Berita
Perumda PPJ Siapkan Revitalisasi Eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor
KlikBogor – Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor mulai menyiapkan rencana revitalisasi kawasan eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor usai proses pembongkaran rampung.
Sembari menunggu proses pembangunan, lahan tersebut untuk sementara difungsikan sebagai area parkir guna mengurai kepadatan kendaraan di kawasan Jalan Suryakencana.
Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin mengatakan, proses pembongkaran kedua bangunan telah selesai dan kini memasuki tahap pemanfaatan sementara.
“Pasar Bogor dan Plaza Bogor itu kan sudah selesai proses pembongkaran. Kita sudah finalisasi. Sekarang sedang kita fungsikan sementara untuk menampung tempat parkir,” kata Jenal dikutip Selasa, 18 Agustus 2026.
Menurutnya, keberadaan lahan parkir sementara dibutuhkan mengingat tingginya kunjungan wisatawan ke Kota Bogor, terutama saat akhir pekan.
Baca juga: Pasar Merdeka Tampil dengan Wajah Baru: Pasar Bersih hingga Onderdil
Area eks Pasar Bogor dimanfaatkan sebagai parkir bus dan truk, sedangkan lahan eks Plaza Bogor digunakan untuk kendaraan roda dua dan roda empat.
Pemanfaatan lahan parkir tersebut direncanakan berlangsung hingga akhir Desember 2026. Setelah itu, Perumda PPJ akan memasuki tahapan mencari mitra investasi melalui mekanisme beauty contest.
“Kami di Perumda sedang menyiapkan konsep untuk persiapan beauty contest. Setelah itu kita dapat investor baru, kemudian proses kerja sama untuk mulai revitalisasi,” ungkapnya.
Jenal menjelaskan, konsep pengembangan kawasan mengacu pada kajian Highest and Best Use (HBU) yang telah disusun pada 2022.
Kawasan tersebut dirancang sebagai kawasan terpadu (mixed use) yang menggabungkan fungsi perdagangan, parkir, perhotelan, hingga ruang pertemuan.
“Di situ adalah gedung parkir yang harus mampu menampung banyak kendaraan, kemudian convention hall, pasar bersih, dan hotel untuk menunjang aktivitas convention hall. Jadi dibuat terintegrasi dengan bangunan-bangunan lain, tapi fungsi pasarnya tidak hilang,” jelasnya.
Baca juga: HUT ke-81 RI, Ribuan Warga Ikuti Jamuan Rakyat di Istana Bogor
Selain itu, kawasan tersebut juga direncanakan terhubung langsung dengan Kebun Raya Bogor melalui pembangunan skybridge sehingga diharapkan mampu meningkatkan konektivitas sekaligus mendukung sektor pariwisata Kota Bogor.
Ia menambahkan, gedung parkir yang direncanakan nantinya memiliki kapasitas hingga ribuan kendaraan.
Menurutnya, konsep tersebut dipilih karena lokasi eks Plaza Bogor dan Pasar Bogor merupakan lahan premium yang dinilai kurang optimal apabila hanya difungsikan sebagai pasar.
“Itu hasil kajian konsultan. Karena lahannya premium, kalau hanya fungsi pasar saja kurang optimal, sehingga harus di-mix use dengan fungsi-fungsi lain,” katanya.
Untuk pengelolaannya, Jenal memastikan fungsi pasar tetap berada di bawah Perumda PPJ, sedangkan fasilitas lain seperti hotel maupun convention hall berpeluang dikerjasamakan dengan pihak ketiga.
“Pengelolaan pasar bersih pasti dikelola oleh Perumda. Tapi untuk fungsi-fungsi lain kita bisa kerjasamakan dengan pihak ketiga,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
Berita
Trase Baru Batutulis Bakal Diuji Coba Sebelum Beroperasi
KlikBogor – Pembangunan Jalan Saleh Danasasmita atau trase baru Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, telah mencapai progres 84 persen hingga Jumat, 9 Oktober 2026.
Proyek yang dibiayai APBD Provinsi Jawa Barat 2026 senilai Rp21,2 miliar ini ditargetkan rampung November dan akan diuji coba sebelum dioperasikan.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menjelaskan, sisa pekerjaan sekarang tinggal konstruksi. Dengan waktu yang tersisa, diupayakan target penyelesaian hingga 100 persen.
“21 hari lagi kita harapkan target capaian 100 persen itu bisa terkejar,” ujar Dedie Rachim dikutip Sabtu, 10 Oktober 2026.
Baca juga: Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi
Setelah konstruksi rampung, trase baru Batutulis akan memasuki tahap uji coba sebelum resmi dioperasikan. Tahapan tersebut mencakup pemeriksaan kesiapan jalur, pemasangan dan perlengkapan rambu lalu lintas, marka jalan serta penerangan jalan umum (PJU).
“Setelah itu tentu akan ada uji coba termasuk juga mungkin melengkapi rambu dan marka serta PJU,” papar Dedie Rachim.
Pemerintah Kota Bogor menargetkan trase baru Batutulis sudah bisa digunakan oleh masyarakat pada 1 November 2026. Namun, sebelum tanggal tersebut, penyelesaian konstruksi dan kesiapan infrastruktur pendukung akan menjadi perhatian.
“Jadi memang kita harapkan di tanggal 1 November, secara resmi mungkin nanti kita bisa buka untuk masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: Pasar Gembrong Sukasari Raih Sertifikat SNI Pasar Rakyat
Dari sisi teknis, Dedie Rachim mengatakan, trase baru Batutulis dapat dilalui kendaraan dengan bobot 8 ton. Dengan kapasitas tersebut, bus juga dimungkinkan melintas di jalur tersebut.
“Secara teknis, 8 ton bisa lewat. Jadi artinya bus pun bisa,” ujarnya.
Meski demikian, Dedie Rachim mengingatkan masyarakat agar tetap berhati-hati saat melintas jalur baru tersebut. Ia menegaskan bahwa trase baru Batutulis merupakan jalan skala kota, bukan jalan bebas hambatan.
“Yang penting, kita sama-sama melihat bahwa ini merupakan jalan skala kota, bukan termasuk jalan bebas hambatan dan lain sebagainya. Memang kita perlu untuk kehati-hatian dan kewaspadaan,” pungkasnya.
(hrs/ckl)
Berita
Progres Capai 84 Persen, Trase Baru Batutulis Siap Beroperasi
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim bersama Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho, mendampingi kunjungan pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor ke lokasi pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita atau Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, pada Jumat, 9 Oktober 2026.
Pada kesempatan itu, juga dilaksanakan penanaman sejumlah pohon bersama di area ruang terbuka hijau (RTH) dan Leuweung Batutulis.
Dedie Rachim mengatakan, seiring dengan penyelesaian pembangunan trase baru, pihaknya telah berkomunikasi dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan, untuk memastikan kondisi underpass Batutulis aman dilalui.
“Dirjen Perkeretaapian akan mengirimkan tim untuk mempersiapkan bersama aktivasi underpass Batutulis di Jalan Saleh Danasasmita. Jadi, mudah-mudahan pekerjaan besar sudah kita selesaikan. Tinggal nanti pekerjaan tambahan dan kekurangan yang tentu akan disesuaikan dengan kondisi,” ujar Dedie Rachim.
Baca juga: Trase Baru Batutulis Segera Rampung, Tinggal 21 Persen
Ditempat yang sama, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mengatakan, kehadiran pimpinan dan anggota DPRD Kota Bogor bertujuan memastikan akses trase baru Batutulis segera dapat digunakan masyarakat karena sudah dinantikan.
“Mudah-mudahan sesuai jadwal dan kita berharap penyelesaian 100 persen segera,” katanya.
Selanjutnya, estetika kawasan akan dilakukan penganggaran kembali untuk mempercantik lokasi tersebut.
Baca juga: Parkir di Kota Bogor Digital, 91 Titik Sudah Pakai QRIS
Kepala UPTD Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Jawa Barat, Andi Nugroho mengatakan, progres pembangunan saat ini telah mencapai 84 persen.
“Sejak Rabu kemarin, sudah ada kenaikan sekitar 5 persen. Mudah-mudahan pada akhir bulan ini, dengan dukungan dari semuanya, kita bisa menyelesaikan trase baru Jalan Saleh Danasasmita, taman, dan Leuweung,” ujarnya.
