Connect with us

Potret

Riksa Budaya Jabar di Kota Bogor Berlangsung Meriah Diikuti Generasi Muda

Published

on

Riksa Budaya Jabar di Kota Bogor Berlangsung Meriah Diikuti Generasi Muda
Riksa Budaya Jabar digelar di Alun-Alun Kota Bogor. Acara ini dihadiri langsung Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin. Dok. Istimewa.

KlikBogor – Helaran Riksa Budaya Jawa Barat (Jabar) di Alun-Alun Kota Bogor, berlangsung meriah. Acara kolaborasi antara Pemprov Jabar dan Pemkot Bogor ini diramaikan dengan puluhan pertujukan budaya yang dilakukan oleh ratusan peserta dari berbagai usia.

Beberapa pertunjukan yang tersaji di Riksa Budaya ini antara lain Borangan, Lawung Gandrung Mapag Tamu Agubg, Tari Panarat, Tari Tunggul Kawung, Palang Pintu, Wayang Hihid, Tari Katumbiri, Ponggawa Umbul-umbul, Penca Kabogoran, Sangkakala, Kala Ider, Asyara, Rahyang, dan Manuk Rawa.

Selain itu terdapat pula pertunjukan Ronggeng Nyentrik, Caladi Mencrak, Panji Sumirang, Niskala, Bajidor Kahot Saraswati, Mojang Jaipong, Duo, Sancang Gugat, Kandangan, Kijang Bogor, Jaipong Kaulinan Urang Lembur, Mojang Priangan, Rajah, dan Wayang Golek.

Pj Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin yang hadir dalam acara tersebut mengatakan, kegiatan Riksa Budaya ini merupakan upaya pihaknya bersama Pemda Bogor dalam melestarikan budaya.

Sebab, menurutnya, kebudayaan bukan saja sekadar warisan, melainkan juga inspirasi pembangunan yang maju dan berkarakter.

“Budaya itu melahirkan kreativitas. Dari kreativitas akan lahir terobosan yang akan membuat inovasi dan memajukan masyarakat. Selain itu kami juga melihat aktivitas seni dan budaya juga memberikan manfaat yang menyehatkan bagi tubuh,” ujarnya.

Bey merasa bangga dan bahagia melihat pertunjukan Riksa Budaya kali ini. Karena peserta yang terlibat banyak datang dari kalangan generasi muda.

Hal ini membuat tak lagi khawatir dengan kepedulian generasi muda dengan budaya. Kondisi ini dipandangnya semakin menunjukan pembangunan yang maju dan berkarakter.

Di tempat yang sama, Pj Wali Kota Bogor, Hery Antasari memandang Riksa Budaya merupakan kolaborasi yang dapat mengembangkan dan mempromosikan seni budaya yang dimiliki Kota Bogor dan Jabar.

“Pada acara ini kami mencoba menampilkan hasil karya seni, pertunjukan, warisan budaya di Jabar dan Kota Bogor. Seni budaya merupakan usaha kreatif yang kami coba gemakan pada kolaborasi hari ini karena termasuk daftar objek pemajuan kebudayaan,” ujarnya.

Hery mengajak masyarakat dan jajarannya untuk senantiasa menjaga, melestarikan, dan mendukung kegiatan seni dan budaya.

Sebelumnya, Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, Riksa Budaya Jabar dapat menjadi peluang dan momentum bagi UMKM Kota Bogor yang berjualan di night market.

Pihaknya menargetkan acara yang berlangsung sejak pagi hingga malam ini akan dibagi menjadi dua sesi serta akan dihadiri oleh 1.000 pengunjung.

“Sebagai tuan rumah, diharapkan dukungan dari semua jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor, mulai dari sosialisasi agar pelaksanaannya berjalan sukses. Mengingat Alun-Alun dekat dengan Masjid Agung, maka rundown akan disesuaikan dengan waktu beribadah,” kata Iceu.

(red)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Potret

Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan

Published

on

By

Milad UIKA Bogor, Mahasiswi Asal Afrika Bagikan Kisah Kuliah di Kota Hujan
Ouedraogo Aminata bersama rekan-rekan senegaranya Afrika Barat saat tampil di panggung puncak perayaan Milad ke-65 UIKA Bogor di Taman Ekspresi, Kota Bogor, Sabtu, 1 Agustus 2026. Foto/Istimewa

Klik​​Bogor – Di tengah semarak puncak perayaan Milad ke-65 Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor, sosok Ouedraogo Aminata (25) mencuri perhatian. Mahasiswi asal Burkina Faso, Afrika Barat, itu membagikan kisah perjalanannya menembus ribuan kilometer demi mengejar pendidikan tinggi di Kota Hujan.

Aminata ​sebagai mahasiswi penerima beasiswa dan saat ini mengambil jurusan Bisnis Digital. Ia juga merupakan satu-satunya mahasiswi dari sembilan mahasiswa asal Burkina Faso yang menimba ilmu di kampus tersebut.

​Ketertarikan Aminata jauh-jauh datang ke Indonesia berawal dari rekomendasi keluarga. Sang kakak yang lebih dulu berkuliah di tempat yang sama meyakinkannya tentang kualitas pendidikan di UIKA.

​”Saya memilih UIKA karena kakak laki-laki saya kuliah di sini, dan dia bilang UIKA adalah universitas yang bagus. Saya menyukainya, karena di sini banyak orang bekerja keras untuk mendapatkan pekerjaan yang baik setelah lulus,” ujar Aminata kepada awak media di sela acara Milad UIKA Bogor di Taman Ekspresi, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Baca juga: UIKA Bogor Masuk Daftar 19 Perguruan Tinggi Swasta Unggul di Jawa Barat

​Berkuliah di negara dengan bahasa dan budaya yang berbeda tentu memberikan tantangan tersendiri baginya. Apalagi, mata kuliah di jurusan Bisnis Digital seluruhnya menggunakan pengantar bahasa Indonesia.

Aminata mengaku harus belajar bahasa Indonesia terlebih dahulu sebelum bisa aktif sepenuhnya di fakultas. ​Untuk menyiasati perkuliahan, mahasiswi semester akhir ini memiliki trik khusus.

“Pertama-tama saya pahami dulu bahasanya, setelah itu materinya saya terjemahkan ke bahasa Inggris atau ke bahasa Prancis,” tutur Aminata.

Baca juga: Pemkot Bogor Libatkan 135 Mahasiswa Mengajar di SD dan SMP Negeri

Meski sempat terkendala bahasa, ia mengaku sangat betah lantaran lingkungan kampus yang inklusif dan suportif. Mahasiswa lokal kerap membantunya beradaptasi.

“Anak-anak dan mahasiswa di sini sangat ramah. Setiap hari mereka memberi saya nasihat yang baik, dan itu sangat penting,” katanya.

​Sebagai bentuk apresiasi dan kebanggaan, Aminata dan rekan-rekan senegaranya turut memeriahkan panggung Milad ke-65 UIKA Bogor. Mereka menampilkan pertunjukan budaya yang dibawakan dalam bahasa tradisional negaranya.

​Melalui penampilan tersebut, ia ingin memperkenalkan kekayaan budaya benua Afrika kepada masyarakat Bogor. ​”Maknanya adalah untuk menunjukkan identitas negara kami. Jika Anda pergi ke Burkina Faso, Anda bisa melihat banyak hal berbeda mulai dari budaya, bahasa tradisional yang sangat banyak, serta sumber daya yang melimpah,” katanya.

(hrs)

Continue Reading

Potret

Keterbatasan Bukan Penghalang, Aulia Nurul Hikmah jadi Lulusan Terbaik IPB University

Published

on

By

Keterbatasan Bukan Penghalang, Aulia Nurul Hikmah jadi Lulusan Terbaik IPB University
Aulia Nurul Hikmah, lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026. Dok. IPB University

KlikBogor – Keterbatasan ekonomi tidak menyurutkan semangat Aulia Nurul Hikmah untuk melanjutkan sekolah ke jenjang lebih tinggi. Terlebih, ia berhasil menjadi lulusan terbaik Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University pada Wisuda Tahap VIII Tahun Ajaran 2025/2026.

“Orang tua saya adalah buruh dan tukang tambal ban,” ucap Aulia dikutip Selasa, 21 Juli 2026. Ia lulus dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) 3,87.

Aulia bersyukur dapat melanjutkan pendidikan tinggi di IPB University. Baginya, IPB University memberi kesempatan dan dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan diri melalui kegiatan akademik maupun nonakademik, serta memperluas jejaring bersama teman dari berbagai latar belakang.

“Semua ini memperkuat saya untuk dapat berpikir kritis dan adaptif,” ungkap lulusan Program Studi (Prodi) Silvikultur ini.

Baca juga: Perumda Tirta Pakuan Antisipasi Kemarau dan Siap Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak 

Perjalanannya bukan tanpa hambatan. Aulia merasakan pentingnya manajemen waktu untuk mempertahankan keseimbangan akademik maupun kegiatan nonakademik lainnya seperti organisasi dan berbagai kompetisi. Meski begitu, dinamika tersebut memaksanya untuk menjadi pribadi yang adaptif dan fleksibel.

“Saya memilih Program Studi Silvikultur karena ketertarikan saya terhadap alam hayati maupun ilmu ekologi. Bagi saya, hutan adalah salah satu perwujudan terbaik dari ilmu tersebut. Hutan merupakan ekosistem kompleks yang menjadi sistem utama kehidupan, sehingga melalui program studi ini, saya dapat mempelajari hutan mulai dari pertumbuhan, pemeliharaan, pemanfaatan, hingga rehabilitasinya.

Baca juga: Penutupan MPLS, Dedie Rachim Tanam Pohon Bareng Siswa SDN Gunung Batu 2

Mengingat saat ini banyak dihadapkan dengan isu dan permasalahan hutan seperti degradasi maupun deforestasi hutan, ia memilih prodi ini memberikan harapan dan kesempatan nyata untuk menjadi agen pelestari dan perlindungan hutan. Selain itu, Silvikultur memiliki berbagai prospek kerja kompetitif dan inovatif di bidang lingkungan.

Bagi Aulia, momen kelulusan bukanlah tujuan akhir, melainkan pengingat bahwa proses belajar tidak pernah berhenti. Langkah selanjutnya, alumnus SMAN 9 Kota Bogor ini mengaku ingin terus belajar dan berproses untuk mengembangkan diri.

Ia berharap ilmu dan pengalaman yang telah diperoleh dapat bertransformasi menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

(rls/hrs)

Continue Reading

Potret

Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor 

Published

on

By

Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor 
Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAIT Ummul Quro Bogor saat berada di ruang rapat paripurna DPRD Kota Bogor, Rabu, 15 Juli 2026. Dok. Humpropub DPRD Kota Bogor

KlikBogor – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bogor menerima kunjungan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMAIT Ummul Quro Bogor. Kunjungan bertajuk “MPK Goes to Council” diterima oleh Anggota DPRD Kota Bogor, H. Karnain Asyhar di Ruang Rapat Paripurna pada Rabu, 15 Juli 2026.

Dalam kesempatan itu, Karnain Ashyar memaparkan peran DPRD sebagai lembaga legislatif daerah yang memiliki tiga fungsi utama, yakni fungsi legislasi, penganggaran, dan pengawasan.

Menurutnya, materi tersebut relevan dengan tugas MPK di lingkungan sekolah yang juga menjalankan fungsi representasi, pengawasan, serta penyusunan program organisasi.

“Hari ini mereka melakukan kunjungan untuk menyerap informasi tentang tugas dan fungsi DPRD, baik dalam fungsi penganggaran, legislasi maupun pengawasan. Mereka juga memiliki struktur organisasi seperti ketua MPK, badan legislasi, badan kehormatan, hingga badan advokasi. Artinya, ada kesesuaian antara tugas MPK dengan fungsi yang dijalankan DPRD,” kata Karnain.

Baca juga: Dari SMPN 18, Wali Kota Dedie Rachim Ajak Pelajar Peduli Lingkungan

Ia berharap, melalui kegiatan ini para siswa dapat meningkatkan motivasi belajar, kemampuan berorganisasi, serta keterampilan berkolaborasi dan bernegosiasi yang akan menjadi bekal dalam jenjang pendidikan maupun kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, perwakilan SMAIT Ummul Quro, Hendriwan Agus menjelaskan bahwa kunjungan tersebut merupakan bagian dari program pendidikan kepemimpinan yang menjadi ciri khas sekolah melalui konsep Islamic Leadership School.

Program ini dirancang untuk membentuk karakter kepemimpinan siswa dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung dari lembaga negara.

Baca juga: Super Pedas, IPB University Ciptakan 4 Varietas Cabai Habanero Lokal

Menurutnya, MPK sebagai organisasi legislatif di sekolah memiliki peran mengawasi berbagai organisasi siswa. Oleh karena itu, kunjungan ke DPRD Kota Bogor diharapkan mampu memberikan pemahaman nyata mengenai tugas dan tanggung jawab lembaga legislatif.

“Harapannya, karakter kepemimpinan siswa semakin terbentuk, memiliki pandangan yang positif terhadap lembaga legislatif, serta ilmu yang diperoleh hari ini dapat diterapkan dalam menjalankan organisasi di sekolah,” ungkap Agus.

Ketua MPK SMAIT Ummul Quro Bogor, Athaya Meidina mengaku kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru sekaligus memperluas wawasan para siswa mengenai pelaksanaan tugas lembaga legislatif.

“Terima kasih kepada bapak dan ibu yang telah menerima kami dengan sangat baik. Kunjungan ini memberikan pengalaman baru bagi kami karena dapat melihat secara langsung bagaimana fungsi legislatif dijalankan. Di MPK sendiri, kami juga memiliki tugas yang kurang lebih sama dalam mengelola organisasi di lingkungan sekolah,” ucapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer