Berita
Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan
KlikBogor – Sosialisasi empat pilar kebangsaan digelar oleh Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Eddy Soeparno di Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada Sabtu, 7 Maret 2026.
Eddy Soeparno memaparkan materi tentang empat pilar kebangsaan kepada peserta yang hadir diberikan suntikan-suntikan kebangsaan agar lebih memperkokoh jiwa nasionalisme di dalam diri masing-masing.
Ia menambahkan bahwa hal tersebut sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk generasi bangsa.
“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” terangnya.
Pandangan demi pandangan dituturkan Eddy Soeparno agar segala aspek empat pilar kebangsaan dipegang teguh seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.
“Kota Bogor menjadi salah satu kota yang penuh toleransi dalam beragama, terbukti dengan berjalan lancar dan tertib perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor kemarin, walau dalam suasana mayoritas masyarakat muslimnya sedang melaksanakan ibadah Ramadan,” tutupnya.
(rls/hrs)
Berita
Gedung Dishub Kota Bogor Bakal Direvitalisasi Usai Dihibahkan Pemprov Jabar
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berencana merevitalisasi gedung Dinas Perhubungan (Dishub) setelah aset tersebut resmi dihibahkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat.
Untuk memastikan kesiapan rencana tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi meninjau langsung kondisi perkantoran Dishub yang lokasi di Jalan Raya Tajur, Kecamatan Bogor Selatan itu.
“Hari ini saya mengecek perkantoran Dinas Perhubungan. Karena sudah mendapatkan hibah dari provinsi tanahnya tahun ini, saya ngecek terkait kesiapan ruangan, alat kerja, dan lain sebagainya,” ujar Denny, Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, hibah aset dari Pemprov Jawa Barat diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan Dishub kepada masyarakat, terutama jika didukung dengan fasilitas perkantoran yang lebih layak dan representatif.
“Mudah-mudahan dengan dihibahkan dari provinsi ke Pemerintah Kota Bogor, pelayanan Dinas Perhubungan semakin bagus dengan kantor yang bagus, yang representatif, yang memadai,” katanya.
Baca juga: Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
Pemkot Bogor menargetkan anggaran revitalisasi gedung Dishub sudah dapat direalisasikan di tahun depan.
“Mudah-mudahan bisa dianggarkan di tahun 2027 untuk revitalisasi bangunan Dinas Perhubungan,” ungkap Denny.
Dalam peninjauan tersebut, Sekda juga melihat langsung kondisi sejumlah ruangan kerja di lingkungan Dishub yang dinilai sudah tidak lagi memadai.
“Saya lihat kantornya, ruangan Kabid, Kepala Dinas, staf, terus ruang rapat, layar CCTV dan lain sebagainya. Ini sudah jadul semua itu,” ungkapnya.
Sekda juga telah menginstruksikan Kepala Dishub untuk segera melakukan penataan internal perkantoran sebagai langkah awal sebelum revitalisasi dilakukan.
Terkait kinerja pegawai, Denny menilai secara umum sudah berjalan dengan baik. Namun, ia mengakui fasilitas yang tersedia masih perlu ditingkatkan agar mendukung pelayanan yang lebih optimal.
“Tadi hanya tes saja, semua sudah berjalan. Cuma kan tinggal fasilitas saja, saya lihat kursi, ruangan yang kurang representatif. Mudah-mudahan dengan sudah dihibahkan, nanti kita akan optimalkan untuk pelayanan perkantoran di Dishub,” pungkasnya.
(ckl/hrs)
Berita
Jawab Tantangan Iklim, Solusi Bangun Indonesia Dorong Inovasi Stabilisasi Tanah
KlikBogor – Peningkatan curah hujan ekstrem dalam beberapa waktu terakhir meningkatkan risiko tanah bergerak dan longsor di berbagai wilayah Indonesia.
Kondisi ini terutama terjadi di kawasan dengan karakter tanah gambut dan lempung yang memiliki daya dukung rendah serta mudah mengalami retak dan penurunan ketika kadar air meningkat.
Situasi tersebut membuat penguatan fondasi menjadi faktor penting dalam pembangunan infrastruktur yang mampu beradaptasi dengan dampak perubahan iklim. Apalagi, wilayah dengan karakter tanah lunak diperkirakan mencakup sekitar 10 persen dari total daratan Indonesia.
Menjawab tantangan tersebut, PT Solusi Bangun Indonesia Tbk mengembangkan inovasi stabilisasi tanah (soil stabilization) guna memperkuat ketahanan infrastruktur di tengah perubahan iklim.
Inisiatif ini juga merupakan bagian dari kolaborasi strategis dengan Taiheiyo Cement Corporation dari Jepang yang menghadirkan transfer teknologi serta pengalaman dalam menghadapi tantangan geoteknik.
Kerja sama tersebut dilakukan bersama induk usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk melalui perluasan kemitraan strategis yang telah terjalin sejak 2021.
Perjanjian bisnis itu ditandatangani di Tokyo pada Januari 2026 oleh lima entitas dari SIG Group dan Taiheiyo Cement Group untuk mempercepat pengembangan bisnis di bidang stabilisasi tanah.
Direktur Utama PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, Rizki Kresno Edhie Hambali, mengatakan pembangunan infrastruktur yang tangguh harus dimulai dari fondasi yang kuat serta mampu beradaptasi dengan perubahan lingkungan.
“Perubahan iklim menuntut pendekatan konstruksi yang lebih cermat sejak tahap perencanaan tanah dasar. Melalui inovasi solusi stabilisasi tanah, kami meningkatkan stabilitas struktural untuk ketahanan proyek dalam jangka panjang,” ujar Rizki Kresno dalam keterangannya dikutip Rabu, 11 Maret 2026.
Menurutnya, teknologi stabilisasi tanah dinilai lebih efisien dibandingkan metode konvensional seperti soil replacement dan vertical drain. Metode ini memungkinkan penggunaan tanah lunak yang sebelumnya tidak stabil di lokasi konstruksi.
Selain mempercepat proses pembangunan, pendekatan tersebut juga mengurangi kebutuhan penanganan tanah berlebih sehingga lebih efisien dari sisi biaya serta berkelanjutan secara lingkungan.
Melalui rekayasa stabilisasi tanah, kuat geser dan daya dukung tanah lunak dapat ditingkatkan secara lebih optimal dengan penggunaan material pengikat yang lebih efisien.
Metode ini juga membantu meminimalkan risiko penurunan maupun pergeseran tanah sehingga memperpanjang usia layanan infrastruktur.
Selain memperkuat aspek teknis, teknologi tersebut turut mendukung pembangunan rendah emisi karena penggunaan material menjadi lebih terukur. Upaya ini sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung agenda adaptasi perubahan iklim nasional.
Solusi stabilisasi tanah yang dikembangkan Solusi Bangun Indonesia telah diterapkan pada proyek Tol Semarang–Solo Seksi Penggarong, wilayah yang memiliki karakter tanah lunak dan berpotensi mengalami penurunan permukaan.
Melalui rekayasa stabilisasi tersebut, fondasi jalan diperkuat sehingga mampu menopang beban lalu lintas secara berkelanjutan sekaligus meminimalkan risiko kerusakan struktur di masa depan.
Selain di proyek jalan tol, teknologi ini juga telah digunakan pada sejumlah proyek di Kalimantan yang memiliki karakter tanah lunak. Penerapannya juga terlihat pada pembangunan pergudangan, pusat perbelanjaan, serta fasilitas parkir di kawasan Cikarang dan Bekasi.
Dengan inovasi stabilisasi tanah dan efisiensi penggunaan material, Solusi Bangun Indonesia berupaya menghadirkan fondasi pembangunan yang lebih kuat sekaligus mendukung ketahanan infrastruktur nasional di tengah dinamika perubahan iklim.
(rls/hrs)
Berita
Banjir Lintasan Terjang Belasan Rumah dan Musala di Katulampa
KlikBogor – Banjir lintasan menerjang pemukiman warga di Kampung Pasir, Kelurahan Katulampa, Kecamatan Bogor Timur, Kota Bogor, Selasa, 10 Maret 2026. Akibatnya, 15 rumah dan satu musala terendam banjir.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan peristiwa itu terjadi sekira pukul 15.00 WIB.
Ia menambahkan banjir lintasan terjadi akibat air Sungai Cikeas meluap saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Kronologi atau penyebab kejadian hujan deras dan meluapnya Sungai Cikeas,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.
Baca juga: KRL Commuter Line Diusulkan Tembus hingga Stasiun Ciomas
Kejadian ini menyebabkan 15 rumah yang dihuni puluhan jiwa dan satu musala terdampak banjir tersebut.
“Dampaknya merendam 15 rumah terdampak banjir dan satu musala serta terdapat 15 kepala keluarga terdampak,” jelasnya.
BPBD Kota Bogor telah mengerahkan para petugas ke lokasi banjir untuk melakukan asesmen. Pihaknya juga telah melakukan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait.
Saat ini, kata Dimas Tiko, kondisi banjir mulai berangsur surut dan para warga terdampak telah melakukan bersih-bersih rumah.
“Rumah-rumah terdampak sudah dibersihkan oleh warga sekitar,” katanya.
(ckl/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini1 tahun agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
