Connect with us

Berita

Pengolahan Air Perumda Tirta Pakuan Bersertifikat Halal

Published

on

Pengolahan Air Perumda Tirta Pakuan Bersertifikat Halal
Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memperoleh sertifikat halal. Dok. Diskominfo Kota Bogor.

KlikBogor – Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor memperoleh sertifikat halal untuk proses pengolahan air minum. Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengapresiasi atas capaian perusahaan pelat merah ini.

Dedie Rachim menyampaikan bahwa sertifikasi halal ini dinilai sebagai prestasi baru bagi Perumda Tirta Pakuan dan langkah penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kualitas layanan air bersih di Kota Bogor.

Sertifikat halal ini mencakup seluruh rangkaian proses pengolahan air, mulai dari pengambilan air baku hingga air bersih siap dimanfaatkan oleh masyarakat.

“Ini sebuah prestasi yang luar biasa ya dari PDAM Kota Bogor, Perumda Tirta Pakuan, yang telah memperoleh sertifikasi halal untuk serangkaian proses dari mulai intake sampai dengan bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” jelas Dedie Rachim di WTP Cipinang Gading, Senin, 9 Maret 2026.

Melalui raihan sertifikasi ini, Dedie Rachim memastikan bahwa masyarakat tidak perlu ragu lagi terhadap seluruh rangkaian proses untuk menghasilkan air bersih.

Menurutnya, capaian ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan yang saat ini sekitar 200.000 pelanggan di Kota Bogor dari 300.000 kartu keluarga yang tercatat di Disdukcapil.

“Kita tinggal menambah kapasitas dan membuka peluang untuk pelanggan baru, sehingga capaian pelanggan semakin tinggi dan menjangkau seluruh masyarakat Kota Bogor,” ungkap Dedie Rachim.

Sekretaris Utama Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Republik Indonesia, Muhammad Aqil Irham, menyampaikan bahwa sertifikasi halal tidak hanya dimaknai sebagai aspek keagamaan semata, tetapi juga mencerminkan kualitas dan standar kebersihan produk.

“Sertifikasi halal saat ini bukan hanya dimaknai sebagai terminologi agama. Halal itu juga mencakup soal kebersihan, higienitas, dan kualitas. Ketika sudah mendapatkan sertifikat halal maka konsumen akan merasa nyaman, aman, dan tenang, karena produknya bersih, higienis, mutunya terjamin, dan membawa keberkahan,” ujar Aqil.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Rino Indira Gusniawan, menjelaskan bahwa Perumda Tirta Pakuan sebelumnya pernah memiliki sertifikat halal pada 2016, namun sempat tidak diperbarui dalam beberapa waktu dan tahun ini kembali dilakukan pembaruan dalam sertifikasi halal.

Ia mengungkapkan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan jaminan kualitas layanan kepada pelanggan, tidak hanya dari aspek teknis dan kesehatan, tetapi juga dari sisi kepastian sesuai dengan syariat Islam.

“Ini bagian dari kita meyakinkan pelanggan bahwa bukan hanya memenuhi unsur kesehatan dan teknis yang disyaratkan, tetapi juga memberikan kepastian bahwa prosesnya sesuai dengan syariat Islam,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

KRL Commuter Line Diusulkan Tembus hingga Stasiun Ciomas

Published

on

By

KRL Commuter Line Diusulkan Tembus hingga Stasiun Ciomas
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim saat meninjau Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan, Senin, 9 Maret 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa kereta rel listrik (KRL) Commuter Line direncanakan akan tersambung hingga Stasiun Ciomas. Rencana tersebut telah dibahas oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor bersama PT Kereta Api Indonesia (PT KAI).

Untuk memuluskan rencana tersebut, Pemkot Bogor meninjau langsung Stasiun Ciomas di Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan pada Senin, 9 Maret 2026.

“Saya sudah bertemu dengan Direktur Utama PT KAI menanyakan fungsi dari Stasiun Ciomas Rancamaya sejak beberapa waktu lalu. Saya mengusulkan karena desain emplasemennya sejajar dengan jaringan KRL, maka tentunya tujuan dari pembangunan Stasiun Ciomas Rancamaya, kemudian Lido itu jelas,” ujarnya kepada awak media.

Sehingga, lanjut Dedie Rachim, KRL yang selama ini hanya berhenti di Stasiun Bogor bisa diperpanjang sampai Lido atau Cigombong.

Terlebih, stasiun ini berada di wilayah Kota Bogor. Oleh karena itu, Pemkot Bogor mengusulkan agar KRL dapat berhenti di stasiun tersebut sehingga masyarakat di Kecamatan Bogor Selatan tidak perlu lagi menuju Stasiun Bogor.

“Kalau di sini ada KRL artinya wilayah Bogor Selatan masyarakatnya bisa memanfaatkan akses dari sini. Itu awal pemikiran kami. Tapi faktanya memang, alasan stasiun ini belum bisa beroperasi karena aksesnya tidak ada atau tidak memadai,” paparnya.

Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota Bogor didampingi jajaran Disperumkim, Dinas PUPR, camat, serta lurah setempat untuk memastikan pembangunan akses jalan menuju Stasiun Ciomas.

“Nantinya suatu saat kalau KRL sudah memiliki jaringan listrik atas, ini bisa dimanfaatkan. Jadi tidak ada yang tiba-tiba bisa jadi besok, semua harus dibadamikeun, dikolaborasikan serta disinergikan,” jelasnya.

Pembangunan stasiun menelan anggaran sekitar Rp10 miliar dari pemerintah pusat sehingga sangat disayangkan apabila tidak dimanfaatkan secara maksimal. Pemerintah daerah perlu juga berpikir untuk dapat memfungsikan Stasiun Ciomas.

“Kalau stasiun ini kan urusannya PT KAI melalui Daop atau Dirjen Perkeretaapian. Kami dari pemerintah daerah menyiapkan akses jalan yang memadai untuk masyarakat. Misalnya warga Kelurahan Genteng, kalau nanti ada KRL ngapain ke Alun-Alun, Stasiun Bogor, jaraknya dari sini hanya sekitar 1,2 kilometer. Tapi karena tidak ada akses, masyarakat jadi sulit,” katanya.

Ia menambahkan, Pemkot Bogor akan mempersiapkan pembangunan akses jalan terlebih dahulu, seraya PT KAI bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian menyiapkan jaringan listrik atas sebagai syarat operasional KRL.

“Namanya KRL kan butuh jaringan listrik. Itulah bentuk kolaborasi dan sinergi. Kami tidak hanya diam saja melihat kondisi ini. Mudah-mudahan kalau KRL bisa sampai ke sini, masyarakat Kota Bogor bisa memanfaatkannya dengan baik, apalagi nanti jika akses jalannya sudah dibeton,” ucapnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Pohon Setinggi 15 Meter Tumbang di Curug Sempat Tutup Akses Jalan 

Published

on

By

Pohon Setinggi 15 Meter Tumbang di Curug Sempat Tutup Akses Jalan 
Petugas BPBD tengah mengevakuasi pohon tumbang di Jalan Salabenda Got, Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Senin, 9 Maret 2026. Dok. BPBD Kota Bogor.

KlikBogor – Pohon setinggi 15 meter tumbang dan menutup akses Jalan Salabenda Got di Kelurahan Curug, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Senin, 9 Maret 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan peristiwa tersebut terjadi sekira pukul 06.00 WIB.

Pohon tumbang diduga disebabkan oleh hujan deras melanda wilayah tersebut yang terjadi pada minggu kemarin.

Akibat kejadian itu, pohon setinggi 15 meter ini ambruk menimpa jaringan kabel listrik dan menutup akses jalan sekitar.

“Pohon jenis kicopong tinggi 15 meter dan diameter 70 sentimeter ini tumbang menimpa kabel milik PLN dan menutup akses jalan sekitar,” kata Dimas Tiko dalam keterangannya.

Ia menambahkan, petugas BPBD telah melakukan asesmen di lokasi pohon yang tumbang.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta RT dan RW setempat. Saat ini, proses evakuasi telah rampung dilakukan.

Assessment dan evakuasi pohon tumbang sudah selesai dilakukan oleh personil TRC-PB BPBD Kota Bogor di lokasi kejadian,” katanya.

(ckl/hrs)

Continue Reading

Berita

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan

Published

on

By

Wakil Ketua MPR Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Pegang Teguh 4 Pilar Kebangsaan
Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, H. Eddy Soeparno saat sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor, Sabtu, 7 Maret 2026. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Sosialisasi empat pilar kebangsaan digelar oleh Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), H. Eddy Soeparno di Kompleks GOR Pajajaran, Kota Bogor, pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Eddy Soeparno memaparkan materi tentang empat pilar kebangsaan kepada peserta yang hadir diberikan suntikan-suntikan kebangsaan agar lebih memperkokoh jiwa nasionalisme di dalam diri masing-masing.

Ia menambahkan bahwa hal tersebut sebagai upaya menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) untuk generasi bangsa.

“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” terangnya.

Pandangan demi pandangan dituturkan Eddy Soeparno agar segala aspek empat pilar kebangsaan dipegang teguh seperti Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhineka Tunggal Ika.

“Kota Bogor menjadi salah satu kota yang penuh toleransi dalam beragama, terbukti dengan berjalan lancar dan tertib perayaan Cap Go Meh di Kota Bogor kemarin, walau dalam suasana mayoritas masyarakat muslimnya sedang melaksanakan ibadah Ramadan,” tutupnya.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer