Serba Serbi
Jangan Lewatkan! Nobar Final Piala Dunia 2026 di Balai Kota Bogor
KlikBogor – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor berkolaborasi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Bogor, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bogor, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Bogor, serta komunitas Blackcats akan menggelar acara nonton bareng (Nobar) final Piala Dunia 2026 bersama Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim.
Kegiatan tersebut akan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026, mulai pukul 24.00 WIB di Plaza Balai Kota Bogor, serta terbuka untuk seluruh masyarakat dan tidak dipungut biaya alias gratis.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Denny Mulyadi mengatakan, kegiatan tersebut diharapkan menjadi hiburan sekaligus wadah kebersamaan bagi masyarakat Kota Bogor dalam menyaksikan laga puncak sepak bola dunia.
“Nonton bareng final Piala Dunia 2026 ini diselenggarakan di Balai Kota melalui kerja sama antara PWI, KNPI, KONI, Kadin, Blackcats, dan Pemerintah Kota Bogor. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa menyuguhkan hiburan bagi masyarakat Kota Bogor yang ingin menikmati pertandingan bersama,” ujar Denny.
Selain menghadirkan layar lebar untuk menyaksikan pertandingan, juga tersedia stan UMKM yang menawarkan beragam kuliner dan produk lokal sehingga masyarakat dapat menikmati suasana nobar sambil menikmati jajanan kuliner.
“Kami juga menyiapkan UMKM di lokasi. Jadi masyarakat yang datang bisa langsung menikmati jajanan dan produk yang disediakan para pelaku usaha lokal,” katanya.
Baca juga: Petugas Damkar Jinakkan Kebakaran Alang-alang di Pamoyanan
Denny juga mengajak masyarakat untuk hadir dan memeriahkan nobar final Piala Dunia yang merupakan event empat tahun sekali itu. Untuk memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib, Pemkot Bogor menyiagakan personel Satpol PP yang berkoordinasi dengan Polresta Bogor Kota.
Inisiator kegiatan yang juga Ketua Orado Kota Bogor, Ahmad Aswandi mengatakan, nobar ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan masyarakat Kota Bogor melalui olahraga, khususnya sepak bola yang menjadi olahraga paling populer di dunia.
“Final Piala Dunia merupakan momen yang sangat dinantikan masyarakat. Kami ingin menghadirkan suasana kebersamaan, sehingga warga Kota Bogor dapat menikmati pertandingan puncak ini bersama-sama di Balai Kota. Kami juga mengapresiasi dukungan KONI, PWI, KNPI, Blackcats, serta Pemerintah Kota Bogor yang menyambut baik kegiatan ini,” ujarnya.
Senada, Ketua Panitia Nobar, Dedy Sumarna memastikan bahwa penyelenggaraan nobar telah memenuhi aspek legalitas penayangan. “Kami telah memperoleh izin atau lisensi resmi penayangan Piala Dunia dari LPP TVRI, sehingga masyarakat dapat menyaksikan pertandingan final dengan nyaman melalui layar lebar yang kami siapkan,” jelas Dedy.
Untuk menambah semarak acara, panitia juga menyiapkan 1.500 kupon doorprize yang akan dibagikan kepada para penonton yang hadir. Berbagai hadiah menarik telah disiapkan sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang turut meramaikan acara. Panitia juga menyiapkan 10 stand makanan produk UMKM yang bisa dinikmati oleh masyarakat dengan cara gratis.
Baca juga: Saat Siswa SMAIT Ummul Quro Menimba Ilmu di DPRD Kota Bogor
Ketua KONI Kota Bogor ini menyebut selain menjadi ajang menyaksikan pertandingan final sepak bola terbesar di dunia, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah silaturahmi lintas komunitas, insan olahraga, pemuda, media, serta masyarakat Kota Bogor.
Hingga saat ini, seluruh persiapan terus dimatangkan bersama panitia agar acara berjalan lancar. Berbagai kebutuhan teknis, mulai dari pemasangan layar, undangan, hingga penataan stan UMKM telah dikoordinasikan.
“Persiapannya terus kami lakukan bersama tim panitia, mulai dari layar, undangan, maupun stand-stand UMKM. Mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan sukses,” kata Dedy.
Panitia mengajak seluruh warga Kota Bogor dan sekitarnya untuk hadir lebih awal agar dapat menikmati rangkaian acara dan berkesempatan membawa pulang berbagai hadiah doorprize.
Ketua PWI Kota Bogor, Herman Indrabudi mengatakan, kegiatan nobar ini merupakan kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak. Dengan konsep terbuka dan gratis, ia berharap nobar final Piala Dunia 2026 di Plaza Balai Kota Bogor menjadi salah satu perhelatan kebersamaan terbesar masyarakat Kota Bogor sekaligus menunjukkan sinergi positif antara organisasi olahraga, kepemudaan, media, komunitas, dan Pemerintah Kota Bogor dalam menghadirkan hiburan yang berkualitas bagi masyarakat.
(rls/hrs)
Berita
IPB Ajak Warga Mulyaharja Budikdamber di Lahan Terbatas
KlikBogor – Keterbatasan lahan tidak harus menjadi penghalang bagi masyarakat untuk menghasilkan pangan. Melalui urban farming, ikan dan sayuran bahkan dapat dibudidayakan bersamaan dengan sarana sederhana di lingkungan rumah.
Hal tersebut diperkenalkan tim dosen IPB University kepada masyarakat Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, melalui program “Eco-Create Bogor: Pelatihan Urban Farming dengan Metode Budikdamber (Budidaya Ikan dalam Ember)”.
Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian program Promoting Research and Innovation through Modern and Efficient Science and Technology Parks (PRIME STeP) 2026 dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan masyarakat melalui penerapan yang praktis, hemat lahan, dan ramah lingkungan.
Baca juga: Dedie Rachim-Raffi Ahmad Bahas Penguatan Pemuda hingga Potensi Kota Bogor
Ketua tim program, Doni Sahat Tua Manalu mengatakan, pelatihan tidak hanya ditujukan untuk mengenalkan teknologi sederhana, tetapi juga mendorong masyarakat agar mampu mengembangkan praktik urban farming secara mandiri.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membangun pengalaman bersama antara tim, pemerintah kelurahan, kelompok masyarakat, dan warga. Jadi, masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga diharapkan dapat menjadi pelaku yang nantinya mampu mengembangkan praktik urban farming ini secara mandiri,” ujarnya dikutip Kamis, 10 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Posyandu Kelurahan Mulyaharja diikuti masyarakat dan perwakilan komunitas setempat. Lurah Mulyaharja Muslim Yuliantono mengapresiasi kegiatan tersebut karena memberikan pengetahuan dan keterampilan praktis kepada warga.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengenal cara baru dalam menghasilkan pangan dari lingkungan sekitar. Kami berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan oleh warga secara mandiri,” ujar Muslim.
Baca juga: Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026
Dalam pelatihan, anggota tim Roza Yusfiandayani menjelaskan, budikdamber menggunakan ember sebagai wadah pemeliharaan ikan, sementara kangkung ditanam dalam netpot yang ditempatkan di bagian atas ember. Peralatan yang digunakan antara lain ember, benih ikan lele, bibit kangkung, netpot, media tanam seperti rockwool, dan pakan ikan.
“Dalam budikdamber, yang perlu diperhatikan bukan hanya bagaimana ikan dipelihara, tetapi juga bagaimana sistemnya dijaga agar ikan dan tanaman dapat tumbuh dengan baik. Karena itu, peserta perlu memahami tahapan persiapan, pemeliharaan, pemberian pakan, dan pengelolaan air,” terangnya.
Secara lengkap, anggota tim terdiri dari Roza Yusfiandayani, Andini Tribuana Tunggadewi, Wiranda Intan Suri, Kharisma Fitri Hapsari, serta mahasiswa IPB University.
Peserta juga diberikan pemahaman mengenai perawatan, termasuk pemberian pakan, kondisi air, kepadatan ikan, serta pertumbuhan tanaman. Hal ini menjadi penting karena keberhasilan budikdamber sangat bergantung pada perawatan rutin.
Kegiatan tersebut diharapkan menjadi salah satu alternatif urban farming untuk pemanfaatan lahan terbatas sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat Mulyaharja.
(rls/hrs)
Serba Serbi
Tanah Baru Angkat Trofi Camat Cup Bogor Utara 2026
KlikBogor – Tim Kelurahan Tanah Baru keluar sebagai kampiun turnamen sepak bola Camat Cup Kecamatan Bogor Utara 2026. Gelar juara diraih setelah menaklukkan tim Kelurahan Cimahpar lewat drama adu penalti dengan skor 4-3 di Gelanggang Olahraga Masyarakat (GOM) Bogor Utara, Kelurahan Cimahpar pada Rabu, 9 September 2026 malam.
Sementara tim Kelurahan Ciparigi menempati posisi ketiga, sedangkan tim Kelurahan Bantarjati berada di posisi keempat. Gelar top skor diraih pemain dari tim Kelurahan Cimahpar.
Camat Bogor Utara, Riki Robiansah, bersyukur ajang tahunan yang sempat vakum selama dua tahun tersebut dapat kembali digelar dengan aman, tertib, dan penuh antusiasme dari warga.
“Alhamdulillah, setelah sempat dilaksanakan pada 2023 lalu vakum pada 2024 dan 2025, tahun 2026 ini bisa kami laksanakan kembali. Antusiasme dari para ketua RT, RW, LPM, Karang Taruna, hingga pengurus koperasi sangat luar biasa. Permainan berjalan ketat dan tetap menjunjung tinggi sportivitas,” ujar Riki.
Baca juga: Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
Laga final turnamen sepak bola tahunan di Kecamatan Bogor Utara ini mendapatkan dukungan dari anggota DPRD Kota Bogor Daerah Pemilihan (Dapil) Bogor Utara.
Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah, Endah Purwanti, Syarif Hidayat Sastra dan Juhana tampak hadir dan menonton langsung aksi para ketua RT, RW, Ketua LPM, Karang Taruna dan aparatur kelurahan.
Perwakilan DPRD Kota Bogor Dapil Bogor Utara, Zakiyatul Fikriyah Al-Aslamiyah menyatakan sangat mendukung gelaran sepak bola Camat Cup Kecamatan Bogor Utara. Zakiyah sapaan akrabnya berharap ajang silaturahmi antar aparatur wilayah ini bisa menjadi agenda tahunan yang konsisten.
Baca juga: RT RW, Karang Taruna hingga Lurah Berlaga di Camat Cup Bogor Utara
Diketahui, pada gelaran tahun ini, euforia partai final kian semarak dengan adanya tambahan hadiah dari Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin berupa seekor domba dengan bobot diperkirakan lebih dari 100 kilogram untuk juara satu, selain membawa pulang piala bergilir, piala tetap dengan uang pembinaan sebesar Rp3 juta.
Sementara itu, tim Kelurahan Cimahpar sebagai juara kedua mendapatkan piala tetap dengan uang pembinaan sebesar Rp2 juta serta seekor domba.
(ckl/hrs)
Berita
Wali Kota Dedie Rachim Terima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang
KlikBogor – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim menerima penghargaan Satya Lancana Karaton Sumedang Larang. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Sri Radya Karaton Sumedang Larang Rd. H. Ikik Lukman Soemadisoerya di Area Museum Geusan Ulun, Kabupaten Sumedang, Rabu, 9 September 2026.
Dedie Rachim adalah kepala daerah pertama yang menerima Satya Lancana Karaton Sumedang Larang atas perannya dalam mendukung pelestarian budaya, khususnya melalui dukungan terhadap berbagai kegiatan seni dan budaya.
Penganugerahan ini juga berkaitan dengan dukungan Dedie Rachim saat masih menjabat sebagai Wakil Wali Kota Bogor pada pelaksanaan perdana Kirab Binokasih pada 2024.
Dalam penyematan penghargaan tersebut, Sri Radya Karaton Sumedang Larang menyampaikan bahwa Dedie Rachim dinilai turut memperkuat hubungan budaya antara Kota Bogor dan Sumedang.
Salah satunya adalah melalui pembangunan Museum Pajajaran di Kota Bogor yang nantinya memiliki keterkaitan sejarah dengan Sumedang Larang, termasuk koleksi replika Mahkota Binokasih.
Baca juga: Pelajar SMPN 11 Kota Bogor Ciptakan Perahu Pengangkut Sampah
Dedie Rachim menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan oleh Karaton Sumedang Larang.
Menurutnya, penghargaan tersebut bukan hanya ditujukan kepada dirinya secara pribadi, melainkan menjadi bentuk penghargaan terhadap masyarakat Kota Bogor yang terus menjaga dan menghargai budaya Sunda.
“Yang pertama tentu saya atas nama pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Bogor menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi kepada Keraton Sumedang Larang, dalam hal ini khusus kepada Radya Agung Sri Radya Keraton Sumedang Larang atas penghargaan yang ditujukan kepada masyarakat Kota Bogor terutama dalam rangka menjaga tradisi budaya,” ujar Dedie Rachim.
Ia mengatakan, hubungan antara Kota Bogor dan Sumedang memiliki ikatan sejarah yang panjang. Karena itu, penghargaan tersebut menjadi momentum untuk semakin memperkuat silaturahmi dan kerja sama dalam menjaga warisan budaya Sunda.
“Jadi penghargaan ini bukan semata-mata penghargaan kepada pribadi, tetapi bagaimana masyarakat Bogor begitu menghargai budaya Sunda dan adanya hubungan yang khusus berdasarkan sejarah yang panjang antara Bogor dengan Sumedang,” katanya.
Baca juga: IPB University Kirim 1,2 Ton Nasi Steril untuk Warga Terdampak Gempa NTT
Dedie Rachim berharap hubungan baik antara Kota Bogor dan Sumedang dapat terus terjalin dan semakin kuat ke depannya.
Terlebih, pembangunan Museum Pajajaran menjadi salah satu upaya untuk menjaga dan mengenalkan sejarah serta budaya Sunda kepada masyarakat.
“Oleh karena itu, tentu saya mengucapkan terima kasih sekali lagi dan mudah-mudahan akan memperkuat tali silaturahmi antara Sumedang dengan Kota Bogor,” katanya.
“Ke depan kita tentu tadi sudah banyak sekali dibicarakan, kita akan membangun Museum Pajajaran dimana ada kaitan dengan Sumedang, karena masa akhir Kerajaan Pakuan Pajajaran itu kemudian diteruskan oleh Keraton Sumedang Larang, sehingga tradisi budaya Sunda itu dapat terpelihara sampai dengan hari ini,” pungkas Dedie Rachim.
(rls/hrs)
-
Serba Serbi2 tahun agoTarif dan Cara Bayar BisKita Trans Pakuan
-
Serba Serbi10 bulan agoRute Menuju Kebun Raya dari Stasiun Bogor: Jalan Kaki hingga Naik Angkot
-
Parlementaria2 tahun agoDaftar 50 Anggota DPRD Kota Bogor Terpilih Periode 2024-2029
-
Pemerintahan2 tahun agoJumlah Penduduk Kota Bogor 1,1 Juta Jiwa di 2024
-
Serba Serbi2 tahun agoRute Menuju Alun-Alun dari Perbatasan Kota Bogor
-
Berita1 tahun ago2 Sekolah Rakyat di Bogor Siap Beroperasi, Ini Lokasinya
-
Serba Serbi2 tahun agoCek Jam Operasional Mal Pelayanan Publik (MPP) Kota Bogor
-
Serba Serbi1 tahun agoPasar Gembrong Sukasari: Lebih Nyaman, Bersih dan Tertata

Pingback: Mana Lebih Sehat, Telur Ceplok atau Telur Dadar? Begini Kata Dosen IPB
Pingback: Nobar Spanyol Vs Argentina di Balai Kota Bogor, 5 Kantong Parkir Tersedia