(rls/hrs)
Berita
Parkir di Kota Bogor Digital, 91 Titik Sudah Pakai QRIS
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mempercepat penerapan sistem pembayaran nontunai menggunakan kode Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) bagi juru parkir di wilayah Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin mengatakan, hingga saat ini penerapan QRIS telah mencapai 71 persen atau mencakup 91 titik parkir dari total lokasi yang teridentifikasi.
”Dari 115 titik, baru teridentifikasi penambahan 35 titik baru dan 15 titik parkir malam. Kemudian pemberian QRIS sudah 71 persen. Jadi 91 titik parkir di Kota Bogor sudah menggunakan QRIS,” ujar Jenal usai memimpin rapat persiapan optimalisasi retribusi parkir di Balai Kota Bogor, Jumat, 9 Oktober 2026.
Kendati demikian, Pemkot Bogor tetap memberikan ruang bagi masyarakat yang mengalami kendala teknis saat hendak membayar parkir.
Pembayaran secara tunai masih diperbolehkan, khususnya bagi masyarakat yang tidak memiliki ponsel pintar atau terkendala akses digital, selama nominal yang dibayarkan sesuai dengan tarif resmi pemerintah.
”Apakah warga tidak bisa bayar cash? Bagi yang memang terkendala dan tidak handphone atau tidak ada QRIS, pembayaran cash masih bisa selama tarif sesuai ketentuan, yakni Rp3.000 untuk sepeda motor dan Rp4.000 untuk mobil di jalur bukan progresif,” ujarnya.
Baca juga: Trase Baru Batutulis Segera Rampung, Tinggal 21 Persen
Dalam rapat koordinasi tersebut, Pemkot Bogor juga menargetkan pendistribusian seragam baru serta kartu identitas bagi juru parkir (jukir). Selain itu, proses rekrutmen hingga kesepakatan bagi hasil antara jukir dengan Pemkot Bogor.
”Secara data yang kami terima bahwa hari ini setoran dari jukir langsung ke kas bendahara Kota Bogor tanpa melalui perantara danru (komandan regu) atau koordinator. Kita hindari hal-hal yang tidak diinginkan, termasuk potensi kebocoran yang sebelumnya dari hasil uji petik saya sempat terjadi miskomunikasi antara petugas dan danru serta pendapatan yang kita anggap belum optimal,” tambahnya.
Adapun Pemkot Bogor berencana mengumpulkan sekitar 120 koordinator dari total 508 jukir se-Kota Bogor pada pertengahan Oktober 2026. Kegiatan itu meliputi penyerahan seragam, ID card, serta barcode QRIS untuk masing-masing jukir yang didukung langsung oleh Bank BJB. Langkah ini sekaligus menjadi ajang edukasi digitalisasi bagi masyarakat secara meluas.
Terkait potensi penerimaan daerah, Jenal memaparkan, dari hasil kajian Inspektorat Daerah Kota Bogor sebesar Rp11,5 miliar, sedangkan uji petik mandiri di lapangan mencatat Rp10 miliar, sementara Dinas Perhubungan Kota Bogor di angka Rp10 miliar.
Baca juga: Parkir di Jalan Suryakencana Beralih ke Sisi Kanan Diuji Coba
Untuk memperoleh angka pasti, Pemkot Bogor menganggarkan konsultan serta akan melibatkan praktisi ahli dari Kota Malang guna memetakan potensi di setiap titik parkir.
”Target kita dari 115 titik yang ada, sekarang bertambah 35 titik, dan target kita sampai 300 titik parkir baru di tahun depan dengan melibatkan aparat wilayah,” ujarnya.
Jenal menegaskan bahwa langkah upaya ini dilakukan untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD), yang selanjutnya untuk memenuhi kebutuhan berbagai pembangunan daerah.
“Termasuk pajak parkir seperti penitipan motor di Jalan Mayor Oking yang kemarin saya sidak, hari ini 25 wajib pajak baru sudah masuk ke kas daerah,” kata Jenal memungkas.
(hrs/ckl)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi11 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata
