Connect with us

Serba Serbi

Kolaborasi Adev Natural Indonesia, Baitulmal Tazkia, DPKP dan PWI Salurkan Zakat di Kota Bogor

Published

on

Kolaborasi Adev Natural Indonesia, Baitulmal Tazkia, DPKP dan PWI Salurkan Zakat di Kota Bogor
PT Adev Natural Indonesia bersama Baitulmal Tazkia dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan PWI Kota Bogor menyalurkan dana zakat di wilayah Kota Bogor. Foto/klikbogor.

KlikBogor – PT Adev Natural Indonesia yang berbasis di Kecamatan Bogor Barat bersama Baitulmal Tazkia berkolaborasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta PWI Kota Bogor menyalurkan dana zakat di wilayah Kota Bogor. Penyaluran dipusatkan di Mako Damkar Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Jumat, 19 Desember 2025.

Founder sekaligus Direktur PT Adev Natural Indonesia, M. Malik Gunawan, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus berkontribusi dalam kegiatan kemanusiaan. Pihaknya berharap bantuan ini menjadi penyemangat bagi keluarga penerima manfaat dan menjadi contoh nyata kolaborasi positif pentahelix.

Secara simbolis penyerahan paket bantuan dilakukan oleh perwakilan PT Adev Natural Indonesia, Baitulmal Tazkia, DPKP, dan PWI Kota Bogor kepada korban kebakaran dan masyarakat prasejahtera. “Alhamdulillah, kegiatan berlangsung tertib dan penuh kebersamaan, simbol solidaritas serta semangat gotong royong,” tutur Malik.

Malik menyebut, ini bukti kepedulian untuk umat, kegiatan ini merupakan bagian dari program distribusi zakat perusahaan PT Adev Natural Indonesia sebesar Rp1 miliar, yang disalurkan melalui Baitulmal Tazkia.

“Sebagian juga ada yang kami salurkan ke lokasi bencana Aceh. Dana zakat ini juga dialokasikan untuk tiga program utama yaitu paket bantuan logistik keluarga prasejahtera, kedua bantuan modal usaha untuk dhuafa, ketiga bantuan pelunasan hutang bagi dai, marbot, dan masyarakat dhuafa. Program zakat ini menyasar 5.050 penerima manfaat (mustahik) yang tersebar di Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Cianjur,” jelasnya.

Malik memaparkan, penyaluran bertahap sepanjang September hingga Desember 2025. Dana zakat ini bukan hanya kewajiban syariah, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami ingin zakat benar-benar memberi dampak dan menyentuh kehidupan masyarakat yang membutuhkan. Harapannya ini bukan yang terakhir. Sebagai perusahaan yang berbasis di Bogor, kami ingin warga Bogor mendapatkan manfaat yang maksimal. Sebagian zakat juga kami alokasikan untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang tertimpa bencana di Sumatera,” pungkasnya.

Direktur Baitulmal Tazkia, Iwan, memastikan bahwa setiap dana zakat yang dikelola telah melewati proses verifikasi ketat agar sesuai dengan syariat (asnaf).

“Kami memastikan penyaluran ini tepat sasaran dan amanah. Ini adalah titik ke-5 dalam rangkaian program kami bersama PT Adev. Ke depan, kolaborasi ini tidak hanya berhenti pada bantuan langsung, tetapi akan mengarah pada program pemberdayaan yang berkelanjutan,” terangnya.

Sementara itu, Kepala DPKP Kota Bogor, Agung Prihanto, menyambut baik inisiatif kolaborasi yang menyentuh sisi kemanusiaan bagi para petugas yang selama ini bekerja di baris terdepan.

“Kami ucapkan terima kasih sebesar-besarnya. Kolaborasi dalam bentuk bakti sosial ini sangat berarti bagi kami. Hasil kerja pemadam kebakaran dapat dilihat langsung oleh masyarakat dan dukungan seperti ini menjadi penambah semangat kami untuk senantiasa memberikan yang terbaik bagi warga Kota Bogor,” tutur Agung.

Ditempat yang sama, Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menyampaikan dukungannya terhadap kolaborasi lintas sektor ini.

“Ini pentingnya sinergi antara korporasi, lembaga amil zakat, pemerintah, dan media massa dalam menciptakan jaring pengaman sosial yang kuat di Kota Bogor,” terangnya.

Salah satu penerima manfaat, Fatih, sangat bersyukur atas penyaluran zakat dari PT. Adev Natura Indonesia. Paket sembako ini sangat membantu dirinya dan keluarga.

“Alhamdulillah, kami sangat terbantu. Terima kasih PT Adev, Baitulmal Tazkia, DPKP atau Damkar Kota Bogor dan PWI Kota Bogor,” pungkasnya.

(ckl/hrs)

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Serba Serbi

IPB University Gelar Pelatihan Tepung Mocaf untuk Berdayakan Ekonomi Perempuan

Published

on

By

IPB University Gelar Pelatihan Tepung Mocaf untuk Berdayakan Ekonomi Perempuan
Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University menggelar pelatihan tepung mocaf dan produk olahan berbasis tepung mocaf kepada perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor. Foto/Istimewa

KlikBogor – Divisi Teknik Biosistem, Fakultas Teknik dan Teknologi, IPB University sukses menyelenggarakan Pelatihan Diversifikasi Pangan Lokal Berbasis Tepung Mocaf (Modified Cassava Flour) di Kelompok Tani Setia, Kampung Cangkrang, Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, pada Jumat, 26 Juli 2026.

Kegiatan yang mengusung misi pemberdayaan ekonomi perempuan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PPM) oleh para dosen Divisi Teknik Biosistem.

Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh 21 peserta perempuan anggota Rumah Keluarga Indonesia (RKI) Bogor di bawah pimpinan Ibu Wiwit Munggarani.

Banyak bahan pangan lokal memiliki potensi ekonomi tinggi namun belum diolah secara optimal. Diversifikasi mendorong pengolahan untuk meningkatkan nilai tambah dan kesejahteraan masyarakat.

Inisiatif pelatihan ini digagas sebagai solusi nyata atas terbatasnya diversifikasi pangan lokal di wilayah perdesaan, di tengah tingginya angka ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu impor.

Singkong, yang menjadi salah satu komoditas unggulan di wilayah Jawa Barat, dapat dijadikan sebagai bahan baku utama untuk pembuatan tepung mocaf. Melalui proses fermentasi, mocaf menghasilkan karakteristik tepung dengan tekstur dan cita rasa yang lebih netral dibandingkan tepung singkong biasa.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, Setiap Siswa Kota Bogor Tanam Pohon 

Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Divisi Teknik Biosistem IPB University, Prof. Rokhani Hasbullah. Dalam sambutannya, Prof. Rokhani menekankan pentingnya menjembatani hasil riset akademis dengan kebutuhan riil di lapangan.

“Riset yang hanya berhenti di laboratorium tidak akan banyak berarti jika tidak sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan. Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin memastikan bahwa ilmu pengetahuan yang dikembangkan di IPB benar-benar memberi manfaat langsung bagi masyarakat dan pemberdayaan kaum perempuan” ujar Prof. Rokhani.

Ia menambahkan bahwa diversifikasi pangan berbasis bahan baku lokal merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian pangan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi sektor rumah tangga.

Menurutnya, ketergantungan pada satu jenis pangan sangat rentan terhadap berbagai risiko seperti gagal panen, perubahan iklim atau gangguan distribusi.

Pelatihan diawali dengan pemaparan materi oleh dosen Divisi Teknik Biosistem, Nanik Purwanti. Nanik menjelaskan potensi dan peluang usaha berbasis mocaf serta berbagai produk olahan berbasis tepung mocaf seperti mi, biscuit, kue, roti dan produk gluten free lainnya.

Peserta tampak antusias menyimak materi mengenai rantai produksi dan nilai ekonomis dari tepung turunan singkong ini. Berbeda dengan penyuluhan teoritis pada umumnya, pelatihan ini menerapkan pendekatan aplikatif langsung.

Dalam kesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Setia, Ujang, memberikan demonstrasi langsung proses pembuatan tepung mocaf secara higienis kepada para peserta.

Seluruh peserta didampingi oleh tim dosen dan anggota Kelompok Tani Setia mempraktikkan langsung pengolahan tepung mocaf menjadi produk pangan siap konsumsi, yakni mi ayam mocaf dan cookies. Mocaf tidak mengandung gluten (gluten free) sehingga cocok dikonsumsi oleh individu dengan sensitivitas gluten dan penderita celiac.

Baca juga: Sukun Berpotensi jadi Superfood Lokal dan Pangan Masa Depan Indonesia

Edukasi interaktif ini disambut hangat oleh para peserta yang mulai menyadari nilai tambah ekonomi dari singkong, komoditas yang selama ini kerap dijual mentah dengan harga murah.

“Sebelumnya kami hanya tahu singkong itu direbus atau digoreng saja. Sekarang kami jadi paham cara mengolahnya menjadi tepung dan bisa dibuat mi, cookies dan produk pangan sehat lainnya. Ilmunya sangat berguna, apalagi kami langsung praktik, jadi lebih mudah dipahami dan diingat,” tutur salah satu peserta.

Selain aspek ekonomi, tepung mocaf juga menawarkan keberlanjutan dari sisi ketahanan pangan nasional sebagai alternatif pengganti gandum.

Kehadiran para anggota RKI Bogor diharapkan dapat memperluas efek domino dari program ini, di mana pengetahuan dan ketrampilan yang diperolehnya bisa ditularkan kembali ke lingkungan terkecil di sekitar mereka.

Sebagai perwujudan nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, Divisi Teknik Biosistem IPB University menegaskan komitmennya untuk terus mengawal program pemberdayaan ekonomi perempuan di wilayah penyangga kampus (buffer zone).

Ke depan, program pendampingan lanjutan akan terus digulirkan agar produk olahan berbasis singkong ini dapat naik kelas dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.

Prof. Rokhani yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala bidang Inkubator Bisnis dan Kemitraan Industri, Science Techno Park (STP) IPB University juga menawarkan kepada kaum perempuan untuk meningkatkan keterampilan dalam memproduksi biskuit, cookies, roti dan croissant di Teaching Industry STP IPB.

“Semoga kegiatan Pengabdian Masyarakat berupa pelatihan diversifikasi pangan lokal berbasis tepung mocaf ini mampu meningkatkan nilai tambah singkong dan membuka peluang usaha yang menjanjikan dan berkelanjutan,” harapnya.

(rls/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore

Published

on

By

5 Tempat Jogging di Kota Bogor untuk Olahraga Pagi dan Sore
Pedestrian luar Kebun Raya Bogor. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Kota Bogor memiliki sejumlah ruang terbuka hijau yang menjadi favorit masyarakat untuk berolahraga. Mulai dari taman hingga hutan, setiap lokasi menawarkan suasana yang berbeda untuk jogging sambil menikmati udara segar.

Berikut lima rekomendasi tempat jogging di Kota Bogor yang dapat menjadi pilihan.

Lapangan Sempur

Lapangan Sempur menjadi salah satu ikon olahraga di Kota Bogor. Berlokasi di Kelurahan Sempur, Kecamatan Bogor Tengah, kawasan ini memiliki jogging track yang mengelilingi lapangan serta berbagai fasilitas olahraga.

Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.00–18.00 WIB, saat cuaca lebih sejuk dan aktivitas masyarakat belum terlalu padat.

Pedestrian Kebun Raya Bogor

Pedestrian Kebun Raya Bogor menawarkan jalur yang teduh dengan pepohonan rindang dan udara yang segar. Selain berolahraga, masyarakat juga dapat menikmati keindahan Kota Bogor.

Waktu terbaik untuk jogging mulai pukul 06.00 hingga 08.00 WIB, ketika udara masih sejuk dan suasana relatif tenang. Selain pagi, masyarakat juga ada yang beraktivitas pada sore hingga malam.

Taman Heulang

Taman Heulang menjadi salah satu ruang terbuka hijau favorit warga di Kecamatan Tanah Sareal. Taman ini dilengkapi jogging track, area bermain anak, dan fasilitas olahraga luar ruangan.

Waktu terbaik untuk jogging adalah pukul 06.00–08.00 WIB atau 16.30–18.00 WIB agar terhindar dari teriknya matahari.

Lapangan Kresna

Bagi yang menginginkan suasana lebih tenang, Lapangan Kresna dapat menjadi pilihan. Area yang cukup luas membuat pengunjung leluasa berolahraga tanpa terlalu padat.

Waktu yang ideal untuk jogging adalah pagi hari sebelum pukul 08.00 WIB atau menjelang matahari terbenam.

Hutan CIFOR Situ Gede

Jogging track hutan CIFOR Situ Gede menawarkan pengalaman berlari di tengah kawasan hutan yang rindang dengan udara yang lebih sejuk. Suasana alami membuat lokasi ini cocok bagi pencinta olahraga sekaligus alam.

Disarankan datang pada pukul 06.00–09.00 WIB, saat udara masih segar dan kondisi jalur lebih nyaman untuk dilalui.

Sebelum memulai jogging disarankan untuk melakukan pemanasan, menggunakan sepatu lari yang nyaman, membawa air minum secukupnya, serta menjaga kebersihan di setiap lokasi.

Dengan berbagai pilihan ruang terbuka hijau yang dimiliki, Kota Bogor menawarkan pengalaman berolahraga yang tidak hanya menyehatkan, tetapi juga menjadi cara sederhana untuk menikmati suasana Kota Hujan.

(kaf/hrs)

Continue Reading

Serba Serbi

Festival Kopyor 2026 di Bogor, Pengunjung Bisa Nikmati Kopyor Langsung dari Kebunnya

Published

on

By

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim dalam pembukaan Festival Kopyor 2026, Sabtu, 11 Juli 2026. Foto/Klikbogor

KlikBogor – Festival Kopyor kembali digelar di Kebun Kopyor (Kios Kopyor) Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS) Unit Bogor, Jalan Jabaru II, Kelurahan Pasir Kuda, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Juli 2026, menghadirkan berbagai kegiatan menarik, mulai dari lomba kreasi kuliner kopyor, bazar produk UMKM, hingga pengalaman menikmati kelapa kopyor langsung di bawah rindangnya kebun.

Wakil Kepala PPKS PT Riset Perkebunan Nusantara, Riza Putranto mengatakan, Festival Kopyor telah menjadi agenda tahunan yang bertujuan memperkenalkan kelapa kopyor kepada masyarakat luas sekaligus membangun ekosistem yang melibatkan berbagai pihak.

“Festival Kopyor 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga dan memang sudah menjadi agenda tahunan kami. Festival ini ditujukan untuk merangkul masyarakat sebagai bagian dari ekosistem. Kami ada kebun kopyor seluas 24 hektare di tengah kota, yang kami buka untuk lingkup agronomi dan juga pariwisata,” ujar Riza, Sabtu, 11 Juli 2026.

Baca juga: Sukun Berpotensi jadi Superfood Lokal dan Pangan Masa Depan Indonesia

Pihaknya juga ingin menunjukkan keunggulan kopyor Indonesia bahwa kelapa ini memiliki keunikan tersendiri dibandingkan varietas serupa di negara lain.

“Tujuan sebetulnya untuk mengenalkan kelapa kopyor sebagai salah satu varietas unggul Indonesia. Kalau boleh dikatakan, ini adalah kelapa kopyor satu-satunya di dunia, karena pesaing kita di Filipina namanya kelapa lilin atau makapuno,” katanya.

Pengunjung saat menikmati kelapa kopyor di bawah rindangnya kebun kopyor. Foto/Klikbogor

Melalui festival ini, PT Riset Perkebunan Nusantara juga mendorong lahirnya berbagai inovasi produk berbahan dasar kopyor. Kompetisi memasak menjadi salah satu daya tarik utama karena menghadirkan kreasi kuliner yang memadukan kopyor dengan berbagai bahan pangan lainnya.

Riza menjelaskan, meski puncak festival hanya berlangsung selama dua hari dengan jam operasional pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, kawasan Kebun Kopyor tetap dibuka untuk masyarakat setiap hari.

“Di luar festival, masyarakat tetap bisa berkunjung kapan saja untuk menikmati suasana kebun sekaligus mencicipi minuman kelapa kopyor langsung dari kebunnya,” katanya.

Baca juga: Urai Kemacetan, Pemkot Bogor Siapkan Jalan R2 Tembus Kaumsari

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim yang hadir dalam acara pembukaan menilai keberadaan Kebun Kopyor PPKS merupakan aset yang sangat berharga bagi Kota Bogor karena menggabungkan penelitian, pertanian, kuliner, dan pariwisata dalam satu kawasan.

“Ini sebuah potensi yang luar biasa. Karena tidak banyak kebun kopyor seluas ini, bahkan mungkin satu-satunya di Indonesia dengan luas mencapai 24 hektare. Di sini, bukan hanya kebunnya, tetapi juga pusat penelitiannya berada di lokasi yang sama,” kata Dedie.

Ia optimistis kawasan tersebut akan terus berkembang menjadi ekosistem kelapa kopyor yang lengkap, mulai dari penelitian, budidaya, hingga pengembangan produk turunannya.

“Ke depan kawasan ini akan terus dikembangkan untuk membangun semacam ekosistem. Penelitinya ada, pohonnya ada, kebunnya ada, komunitasnya ada, produknya ada. Ini menunjukkan the real Bogor sebagai City of Gastronomy. Dan ini pasti akan sangat diminati oleh seluruh masyarakat Indonesia,” ujarnya.

(hrs/ckl)

Continue Reading
Advertisement

Potret

Populer