Connect with us

Berita

Pengembangan Ruminansia Pedaging Lewat Integrasi Nutrisi Mikroba-Phytogenic Additive

Published

on

Pengembangan Ruminansia Pedaging Lewat Integrasi Nutrisi Mikroba-Phytogenic Additive
Herbal mineral block untuk ternak. Foto/Istimewa.

KlikBogor – Permintaan akan produk daging terus meningkat seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Namun demikian, peningkatan populasi dan produktivitas ternak lokal belum mampu mengimbangi lajunya peningkatan kebutuhan akan konsumsi daging sapi bagi masyarakat Indonesia yang cenderung meningkat setiap tahunnya.

Hal ini juga beriringan dengan program pemerintah yang dikenal dengan Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk meningkatkan konsumsi protein hewani nasional dalam rangka menekan angka stunting dan gizi buruk.

Demikian hal itu dipaparkan Guru Besar Tetap Fakultas Peternakan IPB University, Profesor Sri Suharti, dalam konferensi pers pra orasi ilmiah yang digelar virtual, Kamis, 10 Juli 2025.

Profesor Sri Suharti menambahkan bahwa peternakan merupakan pilar pembangunan ekonomi dan ketahanan pangan nasional. Dan seiring dengan program pemerintah untuk meningkatkan konsumsi pangan bergizi yang salah satunya adalah konsumsi daging sapi atau kerbau, maka perlu peningkatan populasi ternak ruminansia sebagai penghasil daging.

Berdasarkan catatannya, pada 2024, pemerintah telah melakukan analisis proyeksi kebutuhan konsumsi daging sapi nasional sejumlah 759,67 ribu ton. Di sisi lain, produksi daging yang dihasilkan dari ternak sapi dan kerbau lokal sebanyak 496,25 ribu ton (65% dari kebutuhan konsumsi). Dengan demikian terjadi defisit sebanyak 263,42 ribu ton.

Apabila populasi ternak ini tidak segera ditingkatkan, kata Profesor Sri Suharti, maka akan terjadi pengurasan populasi ternak sapi dan kerbau lokal. Hal ini dapat menyebabkan populasi ternak sapi dan kerbau akan punah sehingga terperangkap dari ketergantungan impor ternak sapi bakalan.

“Program peningkatan populasi ternak ruminansia tentunya juga memerlukan dukungan pakan yang berkualitas sehingga dapat menghasilkan performa  yang optimal,” katanya.

Ia mengatakan produktivitas ternak ruminansia yang dipelihara oleh peternak rakyat masih relatif rendah, sehingga memerlukan sentuhan teknologi baik breeding (pembibitan), feeding (pakan) maupun manajemen.

Selain peningkatan produktivitas, pengembangan peternakan ruminansia hendaknya diikuti dengan peningkatan kualitas produk daging yang dihasilkan dan ramah lingkungan.

Namun, ia menyinggung bahwa sistem saluran pencernaan ternak ruminansia berbeda dengan ternak monogastrik karena lambung ruminansia terbagi empat kompartemen, yaitu rumen, retikulum, omasum dan abomasum.

Pada rumen sendiri dihuni oleh mikroba (bakteri, protozoa, fungi) yang sangat banyak dan memegang peranan sangat penting dalam pencernaan atau degradasi dan fermentasi pakan.

“Mikroba rumen inilah yang mengubah pakan (rumput, konsentrat) menjadi senyawa volatile fatty acid (VFA) yang selanjutnya dikonversi menjadi produk yang bernilai gizi tinggi seperti daging dan susu,” jelasnya.

Profesor Sri Suharti melanjutkan saat ini masih terdapat beberapa permasalahan dalam pengembangan ternak ruminansia. Permasalahan pertama adalah produktivitas ternak lokal masih relatif rendah.

Kemudian, permasalahan kedua adalah kualitas produk daging yang dihasilkan. Produk daging ruminansia atau yang dikenal dengan red meat mengandung asam lemak jenuh yang relatif tinggi dibandingkan daging unggas.

“Permasalahan ketiga adalah emisi metan oleh ternak ruminansia yang dapat menyebabkan pemanasan global,” imbuhnya.

Oleh karena itu, ia menekankan tantangan ini mendorong perlunya inovasi strategis yang tidak hanya meningkatkan produktivitas ternak, tetapi juga berkontribusi pada mitigasi metan.

Selama dekade terakhir, minat terhadap penggunaan produk tanaman dan senyawa bioaktif sebagai rumen modifier telah meningkat. Sebagian besar penelitian berfokus pada dampaknya terhadap fermentasi rumen, emisi metan, sintesis protein mikroba dan produktivitas ternak.

“Untuk meningkatkan produktivitas ternak dan menghasilkan daging berkualitas tinggi yang ramah lingkungan, sejumlah strategi inovatif mulai diterapkan oleh para peneliti dan praktisi peternakan. Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah pengembangan isolat mikroba yang berpotensi sebagai probiotik selulolitik. Mikroba ini berfungsi membantu proses pencernaan serat kasar di saluran pencernaan ternak, sehingga meningkatkan efisiensi pakan dan performa ternak,” paparnya.

Selain itu, dilakukan juga modifikasi fermentasi di rumen guna meningkatkan proses fermentasi di rumen dan menekan produksi gas metan, yang dikenal sebagai salah satu gas rumah kaca utama dari sektor peternakan.

Upaya ini dilakukan dengan memanfaatkan phytogenic additive, yaitu bahan tambahan alami berbasis tanaman yang dapat mengubah pola fermentasi rumen secara positif.

Strategi ketiga adalah suplementasi asam lemak tidak jenuh terproteksi dalam pakan ternak. Ia menjelaskan langkah ini bertujuan meningkatkan kualitas nutrien daging yang rendah asam lemak jenuh.

“Ketiga pendekatan ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam meningkatkan efisiensi produksi ternak secara berkelanjutan tanpa mengabaikan aspek lingkungan,” katanya.

Ia mengatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu negara megabiodiversitas yang memiliki kekayaan hayati sangat tinggi, termasuk dalam hal keanekaragaman mikroorganisme. Mikroba di Indonesia tersebar luas dan berasal dari berbagai sumber ekologis, seperti tanah, air, endofit tumbuhan, organisme laut, serta lingkungan ekstrem.

Keberagaman habitat ini menjadikan Indonesia sebagai sumber potensial mikroba dengan sifat-sifat unik dan aplikatif dalam berbagai bidang, seperti bioteknologi industri, kesehatan, pertanian, dan lingkungan.

Dalam bidang peternakan, khususnya nutrisi ruminansia, peran mikroba selulolitik sangat penting untuk mendegradasi dan fermentasi pakan ruminan yang berkarakteristik tinggi serat. Dalam proses isolasi bakteri selulolitik asal herbivora endemik Indonesia, ditemukan bakteri-bakteri mampu mendegradasi serat.

Selain itu, fungi selulolitik asal saluran pencernaan ternak maupun dari tanaman laut (fungi endofit) juga mempunyai kemampuan selulolitik yang tinggi terutama dalam mendegradasi lignin.

“Inokulasi mikroba selulolitik pada ternak ruminansia sebagai probiotik dapat meningkatkan kemampuan ternak ruminansia dalam melakukan degradasi dan fermentasi pakan berserat yang berbasis by product hasil pertanian,” ujarnya.

Sebagai negara tropis, Indonesia juga kaya akan tanaman yang mengandung senyawa bioaktif atau sekunder tanaman yang berpotensi sebagai phytogenic additive pada ternak.

Lanjutnya, pemberian bahan pakan yang mengandung senyawa sekunder tanaman, seperti saponin atau metabolit sekunder lainnya dapat memodifikasi mikroba rumen dan peningkatan produktivitas ternak.

“Salah satu tanaman lokal Indonesia yang banyak mengandung saponin adalah buah lerak (Sapindus rarak). Ekstraksi lerak dengan metanol dapat mengandung senyawa saponin yang cukup tinggi yaitu 85%,” jelasnya.

Dari hasil uji in vitro dan in vivo menunjukkan bahwa suplementasi ekstrak lerak dapat memodifikasi mikroba dan fermentasi di rumen. Saponin lerak (S. rarak) dapat dijadikan agen defaunasi untuk menekan pertumbuhan protozoa rumen, sehingga bakteri-bakteri rumen yang dipredasi oleh protozoa seperti Prevotella ruminicola dapat berkembang optimal serta meningkatkan produksi VFA total dan menstimulasi produktivitas ternak serta menurunkan produksi metan.

Tanaman herbal lainnya, seperti kombinasi Kelor (Moringa oleifera) dan Kunyit (Curcuma longa Linn), secara efektif meningkatkan kecernaan pakan dan mengurangi emisi gas metan. Pemberian legum pohon seperti lamtoro (Leucaena leucocephala pada taraf 36% pada sapi yang diberi rumput tropis berkualitas rendah, dapat meningkatkan performa ternak dan menurunkan metan sampai 20%.

Kemudian, pengembangan inovasi herbal mineral block yang mengandung phytogenic additive dapat menstimulasi fermentasi rumen dan peningkatan performa ternak.

Namun, terang Profesor Sri Suharti, seiring upaya peningkatan produktivitas ternak, peningkatan kualitas produk daging ruminansia juga perlu dilakukan. Daging ruminansia secara alami cenderung memiliki kandungan asam lemak jenuh yang relatif tinggi akibat proses biohidrogenasi di rumen.

“Untuk meningkatkan nilai fungsional dan kesehatan dari daging ruminansia, diperlukan upaya sistematis untuk menurunkan kandungan asam lemak jenuh. Ini bisa dilakukan melalui rekayasa nutrisi, seperti pemberian pakan tinggi asam lemak tidak jenuh terproteksi,” jelasnya.

Penggunaan minyak kedele, flaxseed, kanola, dan wijen yang diproteksi dengan teknik sabun kalsium atau enkapsulasi dapat melindungi lemak dari proses hiohidrogenasi dan meningkatkan proporsi asam lemak tidak jenuh pada produk daging.

“Eksplorasi sumber-sumber asam lemak tidak jenuh yang murah dan efisien masih terus perlu dilakukan,” katanya.

Ke depan, dikatakan Profesor Sri Suharti, masih menghadapi tantangan besar untuk mencukupi kebutuhan daging tanpa merusak lingkungan dan sehat dikonsumsi. Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan antara lain: pertama, mengembangkan teknologi untuk menggali potensi mikroba secara lebih sistematis dan kreatif, sehingga menghasilkan probiotik konsorsium supermicrobe.

Kedua, memproduksi phytogenic additive yang lebih efisien, hemat biaya dan mudah diterapkan di tingkat industri. Ketiga, meningkatkan kualitas daging ternak lokal yang rendah asam lemak jenuh dan aman dikonsumsi.

“Dengan demikian, pengembangan ternak ruminansia pedaging yang berkelanjutan dapat tercapai dan peternakan bisa menjadi pilar ekonomi serta ketahanan pangan nasional,” tutup Wakil Dekan Bidang Sumberdaya, Kerjasama, Pengembangan Fapet itu.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita

Kirab Merah Putih hingga Wakaf Alpukat Warnai Agenda Festival Merah Putih 2026

Published

on

By

Kirab Merah Putih hingga Wakaf Alpukat Warnai Agenda Festival Merah Putih 2026
Ketua Umum FMP 2026, Syahril M. Said saat memaparkan agenda Festival Merah Putih (FMP) 2026 dalam konferensi pers Temu Kangen Kebangsaan bersama PWI Kota Bogor, FPI Bogor Raya, IJTI Bogor Raya, Minggu, 26 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Kota Bogor bersiap kembali memerahputihkan wilayahnya melalui perhelatan Festival Merah Putih (FMP) 2026.

Agenda lintas elemen masyarakat ini dirancang untuk mempererat persatuan, membangkitkan rasa nasionalisme, sekaligus menggerakkan roda perekonomian serta kepedulian sosial lokal.

​Rangkaian kegiatan akan dimulai pada 28 Juli 2026 dan berlangsung sepanjang Agustus 2026 dengan menghadirkan agenda yang memadukan aksi sosial, jiwa kebangsaan, olahraga hingga pentas seni budaya. Pembukaan resmi FMP 2026 dijadwalkan akan digelar di Makorem 061/Suryakancana pada Kamis, 31 Juli 2026.

“Gelaran tahun ini dirancang untuk menyentuh berbagai lapisan masyarakat, memperkuat nilai kepedulian sosial, serta memperkokoh tali silaturahmi antarwarga,” ujar Ketua Umum FMP 2026, Syahril M. Said dalam konferensi pers di THE 1O1 Bogor Suryakancana, Minggu, 26 Juli 2026.

​Baca juga: 20 Tahun Berbenah, Kampung Pancuran jadi Inspirasi Kota Bogor

Semarak FMP 2026 diawali dengan gerakan Memerahputihkan Bogor dan Lawang Salapan yang akan berlangsung pada 28 Juli hingga 31 Agustus 2026.

“Dekorasi merah putih Lawang Salapan tahun ini belum bisa kami laksanakan karena Lawang Salapan pada hari ini masih dalam kondisi direhab. Kami berharap sesegera mungkin selesai,” ujar Syahril.

Sedangkan untuk pemasangan umbul-umbul merah putih akan dipasang sekitar 10 hingga 20 ribu umbul-umbul di sepanjang jalur utama Kota Bogor.

Salah satu tradisi yang terus dijaga dalam FMP adalah prosesi penaikan dan penurunan bendera di Tugu Kujang sepanjang bulan Agustus dengan melibatkan pelajar, anggota pramuka, dan Paskibra.

Baca juga: Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor

Tak kalah megah, agenda ikonik Kirab Merah Putih akan digelar pada Minggu, 9 Agustus 2026. Momen pembentangan bendera raksasa ini mengambil rute dari Jalan Otto Iskandardinata, Jalan Ir. H. Juanda, Jalan Sudirman dan berakhir di Pusdikzi.

Kegiatan Kirab Merah Putih akan melibatkan unsur TNI Polri, komunitas, dan Ormas dengan lebih dari 40 peserta rangkaian.

“Ada sekitar 3.000 orang yang ikut Kirab Merah Putih dengan membawa lima bendera. Satu bendera panjangnya 100 meter dan melambangkan sila-sila dalam Pancasila,” imbuh Syahril.

Selain itu, doa bersama lintas agama bersama para tokoh agama dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Bogor dipusatkan di Tugu Kujang pada puncak peringatan kemerdekaan, 17 Agustus 2026.

Baca juga: Resmi Dibuka, Satu Dekade Festival Merah Putih 2025

Di sisi kepedulian sosial dan lingkungan, panitia menyelenggarakan aksi donor darah di Sekolah Kesatuan Bogor pada 1 Agustus 2026, disusul kegiatan bakti sosial berupa kunjungan dan penyaluran bantuan ke Panti Jompo serta Panti Asuhan Panti Abas Tonjong pada 5 Agustus 2026.

Berbeda dengan tahun lalu, kali ini panitia menginisiasi program Wakaf Tanaman Alpukat untuk rumah ibadah dan fasilitas sosial. Selain itu, memfasilitasi legalitas tanah ibadah melalui program Sertifikasi Tanah Wakaf untuk tempat ibadah dan sosial yang bekerja sama dengan ATR/BPN Kota Bogor.

​Dalam rangka membangun karakter penerus bangsa, FMP 2026 mengusung program Generasi Emas Merah Putih sepanjang 29 Juli hingga 31 Agustus 2026.

Edukasi sejarah interaktif juga diberikan kepada 1.000 siswa SD melalui kegiatan Wisata Kebangsaan di Museum Kepresidenan Balai Kirti pada 18–21 Agustus serta Wisata Perjuangan untuk 1.000 siswa SMP di Museum PETA pada 24–28 Agustus.

Baca juga: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB

Bagi pelajar pemuda, ajang ketangkasan LKBB Merah Putih Championship tingkat SD hingga SMA sederajat siap digelar di SVI IPB pada 29 Agustus 2026.

​Sektor olahraga, rekreasi, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) turut meramaikan kemeriahan ini. Kejuaraan olahraga Padel Merah Putih Championship yang memperebutkan Piala Sekjen Kemenhan RI akan berlangsung pada 15 Agustus 2026.

​Bagi pecinta kuliner, Festival Kopi Legendaris bakal hadir mengguncang Lapangan Sempur pada 21–23 Agustus 2026 dengan menghadirkan 44 booth UMKM kuliner serta 6 kedai kopi legendaris.

Keceriaan dan inklusivitas acara semakin terasa melalui panggung Fashion Show Kids Lawang Salapan pada 28 Agustus 2026 yang memberikan ruang ekspresi dan panggung bakat bagi anak-anak panti asuhan.

Baca juga: Alarm HIV di Kota Bogor, DPRD Desak Pemkot Cepat Tangani

Seluruh rangkaian perayaan dipastikan mencapai puncaknya dalam gelaran Closing Ceremony FMP 2026 yang akan dilaksanakan pada Minggu, 30 Agustus 2026 di Lanud Atang Sendjaja.

​”Kami mengundang seluruh warga Kota Bogor dan sekitarnya untuk turut serta menghadiri, meramaikan, dan menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan FMP 2026 sebagai wujud rasa cinta Tanah Air,” pungkas Syahril.

​Untuk memantau informasi terkini, jadwal acara, dan dokumentasi kegiatan, masyarakat dapat mengakses kanal media sosial resmi Festival Merah Putih 2026 melalui akun TikTok @festivalmerahputihbogor, serta Instagram dan YouTube di @festivalmerahputihofficial.

Hadir dalam konferensi pers FMP 2026 bertajuk Temu Kangen Kebangsaan seperti dari PWI Kota Bogor, FPI Bogor Raya, IJTI Bogor Raya.

(hrs)

Continue Reading

Berita

Ketua Kwarcab Kota Bogor: Pramuka Rumah bagi Semua Anak Tanpa Terkecuali

Published

on

By

Ketua Kwarcab Kota Bogor: Pramuka Rumah bagi Semua Anak Tanpa Terkecuali
Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi saat membuka kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor di SDN Papandayan, Sabtu, 25 Juli 2026. Dok. Diskominfo Kota Bogor

KlikBogor – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor sekaligus Ketua Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Bogor, Denny Mulyadi, menegaskan bahwa Gerakan Pramuka merupakan rumah bagi semua anak tanpa terkecuali.

Hal tersebut disampaikannya saat membuka kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Bogor di SDN Papandayan, Sabtu, 25 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Denny menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia juga mengapresiasi seluruh panitia, pembina, pelatih, pendamping, orang tua, serta seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan Pramuka Berkebutuhan Khusus di Kota Bogor.

“Gerakan Pramuka adalah rumah bagi semua anak tanpa terkecuali. Melalui kegiatan ini, kita menegaskan bahwa setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, berprestasi, serta menjadi pribadi yang mandiri dan berkarakter,” ujarnya.

Baca juga: Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor

Menurutnya, kegiatan Latihan Gabungan dan Gebyar Pramuka Berkebutuhan Khusus memiliki makna penting dalam memperkuat nilai kebersamaan, kemandirian, dan kepercayaan diri para peserta.

“Kegiatan ini menjadi wadah untuk mempererat silaturahmi dan persaudaraan. Melalui Pramuka, adik-adik belajar bahwa kita adalah keluarga besar yang saling menghargai, saling membantu, dan saling menguatkan. Keberagaman bukan menjadi penghalang, melainkan kekuatan yang mempersatukan kita,” katanya.

Kegiatan tersebut juga menjadi sarana bagi para peserta untuk mengembangkan keterampilan dan potensi diri. Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan mampu mencoba hal-hal baru, dan membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

“Dengan semangat, disiplin, dan ketekunan, saya yakin adik-adik akan tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan siap menghadapi tantangan,” jelas Denny.

Baca juga: Mengenal PSEL, Teknologi Pengubah Sampah jadi Listrik 

Selain itu, Gebyar Pramuka juga menjadi ruang untuk melestarikan budaya dan memperkuat identitas bangsa. Melalui berbagai kreativitas dan penampilan seni, para peserta menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki setiap anak.

Denny percaya bahwa penampilan hari ini menjadi bukti bahwa setiap anak memiliki potensi luar biasa yang patut diapresiasi dan dibanggakan.

Kepada para peserta Pramuka Berkebutuhan Khusus, Denny berpesan agar terus semangat belajar dan berkarya.

“Teruslah belajar, berkarya, dan percaya pada kemampuan diri sendiri. Jadikan Dasa Dharma Pramuka sebagai pedoman hidup agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, mandiri, dan bermanfaat bagi sesama,” pesannya.

Di akhir, Denny mengajak untuk bersama-sama terus membangun Gerakan Pramuka yang inklusif, ramah, dan memberikan ruang bagi setiap anak untuk berkembang sesuai potensi terbaiknya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Berita

Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor

Published

on

By

Ratusan Anak Meriahkan Puncak HAN 2026 di Alun-Alun Kota Bogor
Salah satu peserta tengah tampil dalam puncak peringatan Hari Anak Nasional di Alun-Alun Kota Bogor, Sabtu, 25 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) menggelar puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tingkat Kota Bogor Tahun 2026 di Alun-alun Kota Bogor, Sabtu, 25 Juli 2026.

​Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan Tumbuh Bahagia serta Bebas Berkarya”, kegiatan ini diisi dengan beragam atraksi seni, fashion show anak, panggung kreativitas, hingga pembagian doorprize menarik bagi para peserta.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, mengatakan bahwa tanggung jawab dalam membangun masa depan anak tidak hanya berada di pundak orang tua maupun guru, tetapi juga lingkungan dan pemerintah melalui kebijakan yang berpihak kepada anak.

“Segala sesuatu terkait dengan anak memang harus dipersiapkan. Bukan hanya urusan orang tua, bukan hanya urusan guru di sekolah, tetapi lingkungan dan juga pemerintah harus ikut serta dalam merumuskan kebijakan yang ramah kepada anak,” ujar Dedie Rachim.

Ia menyampaikan, saat ini Kota Bogor telah menyandang predikat Kota Layak Anak (KLA) kategori Nindya. Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Bogor untuk terus meningkatkan berbagai indikator agar dapat meraih predikat KLA kategori Utama.

“Alhamdulillah Kota Bogor predikatnya Kota Layak Anak Nindya. Artinya masih ada beberapa target yang harus kita selesaikan supaya ke depan bisa meraih predikat utama. Kita masuk di dalam Nindya dan boleh dibilang cukup baik, dan hanya empat di Jawa Barat,” katanya.

Baca juga: 20 Tahun Berbenah, Kampung Pancuran jadi Inspirasi Kota Bogor

Dedie Rachim menambahkan, Pemkot Bogor akan terus berikhtiar menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak sehingga mereka dapat hidup lebih sejahtera.

Menanggapi adanya peningkatan kasus kekerasan terhadap anak sebagaimana disampaikan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID), Dedie Rachim mengakui bahwa persoalan tersebut masih menjadi tantangan yang dipengaruhi berbagai faktor sosial dan ekonomi di masyarakat.

“Di dalam dinamika kehidupan bermasyarakat masih banyak aspek sosial, ekonomi, dan beban-beban yang ada di masyarakat. Kadang-kadang eksesnya adalah kekerasan dan kita harus bisa menekan semaksimal mungkin,” ujarnya.

Untuk memperkuat perlindungan anak, Pemkot Bogor melalui DP3A telah menyediakan layanan yang mencakup konsultasi, pendampingan psikologis, advokasi, hingga penanganan kasus yang memerlukan proses hukum.

“Kalau terjadi kasus-kasus itu bisa dikonsultasikan, kemudian ada psikolognya juga. Secara administrasi kita menganggarkan untuk langkah-langkah pencegahan, advokasi, termasuk tindak lanjut apabila ada kasus yang harus dibawa ke ranah hukum,” tutur Dedie Rachim.

Baca juga: Mengenal Yalanda-Nabila IPB, 2 Varietas Okra Unggul Berpotensi Ekspor

​Sementara itu, Kepala DP3A Kota Bogor, Rakhmawati menjelaskan, puncak peringatan HAN 2026 ini sengaja dirancang secara khusus sebagai wadah inklusif bagi anak-anak yang selama ini belum mendapatkan kesempatan untuk tampil di panggung publik.

​”Hari ini dilaksanakan Puncak Hari Anak Nasional 2026 Kota Bogor. Kami menampilkan beberapa pertunjukan dari anak-anak yang selama ini belum pernah tampil di tingkat kota. Kita memang memilih mereka yang belum pernah tampil di panggung depan agar memiliki kesempatan yang sama untuk bersuara dan berkarya,” ujarnya.

​Rakhmawati memaparkan, puncak acara ini merupakan rangkaian penutup dari berbagai kegiatan peringatan HAN yang telah diselenggarakan sebelumnya oleh Pemkot Bogor bersama berbagai komunitas.

​”Sebelumnya sudah ada beberapa rangkaian kegiatan, mulai dari penjaringan Suara Anak Kota Bogor, nonton bersama anak yatim dan difabel di Mall BTM, hingga kegiatan ‘Bermain Bersama Anak Panti’. Selain itu, ada juga Festival Edukasi Anak di Lippo Mall. Total ada sekitar 700 sampai dengan 800 anak yang terlibat langsung, baik sebagai penampil maupun panitia,” ungkapnya.

​Melalui panggung kreasi di kawasan Alun-Alun dan depan Balai Kota Bogor ini, DP3A Kota Bogor berharap seluruh aspirasi dan ekspresi anak dapat terdengar langsung oleh para pemangku kebijakan, sehingga tercipta Kota Bogor yang semakin ramah dan membahagiakan bagi tumbuh kembang anak.

(rls/hrs)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer