Berita
Belasan Ribu Botol Miras dan 7 Kg Sabu Dimusnahkan di Kota Bogor
KlikBogor – Polresta Bogor Kota memusnahkan 15.095 botol minuman keras (miras) dan narkoba jenis sabu seberat 7 kilogram (kg). Semua barang bukti tersebut disita dari hasil operasi cipta kondisi selama tiga bulan.
Kasat Narkoba Polresta Bogor Kota, Kompol Dede Hendrawan mengungkapkan, total ada 15.095 botol miras yang dimusnahkan.
“Miras ini terdiri dari 10.829 botol miras pabrikan dari berbagai merek dan 1.266 botol miras tradisional,” terang Dede di Mako Polresta Bogor Kota, Jumat, 21 Maret 2025.
Barang bukti tersebut merupakan hasil operasi cipta kondisi yang dilakukan oleh jajaran Polresta Bogor Kota beserta Polsek di seluruh wilayah Kota Bogor sejak Januari sampai Maret 2025.
Selain itu, pihaknya juga memusnahkan 7 kg sabu, barang bukti yang disita dari pengungkapan tindak lanjut kasus narkoba pada Maret 2025.
“Sabu tersebut ditemukan di dalam tangki BBM (bahan bakar minyak) (mobil),” kata Dedie.
Pemusnahan belasan ribu botol miras dilakukan dengan cara digilas menggunakan stum. Sedangkan untuk sabu dilarutkan dalam cairan asam sulfat dan air.

Pemusnahan 7 kilogram sabu dengan cara dilarutkan dalam cairan asam sulfat dan air di Mako Polresta Bogor Kota.
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kota Bogor, Eko Prabowo yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan apresiasi atas langkah Polresta Bogor Kota dalam menjaga ketertiban menjelang Idulfitri.
“Kami sangat mengapresiasi kinerja Polresta Bogor Kota yang telah berhasil mengungkap kasus narkotika dan miras dalam jumlah besar. Ini adalah bagian dari upaya menciptakan kondisi yang aman dan nyaman bagi masyarakat, terutama bagi generasi muda agar terhindar dari bahaya narkotika,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Eko menambahkan bahwa menjelang malam takbiran, pihaknya bersama Polresta Bogor Kota telah menyiapkan Surat Keputusan (SK) untuk operasi cipta kondisi.
“Berdasarkan SK tersebut, kami akan bergerak bersama untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan di tempat-tempat rawan kejahatan,” tutupnya.
(ckl/hrs)
Berita
Sekolah Rakyat Bakal Dibangun di Rancamaya, Tampung 2.000 Siswa
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) tengah melakukan pematangan lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Rancamaya, Kecamatan Bogor Selatan.
Sekolah tersebut diproyeksikan menjadi fasilitas pendidikan berasrama bagi sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA dari keluarga prasejahtera di Kota Bogor.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim mengatakan, saat ini Pemkot Bogor masih melakukan evaluasi terhadap bidang tanah yang akan dikerjasamakan dengan Kementerian Sosial untuk pembangunan Sekolah Rakyat.
“Yang pertama saya minta evaluasi terutama terkait bidang (tanah) yang akan kita kerjasamakan bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia membangun Sekolah Rakyat Bogor Kota,” kata Dedie Rachim usai meninjau lokasi rencana pembangunan Sekolah Rakyat di Rancamaya, Rabu, 23 September 2026.
Ia melihat terdapat sejumlah aset pemerintah daerah di sekitar lokasi yang berpotensi dimanfaatkan untuk menunjang keberadaan Sekolah Rakyat.
Sekolah Rakyat di Rancamaya akan menampung sekitar 2.000 siswa jenjang SMP dan SMA. Para siswa merupakan warga Kota Bogor yang berasal dari keluarga prasejahtera.
“Kenapa saya memprioritaskan? Karena yang akan sekolah di sini SMP dan SMA itu ada kurang lebih sampai dengan 2.000 siswa. 2.000 siswa yang notabene mereka adalah warga Kota Bogor dari keluarga prasejahtera,” ujarnya.
Dedie Rachim mengatakan, konsep Sekolah Rakyat akan memberikan pendidikan dengan sistem asrama atau boarding. Selain pendidikan, para siswa nantinya akan memperoleh fasilitas sarana dan prasarana yang mendukung proses belajar dan kehidupan mereka selama berada di sekolah.
Ia berharap keberadaan Sekolah Rakyat dapat membuka akses pendidikan yang lebih baik bagi anak-anak dari keluarga prasejahtera sekaligus memberikan dampak jangka panjang terhadap kondisi sosial dan ekonomi keluarga mereka.
“Kalau mereka bisa bersekolah di sini, boarding, asrama, kemudian mendapatkan pendidikan yang baik dengan lokasi yang tentu ke depan akan bisa merubah nasib keluarga mereka,” katanya.
Baca juga: Kebakaran Hanguskan Rumah, Toko hingga Mobil di Paledang Kota Bogor
Menurutnya, akses pendidikan yang memadai dapat menjadi salah satu jalan bagi keluarga prasejahtera untuk meningkatkan kesejahteraan. Terlebih, Sekolah Rakyat dirancang agar peserta didik memperoleh pendidikan tanpa biaya.
“Sekolahnya gratis, mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang memadai, dengan fasilitas sarana prasarana juga yang memadai, tentu nantinya ke depannya akan berdampak kepada peningkatan kesejahteraan keluarga-keluarga yang selama ini mungkin masih prasejahtera, tidak ada akses ke pemberdayaan dan juga perbaikan mutu maupun lain-lain,” ucapnya.
Total lahan yang disiapkan untuk rencana pembangunan Sekolah Rakyat mencapai 5,5 hektare. Dari total luasan tersebut, saat ini proses land clearing atau pematangan lahan dilakukan pada area sekitar 2,5 hektare.
Area tersebut tidak seluruhnya digunakan untuk bangunan utama. Sebagian akan dimanfaatkan untuk sarana penunjang, sementara bagian lainnya tetap dipertahankan sebagai ruang terbuka.
Namun, Pemkot Bogor masih melakukan kajian terhadap kondisi lahan sebelum pembangunan fisik dilaksanakan. Pasalnya, lokasi tersebut memiliki kontur yang cukup beragam dan terdapat sejumlah bagian yang cukup terjal.
“Kalau dari secara keseluruhan lahan ini kan berkontur. Saya juga berpikir masih ada aset kita yang dipakai oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Saya pikir kita juga harus berpikir ini bagaimana kita prioritaskan untuk masyarakat Kota Bogor yang akan masuk di Sekolah Rakyat,” ujarnya.
Dedie Rachim menekankan aspek keselamatan dan kenyamanan siswa menjadi pertimbangan penting dalam menentukan pemanfaatan lahan.
Menurutnya, kondisi medan harus diperhitungkan agar konstruksi bangunan dan fasilitas sekolah nantinya aman bagi siswa yang belajar sekaligus tinggal di lokasi tersebut.
Dedie Rachim menjelaskan, tahapan yang sedang berlangsung saat ini adalah pematangan lahan. Proses tersebut dijadwalkan berlangsung hingga 9 November 2026.
Setelah tahapan itu selesai, Pemkot Bogor bersama pihak terkait akan membahas rencana pembangunan fisik Sekolah Rakyat secara lebih detail.
“Saat ini baru pematangan lahan sampai dengan 9 November 2026. Setelah itu baru kita akan bicara mengenai rencana pembangunan,” katanya.
Baca juga: 2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
Karena itu, hingga 9 November mendatang Pemkot Bogor akan melakukan evaluasi terhadap sejumlah aset yang berada di sekitar kawasan.
Aset-aset tersebut akan dipertimbangkan untuk mendukung kebutuhan Sekolah Rakyat sehingga kawasan sekolah dapat memberikan lingkungan yang aman dan nyaman bagi para siswa.
Ia menambahkan, aspek keselamatan, konstruksi, kontur tanah, hingga penataan ruang terbuka menjadi bagian yang masih harus dibahas sebelum pembangunan dilanjutkan.
“Makanya ini kita lihat indah tempat ini kalau nanti dibangun, tetapi kita harus memikirkan juga bagaimana sisi safety-nya, sisi konstruksinya, kontur tanahnya dan lain sebagainya. Jadi masih ada hal-hal yang harus kita bahas secara detail,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan, lahan yang kini disiapkan untuk Sekolah Rakyat sebelumnya merupakan kawasan terminal agribisnis yang telah ada sejak 2004.
Namun, menurut Dedie Rachim, fasilitas tersebut tidak beroperasi secara penuh karena terkendala akses menuju lokasi.
Akses kawasan dari arah Warung Nangka dinilai masih sempit. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu dibenahi apabila kawasan tersebut nantinya menjadi kompleks pendidikan yang menampung ribuan siswa.
Ia telah berkomunikasi dengan dinas terkait baik dari Kota Bogor maupun Kabupaten Bogor untuk membahas kemungkinan pelebaran akses jalan dari ruas Bogor-Sukabumi menuju Warung Nangka hingga ke kawasan Sekolah Rakyat.
“Warung Nangka ini kan sempit. Saya sudah bicara juga dengan Kadis PU Kabupaten, Kadis PU Kota, bagaimana caranya jalan dilebarin dari Jalan Raya Bogor-Sukabumi masuk ke Warung Nangka agak lebar, masuk ke Sekolah Rakyat,” tuturnya.
Selain Sekolah Rakyat di Rancamaya, Pemkot Bogor juga tengah menyiapkan sejumlah fasilitas pendidikan lain di wilayah Bogor Selatan.
Dedie Rachim menyebut lahan untuk pembangunan SMA Negeri 12 di Kertamaya telah dipersiapkan. Selain itu, Pemkot Bogor juga menyiapkan SMP Negeri 24 di Kertamaya, tepatnya di belakang GOR Bogor Selatan.
Ia mengatakan, pembangunan dan penyediaan fasilitas pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya Pemkot Bogor meningkatkan kualitas pembangunan manusia di wilayah Bogor Selatan melalui akses pendidikan dan sarana prasarana yang lebih memadai.
“Memang kita ingin Bogor Selatan ini indeks pembangunan manusianya meningkat dengan sarana prasarana pendidikan yang lebih memadai,” katanya.
Adapun Sekolah Rakyat di Rancamaya akan dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum. Tahapan yang saat ini pengerjaan pematangan lahan dengan nilai Rp2,7 miliar.
(hrs/ckl)
Berita
Website PWI Siap Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah
KlikBogor – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat terus memperkuat transformasi dan konsolidasi organisasi di ruang digital.
Setelah meluncurkan podcast PWI Channel, PWI kini mempersiapkan konsolidasi 38 portal PWI Daerah di seluruh Indonesia yang akan di-grand launching secara serentak pada 1 Oktober 2026, bertepatan dengan Hari Kesaktian Pancasila.
Persiapan konsolidasi website tersebut dibahas dalam rapat di Kantor PWI Pusat, lantai 4 Gedung Dewan Pers, Jakarta, pada Selasa, 22 September 2026.
Rapat dipimpin Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir yang didampingi Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto, Ketua Bidang Multimedia dan IT Hilman Hidayat, Ketua Bidang Penyiaran Auri Jaya, pengurus PWI Pusat lain, serta puluhan pengurus PWI Daerah selaku admin portal daerah yang bergabung melalui zoom.
Dalam rapat tersebut dibahas kesiapan jaringan website PWI, aktivasi portal di seluruh daerah, pengelolaan dan produksi konten, hingga penguatan sinergi pemberitaan antara PWI Pusat dan PWI Daerah menjelang peluncuran serentak 1 Oktober 2026.
Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir mengatakan, persiapan jaringan website PWI saat ini telah memasuki tahap akhir.
Sebanyak 38 portal daerah telah disiapkan dan selanjutnya akan diaktifkan serta mulai diisi konten secara rutin menjelang peluncuran resmi.
“Ibaratnya saat ini mobil sudah keluar dari showroom, tinggal dipanaskan mesinnya dan kita siap berlari pada 1 Oktober 2026, tepat di Hari Kesaktian Pancasila,” kata Akhmad Munir dalam keterangannya.
Menurutnya, keberadaan 38 portal daerah tersebut menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem informasi PWI yang terkonsolidasi dari pusat hingga daerah.
Melalui jaringan ini, kegiatan organisasi, informasi jurnalistik, program peningkatan kompetensi wartawan, hingga berbagai isu dari daerah dapat terhubung dalam satu ekosistem digital PWI.
“Website ini bukan hanya milik PWI Pusat, tetapi menjadi rumah bersama bagi PWI di seluruh Indonesia. Dengan 38 portal daerah yang terkonsolidasi, kita ingin informasi dan kegiatan PWI dari Aceh sampai Papua dapat terhubung, saling menguatkan, dan mendapatkan ruang publikasi yang lebih luas,” ujar Akhmad Munir.
Menjelang grand launching, seluruh PWI Daerah diminta segera mengaktifkan portal masing-masing dan mulai melakukan pengisian konten.
Setiap PWI Daerah juga diminta menunjuk seorang person in charge (PIC) yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan portal. Masing-masing daerah didorong mulai membangun ritme produksi dengan mengunggah berita setiap hari.
“Karena itu, saya meminta seluruh PWI Daerah mulai mengaktifkan portalnya, menunjuk PIC dan membangun ritme pengisian konten sejak sekarang. Jangan menunggu 1 Oktober. Saat grand launching nanti, seluruh mesin harus sudah hidup dan 38 portal daerah sudah bergerak bersama,” tegasnya.
Untuk memperkuat sinergi konten antara PWI Pusat dan PWI Daerah, pengelola portal daerah dapat berkoordinasi dengan tim PWI Pusat.
Sinergi tersebut diharapkan memungkinkan konten-konten penting dari daerah memperoleh distribusi yang lebih luas melalui jaringan PWI. Sebaliknya, informasi dari pusat juga dapat terdistribusi secara efektif hingga ke daerah.
Akhmad Munir menekankan, transformasi digital PWI tidak berhenti pada pembangunan infrastruktur website.
Penguatan jaringan digital juga harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas konten dan profesionalisme wartawan.
“Transformasi digital bagi PWI bukan sekadar menghadirkan website. Yang lebih penting adalah bagaimana teknologi ini kita gunakan untuk memperkuat profesionalisme wartawan, memperluas distribusi informasi yang berkualitas, dan membangun kolaborasi antara PWI Pusat dan PWI Daerah,” ujarnya.
PWI Channel Lengkapi Ekosistem Digital
Konsolidasi 38 portal daerah melanjutkan langkah PWI Pusat dalam memperkuat kanal komunikasi berbasis digital.
Sebelumnya, PWI Pusat telah meluncurkan podcast PWI Channel sebagai kanal untuk menghadirkan perbincangan mengenai dunia pers, komunikasi publik, perkembangan teknologi informasi, serta berbagai isu strategis lainnya.
Konten perdana PWI Channel menghadirkan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) Angga Raka Prabowo sebagai narasumber.
Kehadiran PWI Channel dan jaringan 38 portal daerah diharapkan saling memperkuat. Portal daerah menjadi ruang distribusi informasi dan pemberitaan dari seluruh Indonesia, sementara PWI Channel memperluas format komunikasi PWI melalui konten audio visual dan perbincangan dengan berbagai narasumber.
“PWI Channel sudah kita mulai, sekarang 38 portal daerah kita konsolidasikan. Ke depan, seluruh kanal ini harus saling terhubung sehingga PWI memiliki ekosistem digital yang kuat, aktif, dan mampu mengikuti perkembangan cara masyarakat mengonsumsi informasi,” kata Munir.
Melalui 38 portal daerah yang terkonsolidasi dengan PWI Pusat serta diperkuat PWI Channel, PWI ingin membangun jaringan komunikasi organisasi yang mampu menghubungkan aktivitas pers dari berbagai wilayah Indonesia dalam satu ekosistem digital.
(rls/hrs)
Berita
Resmi Digelar, Peserta MTQ ke-45 Kota Bogor Disiapkan jadi Duta Tingkat Jawa Barat
KlikBogor – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-45 tingkat Kota Bogor resmi digelar di Gedung Pusat Pengembangan Islam Bogor (PPIB), Selasa, 22 September 2026. Peserta MTQ ke-45 dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk mengikuti MTQ tingkat Jawa Barat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menyampaikan, pelaksanaan MTQ tahun ini tetap dapat diselenggarakan meski kondisi fiskal daerah masih terbatas.
“Alhamdulillah kita masih bisa melaksanakan MTQ yang ke-45 di tengah kondisi fiskal daerah yang memang terbatas,” ujar Dedie Rachim, usai membuka MTQ ke-45 tingkat Kota Bogor.
Dengan mengangkat tema “Menjadikan Kota Bogor Menjadi Kota Religius, Maju dan Berkeadaban”, menurutnya, ini sejalan dengan arah pembangunan Kota Bogor, baik infrastruktur maupun manusia.
Pelaksanaan MTQ diharapkan menjadi salah satu tonggak dalam membina generasi muda agar memiliki akhlak yang baik serta menjadikan Alquran sebagai pedoman dalam kehidupan.
“Yang namanya pelaksanaan kegiatan MTQ dalam rangka pembangunan manusia harus menjadi tonggak bagaimana kemudian kita bina anak-anak yang berakhlakul karimah, yang saleh dan salehah, yang nantinya akan menjadi pemimpin-pemimpin Kota Bogor yang menjadikan Alquran sebagai pedoman dan juga pegangan hidup,” katanya.
Baca juga: Jelang Porprov, Komisi III Pastikan Proyek GOR Pajajaran Sesuai Target
Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Bogor, Ade Sarmili menjelaskan, MTQ merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan secara terkonsep, terstruktur, dan terukur.
Para juara MTQ tingkat Kota Bogor akan dipersiapkan menjadi duta Kota Bogor untuk berlaga pada MTQ tingkat Jawa Barat, bahkan nasional.
“MTQ itu kegiatan rutin, tetap rutin, terkonsep, terstruktur, terukur, karena juara dari MTQ ini akan menjadi duta Kota Bogor di Jawa Barat, bahkan tingkat nasional,” kata Ade.
Ade berharap MTQ juga mampu membangun kesamaan nilai di tengah masyarakat Kota Bogor, dengan menjadikan Alquran bukan hanya untuk dibaca dan dipelajari, tetapi juga dipedomani dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam menjalankan pekerjaan dan keahlian masing-masing.
Ia memaparkan, peserta MTQ ke-45 merupakan utusan dari seluruh kecamatan di Kota Bogor. Setiap kecamatan mengirimkan peserta pada berbagai cabang yang diperlombakan.
“Alhamdulillah setiap kecamatan mengirimkan peserta penuh dari yang kita mohonkan. Mulai dari tilawah anak-anak, tartil remaja dan dewasa, tahfiz dari satu juz hingga 30 juz, kaligrafi, serta sejumlah perlombaan yang dilaksanakan Badan Koordinasi Majelis Ta’lim (BKMM), seperti lomba asmaul husna, qasidah, maulid, dan cerdas cermat syarhil quran,” urainya.
Baca juga: Digelar 10 Hari, BiiFest 2026 Hadirkan MTQ hingga Duta Cendekia Muda
Menurut Ade, keterlibatan seluruh kecamatan dalam MTQ menjadi gambaran mengenai bagaimana kegiatan keagamaan di tingkat wilayah tidak hanya dilaksanakan sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memberdayakan masyarakat dan umat serta mencetak sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas.
“Nantinya pemenang satu, dua dan tiga akan dibina menjadi perwakilan Kota Bogor untuk masuk ke Jawa Barat, yang akan dilaksanakan pada April 2027 di Kota Bandung,” terangnya.
Ia menyebut, dalam beberapa tahun terakhir Kota Bogor konsisten berada di jajaran lima besar pada MTQ tingkat Jawa Barat.
“Pada 2025, Kota Bogor menempati peringkat keempat, setelah pada 2024 berada di peringkat kedua. Sementara pada 2023 Kota Bogor berada di peringkat keenam dan pada 2022 menempati peringkat kelima. Jadi kita selalu mendapatkan peringkat lima besar dari 27 kabupaten/kota se-Jawa Barat,” tandasnya.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
