan terhadap masyarakat. Tidak perlu panik karena saat ini suplai dan ketahanan energi dalam kondisi baik,” ungkapnya.

Heddy menilai kepengurusan periode 2022–2026 di bawah kepemimpinan Cecep Fajar telah menunjukkan kinerja yang positif, terutama dalam membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, Pertamina, dan pemangku kepentingan lainnya.

“Kami mengapresiasi seluruh pengurus dan anggota Hiswana Migas Bogor telah menjaga ketersediaan stok serta memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Kepengurusan yang baru harus lebih baik lagi dengan memperbaiki kekurangan yang masih ada,” katanya.

Baca juga: 3 Bulan Ungkap Kasus Narkoba, Polisi Tangkap 68 Tersangka di Kota Bogor

Ketua DPC Hiswana Migas Bogor periode 2022–2026, Cecep Fajar atau yang akrab disapa Cep Oboy, berharap Muscab VII berjalan lancar dan menghasilkan keputusan terbaik bagi organisasi.

“Semoga Muscab kali ini berjalan lancar, menghasilkan keputusan terbaik, serta memilih pemimpin yang amanah dan bermanfaat bagi anggota maupun masyarakat,” kata Cecep.

Pemilihan calon Ketua DPC Hiswana Migas Bogor dalam Muscab VII ini diikuti oleh dua kandidat, yakni Karjito dan Cecep yang kembali mencalonkan diri.

“Untuk calon kali ini ada dua, yaitu Bapak Karjito dan saya sendiri yang kembali maju,” ujar Cecep.

Cecep menilai selama empat tahun memimpin organisasi tidak terdapat kendala berarti. Jika kembali dipercaya memimpin, ia berkomitmen melakukan evaluasi dan meningkatkan sejumlah program organisasi, terutama dalam mempererat hubungan antaranggota.

Ia juga memastikan sistem koordinasi yang telah berjalan akan terus diperkuat melalui koordinator wilayah di setiap kecamatan agar setiap persoalan di lapangan dapat ditangani secara cepat.

“Di setiap wilayah sudah ada koordinator. Jika terjadi kendala, informasi bisa langsung dibagikan melalui grup sehingga pengurus dapat segera mengambil langkah penanganan,” tutup Cecep.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer