Berita
Peneliti IPB University Ciptakan Alat Ukur Hemoglobin Pakai Cahaya
KlikBogor – Anemia merupakan suatu keadaan ketika kadar hemoglobin dalam darah kurang dari nilai normal. Jika tidak segera diatasi, anemia dapat menimbulkan dampak negatif bagi kualitas hidup seseorang.
Oleh karena itu, perlu diketahui adanya anemia lebih awal, sehingga penderita dapat segera melakukan langkah-langkah penanganan untuk mengatasinya.
Sebagai deteksi dini terhadap adanya gejala anemia, perlu dilakukan pemeriksaan hemoglobin. Namun sampai sekarang, kebanyakan alat ukur hemoglobin masih menggunakan metode invasif yang mengambil sampel darah dengan melukai pasien.
Meski memiliki ketelitian yang tinggi, metode invasif memiliki kekurangan, yaitu bisa menyebabkan ketidaknyamanan bahkan menimbulkan trauma bagi sebagian orang.
Untuk itu, Guru Besar IPB University, Profesor Irzaman dan tim mengambil inisiatif untuk mengembangkan alat ukur hemoglobin non invasif yang mudah digunakan dan hasilnya dapat diandalkan.
“Kalau kita armati, banyak sekali pasien yang trauma dengan proses pengambilan darah dari vena, dan dalam beberapa kasus posisi vena tidak mudah ditemukan. Dengan alat ini diharapkan mempercepat dan menekan trauma daripada pasien,” ujarnya saat peluncuran Inovasi Kesehatan di Kampus IPB Dramaga, Jumat lalu.
Dalam pengembangannya, tim peneliti IPB University bekerja sama dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan PT Tesena Inovindo.
Alat tersebut diberi nama Tesena Non Invasif Hb Check. Penelitian ini didanai oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) Kementerian Keuangan Republik Indonesia.
“Mekanismenya cukup sederhana, cukup dengan menggunakan cahaya kemudian diserap oleh darah, sehingga kita bisa mengetahui karakteristik dari darah tersebut, salah satunya adalah karakteristik level hemoglobin,” jelas Profesor Irzaman.
Ia menambahkan, penggunaan cahaya sudah terbukti cukup akurat presisi, dan yang paling penting juga dia menghasilkan data secara real time sehingga orang langsung bisa mengetahui kadar hemoglobinnya saat itu juga.
“Berbeda dengan cara lab yang diambil darahnya dulu, dilukai, dan butuh waktu,” imbuh Profesor Irzaman.
Dijelaskan bahwa keunggulan dari alat ini adalah pada pemrosesan data. Sehingga setelah melakukan penyinaran, dilakukan pengolahan data menggunakan machine learning dan juga transformasi cepat.
Kombinasi keduanya, kata Profesor Irzaman, dapat memberikan hasil yang relatif memiliki akurasi yang baik dan juga presisi.
“Kehadiran Tesena Non Invasif Hb Check diharapkan dapat membantu proses screening anemia di unit-unit pelayanan kesehatan sehingga proses deteksi anemia dapat berjalan lebih cepat,” katanya .
“Alat ini juga akan dikembangkan untuk penggunaan perorangan sehingga hemoglobin dapat dilakukan secara real time di mana pun dan kapan pun,” paparnya.
Alat ini dibuat oleh tim konsorsium antara IPB University, PT Tesena Inovindo dan BRIN sebagai mitra. Ia berharap alat ini bisa digunakan pemerintah secara luas, khususnya di puskesmas atau tenaga kesehatan (nakes) untuk mengatasi stunting.
“Kita tahu bahwa stunting suatu gejala gizi buruk yang harus mulai dicegah, dari tahapan dari wanita calon ibu yang belum nikah dan wanita hamil. Karena itu, semoga dengan alat ini kita bisa mengatasi atau menekan stunting sampai mendekati 0 persen. Tesena Non Invasif Hb Check dapat digunakan dengan mudah, tepat, cepat, dan dapat diandalkan,” tutup Profesor Irzaman dalam keterangannya. (*)
Berita
Cerita Jemaah Umrah Asal Kota Bogor Soal Kondisi Terkini di Tanah Suci
KlikBogor – Salah satu jemaah umrah asal Kota Bogor, Asep Faizal Rahman, membagikan cerita kondisi terkini para jemaah umrah asal Indonesia di Tanah Suci.
Ia menyebut, secara umum kondisi para jemaah masih baik dan fasilitas yang diterima mencukupi. Namun, jemaah yang datang ke Tanah Suci disebut berkurang.
“Kami masih menunggu kepastian pesawat dan segala macam. Ya, kondisi masih banyak yang ketahan pulang, tapi ada juga yang tidak jadi ke sini gitu. Kalau keamanan secara kondisi aman-aman. Namun, sempat khawatir kalau Arab Saudi diserang. Tetapi petugas kepolisian di sini tetap mengimbau agar tetap tenang,” ujar Asep kepada awak media melalui sambung telepon WhatsApp, Senin siang, 2 Maret 2026.
Ia menjelaskan, sejauh ini suplai makanan bagi jemaah masih aman dan berjalan normal. Perbedaan yang terasa adalah suasana jemaah yang tidak terlalu padat.
“Makanan mah aman. Masih cukup kalau masalah makanan dan lain-lain itu masih normal. Sekarang ada dampak yang datang berkurang. Yang ke Mekah makin berkurang, jemaah yang tawaf. Jadi tidak terlalu padat,” katanya.
Meski suasana ibadah agak leluasa, Asep mengaku, tetap memikirkan kabar mengenai puluhan ribu jemaah yang disebut belum bisa pulang dan tertahan.
“Meskipun agak leluasa beribadah, tapi sebetulnya masih ada info-info yang kayak 50 ribu jemaah enggak bisa pulang gitu, 26 ribu jemaah tertahan. Terus kayak gitu-gitulah kami memikirkan itu. Kalai sampai seperti itu, gimana mau stay-nya kami dan sebagainya,” imbuhnya.
Ia juga menuturkan bahwa pihak travel telah menyerahkan data nama jemaah kepada KBRI untuk tindak lanjut apabila terjadi kendala.
“Sudah, sudah menyerahkan nama-nama ke KBRI, kami ini ada 13 rombongan. Mudah-mudahan diberi kelancaran, mohon doanya,” ucap Asep.
(ckl/hrs)
Berita
Puluhan Angkot-AKDP Terjaring Operasi di Jalan Sawojajar Bogor
KlikBogor – Puluhan angkutan kota (Angkot) dan Angkutan Kota Dalam Provinsi (AKDP) terjaring operasi gabungan yang digelar di kawasan Jalan Sawojajar, Kota Bogor.
Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor, Ridwan, menjelaskan operasi gabungan ini digelar bersama petugas Satlantas Polresta Bogor Kota.
“Dalam razia Jalan Sawojajar di sini terdapat angkutan yang tidak memiliki sama sekali surat-surat, seperti KIR, STNK maupun kartu trayek. Itu tentunya kami berhentikan,” ungkap Ridwan kepada awak media, Senin, 2 Maret 2026.
Ia mengatakan terdapat enam unit angkot yang kedapatan tanpa surat kendaraan. Namun, empat kendaraan tengah kembali ke rumah masing-masing untuk mencari atau membawa STNK dan KIR-nya yang menurut pengakuan para sopir ketinggalan di rumah.
“Nah, nanti yang empat ini ditukar kendaraan dilepas, barang buktinya berupa surat kendaraan ditahan, jadi kendaraannya tidak jadi dikandangkan oleh kami. Nanti tukar BB STNK ataupun KIR ataupun izin trayek. Jadi yang dua sudah terjaring sama sekali tidak membawa, memiliki kartu trayek dengan STNK ataupun buku uji KIR,” jelasnya.
Pihaknya mencatat 21 angkot dan AKDP yang terjaring dalam operasi gabungan tersebut. Kegiatan ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan.
Adapun tujuan operasi gabungan untuk pengecekan administrasi angkutan yang beroperasi di Kota Bogor di antaranya buku KIR, trayek, dan uji kelayakan.
“Besok kami bergabung dan kembali razia di Jalan Sawojajar dengan jajaran samping, Kepolisian, Jasa Raharja, Provinsi, maupun Dishub Kabupaten Bogor untuk giat bersama-sama di Jalan Sawojajar ini,” katanya.
(ckl/hrs)
Berita
Eddy Soeparno Ajak Warga Kota Bogor Implementasikan 4 Pilar Kebangsaan
KlikBogor – Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) H. Eddy Soeparno menggelar sosialisasi empat pilar kebangsaan di Kota Bogor.
Kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai elemen masyarakat tersebut berlangsung di Aula Pertemuan Balekambang, Kelurahan Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, Jumat, 27 Februari 2026.
H. Eddy Soeparno memaparkan, sebagai wakil rakyat mereka yang ditugaskan untuk mensosialisasikan pilar-pilar penting kebangsaan, yaitu Pancasila, UUD 1945, Ketetapan MPR RI, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.
“Empat pilar ini bertujuan supaya Negara Indonesia tidak mudah terpecah belah dan runtuh dalam menghadapi berbagai masalah, dan harus tetap selalu menjaga persatuan dan kesatuan toleransi dalam perbedaan serta peduli terhadap sesama,” jelasnya.
Menurut Eddy, kegiatan sosialisasi empat pilar kebangsaan MPR RI mempunyai tujuan di antaranya, untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.
Selain itu, untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan diharapkan agar masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.
“Implementasi empat pilar kebangsaan harus terus digelorakan terhadap semua kalangan. Mulai dari tokoh masyarakat hingga generasi muda,” pungkasnya.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Serba Serbi1 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Serba Serbi4 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Berita8 bulan ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Opini12 bulan agoFenomena Kang Dedi Mulyadi (KDM): Pendekar Penjaga Alam
